
sudah beberapa hari terakhir, Ardi kini, sudah di izinkan pulang oleh dokter, kondisi fisik nya, sudah mulai membaik walaupun luka hati nya karena kehilangan cintanya itu masih menganga.
sementara itu di sebuah hotel, tepat tengah hari bolong, Aira, saat ini, sedang berada di bawah Kungkungan seorang pria yang selama ini menjadi selingkuhan nya,pria itu tidak lain adalah sahabat Ardi, yang telah lama tidak berhubungan karena rasa kecewanya, padahal di antara mereka itu hanya salah paham.
Ardi, yang baru kembali, ke apartemen nya saat ini dia tidak mendapati istrinya itu di sana hanya ada Soraya, yang baru saja memasak untuk putra nya itu, beserta ketiga kakak, nya dari Edward.
sementara itu Aditya, hubungan antara mereka masih renggang hingga saat ini, bahkan tidak ada satupun yang berani mengusik keberadaan Aditya.
pria itu tetap kekeuh, tidak menerima Lala, sebagai menantunya, bahkan dia tidak pernah perduli dengan cucunya, yang saat ini di bawa pergi, dan menghilang di telan bumi.
Ardi, merebahkan tubuh di atas sofa, sementara ketiga kakak, nya kini tengah berada di meja makan, menunggu mommy, nya itu memasak, karena Soraya, yang meminta itu, sudah lama rasanya momen berharga ini mereka lewat kan selain karena kesibukan, juga karena konflik keluarga.
Ardi, saat ini masih memikirkan keberadaan anak beserta istrinya itu, hingga dia berkata dengan sendu.
"momm... bisakah sebelum aku mati, aku bertemu anak dan juga istri ku"ujarnya, yang kini terduduk di sofa,ia bertanya pada Soraya, ketika, Soraya menghampiri nya dan mengelus puncak kepala nya, setelah selesai menghilangkan masakan di meja makan, Soraya, hendak memberikan Ardi, makan.
"sayang tidak baik berkata seperti itu, mommy, tidak mau kamu menyerah, yakinlah semua akan kembali baik-baik saja"ujar soraya, sambil memeluk erat putra nya itu, memberikan dukungan, supaya Ardi, tetap tegar, jujur, Soraya merasakan sakit yang teramat ketika mendengar hal itu,asam garam kehidupan biduk rumah tangga nya dulu kini dirasakan oleh putra nya itu.
"Ayolah Ardi, mana semangat adikku yang dulu, aku tidak pernah melihat nya lagi"ujar Edgardo.
"Iya Ardi, aku mohon semangat lah kami janji akan selalu membantu mu, sampai kapan pun,"ucap Elena.
"Tapi kak,ini sudah ketiga kalinya Lala, pergi dari ku, aku sudah tidak tahu lagi harus bagaimana"ujar Ardi.
Tiga tahun berlalu, semenjak saat itu, Ardi benar-benar kehilangan wanita yang sangat di cintai nya itu beserta kedua anak kembar nya itu, dia bahkan tidak tau, wajah mereka mirip siapa saat ini.
Di kota malang, seorang wanita, yang tengah berjuang melawan penyakit nya, yang sudah dua tahun terakhir, saat ini bahkan dia harus benar-benar berjuang sendiri, karena Reza,sang adik tidak pernah menghubungi nya lagi, entah kemana perginya pemuda itu, Aryan, pernah mengabarkan bahwa Reza,di pindah ke kantor cabang berada di Paris.
sementara itu Lala, saat ini tengah menderita, gagal ginjal, dia harus bolak balik,ke rumah sakit.
sementara kedua anak nya, saat ini tengah berada di tempat penitipan anak.
Lala, menitikkan air mata nya, dia tidak tau harus bagaimana lagi,di saat ini tidak mungkin, dia harus menghubungi Ardi, dia tidak ingin putra-putri nya, memiliki ibu tiri, karena yang dia tau Aditya, tidak pernah mengharapkan kedua anak nya itu.
