Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Tidur bersama#


__ADS_3

Saat ini Ardi, tidak pulang ke rumahnya dia milih pergi menuju apartemen, milik nya yang dulu sering ia tinggali saat bersama Lala, istrinya itu, sesampainya di dalam hunian tersebut dia langsung membawa Ariana , masuk kedalam kamar nya ia bahkan tidak berpikir dua kali, yang ada dipikiran nya saat ini adalah dia ingin wanita tersebut istirahat dengan nyaman saat ini.


sementara itu saat dia hendak pergi, tiba-tiba, Ariana, menarik lengan Ardi, dia bahkan berkata seperti orang mabuk pada umumnya, seperti tidak sadarkan diri, kadang los kontrol.


"Sayang, jangan tinggalkan aku aku sangat merindukan, aku mohon"ujar Ariana memelas.


"Maaf Ariana, kita tidak ada hubungan apa-apa, hanya sebatas kenal dan aku bukan pria bebas seperti yang lainnya aku sudah beristri kamu bisa melihat foto itu" ujar Ardi, yang kini menunjuk ke arah foto tersebut.


Lala, langsung tersenyum bahagia dalam hati nya, saat ini karena, Ardi, sampai saat ini masih mengingat dirinya, tapi ia sedih karena saat ini belum bisa mengatakan yang sebenarnya.


"Tuan, aku juga sudah bersuami, tapi aku hanya tidak bisa bobo sendiri, setiap kali bobo sendiri aku selalu mimpi buruk dan itu membuat ku kesakitan"Alasan Ariana.


"Tapi itu tidak mungkin aku lakukan, aku pria normal dan kita, sama-sama bukan anak kecil lagi, anggap saja aku ada di sini,aku tidur di kamar sebelah"ujar Ardi, sambil beranjak pergi, tapi langkah nya terhenti saat Ariana, berkata.


"sebaiknya kamu biarkan aku di club, saja dari pada di sini hanya akan merasakan kesakitan, aku pergi saja"ujar Ariana, sambil mencoba untuk pergi, tapi seketika Ardi, langsung menahan nya.


"Baiklah-baiklah, tapi aku tidur di sofa kamu disini Ok"ujar Ardi, memberikan saran, karena tidak mungkin membiarkan Ariana, keluar sendirian, sedang wanita itu sedang mabuk.


Lala, kembali bergumam saat ini.


"sayang, apa kamu sebaik itu pada setiap wanita,atau hanya karena aku mirip dengan istri mu"ujar Ariana dalam hati.


Lala, pun tertidur pulas saat itu juga dan Ardi, membetulkan selimut nya saat itu juga, dan Ardi, sendiri mengambil selimut dari dalam kamar ganti, saat itu juga dan menghempaskan tubuhnya di sofa kamar itu, Ardi menutup mata nya, tapi tidak lama dia langsung terperanjat saat mendengar suara tangis Ariana, yang sangat memilukan, saat ini.


"Daddy, mommy itu tidak mungkin tidak.....!!!"teriak Ariana seketika berteriak, Ardi langsung bergegas menghampiri wanita itu dan berusaha untuk membangun kan nya.


"Ariana, bangun kamu kenapa,kamu mimpi buruk??"ujar Ardi.


"Ardi,hiks hiks hiks... aku titip mereka hiks hiks hiks"mimpi Ariana bersambung .


Ardi tercengang saat mendengar kata-kata wanita yang sangat mirip istrinya itu, dan dia langsung memeluk Ariana, yang kini menangis sesenggukan.


"Ariana, siapa kamu sebenarnya, Ariana, sadarlah"ujar Ardi, sambil mengguncang tubuh wanita yang terlihat sangat rapuh tersebut.


wanita tersebut tiba-tiba, memeluk Ardi, sangat erat hingga dia, tidak bergerak lagi, posisi Ariana, saat ini berhadapan dengan Ardi, dan itu sempat membuat Ardi, menelan ludah nya, saat ini, betapa tidak dia adalah pria normal, dan sudah sangat lama tidak melakukan hal itu dengan wanita manapun, selain dengan istri nya Lala.


