Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Pernikahan itu bukan mainan#


__ADS_3

Anisa, tertidur pulas hingga tanpa sadar,ada seseorang yang ikut berbaring di samping nya, tanpa ia sadari bahkan dia memeluk seseorang itu.


hingga pagi hari tiba, Anisa, masih enggan untuk membuka mata, dia masih merasa nyaman dengan dekapan dari orang yang kini menatap wajah nya,penuh penyesalan.


Anisa membuka mata nya perlahan,lalu menatap lekat wajah yang kini berada di hadapan nya, setelah itu dia langsung berkata.


"Kenapa?? di saat aku pergi jauh dari mu, kamu selalu mencari ku, tapi disaat aku berada dekat dengan mu, kamu seakan tak pernah menyadari itu, aku tidak akan pernah memaksa mu untuk terus bersama dengan ku, bahkan jika kamu menginginkan ku pergi, aku akan pergi saat itu juga, tapi satu hal yang harus kamu tahu, aku tidak sekuat wonder woman, aku bukan wanita tangguh seperti orang kebanyakan, aku akan merasa sakit, saat kau berkhianat , dan aku tidak akan pernah sanggup untuk hal yang satu itu,maka marilah kita bercerai, sebelum semua itu terjadi, karena pernikahan bukan lah permainan"ujar Anisa, yang kini menghadap ke arah Kenzo, dia berbicara dengan sangat tenang wajah teduh itu terlihat tanpa ekspresi.


"Kamu itu bicara apa sih honey, pagi-pagi begini sudah bikin puisi cinta"ujar Kenzo, sengaja mengalihkan pembicaraan, dan itu hanya mendapatkan tatapan sendu dari Anisa.


Anisa, bangkit dari ranjang, hendak pergi namun lagi-lagi tangan Kenzo, menahan nya.


"Mau kemana ini masih terlalu pagi"ucap Kenzo.


"Aku, masih punya tanggung jawab, yang harus aku selesaikan, kamu bisa melanjutkan tidur mu jika masih mengantuk"ucap Anisa.


"honey, aku ingin tidur bersama mu"ucap Kenzo


"Kamu, bisa panggil mereka kemari, seperti biasanya "ucap Anisa.


Deg...


jantung Kenzo, seperti telah berhenti, saat ini dia bahkan tidak berani menatap wajah istrinya yang, saat ini tengah menatap ke arah nya.


"Aku , pergi dulu, jika kamu ingin sarapan, turun lah"ucap Anisa, yang kini berjalan menuju pintu keluar kamar.


"Sayang, tunggu"ucap Kenzo, tapi Anisa, tetap berjalan.


"sayang, aku minta maaf, aku tidak melakukan hal itu, percaya lah,!!seru Kenzo tapi Anisa tetap berjalan tanpa menoleh kearah nya sedikit pun.


Anisa, memasuki kamar utama yang berada di bawah dia mandi dan bersiap dengan semua milik Soraya, yang masih tersimpan rapi di kamar tersebut, dia juga melirik foto sang Daddy, saat masih muda tersenyum manis mirip sekali dengan kakak nya Ardi.


"Daddy, aku sangat merindukan mu, hiks hiks hiks"derai air mata mengalir deras di pipi Anisa, saat ini, begitu rindu nya dia pada Ayah nya itu yang kini sudah tiada, andaikan saja, Daddy nya masih ada, mungkin dia akan kembali ke Indonesia setiap kali rindu, tapi sayang semua hanya tinggal kenangan.


hari-hari Anisa, lalui dengan menyibukkan diri di kantor, saat ini Anisa, sudah kembali ke apartemen nya,agar dekat dengan kantor nya.


sementara itu Kenzo, hari-hari nya di habiskan mengikuti Anisa, kemana pun ia pergi, tanpa kenal lelah, karena hingga saat ini, Kenzo, belum juga dapat maaf dari Anisa.


"Ken, aku harus meeting, tolong jangan ikuti aku, Ok, kamu bisa jalan bareng rakyat mu itu atau cari mereka, mungkin mereka sedang sangat membutuhkan mu"ujar Anisa, tanpa dosa.


