Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Lamaran#


__ADS_3

Alisa, masih menangis di dalam ruangan nya ini begitu juga, David, tidak bingung karena tiba-tiba Alisa minta berpisah.


"Alisa, sayang,buka pintu nya kita harus bicara"ucap David, yang kini mengetuk pintu yang terkunci dari dalam.


Alisa, keluar setelah sebelumnya telah membasuh wajah nya, dan mengeringkan nya, Alisa, tidak memakai bedak dia hanya menggunakan pelembab kulit wajah saja dan sedikit polesan lipstik,itu sudah membuat nya cantik saat ini.


"Vid... semua sudah selesai, kamu bisa segera menikah dengan nya, saya tidak punya hak untuk menahan mu disini, seperti janji, saya akan memberikan kado pernikahan, dan saya sudah menyiapkan nya, sebentar lagi mungkin sampai di kediaman orang tua mu"ucap Alisa.


"Sayang, apa yang kamu katakan heuhhhhh, aku tau aku memang miskin, tapi aku tidak pernah menginginkan semua itu aku hanya ingin kamu, tapi jika kamu tidak ingin berjuang bersama dengan ku, aku bisa apa aku tidak bisa memaksa wanita yang kucintai membalas cinta ku yang benar-benar mustahil ini"ujar David, yang kini melangkah pergi membawa luka di hati nya, tapi baru sampai di depan pintu tiba-tiba Alisa, memanggil dia berlari menghampiri David, dan memeluk nya erat Alisa menangis sesenggukan di dada bidang David, Sambil berkata maaf.


"maafkan aku aku mohon, Maaf kan aku, aku hanya tidak ingin kamu menjadi anak durhaka, semalam ibu menelpon ku, memohon untuk melepaskan mu,demi kesembuhan ayah mu, dan aku tidak bisa menolak nya,maka dari itu aku lepaskan kamu vid... jangan pernah membenci ku karena aku tidak sanggup, untuk menatap mu jika kelak kita bertemu lagi, aku minta maaf, jika selama ini aku terlalu membebani mu, hingga kamu tidak pernah punya waktu untuk bertemu dengan nya, dia lebih berhak dari pada aku, dia tunangan mu"ucapan Alisa, yang terhenti karena David memasang kan cincin di jari manis Alisa saat ini.


Cincin berlian yang indah, yang dia beli dengan uang tabungan nya, selama satu tahun ini.


"Maaf jika dengan cara ini aku meminta mu untuk menjadi istri ku"ujar David, yang kini menatap wajah Alisa, yang masih kaget.


"Alisa, aku benar-benar tulus mencintai mu, dan demi kamu aku rela di sebut anak durhaka, karena hanya kamu wanita satu-satunya yang ada di sini"ucap David yang menunjuk dadanya"dan soal restu mereka aku yakin cepat atau lambat kita akan segera mendapatkan restu"ucap David.


Alisa, masih terbungkam saat ini.di benar-benar tidak percaya bahwa, saat ini pria yang sangat di cintai nya itu, melamar nya.


David, membawa Alisa, duduk di sofa saat ini.


"Sayang maafkan aku, karena terpaksa melamar mu, seperti ini aku hanya takut kehilangan mu, aku benar-benar tidak sanggup"ujar David lagi lalu mencium bibir Alisa dengan lembut dan Alisa pun membalas ciuman tersebut, mereka saling bertukar Saliva.


"Aku sangat bahagia sayang, kamu benar-benar sudah menyiapkan ini untuk ku, sejak kapan kalo aku boleh tau"ucap Alisa.


"Sejak kamu di rawat aku memesan cincin itu, aku membeli itu dengan gaji ku satu tahun ini, sayang aku harap kamu bisa memakai nya, dan tidak alergi terhadap barang murah"ucap David.


"Apa sih kamu sayang"ucap Alisa.


