Sugar Daddy

Sugar Daddy
#cemburu#


__ADS_3

di tengah kebahagiaan yang tengah di jalani, oleh Elena,lain lagi dengan Edgar, saat ini ada dua wanita yang tengah meluluh lantakkan hati nya, pertama gadis berpenampilan cupu dan yang kedua adalah seorang pelayan Mension nya yang sudah tujuh bulan ini tinggal dan bekerja di mension tersebut.


wanita cantik, yang bekerja pada nya itu adalah seorang mahasiswi, yang kekurangan biyaya, dia terpaksa harus bekerja paruh waktu, saat ini gadis belia itu adalah seorang anak malang ayah nya yang kini tengah berada di penjara akibat, fitnah kejam yang menimpa nya, bahkan dia harus kehilangan ibunya, saat ayah nya di vonis hukuman mati, yang akan di laksanakan satu bulan lagi.


di tengah penderitaan nya, itu gadis berwajah cantik itu , sudah kehilangan banyak air mata, hingga saat ini dia tidak pernah memperlihatkan kesedihan nya itu di hadapan orang lain, dia selalu bersikap dingin, tapi tidak saat dia tidur, dia selalu menangis dalam tidurnya seperti saat ini saat Edgar, merasa haus, dan ia turun sendiri mengambil air ke bawah dia mendengar Isak tangis dari dalam kamar wanita tersebut.


"Anjela "ucap nya lirih.


Edgar, masuk kedalam kamar yang tidak di kunci, saat itu juga ia kaget melihat Anjela, yang sedang menangis dalam tidurnya.


"Anjela,kau kenapa"ucap nya yang langsung membangunkan Anjela.


"tolong, bebaskan ayahku, aku mohon dia tidak bersalah, dia bukan pembunuh, ayah ku adalah orang baik dia di fitnah, dia bukan pembunuh, ayah itu hendak menyelamatkan nyawa nya tapi dia terlambat, tolong kasihanilah kami ibuku saat ini bahkan terbaring koma gara-gara kalian menangkap ayah, yang jelas-jelas tidak bersalah"ucap Anjela, yang terus menangis dalam tidur nya, Edgar, mulai mengerti kenapa sikap Anjela, begitu dingin dan seperti, tidak punya harapan hidup dari setiap tatapan mata nya.


"Anjela, bangun kamu mimpi buruk"ucap Edgar, yang kini langsung membangunkan Anjela dari mimpi buruk nya, tapi sayang Anjela, masih setia dalam tidur dan tangis nya.


"ibu.... aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi Kemana aku harus pergi saat ini,ibu bilang kalau aku harus pergi jauh, dan jangan pernah kembali ke rumah, tapi aku tidak tau harus pergi kemana lagi,ibu hiks hiks hiks... aku ikut ibu saja, bahkan satu bulan lagi ayah akan menyusul ibu, aku tidak ingin hidup sendirian lagi, aku melanjutkan kuliah ku, juga karena aku ingin membela ayah, tapi rasanya itu mustahil ayah akan di hukum mati satu bulan lagi hiks hiks hiks, lebih baik aku mati saja bareng kalian"tangis Anjela, terus tidak berhenti hingga, Edgar terpaksa menepuk pipi Anjela, untuk membuat nya sadar, dan itu berhasil.


"tu....tu.. tuan..."ucap Anjela, yang kaget saat melihat Edgar, sedang berada di hadapan nya saat ini.


"kau bermimpi buruk, entah apa yang kau bicarakan, tapi yang pasti jika kau ada masalah kau bisa ceritakan kepada ku,kau tidak usah sungkan"ucap Edgar.


"tidak tuan, aku hanya mimpi buruk saja tolong lupakan saja apa yang sudah ku katakan dalam tidur ku"ucap Anjela.


"baik lah,ini minum lah"ucap Edgar, yang kini masih bertanya-tanya dalam hati nya.