"Honey, aku masih sangat sabar ini"ucap Kenzo.


"Oya, aku ingin tau sampai di mana batas sabar mu itu...,"ucap Anisa.


"Honey, jangan mengujiku"ucap Kenzo, yang kini mengepalkan tangannya.


"Aku,menguji kamu heuuhh yang benar saja"ucap Anisa"bukan nya kamu yang selama ini selalu menguji kesabaran ku "ujar Anisa, sambil beranjak pergi.


"honey, berhenti atau aku hancurkan perusahaan mu ini"ucap Kenzo lantang .


"Hancurkan saja jika kamu ingin, dengan begitu aku bisa kembali ke Indonesia dan tidak perlu kemari lagi"ucap Anisa, tanpa rasa takut sedikitpun.


Anisa, meneruskan langkah nya, sementara Kenzo, mengamuk di ruangan Anisa, dia menghancurkan apa yang ada di sana.


Kenzo, benar-benar marah, saat ini dia tidak bisa mengendalikan diri nya, sampai Anisa, kembali ke dalam ruangan nya, dia berdiri mematung sejenak,lalu tersenyum sinis.


"Dengan begitu, kamu menunjukkan bahwa aku menikah dengan pria yang tidak tepat, terimakasih Ken, mulai besok kamu tidak perlu lagi berpura-pura untuk menjadi suamiku kamu bebas mau melakukan apa saja, mulai saat ini dan selamanya kita jalani hidup kita masing-masing"ucap Anisa, yang kini berjalan mengambil kunci mobil, namun tangan nya di cekal oleh Ken, begitu kuat.


"lepas Kenzo"ujar Anisa lantang.


"Aku tidak akan pernah melepaskan mu"ujar Kenzo, yang kini langsung membawa Anisa ala bridal style, tapi Anisa, terus berontak minta di lepaskan.

__ADS_1


"Lepas Kenzo, aku sudah tidak ingin tinggal bersama dengan orang yang tidak pernah bisa berubah, kamu begitu "ucap Anisa terhenti saat Kenzo, menempelkan bibirnya di bibir Anisa.


Kenzo, mencium bibir Anisa, hingga sampai di mobil tanpa di lepas sepanjang jalan dari ruangan nya, semua karyawan berbisik-bisik membicarakan pasangan pasutri yang terlihat begitu romantis, padahal mereka tidak tau apa yang terjadi di antara mereka.


"Ken, kamu itu keterlaluan"ucap Anisa lagi, saat Ken , mendudukkan dirinya di mobil.


"Kamu, ingin pergi dari ku,maka jangan salah kan aku, aku akan melucuti pakaianmu di hadapan mereka,ingat itu honey"ujar Kenzo, Sambil tersenyum, senyum yang sulit untuk di artikan.


Kenzo, langsung tancap gas, dia meminta anak buah nya untuk mengubah password pintu apartemen keduanya,tak hanya itu, Kenzo juga meminta semua ruangan di pasang Cctv, termasuk kamar pribadi mereka, Anisa, yang mendengar hal itu, langsung berkata,sekalian saja dengan toilet,agar anak buah mu melihat saat aku telanjang, aku tidak keberatan jika kamu ingin aku seperti ****** mu di luar sana"ucap Anisa lantang, Kenzo langsung menatap tajam kearah Anisa, yang kini membuang pandangannya.


mereka pun sampai di apartemen milik Kenzo , dia langsung mengangkat tubuh Anisa, menaiki lift, setelah sampai di depan hunian nya, Kenzo langsung menempel kan jari nya dan pintu pun terbuka otomatis.


Kenzo, langsung membawa istrinya itu kedalam kamar mereka, tanpa Anisa,tau semua sudut sudah di pasang kamera Cctv, seperti yang di ucapkan oleh pria itu, Kenzo langsung pergi menuju lantai bawah apartemen itu dan dia meminta anak buah nya untuk memperketat pengawasan terhadap istrinya, dia juga meminta anak buah nya untuk menyiapkan segala keperluan Anisa,di apartemen ini, dan meminta mereka mengambil barang-barang berharga yang ada di apartemen milik Anisa, seperti perhiasan dan berbagai kartu yang selama ini ia bawa tepat di dalam tasnya.


