Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Berbaikan#


__ADS_3

tangisnya masih terdengar lirih, saat ini setelah Aditya menyelimuti tubuh mereka berdua, Soraya, tidak percaya kecemburuan Aditya, saat ini begitu menyiksa fisik dan jiwa nya.


Aditya, sendiri bangun dan pergi ke balkon, saat ini dia menyesap rokonya sambil sesekali meneguk minuman nya.


dia begitu frustasi, saat melihat Edward, bersikap mesra pada Soraya, saat itu dia sengaja melihat semua dari jauh,ya walaupun mereka tidak selingkuh seperti yang di bayangkan tapi tetap saja Aditya cemburu berat bagaimana tidak , Edward adalah mantan suami dari istrinya itu.


sampai saat ini mereka masih bersikap layaknya pasangan harmonis,demi ketiga anak mereka, Aditya melempar kan gelas berisi Wine saat itu ke dinding hingga pecah berkeping-keping dan Soraya, yang mendengar itu, semakin menangis sesenggukan.


"mas, jika kamu sudah tidak percaya lagi pada ku, kamu bisa ceraikan aku saat ini juga"ujar Soraya, yang langsung terdengar oleh Aditya.


"bicara apa kamu, heuhhhhh, aku sudah katakan sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan mu"ujar Aditya yang kini menatap tajam kearah Soraya.


"aku tidak tahan lagi dengan sikap mu,mas dulu berkali-kali kamu hianatin aku, apa aku pernah sekasar ini padamu, bahkan aku selalu mengalah, aku merelakan mu dengan cinta mu itu"ujar Soraya, yang semakin menangis kencang.


"kamu bisa melepaskan aku, karena kamu memiliki dia yang selalu menyentuh mu dengan bebas kapan pun kalian mau"ujar Aditya, yang membalikkan fakta.


"stop,mas sudah cukup , aku sudah muak terus-menerus kamu rendah kan apa segitu rendah nya aku di matamu, baiklah-baik mas mulai saat ini aku akan pergi jauh dari mu"ujar Soraya, yang langsung pergi menuju kamar mandi dia mandi dan berganti pakaian dengan sangat cepat bahkan dia sudah mulai membereskan barang-barang milik nya kedalam koper, saat ini, Aditya yang melihat itu dia merampas koper tersebut dan melempar kesembarang arah, Soraya, pun langsung pergi dari kamar nya dia hanya membawa kunci mobil miliknya saat ini dan bergegas menuju kamar anak-anak nya, dia membangunkan ke empat nya dan langsung bergegas membawa mereka namun lagi-lagi Aditya menghadangnya.


"jangan pernah bermimpi bisa keluar dari rumah ini"ujar Aditya, yang sudah memerintah kan anak buah nya di segala penjuru halaman rumah nya.


"apa mau kamu"ujar Soraya berteriak,ke empat anak nya langsung menangis ketakutan, Aditya membawa mereka dan menenangkan nya, saat itu juga dia bilang kalau iya dan Soraya, tengah berakting seperti di TV, mereka yang polos pun langsung mengangguk dan kembali tersenyum mereka pun kembali tertidur, sementara Soraya, yang kini tengah duduk di sofa sambil menutup wajahnya yang berlinang air mata dia langsung di tarik Aditya ,menuju kamar mereka.


"lepas"ujar Soraya, berontak.


"diam,atau anak-anak, akan tau semua nya"ujar Aditya penuh penekanan.


"apa mau mu Aditya"ujar Soraya.


"owh, bagus baru sekejap saja kita bertengkar kamu sudah berani memanggil nama suami mu, sementara yang sudah bertahun-tahun berpisah, kamu masih panggil dia dengan mesra nya"ujar Aditya lantang.


"mas jika kamu memiliki yang lain di luaran sana, silahkan jujur saja aku tidak akan melarang mu, tapi kamu tidak perlu mencari-cari alasan dengan mengorek kesalahan ku"ujar soraya.


