
Emerald, datang untuk membahas kerja sama antara dirinya dan tuan Erickson, ayah dari Zahra.
"Daddy, dia curang whe...."ujar Zahra, sambil meledek Doni.
"Sayang, Daddy,ada tamu lepas dulu ya, nanti Daddy janji nemenin Zahra lagi"ucap Erickson,sambil mengecup pipi sang putri, akhirnya Zahra, pun melepaskan tangan nya yang sedari tadi mengalungi leher Daddy nya itu.
"Daddy, aku jalan sama theodor dulu ya"ujar Zahra, yang kini berpenampilan berantakan karena Doni yang menjadikan rambut nya berantakan.
"pergilah, tapi ingat pulang nya jangan kemalaman ingat kamu baru pulih"ujar Erickson.
"Ok, Daddy"kata Zahra.
"kau ini, aku ngambek ah hari ini kau sendiri yang harus bawa mobil"ujar Doni.
"Ok, Theodore haha"ujar Zahra, sambil berlari menuju kamar nya, untuk bersiap Doni pun ikut masuk ke dalam kamar Zahra.
sementara itu tuan Erickson, yang tengah duduk di ruang tamu, hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Seperti nya, anda dan nona Zahra, begitu dekat"ujar Emerald, yang sedikit penasaran.
"Tentu saja, dia putra ku satu-satunya, dia lebih berharga untuk ku dari apapun,di dunia ini begitu juga dengan keponakan ku, Doni, begitu menyayangi adiknya itu, hingga apa pun yang di inginkan oleh putri ku Zahra, dia selalu menuruti nya seperti tadi yang anda lihat"ucap Erickson.
Emerald, pun tersenyum sambil menyodorkan beberapa berkas kerja sama mereka.
"Apa kau tertarik dengan putri ku anak muda"ujar tuan Erickson, sengaja bercanda agar suasana nya tidak terlalu formal.
"maaf tuan, saya sudah punya wanita lain"ucap Emerald, yang dibarengi dengan senyum menawan nya.
"Begitu, sebetar saya, akan panggil kan asisten saya untuk mengambil berkas nya"ujar Erickson.
"Silahkan tuan"ujar Emerald.
Erickson, pun menelpon seseorang, saat ini entah asisten yang mana, karena setahu Emerald, asisten nya banyak sekali.
tidak lama datang sepasang pria dan wanita, mereka adalah asisten pribadi tuan Erick selama dua tahun terakhir ini.
"Ini tuan berkas yang anda minta"ujar wanita itu, sontak Emerald, berdiri dan berbalik badan saat itu juga.
"Honey ...... ini beneran kamu"ujar Emerald, yang langsung menghampiri dan memeluk Chatlin yang kini memberontak.
"maaf tuan anda jangan kurang ajar, dia istri saya"ujar pria yang bernama Gerald itu.
"Apa maksudnya ini honey, tolong jelaskan"ujar Emerald, yang langsung menarik tangan Chatlin, saat itu juga dia membawa Chatlin,ke luar rumah, Gerald, yang hendak menyusul di halangi oleh tuan Erickson.
"Biarkan mereka menyelesaikan masalah di antara mereka, saat ini mungkin ada yang harus di jelaskan oleh Chatlin nanti"ucap Erickson.
tepat di depan halaman rumah yang luas kini dua orang insan tengah berdebat hebat yang laki-laki terlihat sangat syok dan tidak bisa menerima kenyataan, sementara wanita itu hanya bisa memberikan penjelasan bahwa mereka menikah atas dasar cinta, selama dua tahun ini.
Emerald,kini berlutut dan memohon, kepada, Chatlin, untuk kembali pada nya, tapi Chatlin, menolak dengan tegas bahkan dia berkata selama hubungan nya dengan Emerald, adalah keterpaksaan karena saat itu dia butuh itu.
