Sugar Daddy

Sugar Daddy
#jebakan #


__ADS_3

hari ini soraya, tengah menemani ketiga anaknya pergi ke sekolah mereka ini adalah hari ke lima mereka masuk sekolah, saat soraya turun dari mobil tiba-tiba ada seseorang yang meminta tolong.


soraya di bantu para asisten nya, membawa ketiga anak nya di bawa masuk ke dalam kelas sementara soraya mengikuti ibu-ibu yang berteriak minta tolong.


soraya kehilangan jejak sampai di gang sempit saat ini tiba-tiba ada yang membekap soraya dan soraya pun kehilangan kesadaran, saat ini Aditya tengah di sibukkan dengan laporan bahwa istrinya hilang.


Aditya mengerahkan seluruh anak buah nya, saat ini dia langsung pergi ke sekolah putra putri nya dia langsung menyusuri sinyal GPS ponsel istrinya itu.


melewati gang sempit dan tembus ke sebrang jalan raya setelah itu dia menyusuri jalan setapak ternyata di sana ada sungai di pinggir sungai ada tempat penggilingan padi yang sudah tidak di gunakan lagi,di sana ada lima orang berjaga di depan nya Aditya langsung menyerbu tempat tersebut dengan puluhan anak buah nya.


saat sampai di dalam setelah melumpuhkan, para penjahat di luar sana dia melihat istrinya yang sedang di aniyaya oleh para preman dan orang suruhan nya ternyata adalah mesin Mindy yang kini tengah menjambak rambut soraya.


"Mindy, kurang ajar kau berani-berani nya melukai istri ku!!"""teriak Aditya yang langsung menyergap Mindy dan menendang nya keras-keras di hingga Mindy terpental ke belakang.


buk, buk buk...


suara, bogem bertubrukan baku hantam tidak terelakkan, saat ini semua orang suruhan Mindy sudah kabur dan polisi pun datang menangkap sebagian dari mereka sementara itu Mindy di gelandang ke kantor polisi Aditya mengangkat tubuh soraya yang sudah tidak sadarkan diri, saat ini membawanya ke mobil.


soraya di larikan ke rumah sakit, karena belum sadarkan diri juga saat ini, beruntung kondisi bayi, nya baik-baik saja saat ini hanya soraya mengalami syok, akibat kekerasan yang di lakukan terhadap diri nya.


Aditya pun setia mendampingi istri nya hingga soraya sadar dia menggenggam tangan soraya dan sesekali mencium puncak kepala nya.


perlahan soraya membuka mata, dia langsung menangis dan memeluk Aditya tubuhnya bergetar hebat, dia sangat ketakutan apa lagi dia takut kehilangan janin yang masih sangat kecil dalam rahim tersebut.


"sayang, kamu sudah aman beruntung bayi kita juga baik-baik saja, jadi jangan takut Ok, aku akan selalu menjaga mu"ucap Aditya lembut sambil mengelus punggung istrinya


Aditya pun tak lupa memberi kan ketenangan lewat ciuman mesra penuh kelembutan di bibir soraya, dan perlahan soraya pun bisa tenang.


"Daddy, aku sangat takut kehilangan anak kita, dan kenapa dia kembali datang mengganggu ku lagi di saat aku sedang mengandung anak kita, aku takut dia akan melukai anaku lagi"ucap soraya.


"tidak akan lagi sayang, dia sudah di jebloskan ke dalam penjara saat ini dan aku akan memperketat pengawasan untuk kalian mulai saat ini, aku tidak ingin hal buruk terjadi pada kalian berdua, dan ketiga anak kita"ucap Aditya lembut.


malam pun tiba soraya tidur dengan gelisah saat ini Aditya yang sedang memangku laptop nya kini dia langsung menyimpan nya dan langsung memeluk istrinya itu.


