
Setelah pertemuan nya di rumah sakit tersebut, Emeralda dan Adrian tidak pernah lagi, bertemu Emeralda, memang jatuh cinta pada Adrian, tapi dia tidak mau jadi wanita bodoh yang akan terus menerus berharap pada pria yang sama sekali tidak pernah mencintai nya sedikit pun.
Emeralda, memutuskan untuk pergi kuliah ke luar kota, saat ini dia tinggal dia tinggal di Bandung, tempat omah nya dulu .
Emeralda, kuliah di Bandung,di universitas yang sama dengan Soraya dulu sebelum pindah ke Amerika bersama dengan Edward.
Emeralda, harus siap terpisah dari keluarga saat ini, karena dia ingin belajar hidup mandiri, walaupun masih menggunakan pasilitas lengkap dari Daddy nya, yang selalu memanjakan nya itu.
sementara Emerald sang kakak,kini sudah mengurus perusahaan milik Daddy nya, sambil lanjut S2 di Amerika.
Emeralda, sendiri tinggal di apartemen, milik nya yang belum lama ini di persiapkan oleh sang Daddy.
hari pertama kuliah pun, Emeralda, tidak merasa berada jauh dari orang tua, meski dia terlahir dari keluarga kaya raya, tapi sikap nya rendah hati dan ringan tangan.
seperti sekarang ini Esmeralda, berjalan kaki dari apartemen milik nya, bersama kedua temannya yang baru di jumpai di hari pertama berkunjung ke kampus itu.
mereka seperti wanita nakal, yang sering di jumpai di sudut kota, tapi Emeralda, tidak memandang rendah pada mereka, yang satu menjadi sugar Daddy, dari pria yang sudah berumur, dan yang satu pegawai club malam entah di bagian apa??.. yang pasti selama sikap mereka sopan,bagi Emeralda tidak ada masalah,toh mereka punya cara tersendiri untuk bertahan hidup, seperti yang mereka jalani, mungkin Emeralda, juga akan melakukan hal yang sama jika di posisi mereka saat ini.
Emeralda, justru terlihat lebih dewasa, saat ini setelah bergabung dengan mereka, dia lebih menghargai hidup nya, termasuk bersyukur terlahir dari keluarga berkecukupan dan juga baik-baik.
sesampainya di kampus, mereka yang tidak satu jurusan pun, hanya bertemu saat pergi, atau pulang bila jadwal nya berbarengan.
Emeralda, memutuskan untuk fokus pada mata kuliah nya saat ini, hingga tanpa sadar seseorang memperhatikan nya.
hingga jam kuliah usai Emeralda, berjalan menuju kantin kampus, hanya untuk melepas dahaga, dia belum terbiasa jajan di luar, selain di restaurant hotel berbintang, bahkan di cafe pun jarang, selain saat teman berulang tahun, kecuali minuman kesukaannya.
Emeralda, harus beradaptasi banyak hal, saat ini, dia yang tidak ingin mendapatkan ejekan Nona, muda kaya raya, berusaha berbaur dengan mereka yang satu kelas dengan nya, yang kini tengah nongkrong bareng,sambil menikmati makan siomay,mang Ujang.
Emeralda, sempat bingung antara mencoba nya atau tidak, hingga akhirnya sendok tersebut kembali mendarat di mangkuk, dia hanya bisa makan makanan, yang di masak oleh Daddy, atau mommy nya sendiri.
"Ayo Em...di coba kamu pasti ketagihan deh"ujar Hesty, teman wanita yang bersebelahan dengan nya.
"Aku takut HES..."ujar Emeralda.
"Alda...ini enak nih biar aku yang suapi kamu"ucap Ferry, sahabat nya, masih satu kelas.
"Tidak, aku tidak mau masuk rumah sakit, gara-gara jajan sembarangan bisa-bisa Daddy, pindahin aku ke Amerika bersama dengan kak, Emerald"ucap Emeralda.
"Owh, ya ampun Nona, muda memang sebaiknya jangan masuk kantin tapi harusnya restaurant hotel saja, hahahaha"ucap Ferry yang langsung tertawa lepas.
