
David, menghela nafas,lalu dia kembali ke tempat putri yang kini tengah belajar,di ruang tengah.
sementara itu Alisa, tengah menemani Keyra, yang sedang melakukan pengobatan di kamar nya, Alisa, meminta dokter spesialis, untuk menangani Keyra, sudah dua hari ini .
Alisa, ingin putri nya segera sembuh,agar dia bisa menjalani kehidupan nya seperti biasanya.
"Adri, lihat lah, setelah kepergian mu , bukan hanya aku, yang menderita tapi putri mu juga, aku harus bagaimana??"gumam nya lirih.
setelah selesai melakukan terapi pengobatan yang di jalani, oleh Keyra, selama beberapa hari ini, akhirnya sedikit demi sedikit, dia sudah bisa berprilaku normal dan cepat tanggap, fokus nya tidak seperti sebelumnya, saat ini Alisa, selalu memberikan perhatian lebih,agar putri keduanya itu kembali merasakan bahagia, seperti dulu lagi, tanpa kekurangan suatu apapun.
Alisa, pun memberikan perhatian yang sama pada putri pertamanya, saat ini, karena dia tidak ingin ada kecemburuan di antara keduanya.
"Putri, Keyra, mommy ingin bicara"ujar Alisa.
"Iya momm..."ujar putri.
sementara Keyra, hanya mengangguk saja sambil berjalan menghampiri Alisa, yang kini duduk di sofa ruang TV tersebut.
"Ada apa mom??"ucap putri sambil menatap kearah ibunya itu.
"Dua Minggu lagi, mommy akan pergi ke London untuk perjalanan bisnis, bersama om David, dan kalian berdua mommy,titip di rumah Daddy, Edgardo, bagaimana ??"ujar Alisa.
"Itu dimana mom??"tanya Keyra, yang sama sekali belum tau.
"Itu adalah rumah milik kakak, mommy Daddy, Edgardo adalah Daddy, kalian juga Keyra, dan tempat nya sangat nyaman, kamu bisa tanya kakak mu putri dia sudah terbiasa di sana"ujar Alisa.
"Kamu tenang saja Keyra, aku akan menemani mu di sana juga banyak orang mereka semua baik Daddy, juga baik aku sering kesana saat mommy, pergi"ucap putri.
"Terserah mommy, saja"ujar Keyra sedikit ragu.
"mom... aku takut sendirian di sana, apa aku boleh ikut dengan mommy ke London saja"ucap Keyra,lagi.
"Mommy, kesana untuk bekerja sayang lain waktu kita liburan ok sekarang kalian tunggu saja mommy,ada waktu"ucap Alisa, yang kini mengelus puncak kepala Keyra dan putri.
"Baiklah mom.."ujar keduanya.
"Sekarang, kalian Bobo, Ok, sayang mommy"ujar Alisa.
"Iya mom..."ujar keduanya.
setelah mereka berdua pergi, tiba-tiba David, datang membawa beberapa berkas yang harus di tandatangani oleh Alisa, David, langsung masuk saat itu juga.
"Nona,berkas ini harus segera di tandatangani "ujar David.
"Kamu belum duduk David"ucap Alisa yang kini masih fokus pada handphone nya.
"Maaf, Nona saya, lupa"jawab David lagi.
"Aku, bilang apa, kalau di luar kantor"ucap Alisa.
"Tidak, boleh formal"ujar David lagi.
"Baik lah, mana yang harus aku tanda tangan"ujar Alisa.
David, langsung memberikan berkas itu, setelah memeriksa nya, Alisa langsung menandatangani berkas tersebut,lalu David, hendak pergi undur diri tapi Alisa menghentikan David.
"Duduk lah dulu aku ingin bicara"ucap Alisa.
"Baik lah Nona"kata David.
"Besok, sebelum berangkat aku akan mengantar anak kita ke full house"ujar Alisa, yang menekankan anak pada David,ya karena David, lebih dekat dengan mereka, seperti ayah kandung nya.
