
setelah kejadian saat itu, soraya tidak pernah mau lagi bertemu dengan Aditya padahal Aditya begitu mencintai nya dia bahkan tidak pernah rela untuk semua ini, tapi nasi telah menjadi bubur semua tidak akan bisa kembali menjadi beras, tapi hanya satu yang bisa menyatukan mereka kembali yaitu maaf.
soraya kini sibuk mengurus perusahaan dengan membawa serta kedua anak nya ke kantor di sana mereka di sediakan pasilitas untuk beristirahat atau sekedar minum asi soraya masih memberikan asi hingga saat ini jadi kedua nya tidak kekurangan ASI, soraya tidak ingin memikirkan apa yang sudah terjadi saat ini dia lebih suka fokus dengan masadepan mereka kelak.
setelah Sore tiba seperti biasa soraya akan mengantar mereka hingga di pastikan masuk mobil dia Nanny dengan dan sopir pribadi nya itu membawa buah hati nya pulang dengan selamat dan di sana di jaga dengan ketat tidak di izinkan menerima tamu selain Edward dan ketiga anak nya yang berkunjung saat ini.
soraya pun melanjutkan pekerjaannya hingga jam sepuluh malam baru dia kembali ke Mension nya di sana Alex sudah menunggu nya dengan cemas karena adiknya itu belum juga kembali.
"aku pulang"ucap nya lirih.
"Raya, kamu baru kembali, ingat jangan terlalu keras bekerja kamu harus menjaga kesehatan saat ini bagaimana pun kamu harus tetap hidup sehat untuk mereka, saat ini mereka begitu membutuhkan mu"ucap Alex pelan.
"aku tau kak, aku juga bekerja mati-matian untuk mereka semua aku ingin mereka tidak hidup kekurangan saat nanti jika aku sudah tidak ada di dunia ini"ujar soraya sambil menitikkan air mata.
"kakak tau, tapi kamu tau yang mereka butuhkan saat ini adalah kasih sayang mu jika masalah nya adalah uang kakak bisa memberikan nya pada mu, kamu tidak perlu khawatir itu biar kakak yang bekerja"ucap Alex sambil merangkul adik nya itu.
"kak... aku tidak mungkin bergantung terus pada mu suatu saat nanti Kakak akan menikah dan kakak harus menafkahi anak istri kakak nanti"ujar soraya.
"Raya Kakak tidak akan menikah sebelum melihat mu hidup bahagia"ujar Alex.
"tidak kak, kamu harus secepatnya menikah, aku tidak mungkin, selamanya panjang umur, jika kakak tidak menikah lalu siapa yang akan membantu mu merawat anak-anak ku"ucap soraya.
"stop,bicara begitu kakak tidak mau dengar lagi biar bagaimanapun kamu harus tetap panjang umur kakak rela memberikan jantung kakak jika kau membutuhkan nya suatu hari nanti"ucap Alex.
seperti yang di ketahui, soraya belum lama ini terkena serangan jantung dan itu pun berlanjut tanpa sepengetahuan mereka soraya sering merasakan kesakitan jika dia terlalu banyak pikiran.
"aku tidak mau itu aku hanya butuh kakak menjaga kelima anak-anak ku kelak saat aku tidak ada"ucap nya.
"sudah lah, mandilah dulu setelah itu kita makan bersama"ucap Alex.
"baiklah kak, aku keatas dulu"ucap nya sambil melangkah lesu meniti tangga air mata nya berurai ketika melihat foto pernikahan dirinya dengan Aditya dia tidak membuang itu tapi dia ingin, menyimpan nya, untuk waktu yang tidak bisa di tentukan karena dia tidak tahu ia akan hidup sampai kapan.
setelah selesai mandi sekitar jam sebelas malam soraya dan Alex makan malam walau tidak di anjurkan tapi demi menjaga lambung nya mereka pun makan walau hanya sedetik.
dua hari kemudian, saat ini soraya sedang meeting di sebuah hotel tempat nya di sebuah ruangan khusus meeting dia melakukan pekerjaan nya, dengan sangat sempurna hingga saat akan kembali dia berpapasan dengan Aditya, yang sedang menggandeng tangan istrinya itu, bersama dengan buah hati nya, soraya pura-pura tidak kenal dan pergi begitu saja Aditya menghentikan langkahnya, saat ini dia melihat punggung istrinya itu yang kini terlihat kurus.
"sayang maafkan aku"gumam Aditya lirih.
Mira bukan tidak tau siapa istri Aditya tapi dia hanya pura-pura tidak tahu hingga saat ini.
soraya sudah sampai dalam mobilnya saat ini dia pun langsung bergegas tancap gas saat itu hati nya begitu sakit dan tersayat-sayat air mata nya tidak berhenti mengalir hingga penglihatan nya buram dia mengerm mendadak hampir saja menabrak pembatas jalan,di depan sebuah jembatan yang lumayan tinggi kini soraya berdiri dan iya pun berteriak.