🌹💖💖💖🌹


lain Anisa,lain pula Alisa, saat ini Alisa tengah disibukkan dengan pekerjaan nya di kantor cabang di London, Alisa, benar-benar bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang terbengkalai itu dengan cepat dia ingin segera kembali ke Indonesia, dia rindu dengan kedua putrinya.


David, yang selalu ada di samping nya, dia sendiri tengah sibuk dengan pekerjaan nya, bahkan David, sampai lupa , tidak memesan makanan untuk dirinya dan Alisa, pada bawahan nya yang ada di sana,kalau saja Alisa, tidak mengingatkan nya.


"David, aku tau kita, sama-sama sibuk, tapi apa kita akan terus bekerja tanpa peduli dengan perut yang keroncongan"ucap Alisa, yang kini mengajak David, mencari makan di luar.


hingga sampai mereka di sebuah restoran internasional, Alisa dan David turun dari mobil,bak sepasang kekasih, Alisa bergelayut manja di lengan David, saat ini,itu ia lakukan untuk mengelabuhi orang yang selama ini memata-matai mereka, Alisa langsung masuk bersama dengan David, saat itu juga.


sesampainya di dalam restoran, Alisa langsung duduk berhadapan dengan David, saat ini bahkan dia memesan menu yang sama dengan David, hanya minuman yang berbeda.


Alisa, diam-diam mengambil sendok dan menyuapi David, saat itu juga David, yang sudah di beri arahan sebelumnya, dia langsung menerima nya,tak hanya itu David, juga membersihkan sisa makanan yang menempel di bibir Alisa, sungguh akting yang sangat sempurna.


setelah selesai makan, Alisa, kembali bergelayut manja di lengan David, yang lumayan kekar tersebut, hingga saat David, membuka pintu untuk Alisa,di jok penumpang samping kemudi, seseorang datang menarik tangan Alisa sedikit kasar.


"Sudah cukup Alisa, apa yang sebenarnya kamu mau, aku sudah sangat bersabar selama ini"ucap pria yang kini berada di hadapan nya.


"Aku tidak apa-apa, sayang hanya saja sedikit sakit"ucap Alisa, dengan kata-kata nya yang manja.


"Apa yang kamu lakukan dengan kekasih ku heuhhhhh"ujar David, melotot,ke arah Aryan.


"heuhhhhh, kekasih kau bilang, hahahaha... bahkan dalam mimpi mu, sekaligus, aku tidak akan membiarkan itu terjadi, karena dia hanya milikku, milikku, harus kau tau itu"ucap Aryan,pelan tapi penuh penekanan.


"Terserah kau saja, yang pasti kami sebentar lagi akan memiliki anak lagi, dan kau lah yang sebenarnya bermimpi"ucap David, begitu berapi-api, tiba-tiba bogem mentah mendarat di wajah David, dan David pun membalas nya balik, setelah hingga, datang sekuriti memisahkan mereka berdua, Alisa membawa David, ke dalam mobil dan langsung pergi sementara itu Aryan, langsung pergi menuju rumah nya.


Alisa, tidak kembali ke kantor, dia membawa pulang, David ke hotel dan itu juga ke kamar nya bukan kamar milik David.


sesampainya di sana, Alisa, meminta David, untuk duduk, David, yang terdiam selama perjalanan saat ini dia juga masih tetap sama.


"David, aku tidak minta, kamu berkelahi dengan nya, kamu lihat kan akibat nya, jadi seperti ini, tahan sedikit aku akan mengobati lukamu"ucap Alisa.


"Tapi, dia yang duluan kamu juga tau itu Nona, apa aku harus diam saja, dimana harga diri ku, sebagai laki-laki, walaupun kita cuma bersandiwara"ucap David, menekan kan kata-kata sandiwara.


"Maaf kan aku David, aku yang salah"ucap Alisa.


