
Adrian, tidak berkata apa-apa, saat Edgardo, datang meminta dia untuk menjadi kekasih putri tercinta nya, saat ini yang dia pikirkan hanyalah bagaimana cara nya agar dia bisa memberi sedikit rasa pada wanita yang jelas-jelas adalah keponakan dari ibu angkat nya Elena.
Adrian, adalah putra Aryanti, dan Al Bara , namun Edgardo, lupa dengan pemuda itu yang telah lama pindah semenjak ayah dan ibu nya memutuskan untuk rujuk,kini mereka berdua sudah tiada, dan perusahaan itu kini Adrian yang mengambil alih, seperti yang di ketahui oleh orang lain Al Bara grup, di pegang sementara oleh asisten pribadi ayah nya, dan yang menjadi kekasih nya adalah putri, dari asisten pribadi ayah nya itu.
"Uncle, apa uncle tidak mengenal ku??..."ucap Adrian bertanya.
"Justru, karena aku mengenal mu dan kedua orang tua mu aku meminta kau menjadi kekasih putri ku , bahkan aku bisa memberikan mu satu perusahaan milik ku jika kamu bersedia untuk membahagiakan nya, bagaimana, tolong pikirkan baik-baik, aku tidak ingin melihat putri ku menitikkan air mata.
"Aku, tidak butuh apa pun uncle, karena cinta tak bisa di paksakan"ujar Adrian.
"Baiklah, tapi kamu harus tahu konsekuensi dari penolakan ini, aku tidak bisa menjamin karir mu akan baik-baik saja kedepan nya"ucap Edgardo sedikit mengancam.
Adrian hanya diam membisu.
"tolong pikirkan lagi, jika kamu setuju temui aku besok di kantor ku"ujar Edgardo sambil berlalu.
ini bukan Edgardo, yang sesungguhnya, karena Edgardo tidak pernah mengancam siapa pun, tapi demi kasih sayang terhadap putri nya itu dia rela melakukan apa pun termasuk mengorbankan nyawa nya sendiri,demi kebahagiaan nya.
setelah kepergian Edgardo,kini Adrian, menelpon ibu angkatnya itu.
📱"hello"Adrian
📱"iya sayang ada apa??"Elena.
📱"momm...ada yang ingin aku bicarakan"Adrian.
📱"Datanglah, mommy sedang berada di Indonesia, aunty mu melahirkan"Elena.
📱"Ya... baik'lah momm"Adrian.
telpon pun berakhir, Adrian bergegas menuju rumah sakit, tempat Anisa, saat ini melahirkan putra pertamanya nya.
setelah sembilan bulan menanti kelahiran nya saat ini, Anisa, tengah berjuang dengan persalinan normal nya, dia sengaja ingin melahirkan secara normal, saat Kenzo, berada di sisi nya saat ini.
jangan lupa dengan penampilan Kenzo, yang saat datang kerumah sakit dia masih rapi dan keren abis, tapi saat ini dia tengah jadi bulan-bulanan Anisa, dari sejak awal merasakan perut kontraksi hingga mengejen sampai bayi nya lahir.
Kenzo,di Jambak nya di cakar dan di tarik-tarik hingga, seluruh kancing kemeja nya lepas, Kenzo, merasa sangat frustasi, menurut nya lebih baik berkelahi dengan lawan geng ster daripada menemani istri yang sedang melahirkan.
Tapi ada satu hal yang membuat dia terobati dari penindasan Anisa, saat ini putra pertama nya lahir dengan selamat dan sehat tak lupa dia begitu mirip dengan dirinya tampan banget.
bagaikan pinang di belah dua, bayi yang memiliki bobot empat kilo gram tersebut begitu menggemaskan, seluruh keluarga yang hadir merasa sangat bahagia, begitu juga dengan Alisa, yang awalnya merasakan apa yang Anisa alami saat akan melahirkan tadi mungkin karena mereka kembar identik, atau karena rasa parno .