Edgar, langsung pergi dari kamar Anjela saat ini dia langsung menghubungi seseorang untuk mencari tahu tentang, Anjela.


setelah itu, Edgar, langsung kembali merebahkan diri, tapi dia tidak bisa memejamkan mata nya, dia teringat raut wajah Anjela, yang Edgar ,tau tatapan Anjela, begitu putus asa saat ini.


"apa yang harus aku lakukan untuk bisa membantumu"ucap Edgar lirih.


perlahan, Edgar, mencoba memejamkan mata nya, dia pun akhirnya tertidur pulas hingga pagi menjelang, saat ini adalah hari weekend, Anjela, izin bekerja paruh waktu di luar, pada Edgar, meski Edgar, sudah melarang nya, dan menawarkan kenaikan gaji tapi Anjela, tidak ingin memanfaatkan kenaikan Edgar.


"tuan aku izin, keluar hari ini"ucap Anjela, ragu-ragu.


"tidak bisa Anjela, hari ini aku seharian di rumah lalu, siapa?? yang akan melayani keperluan ku"ucap Edgar.


"tuan disini masih banyak , asisten lain nya, tolong lah tuan"ucap Anjela, memohon.


"sekali kubilang tidak,ya tidak Anjela, apa kamu mengerti"ucap Edgar,sambil menatap wajah Anjela, entah apa arti dari tatapan tersebut, Anjela,pun berkata satu hal yang membuat Edgar ,kaget.


"baiklah, tuan, jika anda tidak mengizinkan saya akan mengundurkan diri saja, dari pada saya harus, melewatkan momen berharga, yang tidak akan pernah kembali terulang meski,suatu hari nanti aku punya banyak uang"ucap Anjela.


"apa maksud dari kata-kata mu itu"tanya Edgar.


Anjela, pun mulai bercerita, tentang ayah nya yang kini menjadi narapidana atas fitnah kejam yang menimpa sang Ayah, dan dia hanya punya waktu satu bulan dan itu artinya empat kali dalam sebulan dia bisa mengunjungi ayahnya itu, dengan alasan bekerja paruh waktu tersebut.


Edgar, pun langsung berkata"biar aku yang akan mengantarmu ke sana"ucap nya sambil bergegas menuju kamar nya untuk mengganti pakaian dan juga membawa dompet dan kunci mobilnya.


"tidak tuan, aku tidak ingin merepotkan mu"ucap Anjela, yang membuat Edgar menghentikan langkahnya sejenak.


"kau tidak akan bisa membantah ku,ini adalah perintah"ucap Edgar.

__ADS_1


Anjela, hanya membuang nafas panjang, dia memang tidak akan pernah bisa menolak permintaan dari Edgar, majikan nya saat ini.


setelah tiga puluh menit kini Edgar sudah menuruni anak tangga, dia sudah menggunakan stelan jas mahal nya, dan kini dia berjalan menghampiri Anjela, yang mematung di tempatnya, Edgar, tiba-tiba menggenggam tangan Anjela, dan pergi saat itu juga menuju garasi mobil nya, dan langsung menyuruh Anjela masuk.


selama di perjalanan, saat ini tidak ada satu kata pun yang keluar dari bibir keduanya, Edgar, fokus, menyetir, dan Anjela, menatap keluar jendela mobil, dia masih, diliputi wajah sedihnya.


tiga,jam perjalanan , mereka baru saja sampai di depan pintu masuk penjara yang begitu menyeramkan.


"kita, sudah sampai "ucap Edgar.


"terimakasih, banyak atas semua nya, semoga tuhan membalas semua. kebaikan mu, kamu bisa pulang, aku mungkin pulang larut, setelah ini aku akan kerumah ku terlebih dahulu,ada sesuatu yang harus aku urus"ucap Anjela, tidak enak hati.


"kita datang bersama pergi pulang juga harus bersama-sama "ucap Edgar, yang kini menatap bingung kearah Anjela.


"baiklah, tapi apa tuan tidak akan merasa bosan"ucap Edgar.


Anjela, pun masuk untuk membesuk ayah' kini, dia langsung menangis, saat melihat kondisi ayah nya, yang kini terlihat kurus, Anjela, menangis sejadinya.


