Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Pergi #


__ADS_3

Sampai di dalam kamar, Alisa, tidak sadar kalau ternyata Aryan, diam-diam mengikuti nya, hingga Alisa, membuka baju nya saat ini dengan santainya, tapi tiba-tiba dia terkaget karena,ada tangan kekar itu memeluk nya dari belakang.


"lepas, Aryan, lepas aku mohon jangan lakukan itu"ujar Alisa, yang tau kalau tangan itu milik Aryan, yang kini tengah mengecup lehernya hingga, Alisa, kembali memberontak saat ini.


"Sayang, aku mohon biarkan seperti ini, saat ini saja, aku sangat merindukan mu"ucap Aryan .


"Aryan, kamu jangan begini please, kamu itu punya dia "ujar Alisa, yang langsung melepaskan diri dari pelukan Aryan, dengan kasar, setelah itu dia langsung mengambil bathroob nya, dan mengenakan nya langsung tanpa menoleh pada pria yang kini menatap nanar pada nya.


Alisa, langsung bergegas hendak pergi menuju ke luar kamar, tapi lagi-lagi Aryan, menghentikan langkahnya.


"Alisa, please jangan diamkan aku seperti ini, aku sangat mencintaimu"ujar Aryan, lembut.


"Cinta,...oh aku tau cinta , seperti yang kamu berikan kepada nya,lalu sekarang kamu katakan kalau kamu mencintai ku dan besoknya lagi,sama dia atau dia duluan, aku tidak ingin percaya dengan kata cinta , sampai saat ini karena itu bisa lenyap dan beralih ke yang lain seperti saat ini, ada dia yang tengah mengandung anak mu"ujar Alisa.


tiba-tiba, Aryan, langsung menarik tangan Alisa, hingga Alisa tertarik dan menubruk dada bidang Aryan, Aryan, langsung ******* bibir Alisa, dengan rakus bahkan Alisa menjerit kecil saat bibir bawahnya di gigit oleh Aryan.


"lepas, Aryan, lepas aku benci, aku sangat membencimu ,hiks hiks hiks"Alisa, langsung berlari menuju keluar kamar, dia menangis sesenggukan terduduk di lantai dengan lutut nya yang menjadi tumpuan wajah nya saat ini.


kalau boleh jujur, Alisa, tidak ingin datang ke negara itu, jika dia hanya akan terluka seperti saat ini, Alisa, teringat Adri, yang saat itu melakukan hal yang sama, tapi setidaknya Adri, sudah berusaha jujur, pada Alisa, sebelum nya saat itu hanya Alisa, yang sangat memaksakan diri nya sendiri.


"Daddy, aku ingin pulang"ujar Alisa,disela tangis nya lirih.


Alisa, pun mencoba untuk bangkit tapi dia langsung mematung saat ini karena Aryan, berdiri di hadapan nya, saat ini tatapan yang tidak bisa di artikan Aryan, langsung berjalan melewati Alisa, dan berlalu pergi.


betapa perih hati Alisa, saat ini dia yang mulai membuka hati untuk Aryan, saat ini dia juga terluka karena Aryan.


Alisa, memutuskan untuk pulang saat itu juga ke Indonesia saat ia lewat depan hunian Aryan, Alisa, sempat berhenti, melewati Aryan yang kini tengah menatap kearah nya, setelah membuka, pintu hunian nya.


Alisa, kembali menyeret koper nya, saat itu juga dia tidak ingin lagi melihat Aryan, yang langsung menutup pintu nya entah lah apa yang dilakukan Aryan, mulai saat ini Alisa, tidak ingin tahu lagi.


sesampainya di mobil Alisa, langsung bergegas menuju bandara.


sementara itu Aryan, saat ini tengah meneguk minuman keras nya, dia tidak menghiraukan rengekan wanita hamil yang kini tengah duduk di samping nya meminta untuk berhenti meminum itu.