"sayang jangan takut aku ada di sini bersama dengan mu"ucap Aditya.


soraya pun membuka mata, dan ia langsung menangis dia ingin pulang saat ini karena takut terjadi sesuatu pada ketiga anaknya itu.


"Daddy, aku ingin pulang, aku takut mereka kenapa-napa"ucap soraya.


"tenang lah sayang dia aman bersama dengan Edward di rumah kita"ucap Aditya sambil memeluk dan mengelus puncak kepala istrinya dan sesekali mengecup nya.


"aku tidak nyaman di sini ayo kita pulang!"ucap soraya tak sabar.


"baiklah Hanny, kita pulang sekarang Ok"ucap Aditya yang langsung menelpon anak buah nya untuk mengurus, kepulangan nya dari rumah sakit.


"ayo bersiap aku bantu kamu ganti baju dulu Sayang"ucap Aditya yang langsung membantu memasangkan baju pada istri nya setelah suster melepaskan jarum infus di tangan nya soraya.


jam, menunjukkan pukul sebelas malam kini, Aditya menggandeng istrinya itu,ke luar rumah sakit, sampai di sana sopir sudah menyiapkan mobil mereka pun segera masuk kedalam nya dan langsung melaju ke rumah mereka.


sekitar tiga puluh menit kini akhirnya mereka sampai di rumah mereka yang megah itu, Aditya menggendong istrinya ala bridal style membawanya ke kamar mereka lewat lift khusus yang ada di Mension tersebut.


"tidur lah sayang ku,ini sudah larut"ucap Aditya.


"aku ingin di peluk"ucap soraya.


"tentu saja Sayang ku, jangan khawatir, aku akan selalu ada untuk mu sampai kapan pun"ucap Aditya.


ke esokan pagi nya soraya sudah mandi dan bersiap turun ke bawah untuk melihat putra-putri nya yang kini sudah berada di meja makan bersama dengan Edward saat ini.


"pagi, sayang mommy!"ucap soraya.


"pagi momm... mommy sudah sehat"ucap Edgardo.


"sudah Sayang mommy baik-baik saja"ucap soraya sambil mencium ketiga nya terakhir dia menatap ke arah Edward.


"Hanny, syukur lah kau tidak apa-apa, lain'kali jika ada apa-apa jangan lupa hubungi aku, aku sangat takut jika terjadi sesuatu pada mu"ucap Edward lembut.


"baiklah"ucap soraya sambil tersenyum.

__ADS_1


"apa kalian sudah sarapan?"ucap soraya.


"belum kami nunggu kalian"ucap Edward.


"owh baik'lah,ayo kita mulai sarapan"ucap Aditya.


"sayang kamu mau makan apa hemm,biar aku yang ambilkan"ucap Aditya.


"aku mau roti panggang saja "ucap soraya.


"momm... aku juga mau"ucap Elena.


"aku juga"Edgardo.


"aku juga mau momm"Edgar.


"sayang kalian harus sarapan dengan makanan bergizi tinggi, agar tubuh kalian sehat, mommy makan ini karena Ade,nolak makan yang lain jadi mommy bisa mual kalo tidak sesuai keinginan Ade"ucap soraya memberikan pengertian.


"iya sayang ini salmon, juga baik untuk kecerdasan otak kalian"ucap Edward,sambil menaruh salmon, pada setiap piring ketiga nya dan berbagai lauk.


"Daddy, aku juga mau hamil kaya mommy"ucap Elena, yang kini tengah mendapat tertawaan dari semua nya.


"ahhhhhh... kenapa kalian tertawa"Elena protes.


"sayang kamu akan hamil nanti setelah kamu sebesar mommy setelah menikah"ucap Edward menjelaskan dengan sabar.


"owh begitu ya Daddy" ucap Elena yang mendapat anggukan dari para orang dewasa sementara Aditya tersenyum tingkah putri sambung nya itu begitu menggemaskan.


"Elena, jika ingin cepat besar kamu harus banyak makan, dan harus makan yang bergizi tinggi"ucap, Aditya.