"Tuhan,dosa apa yang aku perbuat di masa lalu hingga engkau memberikan aku cobaan seberat ini"ujar Ardi dalam hati, dia mencoba melepaskan pelukan Ariana, tapi sayang Ariana malah semakin erat memeluk nya, saat ini dan Ardi, seperti patung yang kaku karena terbuat dari kayu.


"Ariana, aku mohon sadarlah"ujar Ardi lagi, tapi tak kunjung sadar juga Ardi, pun berusaha untuk memejamkan mata nya saat itu tapi tidak bisa hingga pagi menjelang, Ardi, masih terjaga, hingga saat ini, sampai Ariana, membuka mata dan menatap heran kearah nya.


"Apa yang anda lakukan di kamar saya, dan kenapa berani-beraninya anda memeluk saya"ujar Ariana.


"kamu sendiri yang memeluk ku, apa masih belum nyadar dan ingat ini kamar ku dan istri ku"ujar Ardi lagi, dia sedikit ketus terhadap Ariana, menurut nya wanita itu sudah membuat hati nya ternodai karena ia telah berani tidur dengan wanita lain, saat ini dan itu merusak janji suci nya, pada mendiang istri nya itu.


"maaf kan aku, aku tidak tau tuan, baiklah kalau begitu aku pamit pulang"ujar Ariana, yang langsung bangkit, dia hendak pergi.


"makan sarapan pagi mu dulu aku sudah memesan nya, lewat asisten pribadi ku"ujar Ardi.


"tidak perlu tuan ,maaf sudah merepotkan"ujar Ariana.


Deg....


tiba-tiba jantung Ardi terasa berdebar kencang, saat mengingat mendiang istri nya, selalu bicara seperti itu,dulu.


"Lala...." gumam Ardi dalam hati.


"tuan saya permisi terimakasih tumpangan nya"ujar Ariana,sambil berlalu pergi, tanpa membawa apa pun, karena semalam saat Ardi, menyusul nya, hendak mengantar nya pulang namun wanita itu sudah tidak ada, entah kemana, saat Ardi, bertanya pada penjaga gedung tersebut berkata, wanita yang baru saja keluar sudah di jemput oleh mobil berwarna hitam.


Ardi, semakin heran dan ingin tau siapa sebenarnya Ariana.


"Ariana, siapa sebenarnya diri mu"ujar Ardi.


sementara itu Ardi, kembali ke rumah nya, saat sampai di sana, Aqila, sedang menangis karena ingin ketemu Daddy, nya itu.


"Daddy... hiks hiks hiks Daddy"ujar Aqila yang kini berdiri di depan pintu masuk, Ardi yang melihat itu, dia langsung bergegas menghampiri Aqila, dan Argha, yang sedang mencoba membujuk saudara nya itu.


"sayang putri Daddy, kenapa nangis di sini??" ujar Ardi, sambil membawa Aqila, bersama dengan nya dan Argha,di tuntunannya masuk .


"cup cup cup... sayang Daddy, maaf kan Daddy tidak pulang karena ada banyak pekerjaan, tapi Daddy, janji hari ini Daddy, tidak akan berangkat kerja"ujar Ardi sambil mencium kedua nya, yang kini posisi nya, tengah duduk di sofa ruang keluarga.

__ADS_1


"beneran, Daddy???"ujar Argha dan Aqila, berbarengan.


"tentu saja ratu dan raja Daddy"ujar Ardi.


"asik!!!"teriak keduanya.


sementara itu di London, Aryan, tengah sibuk dengan pekerjaan nya, dia bahkan tidak sempat makan siang, saat ini, tidak seperti saat sedang bersama Reza, dia selalu makan dengan tepat waktu, tapi kali ini Reza,hilang entah kemana, sudah berbeda tahun ini dia mencari Reza, namun hasilnya nihil.


setelah selesai bekerja, saat ini, tepat pukul tujuh malam, Aryan, hendak melangkah tapi seketika dia terjatuh dan tak sadarkan diri, beruntung asisten pribadi nya, datang tepat waktu, saat dia hendak memberikan makan malam untuk bos nya itu.


