Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Bertemu Adriyansah #


__ADS_3

hari ini adalah hari weekend, Alisa, memutuskan untuk pergi ke, sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota nya saat ini Alisa membawa mobil sport, milik Ardi sang kakak dia sudah minta izin pada Ardi, hanya untuk jalan keluar sebentar, saat ini Alisa tidak mengajak Anisa, karena dia sedang ingin sendiri, dia memarkir mobil nya di parkiran Mall tersebut.


saat Alisa, turun dan memasang kacamata hitam nya, untuk menutupi matanya, yang seperti mata panda itu, tiba-tiba tanpa sengaja seseorang menabrak nya hingga hampir saja terjatuh Alisa, langsung memekik keras karena kesakitan bahunya sedikit memerah, saat ini.


"ahhh... bisa gak kalo jalan itu hati-hati, sakit tau"ucap Alisa, tanpa menoleh dia langsung berjalan sambil membetulkan kacamata dan ransel kecil nya saat itu juga, dia berjalan tanpa menghiraukan tatapan seseorang yang mengenalinya saat ini.


Ya... pria itu tak lain adalah Adriyansah, yang kini berjalan dengan teman wanita nya, tepat nya rekan satu profesi,di bidang pendidikan.


"Alisa"Gumam, Adriyansah, yang kini berjalan mendahului teman nya tersebut.


Alisa, pun masuk kedalam pusat perbelanjaan, dia mencari sesuatu entah apa yang ia cari saat ini, yang pasti dia begitu fokus, Alisa masih tidak sadar, dia sedang berada dekat dengan pria pujaan hati nya saat ini, Alisa terus menerus mencari barang yang ia inginkan tapi setelah ia menemukan barang tersebut, tiba-tiba sebuah tangan kekar , mengambil barang yang akan ia ambil dan barang itu tinggal satu-satunya, Alisa menoleh, ke arah pria tampan tersebut yang kini tersenyum pada nya..


"maaf Nona, aku sudah dapat duluan"ucap pria tersebut, seorang pria dewasa yang jelas-jelas usia mereka sedikit lebih jauh, tapi ketampanan nya, membuat Alisa, sempat terpana saat itu, tapi sekilas dia menepis, pikiran nya, bayangan Adriyansah, datang di pikiran nya.


"nona, apa anda baik-baik saja??"ucap lelaki dewasa tersebut, dia bernama feri , pria yang sudah memiliki istri seusianya yang kini sudah memulai masuk kuliah ,feri , adalah tipe pria penyayang , segala keperluan istrinya .


"aku baik-baik saja, tidak masalah aku bisa mencari itu di tempat lain"ucap Alisa, pura-pura tersenyum manis, padahal hati nya begitu kesal, Alisa pun hendak kembali , tapi saat itu juga dia melihat seorang pria yang sangat dia rindukan tapi sayang ,ada wanita lain di sisinya, entah siapa dan apa hubungan antara mereka yang pasti Alisa , sangat kecewa, Alisa berusaha menahan rasa sakit nya itu, dia berjalan menuju tempat lain padahal mata Adriansyah, sudah menatap nya sedari tadi.


Alisa, berjalan terburu-buru,sambil menahan tangisnya saat ia hendak membuka pintu mobil, tiba-tiba, seseorang menghadang dia tepat di hadapan nya, menggenggam tangan Alisa.


"Alisa, aku bisa jelaskan, aku mohon dengarkan aku"ucap Adriyansah.


"maaf pak, saya tidak mengerti apa yang harus di jelaskan, sekarang bapak, sudah memiliki kekasih seharusnya aku tidak mendengar ucapan bapak saat itu"ucap Alisa, yang kini sudah bercucuran air mata, tapi Alisa berusaha membuang pandangannya ke arah lain agar Adrian, tidak melihat itu namun terlambat.