🌹💖💖💖🌹


satu Minggu lama nya soraya, tidak pernah jauh dari Aditya saat ini pun dia di bawa ke kantor nya Sementara Edward dan tunangan nya mengasuh ketiga nya di sekolah dan di rumah mereka,kini mereka memiliki rumah yang berdekatan jadi tidak perlu takut kehilangan satu sama lain nya.


Edward mengalihkan semua aset yang ia miliki saat ini ke negara Indonesia, dan dia tidak akan kembali ke Amerika, dia juga telah menetap jadi WNI, untuk kehidupan yang lebih baik agar tidak ketinggalan melihat kembang tumbuh ketiga anaknya itu.


lagi-lagi anak nya kembar namun saat ini kembar dua laki-laki dua duanya.


soraya sangat bahagia karena hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu karena ini adalah hari kelahiran kedua putra kembar nya.


Aditya sudah menunggu di depan pintu operasi saat ini karena soraya tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, karena ada kendala yang mungkin akan menimbulkan resiko,bayi mereka terlilit ari-ari.


Aditya pun di temani kedua orang tua nya yang kini, tengah duduk menunggu cucunya lahir Aditya tidak pernah memberitahukan kan kehamilan soraya bahkan mereka juga baru tau lima bulan yang lalu bahwa Aditya kembali menikah dengan soraya, dan mereka bisa menerima dengan lapang dada karena semua kebenaran telah terungkap tentang begitu jahat nya Diandra,membunuh cucunya yang mungkin dulu pernah di tolak nya.


"Aditya kini sedang bersandar di bahu sang mommy, yang setia mengelus punggung putra kesayangannya itu, dan Aditya langsung berdiri ketika, kedua bayi tersebut di bawa keluar untuk menuju ruang perawatan.


"cucuku"ucap nyonya Atmaja.


"momm,,,cucu kita sangat tampan dia seperti Aditya saat masih bayi, namanya mana"ucap tuan Atmaja.


"kami sengaja belum mencari nama karena kami ingin mommy dan Daddy yang memberikan nya"ucap Aditya.


kedua nya pun tersenyum sambil mengikuti suster ke ruang perawatan bayi.


sementara itu, Aditya mengikuti langkah para tenaga medis yang kini membawa istrinya itu keruang perawatan.


saat ini, soraya belum sadar sepenuhnya, karena pengaruh obat bius, saat operasi sesar tersebut.


setelah satu jam lamanya, akhirnya para perawat membawa boks bayi kedua bayi tersebut kini sudah masuk di satu ruangan dengan soraya.


"anak pertama mu papah kasih nama Ardi Stevano putra Atmaja, dan anak kedua Ardan, Stevano putra Atmaja, bagaimana"ucap tuan Atmaja.


"nama yang bagus Daddy"ucap Aditya.


"gimana menantuku?"ucap Nyonya Atmaja sambil tersenyum.


"nama yang bagus momm... ucap soraya.


saat mereka tengah bersuka cita, tiba-tiba mereka berlima datang Edward dan Rani juga ketiga buah hati nya, mereka mbawa tumpukan kado buat sang adik.

__ADS_1


"mommy, Ade sudah keluar dari perut mommy"ucap Elena yang kini langsung mendekat di ikuti oleh kedua saudara laki-laki nya.


"Edgar, Edgardo sini peluk mommy Sayang"ucap soraya, yang melihat mereka bengong mungkin karena mereka merasa tersaingi.


"mereka siapa Aditya"tanya nyonya Atmaja.


"mereka adalah anak-anak ku juga mommy, mereka anak Edward dan soraya dulu" ucap Aditya menjelaskan.


"owh jadi kalian juga anak Daddy dan mommy hemmm kenalkan ini Oma dan ini opah kalian"ucap Nyonya Atmaja.


