Sugar Daddy

Sugar Daddy
#kembali bahagia#


__ADS_3

Aditya,membawa mereka berempat dalam dekapan nya, saat ini, mereka tengah duduk di sofa ruang keluarga Aditya, langsung menyalakan televisi dan memutar film paforit mereka, akhirnya keempat putra-putri nya itu kembali tertawa riang gembira, dan Aditya menyuapi mereka,buah yang sudah di potong nya.


"sayang,a....dulu dong biar seru nonton film nya Daddy sebentar lagi mau jemput kakak, kalian di tempat Daddy Edward"ucap Aditya.


"asik,kak, Edgar akan segera kemari" ujar Ardan.


"makanya, kalian itu harus pintar makannya biar cepat besar dan nanti bisa berpergian bersama kakak ,kalian"ucap Aditya.


sementara itu soraya kini baru saja selesai membersihkan diri dan langsung berpakaian dan berdandan setelah mengeringkan rambut nya.


setelah selesai dia turun dan menemui anaknya yang kini tengah di temani oleh Aditya, yang masih menggunakan bathroob.


"sayang aku sudah selesai baju kamu juga sudah di siapkan,ayo buruan ganti baju"ujar soraya.


"makasih Hanny, aku langsung keatas"jawab Aditya.


tingtong ....


bunyi bel seketika berbunyi entah siapa yang datang ke mension ini, yang pasti nya, soraya merasa heran kenapa ada orang bertamu sementara, mereka juga baru tinggal di sana semalam.


tingtong...


"sayang, siapa yang datang??"tanya Aditya.


"entah lah!!!"""teriak soraya.


pelayan pun membuka pintu dan di lihat nya, Edward dan ketiga anak nya.


"mas... ternyata kamu aku pikir siapa"ucap soraya yang langsung memeluk ketiga anak nya.


"mommy, aku rindu mommy"ujar ketiga nya sambil memeluk erat Soraya.


"masuk,mas..."ujar soraya.


"Hanny, aku merindukan mu"ucap Edward sambil memeluk dan mencium puncak kepala soraya, yang notabene adalah mantan istri nya, tapi semua itu selalu dia lakukan di hadapan ketiga anaknya,agar mereka tetap berpikir kalau mereka adalah keluarga yang utuh.


"aku juga mas"jawab soraya sambil mengusap tangan Edward.


tapi ada satu hal yang Soraya tidak ketahui, bahwa ucapan Edward adalah kenyataan, berkali-kali ia mencoba melupakan soraya, dan mencoba membangun rumah tangga dengan wanita lain, tapi tetap saja Edward tidak bisa membuang rasa cinta nya pada soraya.


andaikan saja soraya, masih milik nya, andaikan saja, dia tidak melakukan kebodohan dulu, mungkin saat ini, dia lah yang akan selalu ada di samping soraya, membina rumah tangga nya dengan bahagia seperti dulu saat mereka masih bersama.


Edward, masuk, dengan langkah sedikit gontai entah kenapa hati nya merasa sakit' saat melihat bercak merah yang ada di leher soraya, seperti saat dulu ia lakukan,di seluruh bagian tubuh soraya saat mereka tengah asik bercinta.


Edward,kini masih menatap lekat pada wajah mantan istri nya, wanita yang masih sangat di cintai nya itu,kini sudah kembali pada pemilik nya semula.


"eh.... ternyata kalian di sini baru saja akan aku jemput, apa kabar kalian bertiga sayang Daddy??"ujar Aditya yang langsung membuyarkan lamunan Edward saat ini.


"kami baik, Daddy"ucap mereka yang langsung memeluk Aditya begitu pun Aditya memeluk ketiga nya dengan sayang.


"anak-anak, mulai hari ini kita akan tinggal lagi di sini"ucap Aditya.


"baik dadd..."jawab mereka kompak, mereka pun langsung bergegas menuju kamar mereka dulu, yang kini masih tertata rapi, hanya saja kasur nya belum di ganti mereka saat ini belum dapat ranjang masing-masing seperti di mension Daddy nya.