"diam... jangan sembarang bicara jelas-jelas kau yang salah saat ini kau berani menuduh ku, Soraya, aku melihat nya dengan mata kepala ku sendiri, kamu masih memperlakukan nya seperti dulu"ujar Aditya.


"jadi itu masalah mu, tapi apa kau pernah liat aku berselingkuh dengan nya atau melakukan hal di luar batas, tidak kan bahkan aku melakukan itu semua dengan berbagai pertimbangan dan juga atas persetujuan mu "ujar Soraya.


"tapi itu dulu sebelum mereka tau tentang kalian"ujar Aditya.


"tapi dulu ataupun sekarang, mereka tetap anak kami darah daging kami tidak bisa di hapus"ujar soraya.


mereka pun tidak ada yang mau mengalah saking lelahnya Soraya, pun diam dan terduduk di lantai dia menjadikan lutut nya sebagai penyangga wajah nya menunduk, dan masih mengeluarkan air mata.


"Aditya, pun terduduk di samping ranjang dia masih menatap istrinya, saat ini sebenarnya dia sangat takut kehilangan wanita yang sangat di cintai nya itu, hingga saat ini itulah kenapa, sebesar apapun pertengkaran mereka Aditya, tidak ingin istrinya pergi jauh dari nya itulah kenapa Aditya, menyuruh orang kepercayaan nya berjalan di setiap sudut di mension tersebut.


Soraya, pun tertidur mungkin karena lelah nya Aditya, pun langsung mengangkat tubuh soraya ke atas ranjang nya dia memperhatikan,tubuh istrinya yang sedikit, kurus, semenjak ketiga anaknya itu mengetahui perceraian nya dengan Edward, dan mereka memutuskan untuk tinggal bersama dengan ayahnya itu.


"apa yang harus aku lakukan, sayang aku sangat mencintaimu, tapi aku juga tidak rela melihat kemesraan kalian , walaupun untuk kebaikan anak-anak"gumam nya lirih.


Soraya,kini tertidur dalam dekapan Aditya, dia juga begitu terluka saat melihat istrinya menangis, tapi dia begitu di kuasai amarah saat tadi.


Aditya, mengecup bibir soraya dan seluruh bagian wajah nya,kini giliran dia yang menangis, dalam diam, dia benar-benar sakit melihat wajah istrinya yang kini tertidur dengan wajah sembab.


"maafkan aku sayang, aku benar-benar minta maaf, aku terlalu mencintaimu aku bahkan sangat mencintaimu, sejak pertama kali melihat, saat itu aku bertekad untuk memiliki mu hanya kamu satu-satunya wanita yang paling berharga dalam hidup ku dan yang paling aku cintai"ucap Aditya lirih.


ke esokan pagi nya, Soraya, terjaga, dia melihat kesekeliling kamar saat ini di lihat nya Aditya, sudah mandi dan bersiap untuk pergi ke kantor, Soraya, hanya diam tanpa melakukan apapun.


"bangun lah sayang, aku sudah buatkan sarapan pagi untuk mu"ujar Aditya, mencoba bersikap biasa, seperti tidak pernah terjadi apa-apa, kemaren.


soraya, hanya diam tak menjawab, perkataan Aditya.


"sayang, ayolah jangan seperti ini aku minta maaf, aku terlalu cemburu kemarin, aku benar-benar minta maaf ayolah sayang, jangan buat aku kepikiran, sebetar lagi, aku ada meeting penting"ucap Aditya, seraya mengecup puncak kepala istrinya dan kini beralih di bibir Soraya.


"pergilah, aku belum lapar"ucap Soraya.

__ADS_1


"baiklah jika, kamu masih tidak memaafkan aku, aku tidak akan pergi bekerja, aku akan batalkan meeting penting nya saat ini juga"ancam Aditya.


soraya, masih terdiam, sampai saat Aditya mengambil ponsel nya Soraya, langsung menghentikan nya.