Aryan, tidak menggubris nya, dia hanya ingin melupakan rasa sakit nya, karena wanita yang ia cintai tidak mau percaya dengan rasa cinta nya yang begitu besar dan bahkan Alisa, langsung menghujatnya bagai pria bejat harga diri Aryan, sebagai laki-laki, hilang begitu saja.


"Alisa, apa kamu tidak pernah melihat kesungguhan ku saat ini"gumam Aryan .


dua tahun sudah, berlalu sejak saat itu, mereka tidak pernah lagi bertemu, Alisa, menjalani hidup dengan, kesendirian, keluarga nya kembali berduka atas kepedihan Alisa, hingga saat ini, tapi Alisa, masih punya semangat hidup nya,yaitu putri semata wayangnya yang kini sudah berusia sepuluh tahun, gadis kecil yang dulu ia pungut di jalanan, saat ini sudah tumbuh menjadi gadis cilik yang begitu cantik, dan tak lupa dengan kehidupan yang diberikan oleh Alisa, untuk putri nya itu, segala kemewahan dan kebahagiaan, dan selalu memenuhi keinginan gadis kecil itu.


terlihat dari apa yang selalu gadis itu kenakan dari mulai ujung rambut hingga ujung kaki,semu barang branded memenuhi penampilan nya itu saat ini.


Alisa, menggunakan mobil sport nya saat ini dia hendak pergi menuju tempat Edgardo, yang jadi persinggahan setiap keluarga karena di sana seperti sumber kebahagiaan tak lupa ia membawa serta putri cantik nya itu saat ini bahkan mereka bernyanyi bersama di mobil tersebut keduanya memakai baju yang sama dari mulai topi T-shirt dan celana jeans yang senada juga tak lupa dengan sepatu yang mereka pakai saat ini benar-benar kompak.


"momm... berhenti, aku ingin beli itu dulu"ujar sang putri, yang menunjuk ke arah, toko roti yang sering mereka lewati.


"Tapi sayang,itu belum pernah coba sebelum nya, mommy,takut kamu sakit perut"ujar Alisa, lagi.

__ADS_1


"tapi mom... aku mau itu"ujar nya lagi.


"Baiklah-baiklah ayo kita turun"ujar Alisa, yang langsung mematikan mesin mobil nya, setelah menepi di pinggir jalan depan toko tersebut.


akhirnya, Alisa,membeli beberapa roti dan cake, kesukaan putri nya, dengan berat hati, jujur, Alisa, bukan meremehkan kualitas toko yang terlihat sederhana itu, tapi dia yang selalu over protective, terhadap putri semata wayangnya itu, hingga dia menjaga semua hal untuk nya.


setelah,ia membayar roti,itu dia hendak memanggil putri nya yang sudah pergi duluan untuk memastikan keberadaan nya, tapi saat dia hendak berbalik, dia melihat seseorang yang, selama ini berusaha ia lupakan yang kini tengah mematung di dekat pintu mobil nya, walaupun Alisa, menggunakan topi dan kacamata seperti yang pria itu kenakan tapi mereka saling mengenal satu sama lain nya.


mereka berdua sempat mematung hingga, keduanya di kejutkan suara panggilan dari anak mereka berdua, saat ini ya Aryan, datang bersama putra nya saat ini, dan Alisa dengan putri nya.


"momm...ada Daddy, Aryan"ujar nya.


"Sayang ayo berangkat nanti telat, dan kamu salah orang "ujar Alisa.


Alisa, dengan terburu-buru, menghidupkan mobil nya setelah memasang sabuk pengaman pada tubuh putri nya itu dia tidak ingin melihat pria yang kini masih menatap kearah mobil mereka, Alisa, langsung tancap gas, hatinya perih saat melihat anak kecil yang di bawa oleh Aryan, sangat mirip dengan nya, Alisa , merasa sudah benar meninggalkan Aryan, saat itu.


Alisa, menoleh ke samping sesaat setelah itu dia kembali fokus untuk menyetir, saat ini putri nya itu tidak berhenti mengatakan bahwa ia melihat Aryan, yang sering dia panggil Daddy, saat mereka masih bersama.