"sayang,kamar kalian berdua akan di atur ulang dan , kalian berempat anak jagoan Daddy bisa tidur satu kamar walaupun di ranjang yang berbeda dan para princess, bertiga dalam satu kamar satu ranjang king' size"ucap Aditya.


"wah seru tuh "ucap Edward.


"tapi Daddy, Elena, sudah besar,masa tidur nya satu ranjang bertiga,entar kalau tidak muat gimana"ujar Elena yang menolak tidur bertiga.


"baiklah,kalau begitu kakak, Elena, tidur sendiri dan boleh pilih kamar yang kakak,, mau"ujar soraya.


"gitu dong momm...masa udah mau SMA, masih tidur bertiga"ujar Elena.

__ADS_1


"baiklah, princess Daddy menang"kata Aditya ,sambil memeluk Elena, dari samping.


"Edgar juga,mau pisah kamar"ucap si sulung.


"Edgardo, juga momm..."ucap si bontot anak dari Edward.


"baiklah kalau begitu, Daddy akan menyuruh orang besok untuk merenovasi kamar, sesuai keinginan kalian tapi yang masih kecil tidak boleh protes tetap tidur satu ranjang, dan satu kamar,di temani Emba, nya masing-masing di setiap kamar"ucap Aditya tidak bisa di bantah, yang empat belum bisa protes, karena mereka masih nyaman-nyaman saja, tidak seperti ketiga kakak, nya yang sebentar lagi akan masuk masa pubertas.


Edward, hanya tersenyum, ternyata Aditya masih seperti dulu, masih memberikan kasih sayang yang begitu besar, dia sedikit merasa tenang.


"aku pamit pulang dulu,besok aku akan kemari lagi"ujar Edward.


"baiklah, hati-hati di jalan "ujar soraya.


"tentu saja Hanny"ujar Edward sambil tersenyum.


setelah mereka berkumpul kini sudah mulai masuk jam makan siang.


"ayo makan, dulu ujar Aditya yang kini sudah berdiri dan berjalan menuju meja makan semua anak nya kini sudah duduk dengan tenang di kursi masing-masing setelah itu Aditya memimpin doa.


"mari makan"ujar soraya.


mereka pun makan seperti biasa nya sangat lahap, itulah kenapa mereka jarang sakit karena mereka cukup asupan vitamin dan juga makanan yang kaya akan gizi.


Aditya, langsung menelpon asiten nya untuk membeli barang, untuk kamar putra-putri nya itu, dan dia juga menyuruh, seseorang yang ahli di bidang dekorasi ruangan tidak tanggung-tanggung Aditya menyuruh sahabat nya, yang seorang arsitek, dia ingin yang terbaik buat ketujuh nya.


"sayang, apa itu tidak terlalu berlebih-lebihan?"ucap Soraya yang kini tengah menemani suaminya bekerja di ruangan nya.


"demi, kebahagiaan mereka apa pun akan aku lakukan, ingat lah sayang aku adalah Daddy, mereka jadi tidak perlu khawatir apa yang aku lakukan adalah yang terbaik untuk mereka dan untuk kita"ucap Aditya , sambil mengecup bibir istri itu.


"terimakasih sayang ku"ucap soraya tulus.


"sama-sama sayang, muachh"jawab Aditya.


soraya,kini sudah tidak bekerja lagi di kantor iya menyerah kan urusan pekerjaan pada sang kakak, Alex, yang masih selalu setia mendampingi nya,di keadaan suka maupun duka,Alex, sendiri bukan tidak sibuk dengan perusahaan nya tapi demi adik kesayangannya satu-satunya nya yang Tuhan anugrah kan padanya dia rela melakukan segala nya asalkan soraya bahagia.