"Nona, bercanda aku jadi malu, kita bukan pasangan, kenapa ada kata anak kita"ucap David.
"Kupikir, selama ini kamu sudah seperti Daddy, bagi mereka,lalu apa salah nya, atau memang kau tidak tidak suka dengan panggilan itu"ujar Alisa lagi, sengaja ingin mengerjai David.
"Nona, kita memang dekat tapi tak cinta , iya kan"ujar David.
"Kata siapa, aku tak cinta, bukti nya, kita selalu bersama"ujar Alisa, yang menahan tawanya saat ini.
sedetik kemudian"Hahahaha.... David, kamu itu lucu sekali, jangan berpikir terlalu keras, tidak baik tar kamu cepat tua, bagaimana??"ujar Alisa, yang masih cengengesan.
"Baiklah istri ku yang cantik"ucap David, dengan ekspresi datar, seketika Alisa, menghentikan tawanya, saat ini giliran dia yang bingung, dan langsung minta penjelasan.
"David"ujar Alisa.
"Iya, Honey"ujar David.
__ADS_1
"David"ucap Alisa lagi.
"Heumm, kenapa sayang"David, benar-benar tidak ada ekspresi sama sekali.
"David"ucap Alisa, lagi yang minta penjelasan.
"Hahaha, Nona, wajah anda serius sekali, tahukan rasanya di rasa nya di kerjain"ucap David, yang masih tertawa terbahak-bahak.
"Gak lucu tau"ujar Alisa, yang kini berlari dengan tangis nya,menuju ke lantai dua, David bingung dia tidak tau apa yang terjadi dengan Alisa, saat ini tadi dia sendiri yang duluan mengajak nya bercanda tapi saat David, membalas nya Alisa, malah nangis.
David, yang tidak enak hati saat ini dia langsung menyusul ke kamar Alisa yang sama sekali tidak di tutup.
tok.....
tok....
"Nona, boleh aku masuk"ujar David.
"hiks, hiks hiks, masuk saja, kamu lihat pintu nya itu terbuka, kenapa kamu itu menjengkelkan sekali apa kamu ingin aku memotong gaji mu"ujar Alisa, yang kini masih enggan menoleh ke arah David, saat ini karena masih bercucuran air mata.
"Nona, saya minta maaf,kalau candaan saya kelewat batas, saya tidak ada maksud untuk membuat anda sedih"ucap David,tulus.
"Dasar bodoh, harus nya kau bahagia karena candaan mu itu mampu membuat ku menangis"ujar Alisa, David bingung dengan bos nya itu.
"Tapi Nona, aku benar-benar tidak sengaja"ujar David, lagi.
"Aku tau, David, kamu tidak usah khawatir, aku menangis karena kamu mampu, membuat ku teringat dengan seseorang saat dulu masih ada"ucap Alisa.
"Baik lah, Nona saya pamit undur diri dulu" ucap David.
"Pergilah, istirahat yang cukup, untuk perjalanan bisnis yang sangat melelahkan"ucap Alisa.
"Iya Nona"ujar David.
"David jangan lupa besok sebelum kita pergi"ucap Anisa terpotong.
"Antar anak kita kan Nona"ujar David yang langsung di balas tawa riang oleh keduanya, David, pun pergi membawa berkas yang sudah Alisa,tanda tangani.
Alisa, langsung menutup pintu nya lalu pergi untuk membersihkan diri sebelum dia tidur .
ke esokan pagi nya mereka berempat sudah bersiap dengan mobil sport berwarna merah tersebut Alisa, dan David, membawa kedua putrinya untuk berangkat menuju full house, untuk menitipkan putri dan Keyra,di rumah Edgardo saat ini.
pelayan yang melihat itu, langsung mengambil alih koper dan barang yang kini mereka bawa,lalu menunjukkan kamar keduanya yang saling berhadapan itu.
