
"aku hanya sedih' melihat sikap mu yang terluka gara-gara ucapan yang aku tujukan untuk Adam, benar-benar tidak untuk mu, karena kamu adalah yang pertama dan yang terakhir bagi ku, kamu ingat saat aku mengambil kesucian mu secara paksa,itu semua aku lakukan karena aku sangat takut kehilanganmu, Hanny, maafkan aku"ucap Aditya.
"aku masih mengingat nya mas kamu memang sangat kasar pada ku waktu itu bahkan aku hampir tak percaya kamu melakukan hal itu pada ku, rasanya memang me yakitkan tapi aku juga mencintai tapi di sisi lain aku tidak ingin merusak rumah tangga mu, itulah kenapa aku selalu menghindar dari mu"Jawab soraya.
"aku tau itu Sayang, maaf kan aku tadi nya aku ingin melakukan itu saat kita sudah menikah dan pergi berbulan madu berdua di tempat yang indah yang bisa membuat kita berdua melakukan nya dengan senang hati, aku merenggut kesucian mu dengan cinta dari kita berdua tapi itu hanya mimpi"ucap Aditya.
"mas, aku mencintaimu dan sangat mencintai mu, tapi saat itu, aku belum siap untuk menghadapi kenyataan, bahwa aku terjebak cinta pria yang telah beristri, aku sangat takut menerima konsekwensinya, yang akan aku hadapi"ucap soraya.
"sayang, kamu ingat, hari itu adalah hari ulang tahun ku, aku anggap itu sebagai kado terindah yang ku dapat kan dari dirimu, aku selalu mengenang malam itu setiap jeritan setiap ******* yang tertahan membuat ku semakin mencintai mu"ucap Aditya yang langsung membuat pipi, soraya memerah.
"mas sudah ah aku malu"ucap soraya.
"kenapa harus malu sayang itu adalah kenangan terindah yang aku miliki saat bersama dengan mu, apa kamu ingin pergi,ke suatu tempat dengan ku besok, aku akan sangat bahagia jika kamu mengingat sesuatu,di hari itu"ucap Aditya memberikan kode.
"mas, bagaimana kalau besok kita pergi makan malam di kafe nya Robert, aku sudah lama kangen tempat itu"ucap soraya yang sebenarnya ingat bahwa besok adalah ulang'tahun suaminya itu.
"heumm,, baik'lah besok aku akan suruh mommy menginap di sini untuk menjaga,buah hati kita"ucap Aditya.
"tidur lah sayang ku ini sudah larut malam, jangan memikirkan hal lain"ucap Aditya lagi.
"aku ingin tidur di pelukan mu"ucap soraya mereka pun tidur, dengan posisi saling berpelukan, hingga pagi menjelang hari ini adalah hari weekend, saat ini Aditya sedang bercengkrama dengan kelima buah hati nya, mereka pun begitu bahagia kebetulan Adam masih tinggal di sana.
"Adam, apa kamu bisa membantu ku untuk menggendong bayi Ardan, aku bawa Ardi kita akan berjemur di taman belakang "ucap Aditya.
"bos,susah aku belum terbiasa dengan itu, sebaiknya kita bawa dengan stroller baby nya saja gampang kan "ucap Adam, yang membuat Aditya tersenyum.
"kau benar sejak kapan kamu pintar Adam"ucap Aditya yang berusaha bicara sebisanya karena ada anak kecil tidak mungkin menggunakan bahasa gaul.
"sudah dari dulu kali, kamu nya saja yang baru sadar"ucap Adam.
mereka pun pergi saat itu juga di ikuti ketiga putra-putri nya, yang sudah siap menggunakan baju olahraga rencana nya mereka akan bermain bola, dengan Adam.
"setelah satu jam bermain bola dan berjemur di matahari pagi, mereka berempat menyusul Aditya yang kini mendorong stroller baby nya kedalam rumah, karena sudah saatnya mereka mandi.
semua orang pun membersihkan diri termasuk para bayi yang sudah berjalan-jalan dengan Daddy nya,sambil menikmati mentari pagi yang baru keluar di pagi hari yang cerah ini, menikmati udara segar, mereka seperti telah mengerti, dan begitu anteng sementara sang mommy siap menyediakan hidangan yang cukup istimewa di pagi hari ini.
soraya sengaja memberi tahu, mommy Aditya agar tidak mengucapkan selamat ulang tahun di pagi hari ini karena soraya sudah menyiapkan kejutan nanti malam di kafe restoran, milik Robert.
kedatangan nyonya dan tuan Atmaja di pagi ini menjadi kejutan bagi Aditya pasalnya dia belum menelpon kedua orang tua nya itu.
Aditya yang baru turun setelah membersihkan diri dia langsung duduk di kursi meja makan tersebut Aditya heran kedua orang tua nya bahkan tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepada nya, Mungkin kah semua orang lupa hari ulang tahun nya itu, dan termasuk mommy nya yang biasa nya paling antusias.