"baiklah aku akan sikat gigi dulu"ujar Soraya,sambil bergegas menuju kamar mandi, Aditya, tersenyum lega, karena istrinya itu sudah mau memaafkan nya meski masih banyak diam.


tidak lama Soraya, pun keluar dan sudah lebih segar saat ini.


Aditya, langsung memeluk nya erat dan mencium bibir nya dengan sangat lembut, setelah itu"maaf kan aku sayang, aku khilaf"ujarnya sambil kembali mengecup bibir istri nya itu.


mereka pun sarapan bersama di dalam kamar mereka, dengan nasi goreng spesial buatan Aditya sendiri, saat ini bahkan dia menyuapi Soraya, dengan penuh cinta.


"sayang, hari ini setelah meeting, aku akan langsung pulang bersiap lah kita akan berlibur di villa, Bunda, seperti dulu"ujar Aditya.


"benarkah"jawab soraya antusias, Jujur saja Soraya, sangat merindukan tepat itu sudah seperti tempat peristirahatan dari beban yang menghimpit dadanya.


"tentu saja Sayang ku, aku tidak pernah bohong"ujar Aditya.


"aku kerja dulu, jangan lupa dandan yang cantik setelah itu kita akan langsung berangkat"ujar Aditya sambil mengecup bibir Soraya, sedikit lebih lama.


🌹💖💖💖🌹


di sinilah mereka berenam saat ini Soraya, dan semua nya tengah menikmati udara segar di sore hari, karena udaranya yang sangat sejuk dan bersih, membuat mereka begitu bahagia,sambil menikmati camilan yang di buatkan oleh bibi yang bekerja mengurus villa tersebut.


Aditya,kini membawa soraya, dalam dekapan nya, sementara anak mereka tegah sibuk bermain,di hadapan mereka, saat ini Aditya menghujani istrinya itu dengan kecupan, di seluruh wajah cantik nya itu.


"mas, aku bahagia,bisa menghabiskan waktu dengan mu, saat ini"ujar Soraya.


"tentu sayang, aku janji satu Minggu ini aku akan selalu ada bersama dengan mu di sini"ujar Aditya.


sementara itu di Mension Edward kini Edgardo, sedang sibuk belajar memasak seperti keinginan nya.


Edward, mewujudkan keinginan putra nya itu, Elena juga ikut kursus, tapi yang paling berpotensi adalah Edgardo, meski dia laki-laki tapi kebiasaan nya makan banyak dua kali lipat dari sang kakak itu menjadi motivasi yang tinggi untuk nya.


setelah selesai mengerjakan pekerjaan nya Edward,kini memang jarang masuk kantor dia bekerja dari rumah hanya untuk mengawasi ketiga nya.


Edward,tau Soraya, sudah sangat repot saat ini mengurus keluarga nya, dia tidak ingin membebani mantan istri nya itu meski pun sesekali Soraya, datang menemui mereka.


Edward,kini sedang melihat putra bungsu nya yang menggunakan seragam koki dia seperti koki profesional yang sudah ahli memasak dia bahkan mengabadikan momen tersebut lewat video, dan di kirim kan ke Soraya, saat itu juga Soraya, langsung membuka pesan yang masuk dengan tulisan.


chef profesional tengah beraksi.


Soraya, pun begitu bahagia melihat semuanya berkumpul saat itu apa lagi si bontot tengah melakukan hal yang sudah sangat lama ia ingin kan menjadi koki, itulah kenapa dia begitu suka makan menurut nya untuk menyemangati diri sendiri.


"sayang mommy, bangga pada kalian, semoga kelak kalian lebih bahagia lagi dan sukses"ujar soraya, yang kini tengah menonton video bersama keluarga nya, Aditya pun menyunggingkan senyum nya dia tau putra nya itu doyan makan sedari kecil saat mereka masih tinggal bersama dengan nya.


"mereka sudah mulai tumbuh dewasa"ujar Aditya sambil mencium bibir soraya, video itu pun langsung di ambil alih oleh ke empat anak nya yang begitu merindukan ketiga kakak nya itu.