🌹💖💖💖🌹


anjela, keluar dari tempat tersebut, dia berjalan gontai, saat ini bahkan tubuhnya, seperti sudah tidak memiliki kekuatan untuk sekedar, berjalan, sesampainya di depan mobil, Edgar, dia langsung terjatuh tak sadarkan diri, Edgar, yang melihat itu dia segera berlari, dan mengangkat tubuh Anjela.


satu jam lebih Anjela,kini masih terbaring di rumah sakit, saat dia sadar dia bahkan tidak berkata apa-apa, saat ini kondisi nya benar-benar memprihatinkan, Edgar, mendekat dan memberikan dia minum, segelas air putih, Anjela, bahkan tidak bisa menelan air setetes pun, tenggorokan nya bahkan menolak .


Edgar, langsung memeluk Anjela, tanpa aba-aba, dia tidak tega melihat keadaan wanita yang kini ada di hadapannya.


"Anjela, aku tidak tau apa yang terjadi tapi aku, akan berusaha, membantu mu, semampu ku"ucap Edgar, sambil mengelus punggung Anjela.


"tidak ada yang bisa membantu,ku saat ini bahkan sudah sangat terlambat, aku sudah tidak punya apa-apa, dunia ku sudah hancur"ucap Anjela,sambil terisak.


"aku tidak kuat melihat Daddy,ku menderita di sana, dia bahkan tidak baik-baik saja saat ini tubuh nya kurus, dan seperti nya dia sedang tidak sehat, tapi dia selalu berusaha tersenyum, dan tidak pernah mengeluh tentang apa yang saat ini dia rasakan,hiks hiks...hiks... aku tidak bisa berbuat apa-apa, saat ini jika tiba saat nya Daddy,di hukum mati, aku akan ikut dengan nya saat itu juga"ucap Anjela, lirih, tubuhnya bergetar dia menangis.


"aku akan mencoba membantumu aku akan mencoba mengeluarkan Daddy,mu dari sana dengan cara apapun"ucap Edgar, tapi tiba-tiba ponsel Anjela, berbunyi dan Anjela, langsung mengangkat nya, karena, itu adalah nomor penjaga sipir tempat ayahnya di tahan.


setelah Anjela mengangkat telepon tiba-tiba, ponsel nya terjatuh, dia berteriak histeris, dan mencoba berlari hingga infus, terlepas darah bercucuran Edgar, langsung mengambil telpon,sambil menahan tubuh Anjela.


"Daddy......hiks hiks hiks Daddy, jangan pergi jangan Daddy, aku tidak punya siapa-siapa, Daddy!!!!!"""""teriak, Anjela, yang kini kembali jatuh tak sadarkan diri di pelukan Edgar.


ayah, Anjela, dinyatakan meninggal dunia, akibat penyakit jantung yang diderita nya selama ini, dia bahkan tidak pernah bercerita tentang penyakitnya itu pada anak istrinya ayah, Anjela, adalah pria yang sangat baik dan penyayang dia tidak akan tega membebani dua orang yang sangat di cintai nya tentang penyakitnya itu, dan kasus yang menimpa nya di tutup begitu saja tanpa ada kejelasan dan bukti otentik yang menjelaskan kronologi kejadian, ayah Anjela,meningal dengan membawa seratus tersangka.


Edgar,membantu proses pemakaman ayah Anjela, saat ini dia bahkan setia mendampingi wanita tersebut, tanpa menghiraukan pekerjaan nya yang harus tertunda dan bahkan ia mempercayakan pekerjaan nya terhadap asisten pribadi nya itu saat ini.


hari mulai sore, Edgar, terus membujuk Anjela, untuk segera kembali pulang bersama nya, tangis wanita itu, belum juga reda hingga Edgar, langsung mengangkat tubuh nya membawa nya ke dalam mobil nya saat ini dia melihat Anjela, seperti tidak bernyawa tepat seperti mayat hidup, wajah pucat tangis tanpa suara, Edgar, mengerti apa yang tengah di rasakan Anjela, saat ini.


sesampainya di Mension, setelah tiga jam perjalanan, saat ini Edgar, kembali mengangkat tubuh Anjela, dia membawa nya, kedalam kamar nya, Edgar, tidak bisa membiarkan Anjela, sendirian dia takut wanita itu akan berbuat nekad.