"Bagaimana, apa kamu siap menjalani hidup dengan ku, menghabiskan sisa umur kita di dunia ini"ucap David.


"Tentu saja Sayang aku siap"ucap Alisa.


David pun menghujani Alisa, dengan ciuman di seluruh bagian wajah, juga memeluk nya,erat setelah itu dia mengangkat tubuh Alisa, Sambil berputar-putar.


"Sayang turun kan nanti aku jatuh"ujar Alisa.


"Tidak akan sayang ku"ucap David kemudian langsung menurunkan nya.


setelah hari itu, mereka memutuskan untuk menikah, Alisa bahkan tidak di perbolehkan untuk mengeluarkan uang sepeser pun, untuk pesta pernikahan tersebut, meriah atau tidak hanya David, yang boleh menentukan dari hasil kerja keras nya sendiri, sebagai laki-laki yang bertanggung jawab ia tidak ingin menggunakan uang istrinya yang terlanjur kaya raya itu.


Alisa pun merasa sangat di cintai dengan sikap David, saat ini, dia benar-benar laki-laki yang patut untuk di pertahankan.


sementara itu seluruh keluarga Alisa, saat ini telah berada di Indonesia termasuk Edward dan Soraya, Alisa begitu bahagia, pernikahan nya nantinya akan di hadiri oleh seluruh anggota keluarga nya.


acara pernikahan pun di gelar, yang hadir dari perwakilan keluarga David, adalah ibunya dan juga paman dan sepupu David.


David, bersama penghulu dan juga seluruh keluarga,kini sudah berkumpul, sementara itu Alisa, dengan para saudara perempuan dan juga mommy nya kini baru keluar dari rumah karena acara pernikahan di adakan di halaman rumah yang luas di tempat Alisa.


semua mata tertuju pada Alisa, yang kini menggunakan kebaya, hasil rancangan kakak ipar nya Senny, istri Edgardo, yang seorang desainer pakaian.


kini mata David,tak berkedip sedikit pun dari pandangan nya, Alisa luar biasa lebih cantik dari biasanya ini berkali lipat lebih cantik, hingga ibunya David, terkagum-kagum dengan kecantikan sang menantu.


setelah Alisa, sampai di panggung yang sudah di ruas sedemikian rupa kini acara ijab Kabul pun di lakukan.

__ADS_1


hingga kata sah itu terucap, setelah David, dengan lantang nya dalam satu tarikan nafas,ia resmi mempersunting wanita yang sangat di cintai nya itu.


Alisa, mencium punggung tangan David, dan David pun mencium kening Alisa, setelah keduanya bertukar memasang cincin pernikahan di jari manis mereka, setelah itu serentetan kegiatan dalam pesta pernikahan pun di gelar setelah sebelumnya mereka sungkem kepada bapak ibu mereka.


ada kesedihan di hati Alisa, ditengah bahagia nya, saat ini hanya ada Ardi dan Edward, yang menjadi perwakilan dari Daddy nya yang telah tiada.


Alisa sempat berziarah ke makam Aditya, sebelum nya untuk meminta restu, dan mendoakan almarhum.


sementara David, sendiri dia hanya bisa pasrah setelah Ayah nya, mengusir nya di hari bahagia nya, saat ini bahkan ibunya hadir, untuk yang terakhir kali setelah ibunya memohon kepada ayah David,agar mengizinkan nya untuk menyaksikan pernikahan putra semata wayangnya itu, walaupun di akhir nya ini adalah perjumpaan ibu dan anak menurut ayah David.


di sela acara sungkem di gelar,ibu David, berpesan agar sang putra tetap tegar menjalani hidup, meski terbuang dari keluarga, dia bahkan bilang, bahwa ayah nya akan luluh dengan kehadiran cucunya kelak.


David, hanya bisa pasrah dan memohon maaf kepada ibunya.