"Aku, yang salah mengambil keputusan nona, sudah jelas-jelas kalian saling mencintai, tapi kenapa kalian masih bersikap egois,lain kali kalau mau bersandiwara lagi, cari saja orang lain, aku tidak ingin melakukan hal itu lagi, aku memang jomblo tapi aku tidak ingin baper hanya karena gara-gara hal ini"ucap David,sambil langsung berdiri dan beranjak pergi dari kamar Alisa, saat ini wanita itu mematung, di tempatnya mencerna kata-kata David tadi hingga David benar-benar menghilang .


"Maaf kan aku David, hiks hiks hiks, aku sendiri bahkan tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan hati ini"ucap Alisa, lirih.


ke esokan pagi nya, David, datang lebih pagi ke kantor dia menaiki taksi untuk pergi ke sana tanpa memberitahu kan keberangkatan nya pada Alisa.


bahkan David, memberikan berkas yang sudah di kerjakan oleh nya pada sekertaris kantor tersebut untuk di berikan kepada Alisa.


pria itu sudah tidak ingin bertatap muka langsung dengan Alisa, saat ini, dia sedang menekan perasaan yang tumbuh di hati nya untuk Alisa, bahkan jika itu tidak kunjung hilang juga dia berencana untuk mengundurkan diri dari pekerjaan nya nanti.


Alisa, yang menyadari sikap David, yang kini berubah, dia membiarkan hal itu, untuk sementara, mungkin dia butuh waktu untuk menenangkan pikiran nya, tapi beberapa hari kemudian David, masih bersikap sama malah semakin menjauh, Alisa, langsung pergi ke ruangan David, saat itu juga, dia ingin minta penjelasan.

__ADS_1


"David, kita harus bicara"ucap Alisa.


"Tidak ada yang perlu di bahas Nona, semua sudah selesai dan saya sudah menyerahkan semua nya pada sekertaris kantor"ucap David,datar.


"Bukan urusan pekerjaan David"ujar Alisa, Sambil mendekat.


"Jika Nona, ingin berakting lagi, silahkan cari orang lain saja, saya tidak tertarik,lebih baik saya di pecat dari pada"


"Aku ingin minta maaf David, maafkan aku, aku yang salah telah melibatkan mu dengan urusan pribadi ku, tapi jujur David, aku tidak bermaksud menyakiti perasaan mu"ucapan Alisa terpotong.


"Nona, tenang saja,hati saya baik-baik saja apa anda lupa hati ku terbuat dari baja"ucap David, menyindir.


"David, aku benar-benar minta maaf"ucap Alisa, Sambil meneteskan air mata, Alisa, merasa sangat bersalah saat ini.


"Jangan lakukan itu, Nona, atau saya akan mengundurkan diri saat ini juga"ucap David, masih datar.


"Jika kamu berani melakukan itu,maka aku tidak akan pernah memaafkan mu, aku akan mengejar mu kemanapun kau pergi karena kau adalah ayah dari kedua putri ku"ujar Alisa.


"Silahkan jika Nona, bisa menemukan saya "ucap David lagi.


"David, kenapa semua pria bersikap egois, apa?? sebenarnya yang kamu mau"ucap Alisa.


"Saya, tidak butuh apa-apa Nona,saya hanya tidak ingin lagi melakukan sandiwara, itu saja"ucap David.


"Baiklah David, tapi bisakah kamu kembali bersikap profesional, seperti biasanya"ucap Alisa.


"Tentu"ucap David,datar .


Alisa, pergi dari ruangan David, saat ini entah apa yang terjadi dengan mereka berdua, saat ini Alisa, tidak bisa kehilangan David, sementara David, menghindar dari rasanya yang salah, menurut David, karena biar bagaimanapun, Alisa, adalah bos nya dan David, tidak pantas bersanding dengan nya karena kasta mereka begitu jauh berbeda, walaupun hidup David, sudah jauh lebih mapan dari sebelumnya, tapi tetap saja Alisa,jauh di atas nya, itulah kenapa David, tidak ingin membiarkan rasa itu terus berkembang.


satu bulan sudah mereka berada di London,kini akhirnya, Alisa, dan David, sudah selesai membereskan pekerjaan nya, saat ini perusahaan tersebut sudah kembali pulih, dan berkembang pesat, Alisa, kembali menyerahkan nya pada orang kepercayaan nya, dia sendiri bersiap untuk kembali ke Indonesia, malam itu juga,ada yang salah dengan David, saat ini dia tidak lagi mendatangi Alisa, pria itu pergi lebih dulu menuju bandara David, bahkan memesan tiket pesawat sendiri dia tidak kembali dengan jet pribadi yang kini di tumpangi oleh Alisa.