Alisa, menggandeng Keyra, yang masih sangat pemalu saat ini, dia langsung di sambut oleh Senny, istri Edgardo.
"Kamu pasti Keyra, iya kan sayang, selamat datang di rumah mommy"ujar Senny.
"terimakasih mom..."ucap Keyra, yang kini menunduk.
"Sayang, lihat mommy,di sini kamu tidak akan pernah kesepian di sini banyak orang yang sayang dengan putri mommy, yang cantik ini tuh lihat kakak mu"ujar Alisa yang saat ini me nunjuk ke arah putri yang sedang duduk di samping Edgardo, yang kini mengelus puncak kepala nya dengan sayang Sambil tersenyum pada Keyra.
"kemari lah Keyra"ujar Edgardo.
Senny, pun langsung membawa Alisa,ke arah Edgardo.
"Aku titip mereka berdua ya kak, aku mungkin sedikit lebih lama di sana karena kantor cabang sedikit bermasalah"ujar Alisa.
"Jangan khawatir dengan mereka, kamu fokus saja dengan pekerjaan mu, dan ingat mengurus dua anak itu butuh pendamping hidup, sebaiknya kamu pikirkan lagi keputusan mu itu"ucap Edgardo,pelan tapi penuh penekanan.
"Aku tidak butuh itu,kak, sudah ada dia yang membantu ku, itu sudah lebih dari cukup" ucap Alisa.
Mereka pun akhirnya berangkat menuju bandara di antar oleh supir Edgardo,menuju bandara, setelah nya mereka akan menggunakan jet pribadi, milik Edward.
🌹💖💖💖🌹
London, saat ini menujukan pukul satu siang waktu setempat, Alisa, yang baru mendarat satu jam yang lalu, dia telah berada di dalam mobil jemputan nya bersama dengan David, yang selalu setia menemani nya kemana pun dia pergi.
"Nona, apa kita langsung ke kantor atau mau istirahat di apartemen anda??"ujar David.
"Aku,malas ke apartemen, David, sebaiknya kita ke hotel saja"ucap Alisa.
"Baiklah"ucap David.
sopir pun mengantar mereka ke hotel saat ini, setelah sebelumnya David, memesan kamar untuk dirinya dan bosnya itu,kamar mereka saling berdekatan, karena permintaan Alisa, yang tidak ingin kesulitan saat ia membutuhkan sesuatu yang harus di kerjakan oleh David.
Alisa, langsung masuk dan merebahkan tubuh nya yang begitu terasa lelah saat ini hingga tanpa sadar dia sudah terbang ke alam mimpi nya.
__ADS_1
sementara itu, Aryan, yang mengetahui kedatangan Alisa, saat ini dia sedang sangat sibuk berkutat dengan pekerjaan nya yang menumpuk dan dia, yang merindukan wanita itu, saat ini, mencoba menahan nya, sekuat tenaga, karena,ia tidak ingin mendengar atau melihat penolakan Alisa, nanti nya, cukup melihat nya dari kejauhan itu sudah cukup baginya saat ini.
melihat orang yang di cintai nya baik-baik saja sudah satu kebahagiaan, untuk Aryan, saat ini, apa lagi jika ada keajaiban, Alisa,mau menerima nya dan memaafkan diri nya, Aryan, akan merasa sangat bahagia, mungkin rasa bahagianya akan berlipat-lipat ganda, karena cinta yang begitu besar.
sementara itu di, Hongkong, Anisa, yang baru saja menikah satu bulan yang lalu, saat ini dia tinggal di rumah mertua nya, sesuai permintaan, keluarga Kenzo,agar dia bisa melihat putranya yang jarang pulang ke Mension tersebut,selain sibuk mengurus perusahaan dia juga bergaul tak jelas menurut sang mommy.
ada satu hal yang membuat Anisa, bangga dengan suaminya itu, walaupun dia seorang mafia, di luar sana, tapi di rumah dia adalah anak yang begitu penurut dan sopan, bahkan begitu sayang dengan kedua orang tua nya yang terlihat masih awet muda tersebut,tak hanya itu ternyata Kenzo, memiliki Kaka dan adik perempuan yang sangat manja pada nya.
saat ini tengah makan malam bersama, Kenzo, tengah menikmati makanan yang di masak oleh istrinya sendiri saat ini, dia memakan daging rendang makanan khas Indonesia, yang sengaja ia buat dengan bantuan dari pelayan.