🌹💖💖💖🌹


malam pun tiba, David, yang kini sudah memboyong Alisa, untuk tinggal di rumah mewah milik nya, walaupun rumah itu tak sebesar rumah Alisa,atau rumah-rumah milik keluarga Anisa.


Di sana juga terdapat kolam renang di bagian tanaman belakang rumah tersebut, Alisa sudah sangat bahagia, saat ini besar kecil nafkah yang di berikan oleh David, dia sangat menerima semua nya, karena itu adalah bagian dari rasa cinta David, yang besar untuk nya.


saat ini kedua anak mereka belum sempat ikut, karena Alisa dan David sedang berbulan madu di rumah tersebut.


malam pertama pun, mereka lalui, dengan sangat bahagia, dengan mengikuti insting dari kedua pasangan yang benar-benar masih tersegel, mereka mampu untuk melewati indah nya surga dunia, hingga Alisa dan David, terlelap sampai di siang hari, mereka terlalu terhanyut dalam buaian surga dunia yang mereka rasakan saat ini.


David, yang terbangun lebih dulu, dia sengaja membiarkan istrinya yang kelelahan itu tidur saat ini dia sendiri langsung membersihkan diri,lalu turun ke bawah, meminta asisten rumah tangga nya untuk memasakkan makan siang untuk mereka, karena waktu sarapan pagi sudah terlewati.


setelah itu David, yang membawa kan teh hangat untuk sang istri,kini telah berada di kamar mandi, sampai sepuluh menit kemudian Alisa, keluar dari dalam kamar mandi, ada yang aneh menurut David, dari cara berjalan istrinya itu, dia memang tidak pernah mencari tahu hal yang berbau dewasa, apa lagi malam pertama.


"Sayang, kenapa dengan kakimu apa ada yang sakit"ucap David,polos.


"Apa dimana yang sakit, aku panggil dokter ya"ucap David.


"Sayang tidak usah, kamu tidak tau bagaimana mana yang sakit,oh my God...." Alisa tepok jidat, bagaimana suaminya di usia nya yang ketiga pun tahun itu tidak tahu tentang semua itu.


"Sayang... kenapa apa ada yang salah"kata David,lirih.


"Sudah lah tidak perlu lagi di bahas"ucap Alisa, yang kini duduk di kursi depan meja rias nya, dia saat ini, Sambil mengering kan rambut nya, tiba-tiba David, mengambil alih alat itu dia ingin membantu istrinya itu.


"Sayang, apa kamu bahagia"ucap David, bertanya.


"Tentu saja Sayang, kenapa??kamu bertanya seperti itu"ucap Alisa.


"Tidak, apa-apa aku hanya ingin tau saja, Oya Maaf, aku tidak bisa membawa mu pergi berbulan madu ke manapun saat ini, aku janji setelah penghasilan ku, cukup, aku akan membawa mu untuk pergi ke suatu tempat yang kamu inginkan"ujar David,ada nada sedih dari ucapan nya, tapi Alisa, langsung memotong nya.


"Sayang kamu bicara apa sih, aku tidak butuh semua itu, lagian, aku sudah cukup keliling dunia bersama mu, selama ini, aku bahagia dengan apa yang kamu berikan kepada ku, cukup berada di sisi ku selamanya aku tidak membutuhkan hal yang lain nya lagi.


"Terimakasih sayang kamu memang istri ku yang sangat pengertian, aku bahagia bisa memiliki mu, terlepas dari segala kekurangan ku, aku mencintaimu dulu sekarang dan nanti, love you forever honey"ujar David, Sambil menghujani Alisa dengan kecupan mesra, hingga mereka hampir terbawa suasana,namun ketukan pintu kamar mereka terdengar nyaring.


"Tuan nyonya makan siang sudah siap"ujar BI Ina.


"Ya kami sebentar lagi turun"ucap David.