"Tuan, anda kenapa, tuan bangun"ujar nya, sambil menggoyangkan tubuh tegap itu, saat tau Aryan, pingsan, dia langsung membawa Aryan,ke rumah sakit, dengan bantuan scurity.


sesampainya di rumah sakit, Aryan, langsung mendapat kan perawatan kini dia sudah menempati ruang rawat inap, di sana bahkan, sudah ada Alisa, yang di beritahukan bahwa Aryan, saat ini tengah dirawat di rumah sakit.


🌹💖💖💖🌹


setelah dua jam di ruang rawat inap, akhirnya Aryan, sudah siuman, dia kini tengah di suapi bubur, oleh Alisa, awalnya, Aryan, menolak karena tidak enak merepotkan Alisa, tapi Alisa, berhasil meyakinkan nya, bahwa dia tidak keberatan untuk itu dan Aryan pun setuju.


"Makan lah yang banyak, kamu harus segera sembuh, aku akan kembali, setelah kamu sehat, ingat jangan mengabaikan kesehatan mu , kalau bukan kamu sendiri yang menjaga kesehatan mu,lalu siapa lagi, jangan terlalu mementingkan pekerjaan, hingga lupa makan, untuk siapa kau bekerja mati-matian, tidak ada bukan"ujar Alisa, menasehati sahabat nya itu.


"kamu, memang benar, tapi aku melakukan itu agar aku bisa lupa dengan semua masalah yang ada di hidup ku"ujar Aryan.


"kamu, tidak pernah punya masalah, selama ini, jadi apa yang ingin kamu lupakan??"ucap Alisa, bertanya lagi.


"masalalu dan Reza"ujar Aryan lagi.


"dengar ya, Yan... kamu itu harus bisa, melupakan nya, dia sudah tenang di surga, aku tau ini berat tapi kamu pasti bisa, yakinlah bahwa akan ada pelangi setelah hujan, dan untuk Reza, aku yakin dia baik-baik saja saat ini karena jika, kondisi nya buruk pasti akan ada kabar berita, apa lagi dia adalah seorang YouTubers, saat itu"ujar Alisa.


"Alisa, aku tidak yakin setelah ini, akan ada pelangi, karena yang aku tau pelangi susah sekali untuk bisa di lihat secara langsung"jawab Aryan.


"Jangan menyerah dengan keadaan kamu itu laki-laki, aku saja masih bisa bertahan hidup hingga saat ini"ujar Alisa.


"Alisa, bagaimana kalau kita menikah saja"ujar Aryan, nampak serius.


"jangan main-main Aryan, pernikahan tanpa cinta itu aku rasa sangat sulit"ujar Alisa.


"Aku tidak ingin coba-coba, Aryan aku tidak ingin kecewa untuk kedua kalinya, walaupun saat itu aku tidak jadi menikah"ujar Alisa.


"Alisa, serius, aku akan belajar untuk bisa mencintai mu, setelah kita menikah nanti, aku janji"ujar Aryan.


"kamu serius dengan kata-kata mu itu, Aryan, aku hanya takut kecewa untuk kedua kalinya"ujar Alisa.


"Apa?? aku terlihat main-main"ujar Aryan.


"Aku sudah punya anak"Aryan.


"Aku juga akan menganggap dia seperti anak kandung ku sendiri, kamu tidak usah khawatir itu"ujar Aryan.


"Aryan, aku butuh waktu untuk berpikir"ujar Alisa.


"Baiklah, aku harap kamu bisa menerima apa yang aku katakan tadi"ujar pria itu tersenyum.


"istirahat lah,agar cepat sembuh, aku harus segera kembali, ke Indonesia putri ku, sudah sangat merindukan ku satu Minggu ini"ujar Alisa.


Ya... wanita itu sering bolak balik London hanya untuk mengurus bisnis nya itu hingga saat ini, perusahaan yang dia pimpin sudah sangat berkembang pesat hingga mengharuskan dia bolak-balik Indonesia, London, apa lagi kerja sama nya dengan Aryan.