Aryan, sempat menawari Lala,agar ikut dengan nya ke London, tapi Lala, menolak untuk itu, meskipun Aryan, masih memberikan uang, setiap bulan nya, kepada Lala, karena uang itu lah yang selama ini menghidupi mereka, selain uang dari Reza, yang kini tidak ada kabar.
saat, Lala, memaksa untuk pulang karena khawatir dengan keadaan anak nya itu, akhirnya dokter pun mengizinkan nya, saat ini Lala, berjalan sedikit tertatih di lorong rumah sakit tersebut, dia menahan rasa sakit nya tersebut,demi kedua anak nya itu.
awww ... pekik Lala, saat seseorang menabrak diri nya, Lala, yang terjatuh karena lemah tubuh nya saat ini dia, mencoba untuk berdiri, ketika orang tersebut mencoba membantu nya, disitulah tatapan seseorang yang kini memindai diri nya.
Ardi, menatap lekat wajah wanita yang selama tiga tahun ini ia sangat rindukan, saat Ardi hendak menghampiri nya, Lala, pun pergi tergesa-gesa, sambil memegang bagian tubuh nya yang terasa sakit itu.
"Lala!!!"""teriak Ardi, saat itu Ardi langsung mengejar nya,ia tidak menghiraukan panggilan Aira, dan putri nya, saat itu, Ardi langsung berlari sekencang mungkin, dia tidak ingin lagi kehilangan wanita yang sangat ia cintai.
sesampainya di depan rumah sakit tersebut, Lala, langsung menghentikan taksi, dia bahkan tidak sadar, bahwa Ardi, sedang mengejar nya.
"Lala"ujar Ardi"tunggu aku sayang"gumam Ardi, ketika Ardi melihat Lala menaiki mobil tersebut.
Ardi, langsung bergegas menuju mobil nya, dan mengejar taksi tersebut, dia mengemudi kan mobil nya, dengan sangat kencang, tanpa menghiraukan kendaraan lain nya, hingga ia kehilangan jejak tepat di persimpangan jalan tersebut.
Ardi, memukul,stir mobil nya itu, setelah itu dia menghubungi seseorang, saat itu juga.
"Aku tidak ingin tau pokok nya, saat ini juga temukan Lala, dia menghilang saat aku kejar dengan no taksi******"ujar Ardi, terhadap orang kepercayaan.
__ADS_1
Ardi, pun kembali ke rumah sakit tersebut, rencananya saat ini dia hendak memeriksa keadaan putri nya bersama dengan Aira.
Ya...Aira menjebak dirinya, saat dia tengah mabuk berat dua tahun yang lalu, dia benar-benar,menyerah saat itu, dia ingin mati saja, saat itu, karena, sudah dua tiga tahun lamanya, Ardi , berusaha untuk mencari keberadaan, Lala tapi tidak ada hasil.
tidak butuh waktu dua jam saat ini Ardi, langsung pergi begitu saja, pada saat baru masuk kedalam rumah mewah tersebut,ia baru kembali dari rumah sakit, setelah memeriksa kondisi putri nya itu.
"Ardi, kamu mau kemana"ujar Aira, yang kini melihat suaminya itu, pergi terburu-buru.
namun tidak ada jawaban sedikit pun dari Ardi, saat ini dia bahkan tidak melirik istri nya itu.
Ardi, menjalankan mobilnya menuju kota,malang malam itu juga, dia benar-benar, sudah merindukan istrinya itu.
sesampainya di sebuah rumah sederhana, yang terlihat sangat asri, dengan berbagai jenis bunga ,di depan teras rumah tersebut, Ardi, yang baru saja tiba, dia terperanjat kaget, saat mendengar tangis, anak-anak, dari dalam Ardi, segera berlari, menuju pintu masuk dia mendobrak pintu tersebut hingga terbuka, kebetulan rumah tersebut sedikit jauh dari tetangga lainnya.