Alisa, pun segera menyelesaikan kegiatan nya setelah selesai menggunakan baju, mereka pun turun menuju ruang makan.


setibanya di sana Alisa, langsung mengambil piring, mengambil kan makan itu untuk suaminya,di hari pertama nya menjadi istri David.

__ADS_1


"Sayang, apa?? segini cukup"ucap Alisa


"Cukup sayang terimakasih"ucap David, Sambil tersenyum manis pada Alisa.


"Sama-sama sayang,maaf aku belum bisa masak untuk mu, tadi aku bangun kesiangan"ucap Alisa.


"Tidak, masalah sayang aku tak ingin membebani istri ku, dengan pekerjaan rumah, karena aku mencari istri bukan mencari asisten rumah tangga"ucap David.


"Tapi sayang itu, adalah kewajiban istri"ucap Alisa.


"kamu sudah cukup sibuk di kantor, aku tidak ingin membebani mu lagi, cukup kamu menemaniku, menjadi istri dan ibu bagi anak kita yang ketiga kelak, aku harap kamu bisa membagi waktu mu untuk itu, karena aku berencana untuk resign dari kantor , aku ingin buka usaha sendiri agar aku bisa memberikan nafkah yang lebih baik lagi untuk mu dan anak kita "ucap David.


"Sayang, aku tak mau kamu pergi dari perusahaan,itu milikmu juga, kenapa sih tidak mau mengerti, aku sudah katakan berkali-kali, kamu bisa menggantikan posisi ku di sana, aku akan jadi ibu rumah tangga yang baik, cukup bantu aku menjaga amanah dari Daddy,itu sudah lebih dari cukup, aku tidak membutuhkan apa-apa lagi, aku hanya butuh kamu mendampingi ku selama nya, jangan terlalu berpikir yang lain-lain, aku tidak akan menuntut apa pun pada mu"ucap Alisa.


David, awal nya ingin menolak tapi dia tidak ingin membuat istrinya itu merasa sedih, biarlah semua seperti saat ini, dia tetap bekerja sebagai asisten pribadi nya, dan jika ada kesempatan David, akan membuka usaha sendiri di sela waktu nya.


"Sayang aku sudah kenyang, makasih makan siang nya istri ku, love you"ucap David, Sambil mengecup pipi Alisa, setelah sebelumnya membersihkan bibir nya dengan tisu basah.


"love you to sayang"ucap Alisa, yang juga menghabiskan minuman nya.


setelah selesai makan Alisa, pun hendak membawa piring kotor ke dapur tapi David, menghentikan nya, karena dia tidak ingin Alisa, kecapean, itulah kenapa,hari pertama mereka tinggal, sebelum nya David, sudah menyiapkan asisten rumah tangga nya.


hari ini adalah hari libur bagi pasangan pengantin tersebut, saat ini mereka menghabiskan waktu nya di kamar, mengecek pekerjaan nya di laptop nya masing-masing sambil sesekali, bertegur sapa bercanda tawa berdua dan satu lagi berakhir di ranjang.


mereka benar-benar,hanyut dalam bulan madu nya tak perlu pergi keluar negeri hanya untuk berbulan madu, dimana pun bisa menikmati nya yang terpenting adalah kasih sayang mereka.


lain halnya dengan Anisa, yang saat ini sudah berada di Hongkong, setelah menghadiri pernikahan kakak nya itu.


Anisa,sibuk bekerja dari watu ke waktu setelah Kenzo, memutuskan untuk berpisah sementara waktu, Kenzo, merasa tidak di hargai oleh Anisa,itu menurut nya saat ini, padahal dia sendiri yang tidak menghargai dirinya, dengan masih suka keluyuran menghabiskan waktu nya di club malam, setiap hari, walaupun dia selalu menjalankan bisnis nya, selama ini.


setiap pulang malam, Alisa, hanya akan langsung tidur, karena merasa percuma dia menunggu suaminya itu pulang ke kediaman nya, karena, Kenzo akan pulang pagi hari dalam keadaan mabuk, walaupun tidak sampai mabuk berat.