"mommy, kapan mommy datang Daddy juga bagaimana kesehatan kalian"ucap Aditya yang sedikit kurang senang karena di hari ini tidak ada satu pun yang mengingat hari penting dalam hidup nya.
"seperti yang kamu lihat mommy dan Daddy sehat"ucap tuan Atmaja.
__ADS_1
"kamu kenapa hmm, sepertinya kurang vitamin lemes gitu,atau istri mu masih menyuruh mu puasa"canda nyonya Atmaja sedikit amsurd.
"mommy, apan sih, aku hanya kesal saja mommy lupa hari ini hari apa?"ucap Aditya, yang merajuk bagai anak kecil yang mengharap hadiah.
"owh mommy lupa hari ini adalah hari weekend dan kamu juga akan pergi dengan mereka jalan-jalan bukan tapi mommy malah datang jadi ganggu deh"ucap nyonya Atmaja mengalihkan pembicaraan.
"bukan itu tapi ah sudahlah, semua tidak ada yang mengerti"soraya datang membawakan puding kesukaan Aditya saat ini sambil tersenyum, dia menggoda suami nya itu.
"heumm, seperti nya, sayang ku ini sedang merajuk ada apa hemm, apa masih ada yang kurang, apa perlu aku cium"ucap soraya sambil mengecup wajah Aditya yang kini terlihat kesal.
"bagaimana, apa kamu bisa tenang"ucap soraya.
"heumm... sedikit tapi Hanny kurang lama di sini"ucap Aditya.
"heumm sabar jangan di sini nanti mommy sama Daddy Baper lagi"ucap soraya sambil melirik keduanya yang sedang tersenyum kearah mereka,kini semua orang sudah berada di meja makan dan mereka menikmati hidangan yang di sediakan oleh soraya yang bangun pagi-pagi sekali untuk memasak semua itu di bantu para pelayan, seperti hidangan pesta di pagi hari, ini sedikit meriah.
"Aditya mommy, minta maaf karena dulu sempat menolak pernikahan mu, tapi mommy,baru sadar ternyata ini lah kebahagiaan yang sebenarnya, mommy begitu bahagia, melihat kalian bahagia dengan cucu-cucu mommy yang sangat menggemaskan ini terimakasih atas kebahagiaan yang telah kalian berikan terutama untuk menantu ku, yang cantik ini"ucap Nyonya Atmaja yang mengelus punggung tangan menantunya itu.
"mommy, tidak usah berterimakasih ini sudah jadi kewajiban ku, dan satu lagi lupakan lah masalalu karena aku tau mommy tidak sepenuhnya salah, saat itu hanya salah paham.
🌹💖💖💖🌹
setelah nyonya Atmaja duduk menghadap soraya dia langsung memberikan sebuah kotak perhiasan yang cukup besar dan berkata sangat lembut.
"menantuku, mommy mungkin terlambat untuk melakukan hal ini, tapi setidaknya mommy ingin memperbaiki semua nya terimalah ini sebagai mas kawin yang tidak sempat mommy berikan kepada mu, dan satu lagi Minggu depan resepsi pernikahan kalian akan di gelar mommy sudah menyiapkan semuanya"ucap nyonya Atmaja.
"tentu saja Sayang, mulai saat ini kamu adalah putri ku dan aku sangat menyayangi mu, menangis lah jika kamu ingin menangis tapi ingat mulai saat ini hanya ada tangis bahagia dan jika ada masalah seberat apapun itu kamu bisa mengadu pada wanita tua ini"ucap nyonya Atmaja.
"terimakasih, mommy, atas semua yang kau berikan padaku, saat kau bisa menerima ku sebagai menantu mu itu juga sudah lebih dari cukup bagiku aku tidak ingin apa-apa lagi"ucap soraya yang kini masih memeluk mertua nya itu.
Aditya yang melihat itu kini langsung mendekat ke arah sang istri dan memeluknya erat dia merasa bersalah karena dulu ia tidak berhasil meyakinkan ibunya hingga berujung kehilangan sosok janin, yang di kandung oleh istrinya itu.
malam pun tiba kini soraya sudah menggunakan, Gaun yang begitu cantik berwarna marun tanpa lengan dan bagian punggung terbuka membuat Aditya tidak bisa memalingkan wajahnya, dia begitu mempesona dan membangkitkan hasrat nya.
setelah selesai berpakaian dengan sangat baik dan warna yang senada, mereka pun pamit pada kedua orang tua nya, dan Adam, kebetulan semua sudah tertidur kecuali tiga orang dewasa itu.
nyonya Atmaja pun berbisik mommy sudah menyiapkan hotel untuk kalian berdua, jangan pulang malam ini besok siang saja jangan khawatir kan putra-putri kalian, mommy akan menjaga dengan sangat baik"ucap nya masih berbisik.
"mommy, sudah bergosip nya, kita hampir telat"ucap Aditya.
"duh Yeng sudah tidak sabar ingin pergi kencan"goda Adam.
"ah, diam Lo rese"ucap Aditya.