"Kalian jahat deh"ujar Emeralda, yang langsung berlari hingga menubruk dada bidang seseorang yang sangat wangi maskulin.
"Maaf"ucap Emeralda, saat dia mendongak menatap wajah pria tampan yang tidak pernah ada duanya, selain pria itu dan Daddy nya, Edgardo.
Adrian, lewat.
pria itu tidak bergeming sedikitpun,lalu kembali melangkah bahkan tidak menjawab sedikit pun,di ikuti oleh asisten pribadi nya saat ini.
sampai saat dia di parkiran mobil, terlihat semua orang berkerumun terutama para cewek cantik, saat Emeralda, hendak masuk ke dalam mobil nya, yang di antar sopir tadi, tiba-tiba.
"Hey...ayo gabung bersama dengan kami,di sini"ujar artis yang sangat terkenal itu, dia sengaja datang untuk berkunjung bersama dengan, sepupunya yang tak lain pemilik kampus tersebut, pria yang tadi bertabrakan dengan nya.
"Maaf, saya sedang buru-buru"ucap Emeralda, menolak halus.
mungkin bagi sahabat nya, semua dia adalah seorang idola tapi bagi Emeralda, dia sama saja seperti orang lain pada umumnya.
saat Emeralda, hendak masuk ke dalam mobil, lagi-lagi langkah nya kembali terhenti, dengan bunyi notifikasi, sambungan telepon pun tersenyum bahagia karena, yang menelponnya adalah saudara nya yang ada di kota itu.
Emeralda, anteng berbincang dengan seseorang di telpon hingga tanpa sadar seseorang berdiri memperhatikan nya, masih terus mengobrol dengan orang di sebrang telpon tiba-tiba dua sahabat nya datang mereka kini tengah bersandar di samping mobil, orang yang melihat penampilan dua wanita itu yang memakai pakaian kurang bahan mengira mereka adalah lo**e padahal itu tidak benar.
"Ayam kampus"gumam nya lirih ujar seseorang yang sedari tadi memperhatikan nya.
"Emeralda , sayang mau sampai kapan??... kita terus berdiri pegel nih??...."ucap salah satu sahabat nya itu.
__ADS_1
"Ketty... media.."ujar Emeralda berteriak lantang karena kaget tiba-tiba saja ia muncul di hadapan nya, padahal mereka sudah sedari tadi ada di sana hanya saja ia tidak menyadari nya,saking anteng nya.
"Emeralda!!!!...."teriak mereka pura-pura kaget .
"Owh ya ampun lebai nya"ucap Emeralda.
"Kau kemana saja,ini masih tengah hari bolong, sudah tidur"ucap Ketty,si sugar Beby.
"sorry,gue lagi mimpi indah"jawab Emeralda, yang mulai terbawa suasana.
"Dengan siapa??...kalo boleh tau"ucap Medina.
"saudara gue"udah deh jangan keterlaluan ngiler, nya"ucap Emeralda.
"Habis, dia guan teng banget.... ucap nya sedikit berteriak .
"Biasa aja kali,memang tidak pernah lihat orang ganteng, Daddy gue aja lebih ganteng dari dia"ujar Emeralda, yang masih di perhatikan oleh orang dari samping nya yang masih berada di dalam mobil nya.
"Kenalin ke gue,dong"ucap Medina.
"kenalan, aja sendiri, dia baru kembali dari Amerika, ngajak ketemuan, dia sepupu gue saudara mommy,kalau sepupu gue dari Daddy, lebih ganteng lagi, tapi sayang masih Bocil"ujar Emeralda dengan santai nya.
"Owh ya ampun gak kebayang deh, keluarga Lo, banyak orang tampan nya"ujar Ketty.
"Tentu nya, keturunan terbaik"ucap Emeralda, sedikit menyombong kan diri, setelah itu dia tergelak melihat ekspresi kedua sahabatnya itu.
"mobil Lo baru lagi perasaan baru kemarin Lo bawa mobil yang lain"ucap Medina.
"Daddy, tadi yang kirim beserta sopir nya"ujar Emeralda, yang kini masuk ke arah kemudi .
