Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Pembuktian#


__ADS_3

Edgar, langsung masuk kedalam gerbang rumah tersebut dia memarkir mobil nya di sana, Anjela, yang begitu lelahnya, dia bahkan tidak sadar kalau dirinya sedang di buntuti.


Edgar, menekan bel pintu depan, tiba-tiba pintu itu terbuka, dan Anjela, langsung melotot kearah nya dia, kaget melihat Edgar, berada di hadapan nya saat ini.


"apa... apa yang kamu lakukan disini"ucap Anjela, yang buru-buru hendak menutup pintu, namun Edgar langsung menahan nya, dan berhasil masuk.


"ikut aku pulang"ucap Edgar.


"pulang kemana ??di sini rumah ku"ucap Anjela, dingin.


"pulang kerumah kita"ucap Edgar.


"kita, sejak kapan menjadi kita,setau ku tak ada seratus untuk itu"ucap Anjela"kamu sudah bukan majikan ku lagi, jadi kita tidak terikat apa-apa"ucap nya lagi.


"kamu salah Anjela, jika menganggap kita tidak punya ikatan, aku adalah kekasih mu calon suami mu"ucap Edgar, yang kini menatap lekat wajah lelah Anjela.


"sudah lah tuan Edgar, kamu mungkin bisa katakan itu pada wanita yang benar-benar, kekasih mu, karena aku bukan orang yang tepat"ucap Anjela,sambil berjalan meninggalkan Edgar, yang kini menatap nya tanpa berkedip.


"Anjela, aku tau kamu pergi karena salah paham, saat itu dia datang meminta perlindungan kepada ku, dari laki-laki yang mengejar nya selama ini"ucap Edgar.


"heuhhhhh...ya perlindungan hingga berakhir,di atas pangkuan,lucu sekali, tuan mungkin wanita lain bisa kamu bohongi tapi tidak dengan ku, sudah lah, aku sudah lelah sebaiknya kamu pulang dia sedang menunggu mu saat ini"ucap Anjela, yang kini melangkah pergi menuju kamar nya, Edgar , mengikuti nya dari belakang, hingga dia tiba di depan pintu kamar nya.


"Anjela, aku tidak pernah berbohong kepada mu"ucap nya lembut.


"sudah lah tuan, aku cape!!! ngerti gak sih"ucap Anjela, yang kini terduduk di lantai, dia menangis sesenggukan dengan menundukkan kepalanya di atas lutut nya dia menutup wajahnya, Edgar, langsung memeluk nya, dia meminta maaf dengan tulus pada Anjela.


"maaf kan aku sayang, aku tak ingin melukai hati mu, walaupun, terlambat menyadari rasa ini untuk mu, aku benar-benar tulus"ucap Edgar.


"pergilah, aku mohon tinggalkan aku"ucap Anjela,sambil mencoba melepaskan diri,namun Edgar semakin mendekapnya erat saat ini.


"aku mohon, berikan aku kesempatan"ucap Edgar yang langsung mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi cincin berlian yang ia pesan sejak saat dia meminta Anjela, bertahan di sisinya.


"aku berharap kamu mau menikah dengan ku"ucap Edgar, yang kini memasang kan cincin di jari manis Anjela.


"aku tidak bisa maafkan aku"ucap Anjela, yang hendak melepaskan cincin tersebut tapi Edgar menahan nya untuk tidak melakukan itu, Edgar mencium bibir Anjela, dengan sangat lembut, hingga tanpa sadar akhirnya, Anjela, membalas ciuman itu, Edgar semakin memperdalam ciuman mereka, hingga tanpa sadar kini mereka sudah berada di dalam kamar walaupun hanya berciuman tidak lebih.


Edgar, menatap lekat wajah cantik yang nampak lelah tersebut, dia langsung menyuruh Anjela, istirahat, tapi dia langsung pergi ke kamar mandi, Anjela, ingin mandi badan nya yang sangat terasa lengket setelah seharian bekerja di kafe tersebut.


Edgar,kini duduk di sofa kamar Anjela, dia menghubungi asisten nya, untuk membawakan baju nya Edgar, berencana untuk menghabiskan waktu libur nya, bersama dengan Anjela, di rumah tersebut.