"Baiklah , pulang lah tapi ingat jangan pernah temui dia lagi"ujar Aryan sambil memalingkan wajahnya, kearah lain dan Alisa, yang melihat itu, merasa heran, apa Aryan, tengah cemburu, tapi kenapa dia bahkan belum merasakan sesuatu tentang perasaan nya.


"Aryan, aku tidak pernah menemui nya, sampai saat ini, kalaupun aku bertemu dengannya aku selalu berusaha menghindari nya"ujar Alisa.


"Aku tidak minta penjelasan, yang aku butuhkan hanyalah bukti"ujar Aryan, tanpa menoleh, Alisa, semakin heran.


"Aryan, lihat aku"ujar Alisa, yang kini menggenggam tangan Aryan, tapi Alisa,kaget saat Aryan berbalik badan pria itu berlinang air mata.


"Ada apa??? dengan mu , Aryan aku tidak mengerti"ucap Alisa.


"Aku melihat nya,di dirimu " ujar Aryan.


"kalau, begitu lupakan saja permintaan mu itu aku tidak ingin ada ikatan dengan bayang-bayang masalalu, ahhh sudah lah jangan bahas lagi tentang itu ujar Alisa, sambil beranjak dari duduknya dia hendak pergi keluar namun tangan nya di tarik Aryan.

__ADS_1


"Alisa, aku tidak main-main dengan kata-kata ku, tadi aku ingin kita menikah"ujar Aryan.


"Aryan, kamu hanya sedang sakit, jadi kamu butuh hiburan saat ini, aku yakin itu, segera lah sembuh, setelah itu kamu bisa mencari orang yang tepat untuk mengisi kekosongan mu itu"ujar Alisa.


"Alisa, kamu keliru, aku tidak menginginkan seseorang untuk menghibur ku, aku butuh teman hidup untuk selamanya"ujar Aryan.


"Dan, kita bisa berteman untuk seumur hidup jika kamu mau"ujar Alisa, lagi.


Tapi, Aryan, menggeleng kan kepala nya saat itu juga.


"Alisa, aku tau kamu bukan wanita bodoh , dan kamu tau apa yang aku maksud saat ini, aku mohon pikirkan baik-baik, apa yang aku katakan"ujar Aryan.


"Aryan, istirahat lah, aku mohon, kamu belum sembuh"ujar Alisa.


"Aku tidak apa-apa Alisa, aku baik-baik saja"kekeuh Aryan.


"Tidak, Aryan, kamu masih sakit "ucap Alisa, sambil kembali mendudukkan tubuhnya di kursi yang tak jauh dari ranjang Aryan saat ini.


"Alisa"ujar Aryan lagi.


"Aku, bilang istirahat,atau aku tinggal sekarang juga"ujar Alisa.


"Baiklah-baik "jawab Aryan, yang langsung diam saat ini.


Alisa, pun langsung fokus, pada handphone nya saat ini, hingga wanita itu melebarkan senyumnya entah apa yang sedang dia lihat yang pasti saat ini, Aryan, sedikit penasaran.


setelah itu, handphone, Alisa, berdering menandakan sebuah panggilan masuk, Alisa, langsung mengangkat nya,lalu menjauh dari Aryan, karena yang menghubunginya saat ini no tidak di kenal .


"Halo ini dengan siapa ya"ujar Alisa.


📱"Sayang, aku sangat merindukan mu, segera lah kembali, aku mohon aku tidak ingin kehilangan mu lagi"ujar pria di seberang telpon, suara itu tidak asing handphone, Alisa langsung terjatuh dari tangan nya, Aryan bisa melihat itu, dan dia langsung berusaha bangkit dari rebahan nya.


"Alisa,ada apa siapa yang menghubungi mu"ujar suara bariton tersebut, yang langsung menyadarkan Alisa, yang sedang terbengong saat itu.


"Ah tidak bukan siapa-siapa, maaf jika mengganggu mu"ucap Alisa, sambil berlari pergi meninggalkan Aryan, setelah dia memunguti handphone tersebut.