"tuhan, sekejam ini kah takdir yang harus aku jalani, apa kesalahan ku"ucap nya sambil menatap kesekeliling dia memukul-mukul dadanya yang terasa sakit dan begitu sesak saat ini tiba-tiba sebuah tangan meraih bahunya dia membawanya kedalam pelukan nya, dia adalah Edward yang baru akan melintasi jembatan tersebut.
soraya pun pingsan dia sudah tidak tahan dengan semua rasa sakit nya itu, Edward mengangkat tubuh soraya dan membawanya ke rumah sakit, karena Edward tau soraya merasakan sakit di dada sebelah kiri nya.
sesampainya di rumah sakit, dia mengabari Alex, Edward tidak kuasa melihat mantan istri nya itu, terbaring koma, saat ini.
Alex, yang sampai di sana pun dia menangis sambil memeluk tubuh yang terbaring lemah itu.
"Raya bangun jangan tinggalkan kakak, bangun Raya, lihat lah anak-anak masih membutuhkan mu,kakak tidak sanggup jika kamu pergi kamu harus kuat biar bagaimanapun hanya kamu keluarga yang kakak punya, apa kamu tega meninggalkan kami seperti ini heuhhhhh jangan egois raya,kakak akan memberikan jantung kakak, jika kamu tidak bangun juga"se histeris apa pun Alex, saat ini tidak mampu membangun kan soraya.
hingga kabar itu sampai pada Aditya mendengar kabar itu dia langsung berlari bergegas menuju mobilnya dengan kecepatan tinggi dia pergi menuju rumah sakit, Aditya pun sampai di sana namun dia tidak di izinkan untuk melihat soraya oleh Alex, dia tidak rela adiknya di sentuh oleh orang yang telah membuat adiknya itu terkapar lemah tak berdaya bahkan koma.
__ADS_1
"Alex, aku ini masih suaminya, aku berhak melihat kondisi nya saat ini"ucap Aditya.
"kau ingin membunuhnya kenapa tidak kau tembak saja langsung, saat itu juga, aku tidak menyangka Aditya yang kukira laki-laki yang terbaik untuk adikku malah dia lah yang menginginkan kematian adikku, aku yang salah telah mengizinkan mu kembali pada nya" ucap Alex.
"aku mencintai nya, tidak mungkin aku menghabisi nya"ucap Aditya.
"cinta, yang mana yang berani menghianati istri dan anak nya "ucap Alex.
"Ok, aku salah tapi aku terpaksa ngelakuin itu"ucap Aditya.
"hahaha,lucu sekali seorang Aditya terpaksa menikahi ****** nya karena dia begitu bisa memuaskan nya di atas ranjang"ucap Alex meremehkan.
"asal kau tahu Aditya, bahkan seorang bajingan pun tidak, akan Setega itu menghianati wanita yang katanya di cintai nya apa lagi perselingkuhan nya di lakukan dengan terang-terangan, kurasa hanya pria yang tidak punya otak, yang melakukan hal itu"ucap Alex sambil meninggalkan Aditya di depan ruang VVIP tersebut, yang di jaga ketat oleh anak buah Alex.
🌹💖💖💖🌹
satu bulan berlalu soraya tidak juga bangun Alex begitu putus asa, milihat kondisi adiknya itu kini bahkan dia harus merawat kedua buah hatinya yang berusia tujuh bulan, Alex kadang menangis sendirian melihat mereka tumbuh tanpa ayah dan ibu nya di sisinya saat ini.
Alex, sebenarnya sudah menemukan donor jantung yang tepat tapi karena kondisi soraya tidak kunjung siuman juga Alex, pun merelakan orang yang yang mendapatkan jantung itu.
hari-hari pun berlalu dengan begitu cepat tidak terasa sudah satu tahun lamanya soraya belum juga bangun dari koma, saat ini padahal Dokter sudah menyarankan Alex untuk mencabut peralatan yang menempel di tubuh nya soraya, karena dia hanya bertahan dengan alat itu.
namun Alex tidak juga mau menerima saran dokter saat ini seberapa pun besarnya biyaya yang harus di keluarkan Alex akan membayar itu dan dia tidak akan pernah rela kehilangan adiknya itu.
"raya, lihat lah kelima anak mu, saat ini aku mohon bangun lah dan kamu harus kuat demi mereka kalau kamu berbaring terus seperti ini, bagaimana aku bisa memberikan mereka makan, sementara uang untuk makan di habiskan untuk biyaya perawatan mu"ucap Alex berbohong, dia tidak pernah kekurangan uang bahkan perusahaan milik soraya berkembang semakin pesat, berkat bantuan Edward.