David, yang tidak pernah jauh dari istrinya itu selalu berusaha untuk menguatkan istrinya,agar dia tidak stres bila tiba waktunya ia melahirkan nanti.
namun saat detik-detik Alisa hendak masuk ke dalam kamar rawat tersebut, tiba-tiba Alisa kembali merasakan kontraksi yang begitu hebat, hingga ia hampir terjatuh dan semua orang berteriak keras saat melihat cairan yang keluar dari kedua belah pahanya Alisa.
dokter langsung meminta David untuk membawa Alisa, ke UGD, saat itu juga.
dan tanpa aba-aba, William yang langsung mengangkat tubuh Alisa, langsung membawa nya ke UGD, dengan langkah kaki yang cepat saat ini David sudah tidak sadarkan diri dan di bawa pula ke ruangan yang sama.
sebagian orang ada yang menertawakan David, termasuk Kenzo dan Edward, sedari tadi David, terus menenangkan istrinya itu, tapi saat ini tiba waktunya bagi Alisa untuk melahirkan malah dia sendiri yang pingsan.
saat ini alis, harus segera menjalani operasi sesar karena ada masalah dengan kandungan nya, yang seharusnya lahir dua bulan lagi saat ini dia sudah akan melahirkan dini, dan ketuban sudah pecah tapi mulut rahim tidak terbuka dengan sempurna.
setelah di putuskan untuk operasi sesar yang di setujui oleh Edward, sebagai perwakilan keluarga, karena dia kepala keluarga nya saat ini, Edward langsung menandatangani persyaratan tersebut.
setelah Alisa,satu jam berada di dalam ruang operasi, David baru membuka mata, Soraya pun langsung memberikan menantun, itu segelas air putih, agar David,tenang.
"momm... bagaimana??... keadaan istri ku"ucap David.
"Entah lah, yang pasti saat ini berdoalah agar mereka berdua selamat"ujar Soraya, yang sontak membuat David hampir berteriak tapi segera di bungkam oleh Kenzo.
"Dasar lebay banget,lu istri akan melahirkan kenapa malah kau yang pingsan"ujar Kenzo.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, tapi rasanya aku tidak tega melihat nya kesakitan"ujar David, jujur Soraya pun menyunggingkan senyum.
dia kagum meski David tidak seperti pria yang mapan di luaran sana, tapi dia memiliki rasa cinta yang begitu besar untuk putri nya itu.
"Sudah, lah sekarang sebaiknya kita menunggu di depan ruang operasi, dan kamu Ken, sebaiknya kembali ke ruangan istri mu, nanti kalau dia butuh sesuatu pasti butuh kamu berada di sisi nya.
"Ada kak, Edgardo dan istrinya momm... aku mau bantu adik ipar takut dia pingsan lagi,nanti ujar Kenzo, sambil melirik ke arah David, dengan senyum mengejek nya, entah kenapa Kenzo, suka sekali menggoda David, mungkin karena beberapa bulan ini dia tinggal bareng dan David, mengajar kan segala hal untuk mengurus Anisa saat dia hamil.
"Aku tidak butuh bantuan mu, aku bisa mengurus istri ku sendirian bahkan istri mu aku yang menjaga nya, selama ini, jadi aku tidak perlu bantuan mu lagi"ujar David, kesal.
"Ok...ok Kakak ipar"ucap Kenzo.
Kenzo, langsung bergegas pergi menuju ruangan nya, setelah David meminta nya untuk segera pergi.
sementara itu dari dalam terdengar suara tangis bayi dari dalam ruang operasi, meski kandungan Alisa,baru berusia tujuh bulan, saat ini tapi bayi nya sehat dan normal hanya sedikit kekurangan berat badan, dan dia harus di bawa ke ruang incubator saat dokter di temani perawat mendorong boks incubator tersebut, terlihat bayi mungil yang bergerak aktif saat ini, benar-benar keajaiban.
