Sugar Daddy

Sugar Daddy
#kehilangan #


__ADS_3

Setelah sekian lama, Megan berada di rumah sakit, akhirnya dia menyerah dengan keadaan nya, tepat pukul sebelas siang, waktu new York, Megan, menghembuskan nafas terakhir nya, bahkan gadis kecil itu tak pernah sekalipun tersadar dari koma nya setelah pasca operasi, awal nya perkembangan mulai membaik bekas luka nya pun, sudah pulih tapi kemudian tuhan lebih sayang pada nya .


berita itu sampai di telinga, Chatlin, tepat saat dia hendak memberikan penjelasan tentang materi yang tengah ia berikan pada mahasiswa nya saat itu, tiba-tiba Chatlin jatuh pingsan saat itu juga, semua mahasiswa panik termasuk emerald, yang kini langsung mengangkat tubuh lemah itu ke pangkuan nya dan membawa handphone, dan tas nya,lalu membawanya pergi ke arah parkiran, emerald, yang sudah tahu apa yang terjadi, saat ini langsung membawa Chatlin, untuk menuju rumah sakit.


Emerald, meletakkan Chatlin,di kursi penumpang samping kemudi dengan sedikit merebahkan kursi tersebut,agar Chatlin, merasa sedikit nyaman.


"Semoga kamu kuat sayang, aku tak akan membiarkan mu terpuruk lagi"ujar Emerald.


sementara itu di rumah sakit, nenek dari Megan, tengah menangis meronta-ronta dia ingin membawa Megan pergi bersama nya, dia tidak bisa menerima kematian cucu nya yang sangat di sayangi oleh mendiang putranya, Megan, adalah kebahagiaan sang putra, bagi putra nya, putri nya adalah segalanya dan itu juga alasan kenapa, saat itu terjadi kecelakaan setelah mendengar kabar dari sekolah, putri nya bahwa putri nya mengalami kecelakaan, saat itu dia tengah berada di jalan menuju kantor, tapi saat mendengar kabar itu dia begitu panik bahkan tidak bisa berkonsentrasi saat menyetir, akhirnya terjadilah peristiwa itu.


"Tolong, bangunkan cucu ku , hiks hiks hiks bangunkan dia, bilang pada nya jangan kecewakan Daddy nya, tolong!!! .... hiks hiks hiks tolong bangunkan dia"ucap wanita itu.


sementara itu di depan rumah sakit, Emerald, saat ini kembali membawa, Chatlin, menuju ruang UGD saat itu juga.


sementara setelah memastikan Chatlin, telah di tangani oleh dokter, dia langsung menelpon seseorang untuk mengurus pemakaman Megan, saat itu juga.


jenazah Megan, segera di semayamkan di rumah duka,milik Chatlin, setelah Chatlin, tersadar setelah itu,dia juga langsung kembali ke rumah tersebut, Emerald, terus mendampingi Chatlin, seperti saat ini setelah memeluk erat dan mencium seluruh wajah putri nya yang sudah tiada saat ini, jasad itu masih ia peluk, meski semua orang yang hadir mencoba untuk menjauhkan keduanya, karena melihat ekspresi Chatlin, dia terkena depresi saat ini.


Emerald, langsung memberikan pelukan mendekap erat tubuh wanita lemah yang kini menangis histeris, Chatlin, yang biasa terlihat, anggun dan berwibawa, tapi saat ini dia begitu rapuh bahkan penampilan nya begitu terlihat menyedihkan.


setelah selesai pemakaman, Emerald, tidak mengantar wanita itu pulang ke rumah itu lagi, Emerald, membawa nya ke apartemen milik nya, dia ingin Chatlin, bisa kuat dengan menjauh dari semua kenangan yang terpangpang nyata, sementara itu ibu mertua nya dibawa pergi ke rumah saudara nya saat ini.


Emerald, membawa Chatlin, ke kamar nya dia membantu wanita itu berbaring di atas ranjang empuk itu dan menyelimuti nya.