Emerald, yang kecewa dia langsung pergi begitu saja bahkan dia tidak ingat perduli dengan berkas kerja sama mereka saat ini yang pasti saat ini adalah rasa sakit yang teramat sangat yang tengah ia rasakan, hampir menghentikan nafas kehidupan nya.
"Kenapa?...!!!"ujar Emerald, sambil mencengkram stir mobil tersebut dia semakin kuat menginjak pedal gas tersebut hingga kecepatan mobil pun, semakin tinggi hampir saja dia mengalami kecelakaan,kalau dia tidak mengerem nya.
Sementara itu di dalam Mension, Chatlin, tengah terduduk di samping suaminya, dan menjelaskan semua nya mulai dari perkenalan antara dirinya dan Emerald.
setelah mereka membincangkan masalah tadi akhirnya, Erickson, memutuskan untuk kembali ke dalam kamar nya, sambil membawa berkas itu,biar besok Doni, atau Zahra, yang akan mengantar nya, kedua anak itu sudah pergi sedari tadi entah lewat jalan mana yang pasti Erickson, tidak melihat kepergian mereka sedari tadi.
setelah sampai di apartemen milik nya, Emerald, langsung mengambil bingkai foto yang selama ini terpajang di dinding kamar nya dan juga di atas nakas tersebut dia menghancurkan semua itu dengan cara memecah dan merobek nya.
setelah selesai dia memanggil tukang bersih-bersih di apartemen milik nya itu dan meminta nya, untuk segera membersihkan nya.
setelah itu dia langsung pergi menuju sebuah club malam, dan sesampainya di sana, dia langsung memesan minuman dan ruang VVIP, untuk menenangkan diri.
__ADS_1
sudah begitu banyak botol berserakan di lantai dan di atas meja, bukan karena dia minum tapi dia sengaja melempar nya, untuk melampiaskan amarahnya saat ini.
Emerald, kini mabuk berat dia bahkan berucap tanpa henti bukan hanya itu semua kata-kata nya tidak ada yang jelas sedikit pun.
Emerald, tertidur di sofa, hingga seorang pegawai yang bekerja sebagai pengantar minuman, dia langsung memapah tubuh pria yang tak sadarkan diri itu, saat ini dengan bantuan scurity, Emerald,di antar ke mobil nya dan mereka pun menelpon seseorang yang berbeda di kontak paling atas ya itu asisten pribadi nya.
setelah kedatangan sang asisten nya ke sana Emerald, pun langsung di bawa pulang ke apartemen nya, saat itu juga.
di kediaman Edgardo saat ini, pria paruh baya itu sudah menerima laporan bahwa putranya itu telah bertemu dengan kekasih nya itu, dan berakhir kecewa karena putra nya itu telah mengetahui bahwa pacar nya itu sudah menikah.
di apartemen Emerald, tengah memuntahkan isi perutnya saat ini karena ini adalah kali pertama nya dia mabuk hingga tak sadar kan diri.
Emerald, langsung bangkit dan membersihkan diri,di bantu oleh asisten pribadi nya, saat ini dia bahkan benci dengan bau muntahan nya, itu.
ke esokan hari nya, sepulang dari kampus, Zahra, mampir ke alamat yang ada di secarik kertas, yang Daddy nya berikan pada nya.
kebetulan orang yang di maksud kini tengah berada di dalam, Zahra, langsung memencet tombol yang ada di samping pintu, dan akhirnya bel pun berbunyi.
tidak sampai sepuluh menit, seseorang langsung membuka pintu.
Emerald, yang membuka pintu tersebut langsung mempersilahkan Zahra untuk masuk.
"Nona... Zahra, silahkan masuk"ucap Emerald.
"Terimakasih tuan saya tidak akan lama hanya ingin memberikan ini"ujar Zahra ,sambil menyodorkan beberapa berkas yang Emerald, tinggal kan tempo hari.
"Terimakasih, sekarang sebagai tanda terimakasih,saya silahkan masuk "ujar Emerald, mencoba bersikap ramah tapi Zahra, tetap menolak dengan alasan terburu-buru, akhirnya Emerald, pun mengalah.
