Sugar Daddy

Sugar Daddy
#putus#


__ADS_3

Setelah keadaan Senny,membaik kini Edgardo, tengah di sibukkan mengurus perusahaan milik Edward yang ada di Indonesia, dia menepati janji nya pada sang Daddy,atas pertolongan Daddy, nya saat itu.


Edgardo,mau tidak mau harus menepati janji nya, walaupun sesekali dia masih bisa bermain di hotel kesayangan nya itu untuk memasak, bareng koki profesional nya.


namun berbeda dengan Senny, saat ini dia tengah berada di sebuah kafe, dengan seorang pria yang tidak lain adalah kekasihnya, sendiri dia memang sudah memiliki kekasih sebelum Ayah, nya mengumumkan perjodohan itu.


"Arya, sayang maafkan aku, mungkin aku harus melepaskan mu, aku memang lolos, dari perjodohan itu, tapi aku malah terjebak dengan orang yang sempat menolong ku, walaupun aku belum tau bagaimana perasaan nya saat ini, tapi aku sudah terlanjur berjanji pada nya akan membayar hutang Budi ku padanya"ucap Senny, yang kini tengah berhadapan dengan Nya.


"tidak kah, kau selalu mempermainkan perasaan ku, Senny, aku sangat mencintaimu, dan aku tidak mungkin rela membiarkan mu menjadi milik orang lain"ucap Arya.


saat Arya, memohon sambil menggenggam tangan Senny, tiba-tiba Edgardo, datang dia langsung mematung melihat kemesraan mereka berdua.


"owh, jadi ini yang membuat mu mati-matian untuk lepas dari perjodohan dan pura-pura memberikan harapan pada ku"ujar Edgardo.


"Edgardo, kamu salah paham, semua tidak seperti yang kau pikirkan"ucap Senny,sambil langsung menghampiri Edgardo namun Edgardo, pergi begitu saja keluar dari kafe tersebut, dia menuju mobilnya, namun tangan nya di cekal oleh Senny.


"please, dengarkan aku dulu Edgardo, aku akan menjelaskan semua nya, aku mohon jangan seperti ini, aku tidak bermaksud untuk menyakiti hati mu"ucap Senny, yang kini langsung berbalik menghadap Edgardo.


saat mereka tengah berdebat, tiba-tiba dengan mesra nya, Arya, melewati mereka berdua dengan berjalan bergandengan begitu mesra nya.


"dasar, cowok sialan, dia bilang dia cintai aku satu detik yang lalu tapi sekarang apa ini"ucap Senny, yang terlihat begitu sedih.


"sudah lah Senny, jangan beralasan lagi aku tau kamu masih mencintai nya, maafkan aku sudah hadir dalam hidup mu"ucap Edgardo,sambil melepaskan tangan Senny, saat itu juga.


"Edgardo, kamu tidak pernah mengerti, apa yang terjadi, aku tau kamu kecewa tapi semua itu tidak benar, kita mungkin baru pertama kali bertemu tapi aku sudah sangat nyaman dengan mu"ucap Senny,sambil berlinang air mata.


"Senny, pulang lah aku tidak ingin mendengar kan alasan apapun lagi, kamu bebas mau menikah dengan siapapun, tapi lain kali jangan pernah memberikan harapan palsu pada orang lain"ucap Edgardo, yang kini masuk kedalam mobil nya, tapi Senny, juga langsung ikut masuk dia tidak ingin Edgardo salah paham.


"Senny"ucap Edgardo


"Edgardo, aku mohon berikan aku kesempatan untuk menjelaskan semua nya, jika setelah itu kamu masih tidak percaya padaku, kamu boleh mengusir ku atau pun membenci ku"ucap Senny.


Edgardo, tidak menggubris dia melajukkan mobilnya dengan kecepatan tinggi saat ini, Senny, yang fobia dengan kecelakaan mobil saat dia masih sangat kecil , saat itu ibunya meninggal dunia, saat hendak membawa nya pergi jauh dari sang Ayah.