"Tidur lah sayang, kamu butuh istirahat, ingat kamu masih memiliki aku, saat ini"ujarnya.


wanita itu tidak bergeming, hanya Air mata yang masih setia mengalir deras di pipi nya, saat ini Emerald, menghela nafas panjang, setelah itu memberikan kecupan hangat di puncak kepala nya, setelah itu dia langsung memeluk nya.


di Indonesia, Emeralda kini tengah berada di full house, dia menolak kembali ke Bandung, setelah menolak cinta Gideon Alexander, Emeralda, tidak ingin pria itu selalu mendatangi nya, terus menerus hingga membuat nya tidak nyaman.


Emeralda, pun memutuskan untuk pergi ke Amerika, menyusul sang kakak, dan ingin melanjutkan kuliahnya di sana, bukan dia benci pada Gideon, tapi dia belum siap untuk kecewa, karena tanpa sepengetahuan Gideon,ibu tirinya sudah menyiapkan jodoh untuk putra tirinya itu, tanpa Gideon, sadari wanita yang selama ini mengikuti kemanapun dia pergi saat ini adalah calon istri nya.


tinggal satu hari lagi, Emeralda, berangkat ke luar negeri, tiba-tiba saat dia sedang bersantai di tepi pantai ada seseorang yang datang dengan mobil sport nya, menghampiri nya saat itu juga.


"Gideon"ujar Emeralda, yang kini langsung berusaha menghindar, dari pria itu dia kalah cepat, dari Gideon, yang kini langsung langsung memeluk nya erat dari belakang Gideon,sudah membenamkan wajahnya di ceruk leher Emeralda,sambil berbisik.


"Tolong biarkan, seperti ini sebentar saja, aku tau aku tidak pantas untuk mu, aku bukan siapa-siapa, bahkan aku tak mampu membuat mu jatuh cinta pada ku, setidaknya sebelum aku pergi jauh,tolong biarkan aku merasakan bahagia walaupun hanya sesaat, lanjutkan lah studi mu di sana, aku tidak akan pernah mengganggu mu lagi, setelah ini aku akan kembali ke Jerman"ucap pria itu yang kini membalikkan tubuhnya menjadi menghadap nya.


"Aku pindah kuliah, bukan karena mu"ucap Emeralda, berbohong.


"Tidak, usah berbohong pada ku, Emeralda, aku tau kamu menghindar dari ku, dan aku tidak ingin memaksa siapa pun, untuk mencintai ku, tapi aku hanya berharap kamu bahagia dengan siapapun nantinya"ujar Gideon, lembut entah ada apa?... mendengar ucapan Gideon ada rasa sakit yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


pria itu pun berlalu pergi, setelah memberikan kecupan hangat di puncak kepala Emeralda.


Emeralda, hanya menitikkan air mata, yang bahkan tidak pernah ia sadari, untuk kedua kalinya dia melepaskan pria yang sangat berarti bagi nya.


dia pun pergi ke esokan hari nya,tetap dengan rencana nya untuk pindah kuliah bersama dengan kakak nya.

__ADS_1


sementara di Hongkong, saat ini Daddy, Kenzo tengah mengajak putra nya, Kenzie,si tampan kini sudah berusia satu setengah tahun, dia bahkan sudah pintar berceloteh, mulai dari kegiatan nya bersama,sang mommy setiap kali dia kembali dari kantor.


Anisa, masih tidak ingin memberikan putra semata wayangnya itu, berada di tangan pengasuh, dia tidak ingin putra nya, kehilangan kasih sayangnya, seberapa sibuk pun ia selama ini.


Kenzie, selalu di bawa ke kantor, milik nya saat Kenzo, tidak berada di rumah, tapi jika Kenzo,ada dia akan menitipkan putra nya itu pada suaminya yang tak lain adalah Daddy nya sendiri.


"Daddy, aku makan ini"ucap Kenzie, sambil menunjuk layar gadget nya, dengan celoteh cadel nya itu, yang sangat menggemaskan, bagi Kenzo, putra nya adalah bayi ajaib, karena di keluarga nya tidak ada yang bisa berbicara diusia Kenzie, saat ini.


"Wah sayang Daddy, tidak di kasih"ujar Kenzo, pura-pura bersedih.


"Mom... Daddy,sedih"ucap Kenzie, pada Anisa dengan ekspresi sedih dan hampir menangis karena air matanya tergenang di matanya.


"Daddy"ucap Anisa dengan tatapan tajam.