"kamu sudah mandi"ucap Edgar.


"iya, aku belum mandi setelah seharian bekerja"jawab Anjela yang kini masih menggunakan bathroob dan lilitan handuk di kepala.


Anjela, sudah terlihat tampak lebih segar dari sebelumnya, Edgar , mendekat dan mencium tengkuk Anjela.


"Edgar, aku mohon jangan lakukan itu, kita belum menikah"ucap Anjela.


"aku tidak akan melakukan lebih kok, tenang lah ucap Edgar, yang kini malah membuat tanda kepemilikan di sana.


"Ed... aku mohon jangan"ucap nya lirih, entah kenapa, bibir nya bisa berkata jangan tapi tubuhnya tidak menolak , Edgar memeluk erat dari belakang dia masih melanjutkan aksi nya.


"sayang jangan takut hanya begini saja tidak lebih"ucap Edgar.


Edgar, melepaskan pelukan nya setelah dia membuat beberapa tanda kepemilikan di sana dia buru-buru masuk ke dalam kamar mandi, untuk mendinginkan tubuh nya yang terasa panas saat ini.

__ADS_1


Anjela, hanya menatap sendu di depan cermin saat ini melihat maha karya Edgar di bagian leher jenjang nya yang putih bersih tersebut, setelah menggunakan piama tidur nya, saat ini dia mengeringkan rambut nya dan langsung berbaring di sofa.


"sayang,tolong ambilkan baju ganti ku di mobil, aku lupa membawanya"ucap Edgar, yang kini memunculkan kepala dari balik pintu.


"baiklah"ucap Anjela,sambil meraih kunci mobil tersebut, tidak sampai sepuluh menit dia sudah kembali membawa tas kecil berisi pakaian ganti milik Edgar, dia pun mengetuk pintu kamar mandi dan langsung memberikan tas kecil tersebut, sekaligus handuk baru untuk Edgar.


setelah Edgar, menerima nya, Anjela, langsung kembali rebahan tubuh'nya terasa sangat lelah hingga beberapa detik kemudian dia pun terlelap dalam mimpi nya.


Edgar, yang baru saja keluar setelah menggunakan baju santai nya, dia langsung menyusul Anjela, berbaring di samping nya, Edgar, memeluk tubuh Anjela, membawa Anjela dalam dekapan nya saat ini, mereka pun tertidur dengan nyenyak, setelah tiga bulan terpisah.


pagi hari yang cerah Edgar, sudah terbangun tapi dia tidak melihat Anjela,di samping nya, dia langsung bangun dan masuk kedalam kamar mandi dan mencuci wajah nya tak lupa menggosok gigi, setelah selesai dia langsung turun, dia mencium aroma makanan dari arah dapur, ternyata Anjela, sudah selesai membuat sarapan pagi untuk mereka berdua.


Edgar, memeluk pinggang Anjela, dari belakang saat ini dia bahkan mencium tengkuk Anjela.


"morning kiss honey"ucap Edgar.


"Heumm, belum saatnya Ed... kamu harus sabar"ucap Anjela.


"tidak masalah sayang, sekarang atau pun nanti sama saja, itung-itung latihan"ucap Edgar.


"heumm... terserah kamu saja lah, susah memang kalau ngomong sama kamu"ucap Anjela.


"sayang kok, bicaranya kaya gak nafsu gitu ada apa heumm"ucap, Edgar , bertanya.


"harus nya, aku sudah berangkat kerja tadi tapi karena kamu masih tidur, aku tidak tega bangunin kamu, dan aku sudah di pecat ,untung saja kemarin aku baru habis gajian.


"heumm, jadi istri ku yang cantik ini,sedih karena kehilangan pekerjaan iya begitu, jangan takut sayang, kamu masih bisa hidup dengan sangat berkecukupan aku jamin itu"ucap Edgar,sambil mencium leher Anjela, dia begitu menyukai bagian tubuh tersebut, entah kenapa.