Aditya, mengajak istrinya ke dalam kamar, saat ini entah kenapa Aditya, ingin sekali mengurung nya seharian, di dalam kamar beruntung asisten nya mengerti dia mengirim kan empat pengasuh ke villa tersebut dan mereka yang menjaga ke empat nya di luar villa pun di jaga ketat oleh para bodyguard nya.


sementara itu Aditya kini tengah asik bercinta dengan Soraya, hingga berjam-jam lamanya dan mereka pun hampir kehabisan tenaga, Aditya benar-benar menggempur habis istrinya yang kini terkulai lemas di atas ranjang.


"terimakasih sayang, aku sangat bahagia"ucap Aditya, yang langsung di peluk oleh Soraya, mereka pun tidur saling berpelukan di dalam selimut mereka benar-benar lelah hingga lupa untuk makan siang.


di kediaman Edward, dia kini tengah menikmati makan siang nya, hasil masakan Edgardo, dan rasanya tidak kalah dengan yang ada di restoran, bahkan tertata rapi di piring, seperti sangat profesional.


"sayang, Daddy bangga pada mu, kamu benar-benar mewujudkan mimpi mu, tapi ingat Daddy, tidak ingin sekolah mu terganggu, setelah kalian lulus SMA, Daddy, ingin kalian kuliah di Amerika,di kampus, tempat dulu Daddy dan mommy, kalian belajar"ujar Edward.


"waww, Daddy ,itu hebat ujar Edgar.


"iya, tapi kita akan tinggal jauh dari mommy"ucap Elena dan Edgardo.


"jangan sedih, setiap kali kalian liburan Daddy, akan mengajak kalian pulang kemari untuk bertemu dengan mommy, dan mungkin mommy, kalian yang akan mengunjungi kalian,itu bisa di atur"ujar Edward.

__ADS_1


"baiklah Daddy, tapi aku bingung harus mengambil jurusan apa"ujar Elena.


"kenapa bingung, mommy,dulu mengambil jurusan bisnis tapi Daddy, tidak mengharuskan mu untuk itu"ujar Edward, memberikan pengecualian untuk putri nya itu.


"aku tanya mommy dulu"ujar Elena.


"sayang, kamu sudah bisa mengambil keputusan mu sendiri"ujar Edward.


"tapi aku ingin mommy, yang putus kan "ucap Elena.


"baiklah terserah kamu saja"ujar Edward pasrah.


seperti nya, putri nya itu memang begitu sulit untuk jauh dari ibunya Edward, tidak mempermasalahkan hal itu baginya kebahagiaan putri nya jauh lebih penting.


"aku akan mengambil jurusan bisnis Daddy"ujar Edgardo.


"baiklah sayang, tapi bagaimana dengan cita-cita mu?"ujar Edward bertanya.


"itu bukan masalah besar Daddy,selain itu sebagai hobi , aku tidak akan mengesampingkan kepentingan kita semua aku akan membantu Daddy di perusahaan, dan jika liburan tiba aku bisa masak untuk kita"ujar Edgardo.


"Good boy"ujar Edward.


"aku mau ambil jurusan arsitektur, dan bisnis juga"ujar Edgar.


"heumm,itu juga bagus sayang Daddy akan selalu mendukung kalian.


hanya Elena, yang belum mengambil keputusan saat ini,ia masih menunggu keputusan mommy nya.


waktu berjalan begitu cepat kini mereka pun sudah lulus SMA, keputusan Edward, sudah bulat untuk sementara waktu dia akan membawa mereka pindah ke Amerika, untuk melanjutkan kuliahnya di sana, dengan berat hati, soraya menyetujui itu semua, saat ini mereka tengah berada di rumah Soraya, untuk berpamitan, tangis Soraya , pecah ketika Edgardo, berkata.