"Wah orang tajir memang gak pernah setengah-setengah"ucap Ketty.
mereka pun berlalu pergi dari parkiran kampus tersebut.
🌹💖💖💖🌹
Disinilah, Emeralda, berada di sebuah restaurant hotel, dia datang sendirian ke hotel tersebut, seseorang yang juga hendak bertemu dengan klien nya, masuk berbarengan dengan gadis itu tiba-tiba mereka berdua di sambut pelayan restaurant tersebut menuju ruang privat, Emeralda, sempat terbengong tapi sedetik kemudian.
"Emeralda, apa kamu ingin terus berdiri dan tidak menyambut ku"ujar pria arogan itu.
"Ah... aku lupa tuan tampan"ujar Emeralda, yang langsung menghambur ke dalam pelukan sepupunya itu yang bernama vanno.
"Kau semakin cantik saja princess, kenalkan ini adalah tuan Erik, beliau teman sekaligus rekan bisnis ku"ucap vanno.
"Emeralda"ujar Emeralda.
"Erik "ucap pria itu .
mereka pun duduk dan mengobrol santai, hingga pelayan datang menghidangkan makanan, yang cukup menggugah selera, tapi biasa saja bagi Emeralda, wanita itu sudah terbiasa dengan masakan Daddy nya dari mulai Nusantara hingga mancanegara, semua sudah dia cicipi.
"Jangan terus di pandangi, makan lah di Bandung tidak ada Daddy mu"ujar Vanno yang tau dengan kebiasaan Emeralda, itulah alasan kenapa, dia memilih sekolah di luar kota bukan luar negeri, karena dia belum terbiasa dengan masakan orang lain, sementara di Bandung setiap hari, orang suruhan Edgardo, mengirimkan makanan hasil masakan nya sendiri, walaupun butuh berjam-jam untuk sampai ke sana.
mungkin karena Edgardo, sedari dulu terlalu over protective terhadap putri nya itu, jadi dia tidak terbiasa dengan kehidupan di luar.
"Aku sudah kenyang, sebelum kesini, sudah makan"jawab Emeralda.
"uncle,kirim makanan dari jauh benar-benar keterlaluan, padahal di sini juga dia punya restaurant"ujar Vanno.
"Aku tidak bisa memakannya"ujar Emeralda lagi.
"Emeralda kamu sudah harus membiasakan diri, bagaimana kalau Daddy mu sedang berada di luar negeri, apa kamu ingin kelaparan"ucap Vanno.
"Itu tidak akan terjadi kak, Daddy, selalu simpan stok makanan buatku"ucap Emeralda, tetap kukuh.
__ADS_1
sementara Erik, hanya diam sambil menikmati hidangan nya.
"ehh... teman ku memanggil ku, aku pergi dulu ya kak,kalau kangen datang saja ke apartemen ku"ujar Emeralda.
Gadis itu berlari kecil setelah mencium pipi Vanno, sebelum nya dan berlalu pergi dari tempat itu, sementara Erik, yang melihat itu, hanya geleng-geleng kepala.
"Heran, kebiasaan nya,belum berubah, dia tidak bisa makan, makanan yang di masak oleh orang lain,selain uncle Edgardo"ucap Vanno.
"Dia siapa,sob..."ujar Erik.
"owh, wanita yang tadi, dia sepupuku, putra dari Edgardo uncle ku"ujar Vanno.
"Dia... putri tuan Edgardo, tuan Milioner itu"ujar Erik, yang sudah mengetahui Edgardo yang seorang Milioner,di negara ini.
"Ya, dia putri satu-satunya,maka dari itu Emeralda, gadis manja yang tidak pernah bisa makan di luar kecuali masakan uncle ku itu"ucap Vanno.
sementara itu di Erik, sedang bergumam dalam hati nya"Pantas saja, mobilnya tadi bukan mobil yang di jual di pasaran negara ini.
Erik, pun langsung membuka obrolan tentang kerjasama dan obrolan antara laki-laki, seperti biasanya, sementara itu Emeralda gadis cantik itu, saat ini tengah berada di pusat perbelanjaan, tapi bukan untuk belanja, melainkan menemani dua sahabat nya itu berbelanja.