🌹💖💖💖🌹
Hari-hari berlalu, saat ini Emerald, sudah mulai membaik pasca, luka hati nya untuk pertemuan yang tidak pernah ia harapkan itu, Emerald, mencoba bangkit dan berusaha pula sekuat tenaga untuk melupakan semua nya, selama ini dia bahkan tidak ingin lagi mengingat itu.
sementara di Amerika, Emeralda, saat ini tengah bersiap untuk kembali ke Indonesia, dia sudah tidak berniat untuk meneruskan S2, nya itu, dia memilih pulang dan ingin tinggal di full house bersama kedua orang tua nya, cukup dengan S1, nya saat ini dia bahkan tidak pernah bercina-cita lagi untuk memegang perusahaan nya itu.
Emeralda, hanya ingin beristirahat dari lelah jiwa dan raga nya saat ini, ternyata kepergian Gideon, selama ini sangat berpengaruh terhadap nya, dia seperti seseorang tanpa jiwa, dan selama ini ia hanya belajar dan belajar, tanpa memperhatikan kondisi hati nya yang menahan sakit, akibat cinta yang terlambat untuk di sadari.
Edgardo, hanya tersenyum tiap kali mendengar permintaan putri nya itu, saat ini bahkan tanpa di sadari Emeralda, saat ini begitu kurus entah karena jauh dari Edgardo, jadi tidak terawat dengan baik, bahkan selama tiga tahun lebih, Emeralda, tidak pernah makan lagi masakan Daddy nya itu.
sementara saat ini Zahra, yang di utus oleh ayahnya sebagai asisten pribadi nya itu kini memberikan berkas yang harus di tandatangani oleh Emerald.
sesampainya di sebuah ruangan yang bertuliskan CEO, Zahra, di sambut dengan ramah oleh sekertaris Emerald, karena sudah pernah bertemu saat rapat tahunan di adakan.
"Nona, Zahra, silahkan masuk, tuan sudah menunggu anda sedari tadi"ujar Sopi, wanita cantik yang selalu bekerja sepenuh hati itu saat ini tengah mengetuk pintu setelah mendapatkan jawaban dari dalam, dia langsung mempersilahkan Zahra masuk.
"Tuan Nona, Zahra, sudah ada di sini"ujar Sopi.
"Baiklah, persilahkan dia masuk"ujar Emerald.
"ya tuan"ujar Sopi, sambil langsung menyuruh Zahra masuk.
"Permisi, saya kemari untuk menyerahkan berkas ini pada anda"ujar Zahra.
"Silahkan duduk "kata Emerald.
"Terimakasih"ujar Zahra, sambil duduk di sofa panjang yang tersedia di sana.
"Mau minum apa?..."tawar Emerald.
"Air putih saja"ujar Zahra.
"Wine juga ada jika anda mau"ujar Emerald.
"Saya, tidak suka minum"jawab Zahra.
__ADS_1
"Terus, Air putih untuk apa??..."tanya Emerald, sengaja bercanda tapi tanpa ekspresi.
"itu beda lagi tuan"ujar Zahra, yang langsung memalingkan pandangannya.
"Bercanda Nona Zahra, saya tau itu"ujar Emerald, yang kini duduk di samping Zahra, yang sedikit menggeser posisi duduk nya, sedikit menjauh dari tempat Emerald.
"Nona, saya tidak mengigit"ujar Emerald lagi.
"Tuan, ini sudah hampir sepuluh menit loh saya di sini, mau sampai kapan itu berkas di anggur in "ujar Zahra, yang sedikit tak nyaman melihat perubahan pria di hadapannya, awalnya pria itu sangat dingin, tapi kenapa, setelah hari itu dia jadi seperti play boy.
"Santai aja masih ada banyak waktu, lagian siapa suruh kamu sendiri yang mengantar itu"ujar Emerald.
"Bibi Chatlin, sedang mengurus anak nya yang sedang sakit"ujar Zahra, yang tau kemana arah pembicaraan nya, saat ini.