"Edgardo, aku mohon hentikan!!!"""jerit ketakutan Senny, saat ini membuat Edgardo, langsung mengerem mobil nya mendadak, beruntung tidak ada kendaraan lain nya saat ini, Edgardo, langsung mematikan mesin mobil nya, dia melepaskan sabuk pengaman nya, dan mendekat ke arah Senny, yang saat ini tegah menangis ketakutan akibat ulah nya.


"Senny, maafkan aku aku tidak tau kalau kamu bisa setakut ini"ucap Edgardo,sambil membawa Senny, kedalam dekapannya, Edgardo pun mengelus punggung Senny, yang masih bergetar hebat.


entah keberanian dari mana, Edgardo, langsung mengecup puncak kepala Senny,sambil mengelus punggung nya tersebut.


perlahan Senny, mengangkat wajahnya dan menatap Edgardo, dengan tatapan penuh kesedihan.


"jangan lakukan itu lagi aku takut, aku masih tidak bisa melupakan bagaimana ibuku harus meregang nyawa di hadapan ku saat itu"ucap Senny, yang kini masih bercucuran air mata.


Edgardo, mengusap air mata, Senny, perlahan-lahan, dia pun mendekat kan wajah nya ke wajah Senny,ia langsung mengecup bibir Senny, perlahan namun pasti, kecupan itu menjadi ******* yang semakin menuntut semakin dalam, Senny, dan Edgardo berciuman selama beberapa detik, hingga akhirnya Senny, pun bisa tenang dan air mata nya sudah tidak menetes lagi.


"maaf kan aku"ucap Edgardo lirih.


"aku yang seharusnya minta maaf, Edgardo, boleh aku jujur, tentang yang tadi"ucap Senny, meminta izin.


"sudah lah yang lalu biarlah berlalu, aku mengerti, perasaan mu saat ini,memang tidak mudah untuk melepaskan seseorang yang sangat di cintai, tapi aku mohon jangan pernah pergi dari ku, kita bisa memulai semuanya dari nol, aku akan membuat mu jatuh cinta kepada ku meski itu butuh waktu yang sangat panjang"ucap Edgardo.


" Edgardo, aku menyayangimu"ucap Senny, yang langsung mengecup bibir Edgardo,sontak saja yang di mendapatkan serangan tersebut bengong untuk beberapa detik.


"kenapa, apa kamu tidak pernah percaya pada ku, aku menyayangimu, dan alasan nya, tidak perlu ku katakan bahkan rasa itu sebenarnya tidak membutuhkan alasan apapun"ucap Senny.


"aku tau itu, dan aku akan mencoba untuk percaya pada mu, walaupun itu adalah kebohongan"ucap Edgardo.


"tapi aku serius"ucap Senny.


"aku lapar bisakah kamu memasakkan sesuatu untuk ku, hari ini aku tidak akan pergi ke kantor lagi, aku akan mengajak mu ke suatu tempat"ucap Edgardo.


"baiklah, jangan remeh kan aku biarpun, aku tidak pernah ikut khusus memasak, tapi aku bisa masak"ucap Senny, penuh percaya diri.

__ADS_1


Edgardo, pun kembali melajukan mobilnya,menuju, apartemen milik nya, dia hanya butuh beberapa menit, untuk sampai walaupun,melaju dengan kecepatan sedang, saat ini sesampainya di parkiran, Edgardo, langsung turun dan membuka kan pintu mobilnya untuk Senny.


"ayo, sayang kita sudah sampai"ucap Edgardo, tanpa menoleh, pada Senny, yang kini mematung mendengar panggilan sayang dari Edgardo.


karena uluran tangan nya tidak mendapatkan balasan, Edgardo, pun menoleh, saat itu dia melihat Senny, yang sedang menatap kearah nya dengan sedikit tak percaya.


"Ayo, sayang kenapa berhenti"ujar Edgardo lagi, Senny, yang di panggil seperti itu, dia menundukkan wajahnya yang kini bersemu merah, dia begitu malu rasanya saat ini jika ada tempat untuk nya bersembunyi maka dia akan lakukan itu saat itu juga.