"Alisa, aku minta maaf, aku tidak pernah bermaksud untuk mempermainkan perasaan mu, aku sudah berusaha untuk menepati janji, tapi aku harus pindah tugas saat itu, dan tidak sempat untuk memberitahu langsung padamu, tapi yakinlah, setelah kamu membuktikan bahwa yang aku inginkan saat itu kamu bisa penuhi aku janji akan segera, memenuhi janji tersebut"ucap Adriyansah.


"tidak perlu pak, saya tidak ingin memaksakan perasaan orang lain , agar bisa mencintai saya, walaupun aku sudah berusaha untuk menepati janji tersebut, sampai waktu istirahat ku , tersita tapi aku hanya salah paham dengan maksud dari perkataan bapak, aku adalah wanita bodoh yang mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin, hahaha, bodohnya aku ini"ucap Alisa, yang kini masih berusaha menghindari tatapan mata pria yang selama ini ia rindukan.


"Alisa, apa bisa sekali saja tatap aku, saat kita sedang bicara"ucap Adriyansah yang merasa sangat bersalah pada Alisa, karena secara tidak langsung dia sudah melukai hati nya, dengan membawa wanita lain kehadapan Alisa.


"maaf pak saya harus segera pergi, dan satu lagi tolong maafkan kesalahan saya di saat itu, yang selalu diam-diam mengagumi bapak, mungkin ini adalah terakhir kali nya kita berjumpa, sebelum kepergian saya besok "ucap Alisa, terpotong, karena Adriyansah, membalikkan badan Alisa menghadap wajah nya saat ini, terlihat jika Adriyansah saat ini sedang sangat kesal mendengar perkataan Alisa, yang menyatakan pertemuan terakhir mereka, saat ini.


Adriyansah, tanpa pikir panjang, dia menyatukan bibir nya dengan bibir Alisa, sampai Alisa, memukul dada bidang nya, karena hampir kehabisan nafas dan itu adalah ciuman pertama nya.


"aku tidak pernah ingin mempermainkan perasaan mu, aku adalah pria, yang tidak suka ingkar janji, aku akan mewujudkan keinginan mu, sesuai kesepakatan kita, mengerti, dan jika kamu benar-benar menyukai ku, kamu tidak akan pernah pergi jauh dari ku, disini masih banyak kampus berkualitas tanpa harus repot-repot pergi keluar negeri"ucap Adriyansah penuh penekanan.


Alisa, berusaha untuk menghindari nya tapi lagi-lagi, tangannya di genggam erat oleh Adriyansah.


"aku tidak suka dengan sikap keras kepala mu ini, aku sudah berusaha menepati janji ku, saat ini, tapi ada apa dengan dirimu heuh?? aku tidak mengerti ayo katakan sekarang apa mau mu"Adriyansah, mulai terbawa emosi, karena Alisa hanya diam masih dengan berusaha melepaskan genggaman tangan Adriyansah.


"ikut aku akan tunjukkan keseriusan ku padamu"ujar Adriyansah, yang kini membawa Alisa, kesebuah toko perhiasan terbaik saat itu juga Adriyansah , meminta seorang pelayan untuk memperlihatkan koleksi terbaik cincin di toko tersebut, dan pilihan Adriyansah, adalah, sebuah cincin berlian, yang sangat indah, Adryan langsung menyematkan cincin tersebut ke jari tangan, Alisa.


"pak, apa artinya ini, jangan main-main, aku tidak ingin anda kehilangan kekasih anda hanya untuk sebuah permainan ini"ucap Alisa, yang masih bingung .


"apa aku terlihat main-main heuhhhhh, aku serius Alisa, dan jangan pernah memanggil ku dengan pak, karena bukan bapak mu, panggil aku, dengan sebutan sayang atau apapun itu tapi yang jelas jangan pernah panggil aku pak"ujar Adriyansah.


"apa, apa bapak serius??"ucap Alisa.


"aku lebih dari serius"ucap Adriyansah,sambil membayar cincin yang melingkar di jari Alisa.


tiba-tiba,dering handphone, milik Alisa, terdengar nyaring, dan Alisa langsung mengambil ponsel tersebut lalu menggeser untuk menerima panggilan.