🌹💖💖💖🌹


sementara itu, di tempat lain, Mindy, yang baru saja terbebas dari penjara, dia kini sudah banyak berubah, hukuman nya selama ini sudah membuat dia sadar, dia telah dibutakan oleh hasutan yang selalu di lakukan oleh Diandra, selama ini.


"soraya, maaf kan aku, aku sangat bersalah pada mu,dulu kita selalu bersama dengan sangat bahagia, melewati suka duka, hingga akhirnya aku terkena bujuk rayu, wanita iblis itu, aku kehilangan,diriku yang dulu aku berpindah haluan menjadi manusia yang kejam dan tidak berpikir panjang"gumam Mindy yang kini tengah merebahkan tubuh nya di apartemen nya yang sangat sunyi, padahal tempat itu adalah tempat terhangat tempat dimana, soraya selalu datang pada nya, untuk berkeluh-kesah atau pun sekedar menginap, kini tepat itu terasa seperti kuburan sangat sepi.


rencananya Mindy ingin menemui soraya untuk meminta maaf, tidak perduli, apa yang akan dia dapatkan, nanti yang dia inginkan hanya ingin melepaskan beban dalam hati nya, yang selama ini menggerogoti nya,ya,rasa bersalah dan penyesalan memang selalu datang belakangan, tidak pernah memilih siapa orang nya, dan seberapa tinggi derajatnya, penyesalan adalah hal yang paling berat di dunia ini bukan Rindu, seperti yang Dilan, katakan.


satu Minggu berlalu dari saat itu, Mindy pun mendatangi Mension Aditya, saat ini dia mengalami penolakan dari penjaga Mension tersebut karena Aditya, sudah memasukan Mindy, kedalam daftar hitam, manusia yang akan di tolak kehadiran nya di sana.


saat Mindy, hampir menyerah tiba-tiba, sebuah mobil Mercedes Benz, melewati dia dan memasuki gerbang Mension tersebut Mindy langsung menyerobot masuk, dia tidak perduli apa yang akan terjadi nanti.


"Nona,anda dilarang masuk"ujar penjaga yang kini, mencegah nya,namun seseorang yang keluar dari dalam mobil tersebut menghentikan mereka.


"tunggu, biarkan dia masuk"suara,itu sangat familiar bagi Mindy, pria yang pernah di sukai nya namun tidak pernah bisa mengungkapkan perasaan nya, saat itu.


"kak, Alex...., aku minta maaf, jika kehadiran ku tak di harapkan, aku hanya ingin bertemu Soraya dan meminta maaf atas semua dosa-dosa ku,di masa lalu"ujar Mindy sambil menunduk.


"ikut lah dengan ku"ucap Alex,sambil melangkah meninggalkan mereka semua, Mindy, awal nya tidak percaya tapi dia langsung mengikuti Alex.


sesampainya di sana, Alex langsung memeluk keponakan nya, yang kini tengah bermanja-manja pada mommy nya itu, sementara Aditya, tidak ada di rumah, soraya langsung menoleh ketika mendengar suara mantan sahabat karib nya itu, dia begitu terkejut dan sedikit trauma sambil berusaha menjauh dan memegang anak-anak nya, dia begitu waspada.


"soraya, aku tau aku tidak pantas mendapatkan maaf dari mu, tapi aku datang dengan tulus, untuk meminta maaf kepada mu, aku telah salah, selama ini aku sudah berpindah haluan, menjadi manusia kejam tanpa berpikir panjang, tanpa sadar bahwa kamu adalah sahabat terbaik yang aku punya, aku sudah gelap mata soraya, aku terkena bujuk rayu wanita iblis itu, yang merelakan suaminya untuk menjadi suamiku, jujur, awalnya aku hanya merasa iri pada mu kamu bisa mendapatkan cinta yang begitu besar dari Aditya,belum lagi, saat Edward hadir, kupikir hanya aku wanita yang tidak pernah beruntung, aku bahkan pernah mencintai seseorang tapi aku tidak bisa memberitahu isi hati ku, hingga pada akhirnya aku terjebak dalam hasutan Diandra saat itu yang menolak kehadiran dirimu dan calon anak kalian, Raya, kamu memang tidak seharusnya memaafkan aku, tapi beban ini terlalu berat rasa bersalah dan penyesalan ku,begitu menyakitkan,aku harus kehilangan sosok sahabat, dan sekaligus saudara yang dulu selalu menemani hari-hari ku, merayakan ulang tahun bersama, kita selalu merayakan itu, tapi belasan tahun lalu aku melakukan kesalahan-kesalahan yang teramat fatal, maaf kan aku soraya maaf aku"Mindy bersujud di hadapan soraya, Alex, hanya diam menatap kedua nya.