Sepanjang perjalanan, Alisa, terus berpikir keras, dengan sikap David, yang kini tidak berada di samping nya.


"Apa yang sebenarnya kamu mau David, aku benar-benar bingung, sikap mu benar-benar sudah berubah sejak saat itu, aku harus apa aku sudah tidak tahu, harus berbuat apa, aku sudah berusaha untuk meminta maaf"gumam nya lirih.


sementara itu, David, berusaha menepis pikiran nya, dengan cara mendengarkan musik, Jes paforit nya, dan matanya berhasil terpejam meski saat ini pikiran nya masih melayang memikirkan wanita yang sudah tiga belas tahun dia dampingi, wanita yang berhasil meluluh lantakkan hatinya itu.


sesampainya di Indonesia, setelah menempuh perjalanan panjang, Alisa, yang lebih dulu sampai, dia sengaja menunggu kedatangan David,di sana hingga yang ditunggu pun datang pria itu terlihat sangat tampan dengan stelan jas mahal nya dan tak lupa kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya, bibir nya yang seksi pahatan tuhan yang sangat sempurna, kenapa Alisa,baru menyadari hal itu saat ini.


Alisa, langsung berjalan menghampiri David, dia langsung bergelayut manja di lengan David, saat ini, tidak perduli dengan tatapan David, yang meminta nya melepaskan tangan Alisa.


tapi Alisa, tidak ingin peduli"Aku tidak ingin kehilangan mu lagi, sudah cukup selama dua Minggu ini kau mengacuhkan ku, dan kemarin kau meninggalkanku"ujar Alisa.


"Nona, harga diri anda akan hancur jika kamu terus melakukan hal ini, kamu adalah pemilik perusahaan besar, sementara aku adalah asisten mu, yang sebentar lagi, akan mengundurkan diri.


"Jangan berani pergi dari ku,atau anak kita akan sedih, dan satu lagi aku akan meminta adik ipar untuk mematahkan kaki mu"ucap Alisa, serius.


"Nona, itu tidak adil tapi aku akan menunggu hari itu"ucap David, yang terus berjalan sambil menyeret koper nya.


"Jangan egois, David, jika karena alasan kamu mencintai ku, maka mari kita menikah"ucap Alisa, yang langsung membuat David , menghentikan langkahnya.


"Jangan menghinaku Nona, aku tau aku bukan pria mapan, tapi aku masih punya harga diri"ucap David, yang kini berjalan kembali dengan langkah cepat, Alisa yang mengikuti nya setengah berlari saat ini kembali berkata.


"Aku serius David"ucap Alisa lagi.


"Sudah lah Nona, jangan berbicara ngawur mungkin nona terlalu lelah hingga bicara tak jelas"ucap David.


"Ya, kamu benar David, aku lelah , bahkan sangat lelah untuk menghadapi kenyataan, hidup aku takut kehilanganmu, sudah cukup dua orang yang sangat ku cintai pergi untuk selamanya dari hidup ku, aku tidak ingin lagi kehilangan orang yang sangat berarti dalam hidup ku, termasuk diri mu, walaupun aku tidak mengerti dengan perasaan ku, sendiri"ucap Alisa.


"Tidak Nona, bukan aku tapi dia, dia yang selalu ada di sini, jadi sebaiknya kamu pikirkan itu baik-baik aku tidak ingin ada penyesalan untuk yang kesekian kalinya, permisi, dan satu lagi mulai besok aku sudah berhenti bekerja, surat pengunduran diri ku, akan aku kirim kan lewat pos"ucap David, yang langsung pergi meninggalkan Alisa, yang kini menatap kepergian nya.

__ADS_1


__ADS_2