Edgardo, langsung merangkul pinggang nya dengan posesif, saat ini dan langsung memasuki lift, hingga lantai teratas, Edgardo, mempersilahkan Senny, masuk kedalam hunian nya setelah ia membuka pintu nya.


🌹💖💖💖🌹


setelah masuk mereka pun langsung duduk di sofa, Edgardo menawarkan minuman pada Senny, tapi Senny, menolak dia langsung berkata"bukan nya kamu ingin makan masakan ku tadi"ucap Senny.


"heummm, ya aku sangat ingin mencoba masakan mu"ucap Edgardo.


"baiklah, tunjukkan pada ku, dimana aku harus memasak"ucap Senny, yang tidak melihat dapur di sana.


"ikut aku"ucap Edgardo,sambil melangkah masuk ke sebuah ruangan tempat di samping ruang fitness, pribadi nya Edgardo membuka pintu dan terlihat lah dapur yang sangat rapih dan bersih, dengan perabotan yang sangat mewah tertata rapi dalam kitchen set.


"kamu tinggal sendirian di sini"ucap Senny, tidak percaya seorang yang gila kerja bisa memiliki hunian yang sangat nyaman dan begitu bersih dan rapi.


"aku sendirian sayang , aku tak suka berantakan, makanya, aku jarang bawa orang kemari selain adik dan juga kakak ku yang kini di Amerika.


"heumm, apa kamu tidak cape , membereskan semua sendirian, apa lagi ruangan seluas ini"tanya Senny heran.


"bukan aku yang membersihkan nya, aku mana sempat, tapi ada beberapa hal yang mungkin aku kerja kan sendiri,di sini akan ada yang datang satu Minggu tiga kali"jawab Edgardo.


"dimana,bahan makanan nya??"tanya Senny.


"buka, saja di kulkas"ucap Edgardo.


Senny, pun membuka lemari es tersebut dan dia melihat semua bahan makanan tersedia di sana, dia pun merasa heran di sini Edgardo tinggal sendiri tapi stok makanan terisi penuh di dalam sana.


Senny, mengambil daging, dan beberapa sayuran lainnya dia mulai memasak dengan cekatan, semua bahan di olah dengan sangat baik dan benar, entah belajar di mana dia begitu terampil melakukan hal itu.


masakan Indonesia itu adalah salah satu makanan kesukaan Senny, saat ia masih kecil seorang pelayan selalu menyiapkan itu satu Minggu sekali untuk nya.


"heumm... seperti nya, lezat"ucap Edgardo.


"aku tidak tau kamu suka atau tidak tapi ini adalah makanan kesukaan ku"ucap Senny.


Edgardo, menatap ke arah Senny, dan berkata"tenang saja aku bukan tipe orang pemilih makanan, semua pasti aku makan apa lagi ini menu baru yang baru kali ini aku melihat nya, kapan-kapan bisa ajarin aku untuk membuat nya"ucap Edgardo memberikan semangat, dia memang tidak pernah memilih-milih makanan, karena selama ini makanan yang terbaik lah yang selalu di sajikan untuk nya, jadi Edgardo, sama sekali belum mencoba menu masakan yang di masak oleh Senny.


Edgardo, pun duduk, pertama kali yang ingin dia cicipi adalah Coto Makassar, yang terlihat menggugah selera, Edgardo , meminta Senny untuk mengisi mangkuk nya.


"sayang boleh aku minta yang ini"ucap Edgardo,sambil menunjuk ke arah daging berkuah tersebut.


"tentu saja, sebentar aku ambilkan"ucap nya, Senny, pun menyajikan itu di mangkuk, setelah itu dia duduk di sebelah Edgardo.


Senny, begitu grogi saat Edgardo, mulai menyicipi Coto, tersebut dan menatap lekat wajah Edgardo, melihat ekspresi nya.


beberapa, detik kemudian Edgardo, tersenyum lalu berkata"ini enak banget Honey"ucap Edgardo.