"Sayang"ujar Ardi, saat melihat wanita yang selama ini di cari nya, tengah tergeletak di bawah tangga, dan kedua anaknya terduduk di samping ibu nya.
"Bunda, bangun bunda, jangan mati"ujar keduanya, sesenggukan, Ardi, langsung menelpon bantuan darurat saat itu juga, dia langsung memangku kepala istrinya itu.
"sayang ini Daddy, tenang ya Daddy , akan segera bahwa mommy kalian ke rumah sakit"ujar Ardi sambil memeluk kedua anak nya itu kanan dan kiri, tidak lama kemudian ambulans, datang Ardi, langsung membawa Lala ke sana dan petugas medis pun, langsung membawa nya ke dalam ambulans, Lala langsung di larikan ke rumah sakit terdekat.
🌹💖💖💖🌹
dua jam kemudian setelah mendapat kan perawatan, intensif Lala, membuka mata, dia mengedarkan pandangannya saat itu juga dia melihat seorang yang sangat ia cintai, Lala, meneteskan air mata nya saat itu juga.
"Ardi"ujarnya lirih.
"sayang kenapa kamu begitu kejam heeuh kenapa"ujar Ardi, sambil menangis sesenggukan, memeluk tubuh lemah tersebut.
"Aku hanya ingin kau bahagia"ujar Lala, yang masih berderai air mata nya.
tapi kemudian, Lala tersenyum"seperti nya, kamu lah yang akan menabur bunga itu untuk ku, karena aku sudah tidak kuat lagi untuk bertahan, maafkan aku, Ardi, aku akan merepotkan mu lagi, aku titip mereka berdua setelah kepergian ku, sampai Reza, datang menjemput mereka berdua"ujar Lala.
"tidak sayang, tidak kamu jangan pernah ucapkan itu, aku tidak akan mengizinkan mu mati, bahkan jika kamu benar-benar pergi aku adalah Daddy nya anak-anak, aku yang berhak untuk merawat mereka.
"Tidak, Ardi aku mohon, jangan lakukan itu, tolong hubungi Reza,agar dia yang merawat putra putri ku, aku tidak ingin mereka tinggal dengan ibu dan adik tirinya itu.
Ardi, langsung tercengang ketika ia mendengar ucapan Lala,Lala pun langsung kejang saat itu juga,derai air mata nya, terhenti Lala, tidak sadarkan diri, Ardi langsung berteriak histeris,memijit tombol darurat dia memeluk tubuh itu saat ini Ardi, benar-benar panik hingga dokter dan perawat datang tergesa-gesa, Ardi, langsung di perintahkan untuk keluar.
sesaat setelah dokter memeriksa keadaan Lala, dokter pun keluar, saat itu juga Ardi, diminta untuk mengikhlaskan kepergian Lala, saat itu juga Ardi, langsung mendorong sang dokter, dan langsung masuk dan mengguncang tubuh wanita yang kini sudah seperti mayat tersebut.
dingin dan tak berdaya, itulah tubuh Lala saat ini.
"bangun sayang aku mohon, bangun sayang bangun, jika kamu tidak bangun aku juga akan bunuh diri, aku tidak ingin sendirian lagi, aku sangat mencintaimu aku mohon bangun!!!""Ardi menangis sesenggukan dan terus mengguncang tubuh wanita tersebut.
"baiklah sayang, jika kamu tidak bangun juga, jangan salahkan aku, jika aku membiarkan anak kita tinggal dengan Aira, aku bahkan tidak akan pernah perduli padanya lagi"ujar Ardi.
tiba-tiba, sebuah keajaiban detak jantung Lala, kembali terdeteksi oleh monitor yang peralatan nya masih terpasang saat ini.
Ardi, pun memanggil dokter yang masih berada di ruang tersebut.
dokter kembali memeriksa kondisi Lala,Lala memang tidak meninggal saat ini tapi dia masih belum sadarkan diri hingga kini.