"Anisa, sayang mommy, ingin segera menimang cucu, semoga kamu tidak menundanya"ucap Kenny,ibu Kenzo.
"Aku, tidak menundanya mom... sedikasihnya saja"ucap Anisa, sopan.
"Semoga saja secepatnya"ujar Jordan"ayah Kenzo.
"Kalian itu ribut minta cucu, tanpa mikirin kita yang bahkan tidak boleh hidup mandiri, untuk itu"ucap Kenzo, protes, karena dia ingin tinggal berdua dengan istri nya itu di rumah mereka yang sudah Kenzo, bangun dengan uang hasil kerja keras nya sendiri.
"Mommy, hanya tidak ingin, kamu masih hidup nakal di luar sana, jika kamu tidak tinggal di sini bersama dengan kami,kami cape harus terus mengurus wanita mu yang mengaku hamil oleh mu, bagaimana kalau mereka datang pada istri mu"ujar Kenny.
"mommy, tidak usah khawatir, aku tinggal pulang saja ke Indonesia"ucap Anisa, yang mendapat tatapan tajam dari Kenzo.
"Aku tidak salah kan??"ujar Anisa.
Kenzo, langsung membanting sendok dan garpu yang keatas piring, hingga membuat gaduh, dan pergi begitu saja dari ruang makan.
"Suamimu, pasti sedang kesal tapi kamu tidak usah khawatir, sebentar lagi juga baikan"ujar Kenny, yang mengelus punggung menantunya itu.
"Tidak, apa,mom..biar aku susul saja permisi"ucap Anisa yang merasa tidak enak hati, pada kedua mertua nya itu.
"iya sayang hati-hati"ucap Kenny lagi.
sesampainya di kamar, Alisa, melihat Kenzo, yang tengah berdiri di depan pembatas balkon, dia menyesap rokok nya terlihat ada guratan kekesalan di wajah nya.
"Ken, sejak kapan kamu merokok"ujar Anisa, yang tidak pernah melihat itu.
"kenapa, apa salah jika seorang pria merokok??"ucap Kenzo, dingin.
"Ada apa Ken, apa aku ada salah??"kata Anisa, yang merasa ada yang aneh dengan sikap suami nya itu.
"Apa aku harus menjelaskan nya, apa kamu tidak menyadari kesalahan mu sendiri"ucap Kenzo,pelan dengan nada yang sangat dingin.
"kamu tidak sadar bahwa yang kamu ucapkan tadi adalah sebuah kesalahan, heuuhh, jelas-jelas aku adalah seorang bajingan, sebelum aku menikah dengan mu, dan kamu tau aku selalu tidur dengan wanita lain berganti wanita setiap malam nya,lalu kenapa, kamu tadi bilang sama mommy,kalau kamu akan pulang ke Indonesia jika itu terjadi, aku memang bajingan lalu kenapa kamu mau menerima ku??"ujar Kenzo, yang langsung mengambil Hoodie milik nya dan pergi ke luar dari kamar nya.
"Ken, ternyata, aku tidak salah menilai mu, kamu tidak butuh pernikahan Ken, kamu hanya butuh pemuas nafsu, dan itu sudah pasti bukan aku, hiks hiks hiks,itu bukan aku"Anisa menangis, tapi sesaat kemudian dia bangkit mencuci wajah nya, dan mengeringkan nya dengan rambut dia poles wajah nya yang sembab itu dengan makeup natural dan bergegas memasukkan barang miliknya ke dalam tas dan koper, besar itu Anisa, tidak ingin tinggal di sana lagi, jika sikap Kenzo, tidak pernah berubah dia merasa malu dengan mertua nya jika harus bertengkar lagi.