"terimakasih jika kamu suka,maaf jika aku masak sedikit lebih banyak, aku lupa bertanya jika sudah memasak"ucap Senny.


"tidak masalah sayang, aku bisa menghabiskan nya, kamu tenang saja"ujar Edgardo.


Edgardo pun memakan masakan yang lain nya yang tidak kalah lezat, Senny, sedikit kaget ternyata Edgardo, punya selera makan yang besar, tapi Senny heran Edgardo, milik tubuh yang proporsional dan berbeda dengan laki-laki yang suka makan banyak pasti ada kelebihan berat badan atau pun perut buncit tapi Edgardo tidak.


"sayang, terimakasih semuanya sangat lezat, dan kalau bisa aku ingin makan ini lagi lain kali"ucap Edgardo.


"tentu"ucap Senny.

__ADS_1


setelah selesai makan, Edgardo, membantu Senny , mencuci piring dan bekas masak mereka berdua melakukan itu dengan canda tawa hingga selesai bahkan mereka membersihkan meja makan tersebut sama-sama.


"sayang sudah selesai,ayo kita ke atas aku ingin tidur siang sebentar lagi"ucap Edgardo.


"Edgardo, kamu baru juga selesai makan"ucap Senny.


"aku ada pekerjaan di atas, nanti setelah selesai baru tidur siang dan kamu mulai saat ini harus tinggal bersama dengan ku di sini"ucap Edgardo.


"Edgardo, kita belum menikah, dan lagi aku juga punya rumah sendiri"ucap Senny.


"Aku tidak mau tau sayang pokok nya mulai sekarang kamu tinggal di sini bersama dengan ku, semua kebutuhan mu mulai sekarang aku yang tanggung"ucap Edgardo, tidak bisa di bantah.


"Edgardo, kita belum menikah"ucap Senny, yang tidak ingin melewati batas aturan orang tua nya.


"kalau begitu kita langsung menikah besok gimana"ucap Edgardo.


"Edgardo, please ngertiin aku, pernikahan itu tidak semudah seperti yang di bayangkan"ucap Senny.


"sayang, alasan lama mau nunggu sampai kapan lagi, apa yang perlu di persiapkan kita sudah sama-sama dewasa, Daddy, juga ingin aku segera menikah, itulah kenapa aku saat ini di paksa untuk mengurus perusahaan milik Daddy, yang memang di wariskan untuk ku, kita tidak akan kekurangan uang, dan kamu tidak perlu bekerja, cukup temani aku Kemana pun aku pergi"ujar Edgardo,sambil menggenggam tangan Senny.


"Edgardo, semua tidak sesederhana itu, kita belum mengenal satu sama lain nya lebih jelas lagi, dan kita juga butuh mental yang kuat untuk menjalani itu semua "ujar Senny.


"sayang, aku berjanji akan menerima mu apa adanya, jadi tidak perlu khawatir dengan itu kita bisa sama-sama belajar, setelah kita menikah Ok, aku tidak ingin mendengar alasan lain lagi, kamu cukup ikuti apa yang aku katakan untuk kebaikan kita"ucap Edgardo, dan Senny pun hanya bisa pasrah dan mengangguk kan kepalanya.


kini mereka sedang berada di sebuah ruangan, bukan kamar utama tapi di sana juga tersedia ranjang dengan bentuk yang unik, menghadap ke arah jendela kaca yang besar di sana juga ada beberapa tanaman hias yang bisa menyejukkan udara dan memanjakan mata, sungguh hunian yang sangat perfek, Edgardo tengah bersibuk dengan laptop nya, dia bahkan begitu serius, dengan pekerjaan nya saat ini.


sementara itu Senny, berkeliling ruangan tersebut, dia juga mengambil sebuah buku dan majalah kemudian duduk dan membaca nya sambil rebahan di ranjang yang mirip sopa besar tanpa kepala.