🌹💖💖💖🌹


sesampainya di tempat Edgardo, Alisa, turun dari mobil hendak membujuk putri nya, yang lagi ngambek karena tidak di turuti kemauan nya, sepanjang jalan, untuk menelpon Aryan, jangan kan untuk menelpon bahkan saat ini dia ingin pergi jauh dari dunia ini jika bisa agar tidak bertemu lagi dengan pria penghianat menurut nya.


"Daddy, apa Daddy,ada disini !!"seru Alisa, memanggil Edward.


"Ada apa teriak-teriak, sayang Daddy,di sini"ujar Edward, pria berusia enam puluh tahun itu saat ini masih kelihatan sangat muda dan segar bugar, mungkin karena selalu menjaga kebugaran tubuh nya hingga saat ini bahkan dia masih memimpin kerajaan bisnis nya.


"biar Daddy, yang bujuk dia, kamu sebaiknya istirahat saja dulu"ujar Edward.


Alisa pun mengangguk dan pergi menuju kamar nya saat itu juga.


"pelayan,ko, rumah sepi mereka pada kemana kakak, juga bukan nya ini akhir pekan??"ujar Alisa, yang kini berpapasan dengan pelayan.


"Tuan, Edgardo, sedang ada rapat dadakan sementara, nyonya Sanny, saat ini sedang berlibur bersama dengan kedua anak nya, dan hanya ada tuan besar di sini"ujar nya.


"Owh, baik'lah"ujar Alisa yang langsung masuk ke dalam kamar nya.


sementara itu Edward, tengah membujuk putri Alisa, yang kini masih merajuk.


"sayang,ayo turun, kalau kamu disini terus nanti mobilnya maju sendiri"ujar Edward.


"grandpa ... aku mau telpon Daddy, Aryan titik"ujar nya saat ini tidak bisa di ganggu gugat, dan akhirnya, Edward, langsung menuruti permintaan cucunya itu, tapi sayang nomor milik Aryan, tidak aktif lagi.


"Tuh kan apa grandpa, bilang Daddy, Aryan masih di London, saat ini karena ia sibuk bekerja, mungkin tahun depan dia akan datang ujarnya.


akhirnya , gadis kecil itu mau keluar dari mobil dan langsung bergegas menuju kedalam bersama Edward.


sementara itu Alisa, saat ini tengah bercucuran air mata,se tegar apa pun dia saat ini, dia akan tetap menangis karena hatinya benar-benar sakit.

__ADS_1


Edward, mengerti kenapa Alisa, tidak ingin mengikuti keinginan putri nya saat ini, karena Alisa, tidak pernah menolak dengan permintaan apa pun yang di inginkan putri semata wayangnya itu, sekalipun yang dia mau ada di negara yang jauh, tapi untuk menghubungi seseorang yang sudah sangat membuat nya terluka itu sangat mustahil.


hari-hari di lalui seperti biasanya, sampai saat ini Alisa, masih tetap tinggal di tempat Edgardo bersama mereka membuat Alisa, sedikit tenang meskipun dia harus mengantar jemput putri nya sekolah di tempat yang jauh dari sana.


sementara itu, di tempat rapat nya saat ini Alisa, mati-matian untuk menghindari pria yang tidak ingin ia temui, dia memilih menyimak rapat tersebut di sebuah ruangan terpisah seperti sekarang ini hingga rapat penutupan Mega proyek yang sudah rampung tersebut usai Alisa, tetap berada di ruangan tersebut, hingga mereka semua bubar dari ruangan inti barulah dia keluar.


Alisa, berjalan tanpa melihat kanan kiri,ia tetap fokus ke depan , saat hendak masuk lift, dia kaget melihat orang yang sangat ingin di hindari nya,ada di situ Alisa, hendak pergi menjauh tapi suara Aryan, menghentikan langkahnya.


"Apa kabar mu Alisa"ujar Aryan dengan nada lembut, sambil menatap kearah Alisa, tapi Alisa, tidak menggubris nya, hingga Aryan, kembali berkata.