"momm... lihat dia marah, sebaiknya mommy batalkan saja menginap nya biar dia tau rasa"ucap Adam mengadu Sama perempuan yang selama ini selalu menyayangi nya.
__ADS_1
"sudah-sudah kalian berdua selalu saja ribut seperti Edgar dan, Edgardo saja"ucap nyonya Atmaja.
mereka pun akhirnya pergi, sesampainya di kafe tersebut Aditya begitu terkejut,di sana sudah ada dekorasi yang sangat elegan dan sangat indah di pandang mata, dengan bunga-bunga di setiap sudut di meja yang tersusun,rapi dan sangat cantik mereka pun duduk di sana hanya di terangi cahaya lilin yang tertata indah di setiap setiap bagian ruangan tersebut, Aditya tersenyum dan duduk setelah mempersilahkan, istrinya duduk pelayan pun datang menghampiri mereka berdua.
hidangan istimewa pun tersaji di sana makan malam ini sungguh sangat romantis, dan setelah selesai makan soraya pun mengajak suami nya berdansa soraya kini, mengalungkan
tangan nya di leher Aditya sambil, berbisik
"I love you,my husband love you so much and happy birthday to you, muachh muachh muachh"ucap soraya sambil mencium bibir Aditya yang berujung sangat lama karena kini Aditya menahan tengkuk leher istrinya itu.
ciuman itu berarti saat mereka hampir kehabisan nafas, tepat nya soraya yang kini terengah-engah, wajah nya merona merah.
"Hanny, sejak kapan kamu persiapkan ini,ini begitu indah sayang terimakasih untuk semua nya, aku sangat mencintaimu dan aku akan selalu mencintaimu hingga akhir hidup ku,I love you, more..."ucap Aditya yang kini kembali mencium bibir soraya.
pelayan pun masuk dan mendorong troli berisi kue ulang tahun yang cukup besar dan saat keren dengan, sangat perfek, dekorasi cake tersebut.
"happy birthday to you... happy birthday to you happy birthday, happy birthday happy birthday to my love..."ucap soraya.
"thank you Hanny, muachh thank you my sweet heart,and the I love you so much muachh"ucap Aditya yang sangat bahagia, saat ini senyuman di bibir nya tidak sedikit pun luntur Aditya begitu, bahagia dengan segala kejutan romantis yang di berikan oleh istri tercinta nya itu.
"sayang, kamu tiup dulu lilin nya, setelah itu aku masih ada kejutan untuk mu"ucap soraya.
"baiklah ayo kita tiup lilin nya"ucap Aditya yang kini tengah berdoa dan setelah itu dia meniup-niup lilin nya yang memang sangat banyak di batu istri tercinta nya itu dan kini Aditya menyuapi potong kue kepada soraya.
"mas,ayo kita keluar aku ada sesuatu untuk mu"ucap soraya.
"tentu saja Hanny"jawab Aditya.
sesampainya di ruangan tempat umum Aditya mendapatkan ucapan selamat dari seluruh rekan kerja dari dua perusahaan yaitu perusahaan istrinya dan perusahaan dia sendiri antrian hingga ke lantai dua tiba-tiba soraya berjalan menuju ke arah panggung dengan di iringi musik saat ini dia bernyanyi lagu cinta untuk suaminya itu ternyata Adam juga ikut andil dalam kejutan tambahan itu.
semua orang kini, menikmati hidangan dan menikmati,alunan lagu yang di bawakan oleh soraya, yang tampil glamor dan sangat cantik di atas panggung sana... tidak hanya itu ada beberapa wartawan yang hadir dan mengabadikan momen tersebut hingga pesta semakin meriah, Robert, begitu senang akhirnya,kafe nya tambah tambah terkenal lagi.
Susana semakin meriah lagi ketika soraya turun sambil bernyanyi dan langsung duduk di pangkuan suami nya itu, terakhir dia kalungan sebuah kalung mas putih dengan Lion love separuh karena separuh nya lagi milik soraya Aditya mencium mesra istrinya itu hingga semua orang Baper saat melihat nya, sungguh Aditya sangat lah bahagia kejutan bertubi-tubi ia dapat kan saat ini di hari ulang tahun nya itu.
"sayang apa kamu bahagia"ucap soraya.
"tentu saja Sayang ku, aku sangat bahagia I love you more"ucap Aditya.
kini malam semakin larut soraya pun mbawa Aditya ke sebuah hotel yang sudah di pesan oleh mertuanya itu ruangan yang begitu
"Hanny ini apa lagi?"ucap Aditya.
"hemm,ini kejutan dari mommy"ucap soraya.
saat masuk mereka di sambut dengan hamparan kelopak. mawar merrah hingga ke seluruh ruangan dan di atas ranjang sudah di susun rapi bunga mawar yang berbentuk love
__ADS_1
mereka tersenyum bahagia bahkan tidak sempat membersihkan diri terlebih dahulu,kini mereka bertempur di atas ranjang empuk tersebut dengan penuh cinta dan gairah yang membuncah, saling memberikan kenikmatan itulah mereka saat ini.