perlahan namun pasti, akhirnya Senny, tertidur pulas, setelah membaca keduanya, dan Edgardo, yang melihat itu, dia membetulkan posisi kepala Senny,di tempat kan nya di bantal, Edgardo, menatap wajah Senny, yang begitu indah setiap guratan wajah nya begitu sempurna, Edgardo, merasa beruntung dengan memiliki Senny, yang memiliki kecantikan alami,di jaman modern seperti sekarang ini,diluaran sana masih banyak wanita yang berlomba-lomba, mempercantik diri dengan makeup tebal bahkan tidak sedikit yang mempermak wajah dengan jalan operasi, tapi Senny, bahkan hanya menggunakan pelembab wajah dan juga bibir nya, tapi kecantikan nya begitu terpancar.


satu kecupan di bibir Senny, yang di berikan oleh Edgardo, dia mengelus puncak kepala wanita yang sangat di kehendaki nya untuk di jadikan pasangan hidup nya.


Edgardo, pun menelpon Soraya, dan meminta izin bertemu sore itu juga di kediaman keluarga Aditya, tempat mommy nya tinggal selama ini.


setelah sore menjelang Edgardo, mengajak serta Senny, kekediaman mommy Soraya, untuk meminta izin menikah sebelum menemui Edward.


sesampainya di sana,ke empat adik nya yang kini sudah masuk SMP, mereka berempat bergelayut manja pada sang kakak, Edgardo ,memang sangat di sayangi oleh kedua adik perempuan nya itu Alisa dan Anisa mereka bahkan selalu meminta mommy, nya untuk mengantar nya ke rumah Edward, tapi Soraya, selalu menolak, dengan alasan Edgardo, tidak tinggal di sana.


"kalian, berdua sangat cantik,kakak makin sayang kalian, apa lagi kalau kalian, terus menerus jadi juara kelas kakak, akan berikan mobil sport, keluaran terbaru"ujar Edgardo pada kedua adik perempuan nya.


"untuk kami mana"ucap Ardi dan Ardan, yang tidak mau kalah.


"untuk kalian kakak, akan memberikan itu setelah kalian lulus kuliah, nanti bahaya kalau sekarang"ucap Edgardo, yang kini beralih menatap kedua adiknya itu.


"ah curang mereka saja masih SMP,di belikan mobil sport"ucap Ardan.


"ET... jangan salah kakak belikan mobil nya untuk di kendarai oleh mommy, jadi mereka tetap belum boleh nyetir sendiri"ucap Edgardo.


"kak, Edgardo pilih kasih, aku minta Elena, saja yang belikan"ujar Ardi.


"kak, Elena, tidak ada di sini jadi dia tidak akan mendengar keluhan kalian"ucap Edgardo.


"itu masalah gampang, tinggal telpon Elena, sangat baik sama kita"ucap Ardi lagi.


"coba saja kalau bisa, dan lagi memangnya kakak, kurang baik ya"ucap Edgardo.


"baik sih, tapi kakak hanya beri kami uang jajan,kami mau mobil sport"ucap mereka kompak.


"kakak,kan bilang juga akan belikan tapi nanti itu semua demi kebaikan kalian, kakak, tidak mau kalian salah jalan"ujar Edgardo, dan Aditya pun tersenyum, melihat kasih sayang Edgardo pada ke empat anak nya, dia tidak salah telah membesarkan anak sambung nya itu, dengan cinta dan kasih sayang.


"sudah-sudah jangan recokin kakak, kalian masuk kamar dulu Daddy,sama mommy ingin bicara dengan kakak"ucap Aditya.


"baik Daddy"ucap mereka kompak.

__ADS_1


setelah ke empat nya berlalu akhirnya, Aditya pun membuka obrolan, semetara Soraya, yang kangen dengan anak bungsu nya dari Edward itu, dia mendekapnya erat sambil mengelus puncak kepala putra nya itu, soraya, tidak bisa jauh dari mereka tapi keadaan nya yang memaksa.


"sayang mommy, kangen kamu dan kedua kakak mu, kapan kita bisa berkumpul lagi"ucap Soraya menitikkan air mata.


__ADS_2