"Maaf kan aku, jika aku menyakitimu selama ini, aku tidak ingin itu terjadi tapi semua diluar kendali, dia sudah tiada saat melahirkan putra ku"ujar Aryan.


sedikit pun Alisa, tidak bergeming dia langsung pergi menuju pintu lift,sebelah kanan, Aryan, mengerti dengan sikap Alisa, saat ini, dia akan memberikan waktu untuk Alisa.


Tapi berbeda dengan Alisa, dia kini, sudah memutuskan untuk tidak mengenal nya lagi, bagaimana pun perkataan Aryan, yang mengakui bahwa anak tersebut adalah putra nya darah daging nya, itu semakin membuat Alisa, sakit kebenaran Aryan, sudah tidur dengan wanita tersebut membuat hati nya perih bagai luka yang di taburi garam, Alisa, membenci pria itu dan mungkin pria lain nya saat ini yang ia ingat almarhum Adri, tunangan nya itu.


"Tuhan, apa salah Dan dosaku di masa lalu, hingga engkau memberikan hukuman seberat ini, Alisa, menghentikan mobilnya saat dia melewati pemakaman saat ini Alisa, turun dari mobil dan membeli bunga mawar putih yang selalu Adri, berikan pada nya saat dia masih hidup.


sesampainya di depan makam, Alisa duduk bersimpuh, dia tidak berhenti menangis, saat melihat batu nisan yang bertuliskan nama cinta pertama nya, saat ini.


Adri, kenapa kamu pergi tinggalkan aku, aku sangat kesepian, apa kamu tau Adri, aku pernah mencoba membuka hati untuk yang lain, aku menghianati cinta kita, tapi jangan kan sampai menikah,baru berencana saja dia sudah menghianati ku, kalau dulu, aku yang selalu memaksa kan kehendak ku padamu, karena aku mencintaimu tak perduli dengan semua masalalu mu, hingga kau membuktikan bahwa itu adalah nyata dan aku sempat terluka dan kecewa tapi tidak sesakit ini Adri, mungkin Tuhan menghukum ku , karena aku telah berkhianat kepada mu, tapi rasanya sakit banget Adri, hingga aku kesulitan untuk bernafas"ujar Alisa, mencurahkan isi hati nya saat ini.


tangisnya masih belum berhenti, bahkan dia tidak menyadari bahwa orang yang ia sebut kan tadi kini tengah berdiri di belakang nya.


"Adri, mulai saat ini, aku sudah memutuskan tidak akan pernah jatuh cinta lagi, pada siapapun, cukup sudah aku akan kembali menyendiri seperti dulu,se u"ucapan Alisa, terhenti saat seseorang berkata.


"cabut kata-kata mu itu, apa ?? segitu parah nya, kesalahan ku padamu hingga kau menghukum ku, seperti ini, apa kamu pernah bertanya, apa aku ingin kan semua itu terjadi, aku memang bersalah aku telah menyakiti mu, tanpa sengaja tapi, apa kah tidak ada maaf bagiku sementara tuhan saja maha pemaaf, apa lagi yang aku lakukan semua di luar kendali ku, aku tidak sengaja saat itu aku tidak sadar"ujar Aryan, sambil menggenggam erat tangan Alisa, yang hendak pergi lagi.


"tidak, sengaja, tapi jadi anak bahkan dia sangat mirip dengan mu,dulu kau benar-benar tidak mengakui perbuatan mu itu, tapi tuhan memberikan bukti yang jelas, dan nyata, selamat untuk kebahagiaan mu, atas penghianatan yang kamu lakukan"ujar Alisa, sambil melepaskan genggaman tangan Aryan, dengan kasar, Alisa hendak pergi tapi Aryan, memeluk nya dari belakang.


"Adri , bilang pada nya, bahwa aku tidak pernah ingin menghianati cinta nya, aku sangat mencintai nya, tidak ada yang lain nya, dan sampai akhir dunia ini aku sangat mencintaimu Alisa, kamu dengar itu"ujar Aryan.