🌹💖💖💖🌹
kini setelah selesai operasi Alisa, sudah di pindah ke ruang rawat VIP, bersebelahan dengan Anisa.
mereka sekeluarga,kini tengah berada di sana untuk melihat keadaan Alisa, pasca operasi Caesar.
"Alisa, apa nama bayi kalian"ujar Ardi.
"Delon Atmaja"ujar Alisa.
Alisa, ingin nama keluarga David,di belakang nama nya, seperti nama David Atmaja.
"bagus"ujar Ardi.
"Nama yang simpel"ujar Kenzo.
"Lalu nama anak mu"ucap Edward, Sambil menatap wajah Kenzo lekat.
"Nama yang aneh "ujar David.
"Kau tidak mengerti itu adalah nama keturunan ku"ujar Kenzo.
sementara mereka sibuk dengan pembahasan soal anak mereka, Elena, saat ini tengah memeluk erat putra pertama nya dengan erat sungguh Elena,sangat merindukan nya.
"Mommy, tidak menyangka kamu sudah sebesar ini kenapa kamu tidak pernah menemui mommy, sayang"ujar Elena.
ternyata sudah dua puluh tahun semenjak saat Aryanti berpindah ke London, dengan Al Bara, dan putra nya, yang saat ini berada di hadapan nya, tapi Aryanti, sering memberinya kabar saat baru-baru pindah tapi setelah tujuh tahun kemudian mereka tidak bisa di hubungi.
dan ternyata saat itu, Aryanti dan Al Bara, mengalami kecelakaan pesawat, saat hendak melakukan perjalanan bisnis.
"mommy, Bunda sudah tidak ada lagi dan juga Daddy, mereka mengalami kecelakaan pesawat, dan saat itu aku tinggal dengan grandpa dan suster yang selama ini menjaga ku dan memberikan kontak mommy pada ku"ujar Adrian.
lagi-lagi, Soraya, memeluk putra nya itu dia merasa sedih tak bisa berada di sisi nya mendampingi nya selama ini, apa lagi di saat duka yang menimpa nya.
"mommy ingin kamu ikut mommy, setelah ini kamu tidak perlu hidup sendirian lagi, Maaf kan mommy, yang tidak pernah tau bahwa selama ini kamu hidup sendiri tanpa mommy di sisi mu"sesal Elena, sedari dulu Elena, memang sangat menyayangi putra angkat nya itu.
hanya karena Al Bara, yang memaksa ingin membawa nya, serta saat itu mereka harus berpisah, dan andaikan saja Aryanti tidak memohon kepada nya, untuk bisa membawa Adrian saat itu, dia tidak akan pernah terpisah dari putra kesayangannya itu.
"momm.... uncle Edgardo, ingin aku menjadi kekasih, putri nya, saat ini tapi aku bingung, sejak kecil aku di jodohkan dengan putri asisten Daddy, yang saat ini tinggal bersama ku di sini, aku bingung harus bagaimana, soalnya uncle Edgardo mengancam ku"ujar Adrian, mengadu.
"Owh ya ampun Emeralda mencintai mu"ucap Elena tak percaya.
"Ya gadis manja itu mencintai ku momm"ucap Adrian.
"Adrian Al Bara..... apa itu serius"ucap Elena lagi apa kau serius"ucap Elena lagi.
"Tentu saja momm....coba tanyakan, pada nya"ucap Adrian
__ADS_1
"Itu, berita bagus, akhirnya Barbie ku itu jatuh cinta"ucap Elena, yang begitu antusias.
"Apa momm...setuju "ujar Adrian.
"Tentu saja"ucap Elena dengan pasti.
"Baiklah jika itu juga keinginan mommy, tapi bagaimana dengan kekasih ku"ucap Adrian.
Emeralda, ternyata berada di rumah sakit juga dia datang bersama dengan sang kakak. yang kini berada di samping Emeralda.