"Ardi, mommy mu tidak mau bangun juga coba kamu tanyakan apa dia sayang pada kalian berdua, Ardan ayo katakan"ucap Alex sambil menaruh kedua nya di samping ibunya itu.
tiba-tiba saja, Ardi menekan bagian dada kiri ibunya saat itu dan sebuah keajaiban soraya pun terbatuk hingga dia sadar Edward, Rani dan juga ketiga anaknya yang kini berusia tujuh tahun, mereka begitu bahagia iya memanggil nama ibunya.
mereka pun menangis saking bahagianya, Dokter pun bergegas menuju keruangan tersebut, dan benar saja soraya kini sudah membuka mata.
dokter pun memeriksa kondisi soraya hingga di pastikan sebuah keajaiban soraya benar-benar sembuh dari sakit jantung nya selama ini.
mereka pun begitu bahagia, tapi soraya belum bisa bergerak bebas saat ini bagaimana tidak,tubuh nya terasa kaku karena satu tahun tidak bergerak sama sekali, dan seterusnya soraya hanya perlu tetapi pisik nya yang kaku saat ini, hingga perawatan itu di lakukan di rumah atas permintaan Edward dan Alex.
dua bulan berlalu kini soraya sudah bisa beraktivitas seperti biasa hanya kedua pria itu, selalu memanjakan nya,begitu juga dengan Rani , wanita yang baik hati itu dia cukup membantu menjaga putra dan putri nya selama ia koma dan juga saat ia perawatan.
"mbak Rani, terimakasih atas segala nya, aku tidak tau harus mengatakan apa lagi pada kalian berdua,mungkin dengan kata terimakasih saja tidak akan cukup untuk membalasnya, tapi semoga tuhan membalas semua kebaikan yang kalian lakukan untuk ku"ucap soraya sambil berurai air mata.
"apa yang kamu katakan, semua itu sudah kewajiban kami sebagai orang tua mereka,kami sangat bahagia bisa melihat kamu sehat kembali, ingat jangan bersedih karena satu orang ingatlah kamu masih punya kami yang lebih menyayangi mu"ucap Rani tulus.
"Alex pun tersenyum tulus, dia kini membawa adiknya itu kedalam dekapannya.
"Raya, apa kamu tau, aku hampir saja bunuh diri coba kamu bayangkan kan aku yang belum menikah harus mengurus mereka berlima belum lagi masalah pekerjaan aku seperti orang lari maraton itu karena ulah mu, lagian ya ko orang bejat di tangisi, yang benar saja, ingat soraya, dia bahkan tidak pantas mendapatkan maaf dari mu"ucap Alex yang sedikit kesal saat ini.
"kak... sudah lah aku tidak ingin membahas orang lain lagi, sudah tidak penting lagi, mulai saat ini aku hanya akan mengurus mereka berlima tidak akan pernah menikah lagi, dan hanya akan fokus membesarkan mereka"ucap soraya.
"Good job,my sister,aku akan sangat mendukung mu"ujar Alex semua orang pun tersenyum.
"kita hanya akan jadi orang tua tunggal"ucap Alex.
"tidak kau harus menikah tahun ini ingat umur mu sudah setua ini belum juga beristri, apa kata dunia"ucap soraya mengejek sang kakak.
__ADS_1
"masabodoh"ucap Alex.
sebenarnya Alex trauma dengan masalalu nya, yang mengakibatkan dia harus kehilangan keluarganya karena orang ketiga, jadi mulai saat ini dia tidak akan menjalin hubungan dengan wanita mana pun hidup nya sudah cukup bahagia dengan kehadiran kelima keponakan nya itu.
dua hari berlalu kini soraya sudah beraktivitas kembali seperti dulu duduk di kursi kebesaran nya, dan tiba lah waktu nya untuk pergi ke kantor Aditya , dia ingin mengantarkan surat gugatan cerai, nya sendiri tidak ingin orang lain mewakili nya.
sesampainya di kantor dia di sambut hangat oleh setiap karyawan saat ini meski tau Aditya sudah punya istri lagi dan istri nya itu baru saja pulang dari kantor Aditya setelah mengantar makan siang untuk suaminya itu.
"nyonya Atmaja"kata sekertaris itu gugup, soraya hanya tersenyum ke arah nya.
"tuan Aditya nya ada"ucap soraya.
"ada di dalam nyonya mungkin baru selesai. makan siang bersama nyonya Mira"ucap sekertaris nya itu.
"owh ada istrinya di dalam ya, kalau begitu tolong berikan ini pada tuan mu"ucap nya sambil memberikan sebuah amplop besar berwarna coklat.