"horeeee kita punya opa dan Oma"ucap Elena.


namun Edgar dan Edgardo masih membisu.


"Edgar, Edgardo kenapa sayang?"ucap Aditya sambil membawa mereka berdua kedalam pangkuan nya.


"Daddy setelah Ade lahir apa Daddy masih akan sayang kita"ucap Edgardo polos.


"tentu saja Sayang bagaimana pun kalian semua adalah jagoan Daddy dan Elena adalah princess Daddy, dan Daddy sangat bahagia memiliki kalian berlima"ucap Aditya lembut sambil mencium puncak kepala mereka berdua dan memeluk nya.


"Daddy, aku tidak di peluk?"ucap Elena pura-pura merajuk.


semua orang pun tertawa memang tingkah Elena itu lucu dan menggemaskan.


"sini biar opa saja yang memeluk mu"ucap tuan Atmaja yang kini langsung mengangkat tubuh cucu sambung nya itu dan langsung memeluk dan mencium nya.


Edward dan Rani pun. tersenyum bahagia.


"sayang kalian tidak mau peluk mommy"ucap soraya.


"tapi mommy perutnya masih sakit kami takut mommy kesakitan"ucap mereka bertiga.


"bagaimana kalau cium mommy saja"ucap soraya lagi.


"baik momm.."ucap mereka kompak.


mereka pun di bantu Edward yang juga baru mengucapkan selamat dengan mengecup kening nya saat ini.


semua merasa gembira dan kini bayi Ardi dan Ardan, tengah menyusu dengan sangat kuat di dada soraya, dan soraya pun meringis kesakitan karena sedotan nya yang begitu kuat.


"sabar ya sayang,minum asi nya jangan kenceng-kenceng kasihan mommy nya kesakitan"ucap Aditya berbisik.


"Aditya,itu sudah biasa kamu juga dulu seperti itu, nanti lama-lama juga akan terbiasa"ucap Nyonya Atmaja.


satu Minggu berlalu kini mereka sudah kembali ke Mension dan acara syukuran pun di gelar soraya begitu bahagia saat ini dia memiliki lima buah hati yang begitu tampan dan sangat cantik.


Edward pun menggelar pesta pernikahan nya saat itu dengan meriah seperti janji nya pada Rani saat itu.


Aditya dan soraya pun menghadiri pesta bertujuh dengan kelima anak mereka.


pesta semakin meriah dengan kehadiran mereka walau tidak lama karena kondisi soraya masih dalam proses pemulihan.


"sayang apa kamu bahagia"ucap Edward pada Rani.


"tentu saja Sayang"ucap Rani.


ini adalah malam pertama mereka yang di lakukan di hotel mewah milik nya.


Edward memperlakukan Rani dengan sangat lembut, dan Edward kaget saat ini ternyata Rani masih perawan, saat Edward hendak melakukan penyatuan Rani menjerit kesakitan.


"sayang ini pertama kali untuk mu"ucap Edward.


"iy,,, iya"ucap Rani, akhirnya Edward pun dengan sabar dan begitu lembut memperlakukan Rani di malam pertama nya, mereka begitu terhanyut dalam buayan malam pertama, karena Edward pun baru pertama kali merasakannya karena soraya jelas seorang janda saat di nikahi dan Lauren, adalah gadis dengan pergaulan bebas.


jadi ini kali pertama nya Edward merasakan kenikmatan, yang berkali-kali lipat dengan istri ke tiga nya,mungkin dia juga pelabuhan terakhir bagi Edward.


bukan tidak merasakan kebahagiaan saat dengan soraya dia malah lebih bahagia hanya saja rumah tangga mereka dulu di bangun di atas kebohongan Edward, terhadap soraya, hingga melukai perasaan Nya.


karena jujur saja Edward belum mencitai istri nya yang saat ini karena pertemuan mereka masih di bilang terlalu singkat saat ini walau pun dulu pernah berpacaran.

__ADS_1


__ADS_2