Alisa, hanya menggeleng kan kepala nya, setelah itu dia langsung bersiap untuk pergi ke kantor,itu hari-hari yang mereka lalu sebelum Kenzo memutuskan hal itu.


saat ini tepat pukul tujuh pagi, Alisa, sudah bersiap untuk pergi, tiba-tiba, pintu apartemen nya terbuka, Alisa heran kenapa Kenzo, datang ke apartemen nya,ya walaupun seratus nya masih suaminya hingga saat ini.


"Honey, kita perlu bicara"ujar Kenzo.


"mau bicarakan apa lagi, Ken, kamu sudah memutuskan nya sendiri, sekarang apa lagi"ucap Anisa, mencoba bersabar.


"Honey, aku melakukan kesalahan, maafkan aku, aku menghamili seorang gadis, tanpa sengaja, sekarang aku menyerahkan semua padamu, apa pun keputusan yang akan kamu ambil aku pasrah, aku anggap semua itu sebagai hukuman"ucap Kenzo, yang kini melihat Alisa, berjalan mundur derai air mata nya mengalir deras Alisa , menangis tanpa suara, bagaimana tidak pria yang sangat di cintai nya itu kini sudah menghianati nya sedemikian rupa hingga dia akhirnya menuai hasil dari pergaulan bebas nya saat ini.


Kenzo, memang sudah tidak lagi bermain perempuan, selama dia menikah dengan Anisa, tapi satu bulan yang lalu dia di jebak rekan bisnis nya yang melempar anak nya sendiri ke ranjang nya, Kenzo yang dalam pengaruh obat perangsang tidak perduli dengan siapa dia melakukan hal itu, tapi setelah sadar dia mengamuk hampir saja gadis itu kehilangan nyawa nya.


beruntung gadis itu tidak sampai mati dan sang Daddy, langsung menyelamatkan nya.


"Ken, kamu sudah keterlaluan, sekarang juga aku minta cerai kan aku "ucap Anisa lirih di dalam tangisnya, Anisa langsung berlari menuju kamar nya, Kenzo yang sedari tadi mencoba meraih tangan Anisa,namun gadis itu tidak ingin di sentuh nya, dia begitu sakit hati karena nya.


"honey, please jangan minta yang satu itu aku tidak sanggup berpisah dengan mu, setidaknya kamu bisa memberiku hukuman lain nya asal jangan itu"ujar Kenzo yang kini terduduk di bawah sementara Anisa duduk di tepi ranjang sambil terisak.


"Ken, sudah cukup sekarang aku bisa pulang ke rumah ku, kamu bisa lanjutkan hidup mu bersama nya dari sekarang "ucap Anisa lembut, bukan tidak bisa memaki Anisa, hanya sudah lelah dengan sikap suami nya itu.


"Sayang bunuh aku saja, dari pada aku harus melihat kamu pergi meninggalkan ku, lebih baik aku mati saja"ucap Kenzo, yang memberikan pistol di genggaman tangan Anisa saat ini.


"Kenzo, aku tidak harus melakukan ini percuma saja, apa kamu pikir aku akan mengotori tangan ku, dengan menghukum diri mu, tidak Ken, yang sedang menghukum mu bukan aku atau wanita lain, tapi perbuatan mu sendiri, apa kamu tau itu"ucap Anisa lembut, dan itu semakin membuat Kenzo, semakin ketakutan.

__ADS_1


"Ken, aku tunggu surat cerai dari mu, hari ini sepulang dari kantor, aku akan langsung kembali ke Indonesia, terserah kamu mau tetap di sini, atau di mana pun"ucap Anisa sambil beranjak pergi, namun langkah nya terhenti saat Kenzo, memeluk erat tubuh nya dari belakang, dia menangis sejadinya saat ini.


__ADS_2