📱"Aku kembali sekarang juga, tolong sabar sebetar"ucap Alisa.


📱"jangan lama-lama, atau, aku minta Daddy, untuk segera mengirim mu ke Hongkong"ucap Ardi.


📱"iya bawel, bilang atau pun tidak, aku akan tetap di kirim Daddy,ke sana"ucap Alisa,sedih sambil melepaskan cincin, tersebut yang kini melingkar di jari manis nya, dan mengembalikan itu ke tangan Adriyansah, yang kini menatap tajam kearah nya.

__ADS_1


"maaf kan aku, aku tidak bisa menerima nya, lagian aku tetap akan pergi jauh, sekali pun,diantara kita menjalin hubungan, jadi sebaiknya kamu berikan itu untuk wanita lain dan tidak perlu waktu lama untuk menunggu kepulangan ku, aku harap kamu akan selalu bahagia"ujar Alisa, yang kini berlari menuju lantai bawah dia hendak pergi namun Adriyansah, berhasil menghentikan langkahnya.


"tidak akan pernah ada wanita lain,selain dirimu, sampai kapan pun"ujar Ardiyansyah, yang kini menghadang langkah nya.


"ayo kita pulang bareng dan kita berdua akan menemui, Daddy mu"ucap Ardiyansyah.


🌹💖💖💖🌹


dua,jam berlalu setelah terjebak kemacetan kini Alisa, sudah sampai di depan mension nya, dan dia langsung memarkir mobil nya, disusul oleh Adriyansah,di belakang nya.


"darimana saja kamu dek, aku sudah lama menunggu mu, dan kamu datang terlambat, apa tidak bisa tepat waktu, makanya istirahat yang cukup, jangan terlalu fokus belajar, walaupun dia terlalu berarti bagi mu, lihat kesehatan mu sendiri pun sudah tidak kau hiraukan saat ini untuk apa mengejar target sementara itu hanya sia-sia ucap Ardi,sambil masuk ke dalam mobil nya itu.


"mommy,momm...ada tamu"ucap Alisa, Sambil berjalan menuju kamar nya setelah mempersilahkan Adriyansah, duduk di ruang tamu tanpa sekat tersebut.


"siapa yang datang sayang, mommy,baru selesai masak"ucap Soraya.


"ada ,kak, Adri...!!"ucap Alisa, yang kini menutup pintu kamar nya sedikit keras.


"jangan rusak pintu nya sayang, semua tidak akan ada gunanya Daddy,mu sudah memutuskan kalian akan kuliah di Amerika, setelah kak, Elena, pindah ke sana"ucap Soraya lembut.


"iya aku tau momm..."jawab Alisa dari dalam kamar.


"maaf nak Adriyansah, Alisa, akhir-akhir ini memang sifatnya berubah drastis, sejak pertama dia kehilangan mu saat masih kelas tiga"ucap Soraya,sambil membawa segelas minuman ke hadapan Adri.


"saya minta maaf Tante, seharusnya, saya saat itu menemui nya"ucap Adri.


"kamu tidak salah kamu pasti terlalu sibuk, saat itu"ucap Soraya.


"Tante,benar bahkan hingga saat ini pun, saya terlalu sibuk, tapi untuk kali ini saya hanya ingin menyempatkan berbicara serius dengan Alisa dan kedua orang tua nya, bahwa saya serius ingin menjalani hidup bersama dengan Alisa, sekalipun Alisa pergi jauh"Adriyansah berucap dengan sangat serius, tiba-tiba Alisa saat itu keluar menyeret koper kecil hendak pergi, namun Soraya menghentikan langkahnya.


"mau sampai kapan kamu seperti ini sayang ???"tanya Soraya lirih.


"Alisa,maaf kita harus bicara ucap, Adriyansah.


"kak, Adri Daddy, dan mommy tidak ingin aku kuliah di sini, aku harus pergi jauh,hiks hiks hiks hiks, Amerika,itu sangat jauh aku tidak ingin jauh dari keluarga ku"ujar Alisa.