"Kamu tidak ingin belanja gitu Alda"ujar Ketty.
"Aku tidak sedang membutuhkan apa-apa, jadi kalian saja"ucap Emeralda.
"Oke, baiklah"ucap keduanya kompak tapi tiba-tiba ada seseorang yang langsung memeluk Ketty,di hadapan mereka berdua, pria itu sudah berumur mungkin seumuran Daddy nya.
"Sayang kamu, kenapa kesini tidak bilang-bilang, ucap nya sambil tersenyum.
"Aku, sedang bersama sahabat ku Daddy"ujar Ketty.
"Owh, kalian berdua sahabat Ketty, makasih ya sudah menemani nya, untuk itu kalian bisa belanja sepuasnya, Om yang traktir "ucap pria kaya itu, tiba-tiba saja di sambut bahagia oleh Emeralda, dia langsung berlari ke butik yang menjual barang branded, dan mengambil apa-apa saja yang dia lihat bagus, bukan karena dia suka dan ingin tapi dia ingin memberikan pria itu pelajaran.
entah kenapa??.. Emeralda, benci dengan laki-laki hidung belang yang suka memanfaatkan wanita lemah.
setelah selesai memilih beberapa barang yang harganya sama dengan harga satu mobil sport, Emeralda, langsung memberikan belanjaan itu diberikan kepada kedua sahabatnya nya.
"Om...saya sudah puas berbelanja,saya pamit pulang"ujar Emeralda, yang sudah memberikan barang itu di kasir, sementara mereka bengong bertiga.
"lalu kenapa??... tidak di tunggu barangnya"ucap pria itu.
"bisa dikirim ke alamat Medina, nanti Om, aku ambil di sana"ujar Emeralda.
"Ok, kamu memang wanita cerdas"ujar pria itu
yang kini tengah menerima laporan keuangan pengeluaran yang sangat besar itu,ada rasa dongkol, tapi dia tidak ingin mereka menganggap nya, pria miskin.
Emeralda, langsung bergegas pergi dari tempat itu menuju apartemen, dia sudah sangat lelah ingin sekali beristirahat.
sementara itu saat ini di sebuah Mension masih di kota Bandung pria yang baru saja habis mandi tersebut, tengah marah besar pasalnya sang kekasih tengah berbaring di ranjang tanpa seizin nya.
Gideon Alexander ,yang sering di panggil Alex, saat ini mengusir Paksa kekasih nya itu,sambil meminta pelayan mengganti seprai yang menurut nya sudah tercemar.
pria itu memang menyayangi kekasih nya itu tapi dia tidak suka ruang privasi nya di jamah orang lain,sekalipun , itu adalah kekasih nya sendiri, karena menurut nya hanya istrinya kelak yang akan menempati itu, dan jika mereka berjodoh nanti.
pria yang sangat dingin itu tidak suka barang miliknya di ganggu, kekasih nya bukan baru kali ini tau tapi dia sengaja ingin mencoba seberapa marah nya Gideon Alexander, jika dia melakukan hal itu, dan saat ini dia bergidik ngeri, melihat ke arah Alex, yang menatap tajam kearah nya.
"Sayang, aku minta maaf, tadi aku tidak sengaja terjatuh, saat ingin memanggil mu, aku minta maaf tolong maafkan aku, kamu boleh menghukum ku tapi tolong maafkan aku"ucap Aisyah, wanita cantik yang berprofesi sebagai model tersebut.
"Kau bilang tidak sengaja,lalu apa??... orang tidak sengaja akan bersantai di atas sana, sudah cukup Aisyah, sekarang kamu pergi dari sini aku sedang tidak ingin berdebat saat ini"ucap Alex.
"Alex"belum sempat ia kembali berucap Alex, sudah membanting pintu tepat di hadapan Aisyah, yang sedari tadi berjalan mundur.
"heuhhhhh,kalau saja bukan karena uang mu aku tidak Sudi terus bertahan dengan pria dingin seperti mu tampan sih tampan tapi kalau sedang marah kau lebih menakutkan dari monster"ujar Aisyah.
__ADS_1