"Tuan, Ardi, jika Anda ingin nyonya Lala, segera sembuh,maka secepatnya anda harus segera mendapatkan donor ginjal untuk istri anda"ucap sang dokter.
__ADS_1
"baiklah dok secepatnya saya akan mencari donor tersebut"ujar Ardi.
Ardi pun langsung menghubungi asisten nya, saat itu juga, dia memerintahkan anak buahnnya untuk segera mendapatkan donor ginjal untuk istri nya itu, dia tidak perduli berapa pun harga yang harus ia bayar.
sementara itu, untuk saat ini dia menitipkan anak nya itu di rumah Edgar, dan dengan senang hati semua nya sangat menjaga keduanya hingga saat ini.
Ardi, sudah satu Minggu, tidak masuk kantor, saat ini hari-hari dia habiskan untuk merawat istrinya itu, saat ini bahkan dia sendiri yang membersihkan tubuh Lala, setiap hari nya.
Lala, saat ini dinyatakan koma karena itu Ardi tidak rela meninggalkan nya, walaupun hanya sedikit, Ardi , hanya meninggalkan nya,disaat dia mandi dan makan saja, selebihnya dia tetap stenby di samping Lala.
hari berganti Minggu berlalu berganti bulan, tidak semua bisa di dapat dengan instan sekalipun mempunyai banyak uang dan kekuasaan, saat ini Lala, telah siuman tapi kondisi Lala semakin lemah.
saat ini, Ardi, sedang membawa Lala, pulang ke rumah nya yang ada di Bandung, yang pernah Ardi,beli untuk Lala, saat itu, rumah yang memberikan sebuah kenangan dengan kedua adiknya saat itu, dikala ia baru saja tiba dari kampung halaman nya, setelah kedua orang tua nya meninggal dunia.
di sini lah Ardi dan Lala,kini tengah duduk di ranjang empuk milik, Rara, yang kini telah tiada, Ardi , ingin mengabulkan permintaan istrinya itu, walaupun rasanya sulit, karena kondisi Lala yang semakin parah.
"Rara, mungkin kakak , akan segera menyusul mu, sebentar lagi"ujar Lala yang langsung mendapat gelengan kepala dari Ardi, laki-laki itu memegang pipi istrinya itu.
"Aku tidak mengizinkan nya, kamu dengar itu, apa kamu benar-benar sudah tidak mencintai ku lagi" ujar Ardi sambil menatap lekat wajah yang terlihat sangat pucat itu.
Lala, hanya menatap sendu tanpa kata yang terucap dari bibir nya,itu cukup mengutarakan perasaannya saat ini.
"kamu harus bertahan untuk ku dan kedua anak kita, kita akan segera mendapatkan donor yang cocok, ingat sayang aku sangat mencintaimu, dan kedua anak kita, sangat membutuhkan mu"ujar Ardi, sambil membawa Lala, kedalam pelukannya dan mencium puncak kepala wanita itu, begitu lama, Air mata nya menetes tanpa bisa di tahan ada banyak kekhawatiran,di benak Ardi saat ini.
bagaimana tidak, sudah sering kali, Lala, tidak sadarkan diri saat rasa sakit tersebut menyerang nya, dan berkali-kali pula,donor ginjal yang di dapat tidak pernah cocok.
Ardi membawa Lala ke kamar nya, saat ini dia langsung memeluk istri nya itu tepat dari samping Lala.
"istirahat lah sayang, aku tidak ingin kamu terlalu banyak pikiran saat ini, aku ingin kamu segera sehat dan kita akan menjalani kehidupan kita, dengan bahagia bersama dengan kedua anak kita"ujar Ardi sambil mengecup pipi Lala, sementara Lala, hanya menatap lekat wajah tampan itu.
kalau boleh, egois saat ini Lala hanya ingin memiliki Ardi, untuk dirinya sendiri, tapi dia tidak akan pernah bisa melakukan hal itu sampai kapan pun, karena Ardi , bukan milik nya, seorang bahkan ada yang lebih berhak dari dirinya selama ini, karena dia hanya istri siri nya.
sebuah pesan yang lumayan panjang ia kirimkan untuk Aira, melalui ponsel Ardi, saat ini saat Ardi, tengah terlelap di samping Lala.