"owh, ayolah sayang di sana ada kakak mu Elena, dan mungkin ka Edgar, juga akan kembali ke sana"ujar soraya.


"momm.... sekali ini saja biarkan aku memilih, aku tau universitas yang dulu mommy, dan kakak,kuliah adalah tempat yang bagus, tapi aku ingin di sini tidak mau jauh dengan Daddy, dan mommy, please momm"ucap Alisa.


Adri, terdiam sejenak melihat Alisa, yang menangis dan memohon, untuk tetap tinggal di sini, sebenarnya dia juga tidak tega dan tak ingin Alisa pergi jauh, tapi semua itu tidak bisa ia putuskan karena , dia hanya orang luar saat ini.


Aditya, tiba-tiba muncul dari pintu masuk, saat melihat putri nya menangis dia langsung mendekat dan memeluk nya.


"hey... sayang Daddy, kenapa kamu nangis, dan ini koper kamu mau kemana sayang??"ucap Aditya heran.


"aku tidak mau di sini kalo mommy, dan Daddy tetap ingin aku kuliah di luar, aku mau ke full house,KA Edgardo, hanya dia yang sayang pada ku"ucap Alisa,merajuk.


"sayang, jangan bicara begitu, Daddy, dan mommy, ingin yang terbaik untuk kalian berdua, tapi jika kamu tidak ingin baik'lah Daddy tidak akan pernah memaksa, asal kamu janji harus tetap rajin belajar dan jangan pernah buat kami kecewa.


"aku tidak pernah mengecewakan Daddy, aku hanya ingin bisa memilih sendiri"ujar Alisa, yang kini menangis tersedu-sedu,di pelukan Aditya, sementara Soraya, hanya bisa geleng-geleng kepala, dan Adri, tersenyum, dia baru tahu kalau Alisa, sangat manja pada Daddy, nya.


"sudah jangan nangis, sebaiknya kamu cuci muka sana, apa tidak malu, nangis depan tamu penting"ujar Soraya, menggoda putri nya itu.


"aku masuk kamar dulu"kata Alisa, yang baru sadar,kalau Adri, sedari tadi ada di rumah tersebut, dan semua orang tertawa melihat tingkah lucu Alisa yang, tengah malu, sambil berlari ke kamar nya.


"rupanya ada tamu maaf, putri ku memang sangat manja, tidak tau Sampai kapan akan terus begitu, tapi dia bisa benar-benar serius jika memiliki tekad, sendiri"ucap Aditya,sambil mengecup istrinya yang kini memberikan minum, pada nya.

__ADS_1


"Daddy, duduk lah dulu,nak Adri baru pertama kali datang kemari"ujar Soraya.


"iya, Daddy tau tapi kami sering bertemu di rapat perusahaan, iyakan Adriyansah"ucap Aditya, yang memang rekan bisnis Aditya, Adri tersenyum ke arah mereka berdua, dan Soraya yang baru tau itu pun ikut tersenyum.


"owh , pantas saja Daddy, sesantai itu"ujar Soraya.


mereka bertiga pun berbincang santai di ruang tamu, tiba-tiba Anisa datang dari luar, langsung memeluk Daddy dan mommy nya itu.


"momm... aku sudah siap berangkat besok"ucap Anisa.


"sayang kita bicara kan nanti dulu ya, setelah makan malam"ucap Aditya.


"baiklah,momm...kok.. koper Alisa ada di sini??"tanya Anisa heran.


"biasa,adikmu akan mengadu dan pulang ke rumah kakak,mu seperti kalian berempat bukan"ucap Soraya,sambil tersenyum.


"heumm,kalau begitu aku ikut ke rumah terindah kakak, saja seminggu ini sebelum berangkat"ujar Anisa.


"owh, ya ampun kalian sama saja"ucap soraya,sambil tepok jidat.


sementara Aditya hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu, yang kadang, begitu posesif.


"Om, Adri ingin bicara serius"ucap Adriyansah.


" baiklah, kita bicara berdua"ujar Aditya meminta mereka berdua pergi meninggalkan Aditya dan Adri, saat itu juga mereka pergi.