🌹💖💖💖🌹


setelah selesai sarapan, Edgar, mengajak Anjela, berbelanja namun Anjela, menolak nya.


"aku tidak masak, saat tinggal sendiri, aku pesan makanan dari luar kalau kerja aku makan di tempat kerja ku, jadi tidak stok bahan makanan di kulkas "ucap Anjela.


"tapi sayang aku akan tinggal di sini selama satu bulan kedepan jadi aku hanya ingin makan masakan mu selama aku disini"ucap Edgar.


"tidak Ed... kita tidak boleh tinggal satu rumah kita belum menikah, tidak baik"ucap Anjela.


"Anjela, sayang aku tak mau membiarkan mu hidup sendiri, dan tanpa aku di sisi mu"ucap Edgar.


"ya ampun Ed... kamu itu tidak akan tahan dengan godaan, jadi sebaiknya kamu pulang"ucap Anjela.


"sayang kamu ngusir aku"ucap Edgar, tidak terima.


"bukan ngusir , tapi kamu harus mengerti Ed, kita belum"ucapan Anjela terpotong saat bibir nya kembali di bungkam dengan ciuman hingga leher jenjang nya.


"aku akan tetap tinggal di sini selama satu bulan,titik tidak terima penolakan, lagian apa susah nya sih sayang, kalaupun kita melakukan itu,toh kita sebentar lagi akan menikah dan anggap saja kebersamaan kita sebagai latihan biar setelah kita menikah, sudah tidak perlu belajar lagi"ucap Edgar,sambil menyeringai.


"baiklah, kamu bisa tinggal di sini tapi kita tidak tidur dalam kamar yang sama kamu tidur di kamar tamu"ucap Anjela lagi.


"tidak aku tetap tidur dengan mu,tenang saja sayang aku tak akan berbuat macam-macam sebelum kita menikah"ucap Edgar, yang kini membawa Anjela kedalam dekapannya.


saat mereka tengah duduk santai sambil menonton film dewasa, tiba-tiba bel rumah berbunyi.


"sayang biar aku yang buka"ucap Edgar,sambil berdiri setelah itu dia langsung bergegas membuka pintu, dia sudah tau siapa yang datang asisten nya membawa koper besar miliknya, berisi baju dan barang-barang kebutuhan nya,tak lupa juga dia membawa bahan makanan dan keperluan dapur dan rumah lain nya sesuai pesanan nya, saat ini Anjela, mematung melihat asisten Edgar, seperti seseorang yang akan pindahan saja setelah semuanya di bawa masuk asisten nya membantu Anjela, membereskan barang-barang tersebut hingga lemari penyimpanan itu penuh, dan Anjela, hanya bisa pasrah dia tau tidak akan ada yang bisa menolak Edgar.

__ADS_1


"sayang , semua sudah ada , sekarang kamu bantu aku membereskan barang-barang kudu kamar kita"ucap Edgar, dan Anjela, langsung pergi mengikuti Edgar.


Elena, langsung membereskan pakaian Edgar, kedalam lemari pakaian nya, saat itu juga, Edgar, tersenyum puas, dia berasa memiliki istri saat ini, dan Anjela, adalah orang nya, diam-diam Edgar, menghubungi keluarga nya di Indonesia, mengabarkan bahwa dia akan segera menikah dengan wanita yang sangat di cintai nya saat ini.


dan semuanya begitu bahagia mendengar kabar tersebut, Soraya dan Edward meminta Edgar, menikah di Indonesia, saat itu tiba, dan Soraya, sudah memesan gaun pengantin yang begitu indah, saat ini dia akan menyambut menantu pertama dari anak sulung nya, dengan sangat meriah dan seluruh keluarga begitu antusias saat ini.


sementara itu Edgar, hanya pasrah menyerahkan semua pada orang tua nya, dia hanya ingin berlibur sampai hari pernikahan itu tiba tidak tanggung-tanggung, Edgar, menyerahkan semua pekerjaan nya kepada kedua asisten pribadi nya.


"sayang, aku laper"ucap Edgar.


"iya tunggu sebentar ini juga sedang menyiapkan makan siang"ucap Anjela, yang tengah sibuk di dapur.