"hiks hiks hiks... Mindy, benarkah kamu sudah kembali, benarkah Mindy saudaraku sudah kembali, dari ke tersesat an hiks hiks hiks.. apa yang ada di hadapanku, adalah Mindy yang dulu selalu ada di samping ku selalu menemani ku dalam suka maupun duka, Mindy yang selalu tulus dalam segala hal hiks hiks hiks, aku merindukan mu, yang dulu, aku sangat merindukan saudara ku"ujar soraya yang kini langsung memeluk Mindy sambil bercucuran air mata.


mereka pun saling berpelukan, dan menangis haru, bagaimana tidak, mereka adalah sahabat yang selalu saling melengkapi hingga saat badai tiba, mereka pun berpisah dan berpindah haluan, saat itu,kini mereka kembali saling bermaafan, Soraya yang selalu jadi pemaaf dia langsung menerima permintaan maaf dari sahabat nya itu.

__ADS_1


Alex, pun tersenyum penuh arti, hingga beberapa detik kemudian, tiba-tiba tangan kekar menarik tubuh Mindy, menjauhkan mereka berdua ya, Aditya yang mengetahui kehadiran Mindy,di mension nya, dia langsung bergegas pulang dari kantor.


"pergi dari rumah ku, wanita iblis, jangan pernah setuh keluarga ku lagi jika kau masih ingin hidup"ujar Aditya, yang kini menyeret tubuh Mindy, dengan tangan nya sendiri.


"Daddy, jangan lakukan itu stop, Daddy dia adalah Mindy ku, dia sudah kembali kejalan yang benar, aku mohon Daddy, tolong jangan sakiti dia"ujar soraya sambil memeluk Aditya dari belakang.


seketika Aditya melirik, kearah soraya, dia merasa tidak percaya.


"Daddy, aku mohon beri dia kesempatan, dia datang untuk meminta maaf, dia berhak mendapatkan itu Daddy, dia Mindy ku yang dulu yang sangat aku sayangi"ucap soraya sambil menangis sesenggukan.


"baiklah sayang, aku tidak akan, menyakiti nya demi kamu, tapi ingat jika dia berani menyakiti mu lagi aku tidak akan segan untuk membunuh nya"ucap Aditya, yang sangat marah, Aditya pun berlalu pergi menuju kamar nya, dia begitu marah, saat ini tapi tidak mungkin melupakan itu pada istri nya itu.


soraya pun membangunkan Mindy, yang masih terduduk di lantai, dia memeluk nya begitu erat, Mindy ku, aku sangat bahagia kamu kembali, mulai saat ini hidup lah dengan baik, dan mungkin untuk sementara waktu aku belum bisa menemui mu, aku ingin mendinginkan pikiran suamiku dulu, jika kamu masih ingin tinggal silahkan,ada kak, Alex, yang akan menemani kamu ngobrol.


Mindy, hanya mengangguk dan kini dia duduk di sofa.


sementara itu soraya, masuk kedalam kamar nya, dilihat nya, suaminya sedang duduk, menahan emosi, yang tidak tersampaikan.