"Alis ...!!"seru Aryan, yang heran melihat wanita itu berlari pergi meninggalkan nya begitu saja, Aryan, langsung mengambil ponsel nya di atas nakas, setelah itu dia menghubungi seseorang.


"tolong cari keberadaan Alisa, dimana pun dia berada dan cari tau apa yang terjadi barusan siapa yang menelepon nya tadi, secepat nya aku ingin segera menerima laporan tersebut"ujar Aryan.


"Baik tuan"jawab asisten nya di sana.


tidak lama setelah itu, Aryan, langsung mendapat kan laporan, yang dia inginkan.


"Tuan, yang menghubungi, Nona, Alisa, saat itu adalah mantan kekasihnya, dan nona Alisa, saat ini tengah berada di bar dia tengah minum"ujar sang asisten.


Aryan, segera bangkit dia mencabut jarum infus dari tangan nya saat itu juga, dan mengambil jas milik nya, yang kini tersimpan di atas sofa, dia langsung keluar dari ruangan tersebut dan meminta asisten nya mengurus kepulangan nya, dia bahkan mengambil kunci mobil, dari tangan asisten nya itu,lalu bergegas pergi.


"Tuan hati-hati," ujar sang asisten.


Tapi Aryan, tidak perduli, yang dia pedulikan saat ini, hanya Alisa, Aryan, takut Alisa , kenapa-napa saat ini.


sesampainya di sana Aryan, mengedarkan pandangan nya saat ini saat, dia melihat Alisa, yang kini tengah menenggak minuman dari gelas tersebut, entah kenapa hati Aryan, terasa sakit apa lagi jika dipikir-pikir, Alisa, begitu terluka dengan mantan kekasih nya itu, saat ini apa dia masih sangat mencintai pria itu, Aryan sempat menghentikan langkahnya, tapi sesaat kemudian dia langsung mendekat ke arah Alisa, saat dua orang pria menghampiri nya.


"Alis,ayo pulang untuk apa lagi kau buang-buang waktu hanya demi pria pengecut seperti nya"ujar Aryan, namun Alisa, tetap terdiam lagi-lagi dia meminum minuman tersebut.


"Alisa, sudah itu tidak baik untuk mu"ujar Aryan.


"Aku mencintai nya, Aryan, aku sangat mencintai nya, tapi aku juga tidak ingin kembali terluka, aku mencintai nya, hiks hiks hiks tapi dia tega, menyakiti ku, saat itu dia bahkan tidak perduli dengan perasaan ku, tapi kenapa, saat ini dia terus-terusan mengganggu ku, aku sudah berusaha melupakan nya, bahkan aku hampir gila, saat itu, karena rasa cinta ini yang begitu besar, hingga aku tak bisa membuka hati ku untuk yang lain, karena di sini sudah terlalu penuh dengan dia"ujar Alisa, sambil menangis sesenggukan.


"Aku, mencintai nya, hingga aku membencinya"ujarnya lagi.


"Alisa,ayo pulang"ujar Aryan, yang langsung memeluk tubuh wanita yang tengah terisak itu, Alisa hanya bisa pasrah, saat, Aryan langsung membawa nya pergi dari tempat tersebut.


sesampainya di depan mobil, Aryan, langsung membuka pintu, saat ini Alisa duduk di samping kemudi setelah Aryan memasang kan sabuk pengaman.


Aryan, langsung tancap gas menuju, Mension milik nya, saat itu Aryan, menutup telinga nya, dengan menggunakan headset, dan memutar musik, sekencang mungkin, saat ini dia hanya tidak ingin mendengar Alisa menyebut nama Adri, dan cinta nya pada laki-laki tersebut, Aryan, merasakan sakit di hati nya saat mendengar kata-kata Alisa saat ini.


"Alisa, apa kamu tidak merasakan apa yang kurasakan saat ini, aku jatuh cinta pada mu, sejak kita bersama menghabiskan malam kita bertiga bersama dengan Reza, mulai saat itu, aku merasa sangat bahagia saat bisa melihat senyum mu, bahkan aku merasa kan sepi saat kau tak di samping ku"gumam Aryan lirih.

__ADS_1


__ADS_2