Kenzo, langsung memeluk putra nya itu dia tidak ingin menggoda putra harimau yang kini tengah menatap nya tajam.


walaupun, Kenzo adalah seorang ketua mafia, dia tidak bisa berkutik di hadapan istrinya itu,sekali saja Anisa, marah maka sama halnya dia sedang mengubur dirinya hidup-hidup, pria itu sudah menjadi pria bucin dan tidak akan pernah bisa melihat istrinya marah.


"Aku bercanda honey, please jangan marah"ujar Kenzo, yang kini menampilkan tatapan sendu nya.


🌹💖💖💖🌹


satu tahun berlalu,kini Emeralda, sudah memasuki semester lima, di kampus tersebut, begitu juga dengan emerald, yang telah lulus S2, dengan nilai terbaik, Emerald, harus berjuang untuk menyelesaikan kuliah nya satu tahun lebih cepat, karena setelah hubungan nya,di ketahui oleh Edgardo, dia begitu marah saat tau Emerald, mengejar cinta dosen yang berstatus janda anak satu.


bukan berarti dia merendahkan wanita itu, tapi dia ingin yang terbaik untuk putra nya itu, hingga dia meminta Chatlin, mengerti dengan keinginan nya, dengan segala hormat Edgardo tidak ingin menyinggung perasaan wanita itu.


Emerald, yang tidak mengetahui hal itu, dia langsung mencari keberadaan nya dimana pun tapi nihil, karena Chatlin, sudah tidak berada di negara tersebut, Chatlin pergi tanpa pamit saat itu.


Emerald, begitu frustasi hingga hampir bunuh diri, Senny bahkan harus turun tangan menguat kan putra nya itu, dengan alasan suatu saat nanti jika mereka berjodoh mereka akan bersatu tapi Emerald, harus bisa bangkit dan menunjukkan bahwa dia bisa membuktikan bahwa dirinya bisa sukses hingga bisa mencari keberadaan nya.


saat ini dia bahkan sudah menangani perusahaan milik Daddy nya itu, saat ini bahkan dia menjadi pria gila kerja.


di perusahaan milik Edgardo, di Jakarta seorang wanita cantik yang datang untuk melabrak pasangan kekasih, yang ternyata bekerja di sana, saat ini kedua orang yang tengah berseteru itu, menarik perhatian Emerald, yang baru saja tiba.


wanita cantik itu hampir saja di tampar oleh wanita pasangan selingkuh kekasih nya, tapi dengan sigap wanita itu menarik dan memelintir tangan itu kebelakang hingga wanita itu menjerit kesakitan.


"kau itu wanita kurang ajar, sudah merebut kekasih ku, tapi kau tak tahu malu ingin menyakiti ku lagi, tidak akan aku biarkan"ujar wanita cantik itu.


seperti nya wanita itu, hendak pergi ke kampus, karena terlihat dari barang yang kini ia bawa.


setelah keributan semakin besar karena pria itu bukan nya menyadari kesalahannya tapi malah mengamuk karena selingkuhan nya me ngaduh


kesakitan.


saat pria itu hendak menampar Gadis cantik itu, meski wanita itu jago bela diri, tapi Emerald tidak bisa melihat pria menindas wanita.


emerald, yang sudah berdiri di belakang gadis itu, dia langsung menangkap tangan pria tidak tahu malu itu.

__ADS_1


gadis cantik itu menoleh kearah Emerald, seketika mereka bertemu pandang,lalu kembali menatap ke arah pria itu.


"sungguh mengeli kan kalian memang cocok, untuk bersama sampah dan tong sampah, adalah pasangan serasi"ujar wanita itu yang kini langsung berlalu meninggalkan kantor tersebut, sementara Emerald hanya menatap tajam kearah pria yang kini menundukkan kepala nya.


"Bereskan semua kekacauan ini"ujar Emerald, langsung melangkah pergi, sementara asisten nya langsung membereskan semua kekacauan itu.


Emerald, menggeleng kan kepala, saat dia mengingat kejadian tadi, wanita itu sungguh sangat berani menurut nya.