"sayang, aku tau kamu kecewa, tapi please, aku mohon saat ini tolong beri dia kesempatan, dia sudah berubah sayang dia sudah menjadi Mindy,ku yang dulu, aku bisa melihat itu tidak ada kebohongan di matanya"ujar soraya sambil mengelus rambut Aditya, dia duduk di pangkuan suaminya dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


Aditya, seketika itu merasa, tenang, amarah nya menguap begitu saja, entah kemana, melihat istrinya yang saat ini sedang bermanja-manja pada nya.


"Hanny, aku hanya khawatir pada mu, aku takut dia akan menyakiti mu lagi"ucap Aditya lembut, yang kini memeluk erat tubuh istrinya.


"aku berani jamin itu tidak akan pernah terjadi lagi, sayang percayalah, jika kamu masih merasa kurang yakin kamu bisa menyuruh orang untuk mengawasi nya, bagaimana, sayang ku, muachh"ujar soraya yang langsung mengecup bibir Aditya.


Aditya, pun menatap lekat wajah istri tercinta nya itu, dia begitu jatuh cinta pada nya berkali-kali lipat semenjak pertemuan pertama nya saat itu, hingga dia takut kehilangan soraya, dan dia berbuat nekad, dengan memperkosa nya saat itu.


wanita yang sangat baik hati, dan begitu penyayang yang kini berada di hadapan nya, saat ini, Aditya begitu sangat merindukan nya,hari demi hari terus meridukan nya.


seperti saat ini, mereka saling mengucap cinta di atas ranjang nya, mereka pun tidak menghiraukan bahwa di bawah sana,ada dua orang yang sedang menunggu mereka membantu mereka menjaga ke empat anak nya, yang masih begitu lucu dan menggemaskan.


Alex, sedari tadi menatap wajah Mindy, sedikit tidak percaya, dengan apa yang di lihat nya, wanita yang dulu sangat di cintai nya,kini berada di hadapan nya.


"Mindy, bisa kita bicara? ucap Alex.


"heumm... bicara lah"ucap Mindy sambil melirik ke arah Alex.


"aku ingin bicara tapi tidak di sini"ujar Alex lagi.


"baiklah aku akan pamit pada raya ,dulu"ujarnya.


"tidak perlu, mereka saat ini sedang istirahat, ikutlah denganku, Oya, sayang Daddy, Daddy mau ngajak aunty kalian pergi dulu ya jika mommy , bertanya, bilang Daddy pulang bersama Tante Mindy"ucap Alex, pada semuanya.


"baik Daddy"ujar mereka kompak, Mindy pun mengelus puncak kepala mereka berempat,lalu tersenyum setelah itu berbalik dan pergi mengikuti langkah Alex.


sesampainya di depan garasi Alex langsung membuka pintu samping kemudi untuk , Mindy.


"masuk lah"ujar Alex.


"terimakasih"jawab Mindy.


Alex, pun berlari kecil menuju pintu sebelah nya setelah memasang sabuk pengaman ia langsung tancap gas.


"Mindy, aku berharap kamu benar-benar sudah berubah, dan tidak lagi menyakiti adik ku, aku mungkin, tak akan pernah bisa memaafkan mu, lagi jika sampai itu terjadi"ujar Alex , membuka obrolan, saat ini mobil Alex ,menuju kesebuah taman


..."aku tau orang seperti ku, tidak akan pernah bisa mendapatkan kepercayaan lagi, tapi asal kalian tau aku tulus dan benar-benar sudah menyesali semua yang terjadi, kalian boleh tidak percaya pada ku, aku tidak memaksa hal itu"ujar Mindy sedih....


"aku harap kamu benar, Mindy ada satu hal lagi yang ingin aku katakan, mungkin waktu nya kurang tepat, tapi aku sudah menyimpan nya terlalu lama, aku harap kamu mau mendengar kan nya"ucap Alex.


"bicaralah"ujar Mindy.


"Aku, mencintai mu, itulah kenapa, hingga saat ini aku masih sendiri, dan tidak ingin ada wanita lain dalam hidup ku"ucap Alex jujur.

__ADS_1


__ADS_2