"Saya tidak bertanya"ujar Emerald, berkilah.
"Saya, hanya memberi tahu"ujar Zahra lagi.
"Sudah,kemari kan berkas nya, ngomong-ngomong kekasih mu tampan juga , pantas saja, di rebut orang"ujar Emerald, yang kini tidak menggunakan bahasa formal lagi.
"maksud, anda kekasih yang mana ya, soalnya saya tidak pernah ingat pernah punya kekasih" ujar Zahra, yang malas untuk membahas mantan nya itu.
"memang nya berapa banyak kekasih mu selama ini"ujar Emerald, lagi.
"Tidak satupun"ujar Zahra.
"Terus yang kau hajar saat itu siapa??.... bukan nya dia kekasih mu yang sudah menghianati cinta mu, beruntung kinerja nya bagus jadi tidak saya pecat, tapi jangan khawatir, dia sudah saya pindah ke cabang perusahaan yang berada di pelosok "ujar Emerald.
"Gak tanya dan gak minta penjelasan"ujar Zahra, yang kini membalas ucapan Emerald.
"kamu"kata Emerald, sedikit kesal sedetik kemudian ia langsung memberikan berkas yang sudah di tandatangani berkas itu saat mereka asik mengobrol.
Zahra langsung pamit saat itu juga dia tidak ingin lagi mengobrol dengan pria keras kepala itu.
Emerald, tersenyum puas, setelah mengerjai Zahra, dengan perubahan sikap nya, dengan begitu dia akan menyuruh wanita itu, untuk datang ke perusahaan nya, setiap kali ada yang harus di tandatangani.
Emerald, langsung bergegas pergi dari tempat nya saat ini dia sedang ingin pulang ke pangkuan sang bunda .
setelah beberapa lama dia tidak pulang Emerald.
sementara itu di Mension, Zahra, tengah berada di dalam kamar nya, dia sedang malas bergerak karena kini dia sedang kedatangan tamu bulanan.
Zahra selalu seperti itu dikala datang bulan.
Emerald, yang kini masih berada di perjalanan dia sengaja menelpon seseorang untuk mengusir rasa bosannya saat ini .
kebetulan yang mengemudi mobil nya adalah sopir pribadi nya, Emerald sengaja ingin bersantai.
sesampainya di full house, dia langsung di sambut dengan pelukan hangat dari mommy nya, yang di barengi kecupan di seluruh wajah nya.
"mommy, sangat merindukan mu honey"ujar Senny.
Emerald, hanya tersenyum lalu masuk kedalam kamar nya saat itu juga, setelah sekian lama tidak tidur di atas ranjang empuk miliknya dia langsung menjatuhkan diri di atas nya.
Emerald, tersenyum bahagia saat ini entah kenapa?... setelah pertemuan nya kemarin dengan Zahra, dia merasa kan hal aneh rasanya selama ini beban di hati nya telah berkurang.
Zahra seperti mood booster bagi nya saat ini, dia suka menggoda wanita cantik yang ternyata memiliki sejuta pesona di dalam nya, selain penyakit langka yang ia derita, gadis yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata itu, bahkan adalah seorang yang sangat baik hati dan suka berbagi.
"Zahra, Amora Smith mulai saat ini kau adalah wanita yang ku tandai "ujar Emerald.
dia pun langsung memeluk guling nya dan mencoba mengistirahatkan tubuh nya yang lelah.
akhirnya mata nya terpejam dan keesokan paginya dia sudah bangun, dengan semangat baru dalam hati nya, Edgardo, yang baru kembali dari Amerika setelah menjemput adiknya itu melihat kearah putranya.
__ADS_1
"ada apa??.... dengan putra Daddy, senyum-senyum sendirian apa?.. tidak rindu dengan adikmu??"ujar Edgardo.
"Aku rindu , tapi tidak ingin mengganggu istirahat nya biar nanti saja aku temui dia Daddy"ujar Emerald santai