"Om, aku ingin Alisa, jadi pendamping hidup ku, mungkin ini terlalu cepat tapi aku janji akan membantu dia untuk belajar dengan serius, dan aku bisa menunggu sampai dia lulus kuliah, hanya saja aku ingin kami punya ikatan dulu, ikatan sebagai tunangan atau apapun itu terserah Om"ucap Ardi to the points.


"bukan Om, melarang, tapi dia itu masih labil kamu tau sendiri gimana tadi bukan, itulah kenapa, Om, ingin dia bisa belajar di negeri orang,agar dia bisa hidup mandiri, tapi Om, juga tidak bisa memaksa kan itu, Om hanya ingin putri om, bisa bahagia, semua om serahkan kepada mereka berdua, dan mengenai hubungan antara kalian,om ingin kalian jangan terburu-buru, memutuskan itu, jalani dulu seperti air mengalir, nanti bila kalian berdua benar-benar sudah berkomitmen Om, tidak akan pernah melarang tapi jika untuk bertunangan sekarang om, takut Alisa, berubah pikiran nantinya, dan bukan tidak mungkin bisa membuat mu kecewa"ucap Aditya.


"baiklah om"ucap Adri, mengerti Alisa pun keluar dia duduk di samping Aditya,lalu berkata .


"Daddy, antarkan aku kerumah kakak, aku rindu mereka berempat"ucap Alisa.


"heumm, kenapa tidak minta di antar oleh tunangan mu saja"canda Aditya dan hal itu berhasil membuat Alisa ,merona.


"ayo, aku antar "tawar Adriyansah.


"aku pergi sendiri saja, tidak usah merepotkan kakak"ucap Alisa,sambil berjalan menyeret koper tersebut.


"aku tidak repot, ayolah dan Anisa, juga mau kesana bukan"kata Adri.


"aku sudah siap,bye Daddy bye momm"ucap Anisa,sambil berlari mengejar mereka berdua, Soraya berjalan sambil tersenyum melihat tingkah putri mereka berdua saat ini.


"hati-hati di jalan"ucap keduanya.


mereka pun pergi di antar oleh Adri, saat ini Alisa duduk di depan bersama Adri, dan sesekali mereka saling mencuri pandang, sementara Anisa, tidur di jok belakang, karena sudah ngantuk, Adri, menyentuh tangan Alisa, saat itu juga dan mengecup nya.


"alis aku ingin kita , bisa sering jalan bersama seperti saat ini, aku mencintaimu"ucap Adri, sepontan Alisa ,kaget dan menoleh mendengar perkataan Adri, yang mendadak menyatakan cinta, saat ini.


"kakak, serius"ucap Alisa meyakinkan.


"aku serius Alisa, aku akan menunggu hingga kamu selesai kuliah setelah selesai kuliah kita bisa menikah"ucap Adri, serius pria itu memang tidak suka bertele-tele, dia adalah pria yang memiliki pemikiran yang dewasa, mungkin karena didikan orang tua nya, sedari kecil yang membuat dia menjadi pria dewasa, seperti sekarang ini.


"heumm, makasih tapi aku pikir dulu ya kak, aku tidak ingin salah mengambil keputusan, seperti dulu, dan aku harap kakak, tidak sedang bercanda, karena ungkapan hati kakak, terlalu cepat dan waktu nya kurang tepat maksud aku Kakak,nembak cewe di mobil"ucap Alisa terpotong.


"aku memang tidak seperti pria romantis di luaran sana, tapi yakinlah semua itu adalah bukti keseriusan ku"ujar Adriyansah,sambil menggenggam erat tangan Alisa.

__ADS_1


"kak, kita bisa bicara nanti sekarang fokus lah mengemudi, aku takut celaka"ucap Alisa.


"baiklah Alisa, sayang"ucap Adri,sambil tersenyum manis dan senyuman itu yang selalu membuat Alisa, meleleh, Adri pun, mengacak rambut Alisa gemas saat ini.


__ADS_2