Emeralda tidak menyadari bahwa saat ini tengah ada Adrian, sedang berada di taman rumah sakit tersebut yang telah di lewati oleh Emerald dan Emeralda.
sesampainya di ruangan Alisa dan Anisa mereka berdua begitu bahagia melihat kedua bayi tampan saat ini,namun yang membedakan adalah ,berat badan mereka saat ini.
Emerald, langsung ingin menggendong adik sepupunya itu, saat ini tapi semua orang melarangnya karena masih rentan.
Emerald, hanya bisa menahan kesal, pria berusia dua puluh empat tahun itu, selalu bersikap seperti anak kecil jika mau nya tidak dituruti.
pria tampan itu, saat ini sudah lulus S1 jurusan manajemen bisnis , sementara Emeralda, saat ini baru kelas tiga SMA,di internasional school mereka selalu saling ko sifat Emerald, yang harus wajib semua tau, dia itu tipe pria posesif, terhadap orang yang sangat di cintai nya, seperti adik dan mommy Daddy nya, dia tidak akan rela melihat mommy atau Daddy nya, memberikan perhatian lebih pada orang lain.
Elena pun mengajak Adrian Al Bara, masuk ke dalam ruangan mereka, sesampainya di sana, Adrian, langsung kebelakang dia tidak ingin membuat Emeralda, mengharapkan dirinya.
sementara Emeralda, yang terlanjur melihat Adrian,kini dia hendak mengejar pria itu.
"kak, tunggu"ujar Emeralda.
"Sorry, aku buru-buru, aku lupa hari ini ada meeting penting"ucap Adrian.
Emeralda , hanya bisa pasrah dan menitikkan air mata yang keluar dari mata nya .
sementara itu di tatapan tajam Edgardo,mampu membuat Adrian, kembali ke tempat tepat di samping Emeralda.
Elena, yang melihat itu tersenyum, pada Adrian, dan menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan Adrian, bahwa semua akan baik-baik saja.
lain Adrian yang merasa gusar, saat ini gadis yang bernama Kasandra, yang tak lain adalah kekasih dari Adrian,kini tengah bergulat di ranjang bersama dengan pria yang selama ini selalu menemu nya secara diam-diam.
suara durzana itu , terdengar sangat kencang di ruangan tersebut.
...semua nya tidak menyadari bahwa di dalam kamar itu Cctv, nya sedang menyala, seperti yang sering dilakukan, Adrian, saat akan pergi ke luar rumah....
sementara itu netra mata' Emeralda, saat ini terus menatap wajah Adrian yang kini mendekat ke arah nya.
"kak, kenapa tidak jadi pergi bukan nya ada meeting, penting"ujar Emeralda, heran.
"Aku lupa ini adalah hari weekend, dan meeting di undur sampai besok"ucap Adrian.
Adrian pun mengajak Emeralda, pergi ke taman belakang rumah sakit saat ini, tapi Emeralda, enggan untuk pergi sendirian tanpa kakak nya.
"Emeralda, kamu itu sudah besar masa terus bersama dengan kakak mu itu"ucap Adrian.
"Aku....takut kakak mencari ku nanti"ucap Emeralda beralasan.
"Ya ..... baiklah-baiklah aku akan pergi"ucap Emeralda.
mereka berdua pun berjalan menuju taman belakang rumah sakit tersebut, Adrian,lalu menggenggam tangan Emeralda,lalu berjalan seperti orang yang tengah terburu-buru untuk pergi ke suatu tempat yang bagus yang baru iya temukan.
sementara itu di apartemen tempat Adrian, tinggal saat ini mereka berdua tepatnya Kasandra dan pria selingkuhan nya.
dia tidak sadar bahwa dia tengah berada dalam bahaya jika Adrian,tau hal menjijikkan itu.
Kasandra, masih dengan posisi tidur sambil memeluk erat pria itu di atas ranjang nya yang selama ini mereka tempati,yaitu Adrian dan dirinya yang selalu mengekor di belakang Adrian, meski tidak pernah melakukan hal yang tidak sewajarnya.
s
__ADS_1