Emerald, kemudian melanjutkan aktifitas nya saat itu sementara gadis cantik yang tengah merasa kecewa itu kini menemui kakak, kelasnya yang tengah duduk bersantai dengan kekasih nya, dia langsung memeluk kakak kelas nya yang tak lain adalah sepupunya sendiri, dia menangis sesenggukan menyesali kebodohannya itu.


"Hey... sejak kapan adikku ini cengeng seperti ini"ujar Doni pria tampan itu mengelus punggung adik sepupunya yang kini tengah menangis sambil meminta kekasih nya memberi waktu untuk mereka berdua.


"Dia tega berkhianat kak, dia menghianati ku dengan sahabat ku sendiri,hiks hiks hiks"tangis nya semakin pecah saat ini, hingga Doni, kebingungan untuk membuat adiknya itu tenang.


"Kita bicara di mobil ok, sekarang kamu tenangkan diri mu dulu"ujar Doni.


mereka pun pergi ke arah parkiran, Zahra kini di gandeng oleh Doni memasuki mobil di ikuti oleh kekasihnya dari belakang.


andai saja wanita itu tidak tahu hubungan di antara mereka, sudah pasti dia akan cemburu, pada mereka berdua karena, Zahra, dan Doni memang sangat dekat.


mereka pun mengobrol di mobil dengan serius, Doni, tidak bisa membiarkan semua itu, dia langsung tancap gas menuju kantor yang tadi di datangi oleh Zahra.


sesampainya di sana, dia langsung masuk tanpa memperdulikan keberadaan orang-orang yang kini melihat ke arah mereka, beruntung asisten dari Emerald, langsung mengamankan nya dengan cara membawa kedua belah pihak, ke ruangan kosong, tepat nya kafe yang berada di bagian kantor khusus, petinggi perusahaan.


sementara itu di ruangan pribadi nya saat ini Emerald, yang sudah tahu ada keributan di dalam kantor nya, dia langsung turun menuju ruangan tersebut, saat dia datang pemandangan yang sangat menyebalkan bagi nya kini terpampang jelas, saling adu jotos pun terjadi di hadapan nya.


Doni, dan mantan kekasih, gadis cantik itu, sementara itu Zahra,kini sedang duduk santai sambil menerima telpon dari Daddy nya, Gadis cantik itu tidak terusik sama sekali dengan keributan yang ada di hadapannya.


"Ya Daddy, aku sedang latihan ,tenang saja itu sudah biasa,hari ini aku tidak masuk kuliah karena kak, Doni mengajak ku berlatih"ucap gadis itu, dengan cueknya saat ini dia bahkan tidak perduli dengan keadaan kekasih nya yang sudah babak belur akibat di hajar Doni, tepat nya perkelahian itu.


tidak ada yang bisa melawan Doni pria tampan itu , dia langsung berhenti saat kekasih adiknya itu tidak sadarkan diri.


"Siapa yang mengizinkan kalian membuat kekacauan di tempat ku"suara bariton itu berasal dari belakang Zahra.


"maaf tuan muda, mereka tidak bisa dihentikan"ucap sang asisten mengadu padahal dia lah orang yang sengaja memberikan ruang, tiba-tiba Zahra membungkam pria itu dengan satu kali tendangan bebas yang mengenai lehernya, dan akhirnya jatuh tak sadarkan diri.


Emerald , langsung di buat bengong oleh wanita itu.


"Dasar pria penjilat, sudah berbuat kesalahan melimpah kan kesalahan nya terhadap orang lain pula"ucap nya sambil menelpon seseorang.


"bereskan semua nya aku tidak mau tau"ucap gadis bernama Zahra itu tiba-tiba datang segerombolan orang berbaju hitam, langsung membawa mereka yang tak sadarkan diri itu pergi.


"maafkan saya tuan , jika kedatangan kami membuat anda terusik saya hanya ingin memberikan pelajaran kepada pria tidak tahu malu itu"ujar Zahra,sambil langsung merangkul pundak kakak nya saat itu juga.


tanpa,ia sadari, sedari tadi kekasih Doni, berusaha menggoda nya, Emerald hanya bersikap dingin dan tidak menanggapi nya.


"maaf kan kami tuan muda, dia bukan kekasih nya tapi sepupunya calon adik ipar"ujar perempuan genit itu.

__ADS_1


mereka


__ADS_2