"lepas Aryan, aku sudah tidak ingin mendengar itu lagi, karena setelah kepergian ku, dari hadapan mu saat itu, aku sudah memutuskan untuk tidak mencintai siapapun lagi, termasuk diri mu eumm ..."bibir Alisa, seketika di bungkam dengan ciuman kasar oleh Aryan, dengan posisi Aryan masih dari belakang sementara wajah Alisa yang menyamping.


hingga, mereka hampir kehabisan nafas Aryan,baru melepaskan ciumannya itu.


"Alisa, langsung pergi dari tempat itu, dia menangis sesenggukan hingga masuk ke dalam mobil,ia membenamkan wajahnya di atas kemudi sampai saat Aryan, mengetuk pintu kaca mobil nya.


"Alis, buka pintu nya, Alisa, aku ingin bicara, kamu dengar Alisa, aku akan menikahi mu, secepatnya, kamu dengar itu, Alisa, aku janji akan mempercepat proses nya, dan aku mohon buka pintu nya, kita perlu bicara"teriakan Aryan tidak di gubris, hingga Alisa,melaju pergi dengan mobilnya tersebut.


"Ahhhh,... harus bagaimana mana lagi aku bicara dengan mu Alisa, aku sangat mencintaimu, apa kamu dengar itu, Alisa aku sangat mencintaimu"gumam nya lirih,lalu dia pergi dan pulang menuju kota malang tempat kediaman nya saat kecil dulu.


Alisa, sangat kesal dengan dirinya sendiri, kenapa hati dan raga nya tidak, bisa bekerja sama, dia sangat membenci Aryan, tapi dia tidak bisa menolak saat Aryan, mencumbu bibir nya itu saat di pemakaman.


sementara itu di rumah sakit, setelah beberapa bulan lamanya Aditya,di rawat karena penyakit nya, akhirnya dia menghembuskan nafas terakhir nya, Soraya menangis sejadinya di pelukan Ardan, Ardi yang sudah kembali pun saat ini menangisi kepergian Aditya, Daddy nya yang selama ini selalu mendidik nya dengan baik dan tegas, Annisa pun kembali dari Hongkong, sementara Alisa, yang baru menginjakkan kaki nya di parkiran rumah sakit langsung tak sadarkan diri, saat ini dia langsung di bawa ke UGD, rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, sementara ketiga anak Soraya saat ini baru datang bersama Edward, tangis mereka pecah, mereka sangat kehilangan sosok Daddy, yang begitu baik dan menyayangi mereka tanpa pamrih, selama ini, sementara itu Edward, terdiam di pojokan sambil merenung sesekali tetesan air mata jatuh di sudut mata nya.


pria itu terkenang, saat-saat masa dulu dimana mereka berdua berselisih paham dan kadang kompak demi menjaga anak-anak nya, dan wanita yang di cintai nya, Edward, bahkan memutuskan untuk tidak menikah lagi, sampai saat ini, dia hanya ingin menjaga cinta nya terhadap Soraya, walaupun Aditya tau hal itu tapi laki-laki yang terbaring tak bernyawa itu tidak pernah mempermasalahkan hal itu, justru mereka berdua berdamai hingga kematian Aditya, saat Aditya dirawat pun Edward, yang sering menjenguk Aditya, hingga Aditya, berpesan menitipkan anak istri nya pada Edward, dan meminta Edward, menjelaskan masalah yang terjadi pada Ardi, putri nya itu.

__ADS_1


proses pemakaman usai, Soraya, saat ini bersama seluruh keluarga besar nya, tengah mengadakan tahlilan, untuk almarhum Aditya,suami dan ayah mereka yang sangat baik dan selalu memberinya cinta, hingga akhir hidup Aditya, saat itu saat Aditya akan menghembuskan nafas terakhir nya, dia mencium kening Soraya, dan akhirnya nafas nya berhenti.


__ADS_2