"heumm, istri ku ini memang sangat pengertian, terimakasih honey, muachh"ucap Edgar,sambil mengecup bibir Anjela, sekilas.


"jangan ganggu,kalau ingin cepat selesai"ucap Anjela.


"Baiklah tuan putri "ucap Edgar yang kini duduk di depan meja makan,sambil menatap calon istri nya yang sedang berkutat dengan masakan nya itu.


tidak sampai tiga puluh menit Edgar menungu karena Anjela, sudah masak itu sedari satu jam yang lalu,kini hidangan sudah tersusun rapi di atas meja, Anjela, langsung mengambil kan makan untuk Edgar, saat itu juga, dan dia duduk di samping Edgar,sambil mengambil makanan untuk nya, Edgar, sangat lahap mungkin dia benar-benar lapar,atau masakan Anjela, begitu nikmat.


"sayang, aku sudah kenyang terima kasih"ucap Edgar, yang langsung mengecup pipi Anjela, setelah membersihkan bibir nya dengan tisu.


"sama-sama Ed.."ucap Anjela.


"sayang kapan panggilan mu itu di ganti"ucap Edgar.


"aku harus panggil apa??"ucap Anjela.


"suamiku misalnya sayang ,atau cinta"ucap Edgar.


"owh,ya ampun , kamu itu "ucapan Anjela, yang langsung mendapat tatapan dari Edgar.


"kenapa, apa ada yang salah"ucap Edgar.


"tapi Ed, kita belum resmi menikah"ucap Anjela.


"segera sayang satu Minggu lagi, kita akan terbang ke Indonesia, dan di sana kita akan menikah, semua sudah siap tinggal menunggu hari itu tiba, dan apa kamu tau sayang seluruh keluarga ku , begitu bahagia mendengar kita akan menikah, terutama mommy, dan Daddy ku, mereka sudah menyiapkan semuanya termasuk kado pernikahan kita"ucap Edgar, antusias.


"Ed.... apa keluarga mu,tau latarbelakang ku, aku takut mereka akan membenciku jika mereka tau yang terjadi pada Daddy,ku"ucap Anjela, seakan ingin menyerah.


"sayang, mereka bukan lah, orang tua yang berpikiran sempit mereka sudah tau semua nya, bahkan mommy,ku sudah tidak sabar ingin segera menyambut menantunya, itu hingga dia memesan beberapa gaun pengantin terbaik dan terindah untuk pesta pernikahan kita nanti"ucap Edgar,,sambil membawa Anjela kedalam dekapannya saat itu juga.


"terimakasih, Edgar, sayang, aku sangat mencintaimu, semoga kelak kita akan selalu bahagia"ucap Anjela, yang kini membenamkan wajahnya di dada bidang Edgar.


"apa pun itu untuk mu, aku akan melakukan segalanya demi membuat mu bahagia istri ku"ucap Edgar, sambil, mencium puncak kepala, Anjela.


malam pun tiba, seperti biasanya, Edgar, tidur bersama dengan Anjela, walaupun mereka tidak melakukan hal yang di luar batas, Edgar, hanya membawa Anjela, dalam pelukan nya, hingga pagi menjelang, dan saat itu mereka akan memberikan morning kiss, setiap pagi nya setelah itu mereka akan beraktivitas membersihkan rumah, dan juga memasak bersama.


"sayang kamu sudah selesai mandi??"ucap Edgar, yang baru saja habis olahraga pagi.


"sudah , sekarang giliran kamu sayang aku akan buatkan sarapan untuk mu"ucap Anjela.


"kamu memang yang terbaik, sayang"ucap Edgar sambil mencium pipi Anjela.


"sayang kamu mau sarapan apa"ucap Anjela.

__ADS_1


"apa saja yang kamu masak selalu enak"ucap Edgar, Anjela, pun tersenyum dia pergi menuju dapur.


sementara Anjela, memasak Edgar, langsung mandi, dia tersenyum sendiri sambil bersenandung ria di dalam kamar mandi, dan langsung bergegas keluar setelah selesai, dia memakai pakaian nya saat itu juga.


__ADS_2