"momm... Edgardo, akan jadi anak yang sukses, Edgardo janji setelah itu Edgardo akan selalu menjaga mommy, dan Daddy juga Daddy Aditya, Edgardo sayang kalian, semua jaga kesehatan, Edgardo akan merindukan kalian semua adik-adik ku belajar yang rajin, dan ingat harus jadi anak penurut, sayang mommy, dan Daddy kakak,titip mereka pada kalian berempat, jika kalian menurut,kakak akan bawakan hadiah yang banyak untuk kalian"ujar Edgardo Soraya memeluk putra bungsu dari pernikahan nya dengan Edward, dengan penuh cinta dia menangis sesenggukan Rasa nya berat melepaskan mereka pergi jauh, kedua anak nya yang lain pun ikut memeluk mommy nya itu, dan Aditya juga mereka berpamitan sambil memeluk ayah sambung nya itu Aditya mengecup puncak kepala ketiganya saat ini.


Edgardo, pun beralih memeluk ke empat adik nya itu, dengan Sayang, Alisa dan Anisa menangis karena memang mereka lebih dekat dengan Edgardo.


"kakak... Alisa ikut,kakak"ujar Alisa.


tidak sayang kalau kamu ikut siapa yang akan jaga mommy dan Daddy"kata Edgardo sambil mencium pipi keduanya.


"Anisa janji tidak akan nakal kalo kakak,bawa Anisa"Edgardo menangis dia kembali memeluk adiknya itu dengan sayang .


"kakak, janji setiap hari kita bisa Vidio call, dan setiap liburan tiba kakak akan menengok kalian"ujar Edgardo, yang masih memeluk kedua nya.


sama halnya Edgardo, Elena, pun kini, tengah memeluk kedua adiknya yang laki-laki itu mereka menangis di pelukan Elena.


"Elena, jahat Elena, tidak sayang kita"ujar mereka yang langsung pergi ke kamar nya.


mereka hanya bisa menghela nafas, sulit rasanya membuat mereka berpisah, tapi semua itu demi kebaikan bersama, Edgar , masih memeluk Soraya, rasanya berat meninggalkan ibu kandung nya itu.


"sayang,hey kakak, tidak boleh cengeng mommy janji, jika Daddy libur kerja mommy pasti mengunjungi kalian semua"ucap Soraya, yang kini mengusap air mata Edgar,si sulung tidak kuasa jika harus berpisah dengan mommy nya, lebih jauh lagi.


"Edgar, sayang mommy, Edgar ingin mommy, selalu sehat dan doakan Edgar ,biar kelak bisa membahagiakan mommy"ucap Edgar.


"tanpa, kamu minta pun, mommy, selalu mendoakan kalian semua sayang, dan ingat jangan kan nanti sekarang pun mommy, sudah sangat bahagia, melihat kakak, dan adik-adik semua tumbuh dengan baik,ingat sayang fokus lah dengan kuliahnya, mommy,di sini akan selalu baik-baik saja, ingat kakak, harus nurut sama Daddy, dan jaga adik-adik kalian harus saling menyayangi sampai kapan pun"ucap soraya yang kini kembali memeluk putra sulung nya itu.


"Daddy,,,, aku sayang Daddy, sehat-sehat ya jaga mommy, dan adik"ujar Edgar.


"tentu sayang Daddy, juga sangat menyayangi kalian semua, Daddy, janji akan sering mengunjungi kalian semua"ujar Aditya.


dan akhirnya mereka pun berangkat menuju Amerika, menggunakan jet pribadi milik Edward, Soraya sempat pingsan, mungkin dia kelewat sedih saat ini mengantar kepergian mereka untuk belajar di negara asal ayah nya itu.


hari-hari pun berlalu kini sudah dua bulan mereka di sana mereka selalu mengirimkan foto atau video yang menggambarkan kegiatan mereka selama di sana.


Edward, pun selalu memantau kegiatan ketiga anaknya disela kesibukan nya mengurus perusahaan.

__ADS_1


sementara di Indonesia,kini Soraya,di sibukkan mengantar jemput ke empat anak nya yang bersekolah.


__ADS_2