✉️"nyonya Aira, mungkin kamu, saat ini sedang sangat marah aku ,tau itu aku Lala, hanya ingin meminta maaf, atas kesalahan ku selama ini, tolong maafkan aku, agar kematian ku kelak, bisa tenang, aku tau aku tidak pantas mendapatkan maaf mu, karena biar bagaimanapun, aku sempat hadir di dalam hubungan kalian berdua, mulai saat ini sebelum aku benar-benar tiada, aku hanya ingin minta tolong padamu, tolong jangan sia-sia kan cinta suami mu, mungkin dia sempat hilap, seperti saat ini tapi yakinlah bahwa dia adalah laki-laki terbaik yang Tuhan berikan pada mu, aku harap kalian bahagia, untuk selamanya, sekali lagi tolong maafkan aku, dan segera lah kemari jemput dia, untuk kembali pada mu"ujar Lala, tapi saat pesan tersebut hendak ia kirimkan, tangan kekar itu, merebut ponsel itu dan langsung membaca nya, seketika Ardi, membulatkan matanya, dia menatap lekat wajah wanita yang saat ini, tengah tertunduk.
"apa semua ini, tolong jelaskan padaku "ujar Ardi, tapi Lala, hanya berlinang air mata, tanpa bisa menjawab pertanyaan tersebut, Ardi kembali bertanya, tapi Lala, masih tetap bisu.
"baiklah jika ini yang kamu mau, aku tau kamu bahkan tidak pernah mencintai ku, itulah kenapa kamu selalu pergi dari ku, iyakan Lala, apa itu benar??"tanya Ardi.
Lala, hanya mengangguk tanpa menatap Ardi.
"Lihat aku , sayang aku mau kamu jawab jujur, apa benar kamu tidak pernah mencintai ku, lihat aku Lala, jawab yang jujur.
Lala, menatap Ardi, sekuat hati, Lala, menahan rasa perih di hati nya, jika dia harus berbohong,demi kebaikan dia akan melakukan itu meski terasa sangat menyakitkan.
"Ardi, aku tidak pernah mencintai mu, asal kamu tahu, selama ini aku melakukan itu untuk membalas rasa sakit ku, atas kematian Rara, adikku, yang telah di bunuh oleh karena perbuatan mu kala itu, dan mengenai anak, aku bukan istri mu, yang akan tega membunuh sesama manusia demi balas dendam"jawab Lala, yang kini mencoba bangkit dari tempat tidur nya, tapi gerakan itu di hentikan oleh Ardi.
"Hentikan La, aku mohon, sekalipun kamu tidak pernah mencintai ku, tetap lah bertahan untuk anak kita"ujar Ardi, yang tau Lala, tengah berbohong, wanita itu memang tidak pandai berbohong, tapi bukan nya, berhenti Lala, malah terus memaksakan diri nya untuk pergi.
prang....suara benda terlempar, tepat di hadapan Lala, saat ini.
"Lala, mau sampai kapan kamu keras kepala seperti saat ini, aku tau kamu berbohong kepada ku, dan sekalipun kamu tidak pernah mencintai ku, aku akan tetap mempertahankan hubungan kita, hingga kau jatuh cinta pada ku sampai akhir hayat, kamu dengar itu"ujar Ardi .
__ADS_1
Lala, mematung di tempatnya, saat ini dia tidak bergerak lagi, tapi setelah nya ambruk di lantai begitu saja, Ardi, langsung berteriak memanggil nama istri nya itu, dan mengangkat tubuh wanita yang sudah tidak bernyawa itu.