Anjela, yang masih tertidur saking lelahnya setelah menangis, seharian saat ini jam menunjukkan pukul dua dini hari, Edgar,baru selesai dengan pekerjaan nya yang ia kerjakan melalui laptop, yang sedari tadi di pangkuan nya,sambil sesekali melirik kearah Anjela, dia takut Anjela, kenapa-napa saat ini.


"Anjela, apa kamu lapar??"tanya Edgar, yang baru saja melihat Anjela, bangun.


"tidak tuan,maaf aku merepotkan mu, aku akan kembali ke kamar ku"ucap Anjela.


"tidak Anjela, tidur lah,di sini aku tidak akan menggangu mu, aku bisa tidur di sofa"ucap Edgar.

__ADS_1


"tidak tuan, aku tidak ingin tuan sakit tidur lah biar aku kekamar ku saja"ucap Anjela,sambil bangkit.


"anjela, bisa kah kau mendengar kan ku sekali ini saja"ucap Edgar.


"tapi tuan"ucapan Anjela terhenti begitu juga langkah nya.


"anjela, jika kamu merasa sendirian,maka kamu salah, aku tidak akan membiarkan mu merasakan hal itu, sebaiknya mulai sekarang, kamu fokus dengan hidup mu, biarkan aku yang membiayai kuliah mu, dan satu lagi mulai sekarang aku akan mengangkat mu sebagai adikku"ucap Edgar.


"terimakasih tuan,atas niat baik mu, tapi aku tidak bisa menerima itu begitu saja tanpa berbuat apa-apa, aku akan pergi besok, dan segera pergi jauh dari negara ini, walaupun aku tidak tau kemana harus melangkah"ucap Anjela.


"Anjela, untuk apa pergi jauh, jika kamu tidak punya tujuan lain, sebaiknya, kamu ikuti kata-kata ku, kamu bisa membantu ku di perusahaan jika kamu ingin membalas kebaikan ku, walaupun aku tidak pernah mengharapkan balasan itu"ucap Edgar.


"aku minta waktu"ucap Anjela.


"baiklah, kamu bisa putuskan itu setelah kamu benar-benar sudah membaik"ucap Edgar, yang kini menuntun Anjela, untuk kembali berbaring, dia bahkan menyelimuti tubuh Anjela, benar-benar memperlakukan nya seperti adiknya sendiri, walaupun Edgar, memiliki rasa yang lain.


Edgar ,mengambil selimut, dan bantal dia pun tidur di sofa tersebut, dan langsung memejamkan mata nya Edgar, terlelap dalam mimpi nya, dan begitu juga dengan Anjela.


satu bulan berlalu, kini Anjela, sudah memutuskan bahwa ia menerima tawaran Edgar, saat itu dia juga sudah kembali menata hidup nya dengan melanjutkan kuliah nya yang tinggal beberapa bulan lagi, dan sebagai balasan Anjela, menjadi sekertaris pribadi, nya Edgar,di kantor nya,di sela jam kuliah nya.


selama ini bahkan mereka begitu dekat di kantor maupun di rumah, Edgar, tidak segan memperlakukan Anjela, seperti seorang adik dan sahabat nya, hingga, Anjela, merasa nyaman saat berada di dekat nya, tapi suatu hari pada saat Anjela, akan masuk ke dalam ruangan Edgar, dia di kejutkan dengan keberadaan wanita cantik yang kini tengah duduk makan siang bersama dengan Edgar.


ya dia adalah wanita pertama yang Edgar ,kejar si cupu, yang kini sudah merubah penampilan nya, dan dia bahkan adalah sekertaris Edgar, sebelumnya, sampai saat ini pun dia masih bekerja tapi dia bekerja di perusahaan cabang milik Edward satu lagi, mereka bertemu setiap dua Minggu sekali, dan itu adalah saat pertemuan mereka.