"tidak nyonya,di dalam tidak, ada siapapun hanya tuan saja, silahkan nyonya masuk saja dan berikan langsung pada nya ucap sekertaris tersebut.
"baiklah terimakasih"Ucay nya.
soraya pun pergi menuju ruang yang tidak di kunci tersebut dia mengetuk pintu dan Aditya langsung menyuruh nya masuk betapa terkejutnya dia saat ini melihat sosok wanita yang dicintainya berdiri tepat di hadapan nya, Aditya langsung berdiri.
"tidak usah berdiri aku kesini hanya ingin memberi ini saja permisi" ucap soraya sambil berjalan dia hendak membuka pintu tapi tiba-tiba pintu tertutup rapat dan terkunci begitu saja rupanya Aditya memijat tombol remote control yang mengunci pintu itu dengan otomatis.
"tolong buka pintu nya"ucap soraya menggedor pintu tersebut namun tidak ada satu pun yang membuka kan nya.
"sayang, duduk lah dulu kita harus bicara"ucap Aditya mendekati nya dan memperlakukan soraya dengan lembut namun soraya menepis tangan Aditya secara kasar.
"kita sudah tidak punya hubungan apa pun, mulai saat ini,tanda tangan surat perceraian nya nanti aku sudah kirimkan surat gugatan cerai kau belum membacanya"ucap soraya dingin dia berjalan kedepan meja dia mengambil kembali dan memberikan nya pada Aditya.
tatapan Aditya saat ini tidak bisa di tebak pada soraya, Aditya menatap lekat wajah istri tercinta nya itu, yang tega memberikan surat gugatan cerai terhadap nya saat ini.
"kau bisa membacanya, sekarang, aku permisi dulu"ucap soraya berjalan,namun pintu tidak juga ada yang membuka nya.
"kamu tidak akan pernah bisa keluar dari sini sebelum kamu putus kan kita tidak akan pernah bercerai, apa kamu pernah berpikir kenapa ini terjadi, apa kamu bisa bersikap sekali saja tidak egois dan memutuskan semuanya sendiri"ucap Aditya.
"heuhhhhh... egois, ya... aku egois apa kamu tidak sadar kalau dirimulah yang egois, kamu bisa berhianat tanpa memikirkan, aku dan anak-anak ku, apa itu bukan egois namanya,...ya aku tau tidak akan ada orang yang akan menyadari perbuatan salah nya yang sangat memabukkan,itu aku tau tapi selamat bahkan kalian hidup begitu bahagia, dan aku menyesal karena telah hadir di kehidupan kalian di tengah cinta terlarang kalian andaikan saja aku tau sebelum aku hamil mungkin kejadian nya tidak akan semenyakitkan ini, tapi aku ucapkan selamat semoga kalian selalu bahagia"ucap soraya yang kini menuju meja Aditya dia mengambil remote control itu tapi tiba-tiba di rebut oleh Aditya.
"aku menolak ini, dan kamu tidak akan pernah aku lepaskan lagi aku tidak ingin membuat kesalahan untuk yang kedua kalinya"ucap Aditya yang langsung merobek surat tersebut.
"terserah kamu semua akan berjalan sebagaimana mestinya, dan kamu tidak bisa mencegah itu"ucap soraya tegas.
Aditya membawa soraya ke ruang istirahat nya dia melempar kan soraya di atas ranjang empuk itu, Aditya langsung mengunkung nya saat itu juga dia merobek semua pakaian yang di kenakan oleh soraya saat ini dia tidak ingin kehilangan istrinya itu lagi, Aditya memaksa soraya berhubungan badan saat ini dia bahkan mengikat lengan istrinya itu ke atas kapala nya .
Aditya melakukan itu berkali-kali dia bahkan melakukan pelepasan nya berkali-kali juga di dalam sana soraya hanya menangis berusaha melepaskan itu tapi tidak bisa juga, tidak hanya itu Aditya kini membawa istrinya itu ke Mension milik mereka yang begitu di jaga ketat oleh para bodyguard nya saat ini
soraya meronta minta di lepaskan tapi tidak juga di lepaskan Aditya menyekap soraya itu.
"sayang kita akan hidup bersama lagi kamu tidak usah khawatir, saat ini"ucap Aditya.
"itu hanya mimpi"ucap soraya.
"jangan bicara seperti itu lagi kau dengar aku tidak akan pernah melepaskan mu sampai kapan pun"ucap Aditya.
__ADS_1
"kita lihat saja"tantang soraya.
tiba-tiba saja Aditya menerima telpon dari Mira, bahwa anak nya kecelakaan saat ini , Aditya begitu terkejut betapa tidak putri yang sangat di sayangi nya saat ini tengah meregang nyawa, untuk kedua kalinya.