Anisa, turun ke bawah membawa serta koper besar itu saat, Kenny, bertanya, Anisa hanya bilang bahwa mendadak dia harus melakukan perjalanan bisnis nya ke London.
Kenny, sedikit heran, tapi dia percaya kan semua itu pada Anisa.
Anisa, pergi dengan mobilnya milik nya saat itu, dia tidak membawa apapun, yang di berikan Kenzo pada nya, semua masih tersimpan rapi di dalam berangkas di kamar nya.
Anisa, pergi ke luar kota menuju Mension milik Daddy nya, peninggalan kakek nenek nya.
sementara itu Kenzo, tengah berada di sebuah klub malam , bersama dengan anak buah nya, ditemani oleh para wanita, termasuk Kenzo, baginya itu sudah hal biasa.
Kenzo, tidak tahu saat ini Anisa, telah pergi dari rumah nya.
Anisa, hanya bisa menitikkan air mata, memikirkan nasib pernikahan nya kelak , Anisa, hanya berharap jika suatu saat Kenzo, akan sadar dan merubah pola pikir nya bahwa yang ia lakukan saat ini adalah suatu kesalahan, Anisa, tidak ingin terlalu berharap banyak, yang pasti nya dia atau orang lain yang mendampingi Kenzo,kelak akan menjadi wanita paling bahagia .
"Daddy, aku kangen Daddy"ujar Anisa,di tengah tangis nya, dia sengaja menghentikan mobilnya di pinggir jalan, padahal ini sudah larut malam, Anisa, menangis sesenggukan di dalam mobil saat ini.
setelah air mata nya reda Anisa, kembali meneruskan perjalanan nya menuju rumah nya.
sementara itu, Kenzo, yang baru kembali dari luar, dia begitu kaget karena tidak mendapati istrinya di kamar nya, dia pun turun ke bawah dan menghampiri kamar adiknya saat itu juga.
"Natali kamu lihat Kakak,ipar mu dia tidak ada di kamar nya.
"Tadi, dia bilang ada perjalanan bisnis mendadak ke London"ujar Natali .
"Apa??...."ujar Kenzo, yang sangat kaget, dia langsung berlari, menuju kamar nya, dan dilihat nya, baju-baju milik Anisa, yang di bawa nya saat itu sudah raib semua dan Kenzo, mengecek brangkas ternyata semua barang pemberian Kenzo, mulai dari beberapa set berlian, dan beberapa kartu tidak ada yang ia bawa sedikit pun barang pemberian Kenzo, tidak ada yang Anisa,bawa.
Kenzo, menutup kembali brangkas tersebut lalu mengambil handphone nya, dan menghubungi istrinya itu, namun, sedang di luar jangkauan.
Kenzo, langsung mengecek GPS, ponsel dan juga mobilnya, dia langsung menendang meja di hadapan nya hingga hancur berantakan.
Kenzo, pergi dengan membawa tas, kecil berisi semua barang pribadi nya, termasuk kartu dan perhiasan milik Anisa, dia tidak bisa membiarkan Anisa, pergi jauh dari hidup nya.
__ADS_1
Kenzo, tancap gas, dengan mobil sport nya, saat ini dia melakukan mobil nya seperti pembalap profesional saat ini beruntung jalanan sepi, tidak terlalu banyak mobil yang berlalu lalang, hingga dia bisa dengan cepat untuk pergi menyusul istri nya yang akan kembali ke Mension keluarga.
Anisa, yang baru saja sampai, dia langsung membersihkan diri dan bersiap untuk tidur, hanya ada beberapa pelayan yang kini ada di Mension tersebut, karena, setelah kepergian kakek dan nenek nya, tidak ada lagi yang tinggal di sana.