"maaf mengganggu, saya kesini, untuk mengantarkan berkas ini"ucap Anjela, yang kini langsung menyimpan tanpa menoleh kearah mereka yang sedang saling berpegangan tangan,sambil makan,ada rasa sakit yang tidak bisa di jelaskan saat ini, hingga Anjela, langsung pergi dari ruangan itu, walaupun Edgar sempat memerintahkan untuk ikut gabung makan bersama dengan mereka, tapi Anjela, cukup tau diri.


Anjela, pun pulang kantor, sengaja tidak ikut dengan Edgar, seperti biasanya, dia pulang dengan menggunakan taksi, sesampainya di sana Anjela, mengurung diri di kamar nya, dia bahkan tidak keluar saat makan malam Edgar yang merasa heran dia mengetuk pintu, dan langsung bergegas masuk, karena pintu kamar tidak terkunci.


Edgar, melihat Anjela, sedang berdiri di balkon menatap langit malam yang mulai menampakkan bintang-bintang.


"Anjela, kamu sedang apa?? apa kamu tidak dengar aku mengetuk pintu,ini sudah waktunya makan malam"ucap Edgar,sambil menghampiri Anjela, yang kini masih menatap langit.


Edgar, melihat, Air mata Anjela,menetes dia langsung membalikkan tubuh Anjela kehadapan nya.


"hey...ada apa ?? kenapa kamu menangis"ujar Edgar.


"tidak apa-apa, aku hanya rindu dengan ayah dan ibu ku"jawab Anjela, berbohong.


"kemarilah"ucap Edgar yang kini hendak,mendekap Anjela , namun Anjela, langsung menolak.


"tolong jangan lakukan itu, aku tidak ingin salah paham, dengan kebaikan mu, dan mulai saat ini aku mohon, jangan berikan aku perhatian yang membuat ku salah paham"ucap Anjela, yang kini mulai melangkah, Edgar, mematung sambil mencoba mengartikan kata-kata Anjela.


"ada apa Anjela, apa aku berbuat salah??"ucap Edgar.


"tuan tidak berbuat kesalahan, justru tuan, terlalu baik pada ku, dan aku salah mengartikan kebaikan tuan selama ini, aku mungkin tak bisa membalas semua nya, tapi semoga tuhan selalu memberikan mu kebahagiaan,atas balasan kebaikan mu"ucap Anjela,sambil duduk di samping tempat tidur nya.


"ada apa dengan mu,ayo jelaskan, kenapa panggilan mu berubah pada ku, tidak seperti biasanya??"ucap Edgar.


"tidak tuan tidak ada apa-apa,itu sudah seharusnya dari dulu aku lakukan kamu adalah majikan ku, dan di sini aku hanya bawahan mu, jadi mulai saat ini hingga dua bulan kedepan, hubungan kita akan tetap seperti ini, dan setelah itu aku akan kembali ke rumah orang tua ku"ucap Anjela, lirih kini dia menunduk.


"Anjela,tatap aku apa yang sebenarnya terjadi , aku tau kamu menyembunyikan sesuatu"ucap Edgar,sambil memegang bahu Anjela.


"aku tidak menyembunyikan apapun dari mu, aku hanya sadar dengan posisi ku, saat ini tuan tidak lebih"ucap Anjela,sambil membuang pandangannya.

__ADS_1


"baiklah, jika itu yang kamu mau, aku akan ikuti maumu"ujar Edgar, yang teramat kesal karena kini Edgar ,merasa perubahan sikap Anjela begitu drastis Edgar, langsung pergi menuju kamar nya tanpa melirik makanan nya saat ini dia benar-benar kecewa, Anjela berubah ada,rasa sakit yang tidak bisa ia jelaskan saat ini, entah apa.


sementara itu, Anjela, terus meneteskan air mata, saat ini dia tau harus memendam perasaan nya terhadap Edgar, dia tidak mungkin mendapatkan balasan atas rasa cinta nya pada Edgar, yang tumbuh seiring berjalannya waktu, dan tadi siang dia benar-benar cemburu.


__ADS_2