Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Bahagia#


__ADS_3

Kehidupan Lala, dan Ardi,kini sudah lebih berwarna, setiap pagi Ardi, selalu membangunkan Lala, hanya untuk meminta jatah.


"mas, aku lelah, aku"ujar Lala, selalu beralasan karena dia hanya ingin mengerjai Ardi, yang selalu ia rindukan, walaupun kini mereka telah hidup bersama, entah kenapa Lala, selalu merasa takut kehilangan Ardi,kalau dulu dia yang selalu berusaha menghindari Ardi, saat ini Lala, lah yang selalu tidak ingin jauh dari suami tampan nya itu.


"mas, aku ingin bertanya boleh"ujar Lala.


"Tanyakan lah sayang"ujar Ardi.


"Apa??..saat kuliah dulu, kamu pernah jatuh cinta dengan seseorang"tanya Lala.


"kenapa tanya itu Sayang, apa itu penting??"tanya Ardi, lagi yang enggan menjawab pertanyaan istrinya itu, karena Ardi, tidak ingin merusak suasana saat ini karena Ardi, adalah seorang playboy saat itu, walaupun dia tidak pernah berpacaran serius dengan para wanita nya.


"Mas, jawab pertanyaan dengan pertanyaan, apa menurutmu itu lucu"ujar Lala, yang kini terdiam menahan tangan suami nya yang hendak memegang bahu nya saat ini.


"Sayang, bukan itu maksud ku, tapi menurut ku, masalalu itu tidak lah penting"jawab Ardi.


"Aku bertemu dengannya, saat aku hampir sekarat saat itu"ujar nya.


"Siapa, maksud mu"ujar Ardi, sedikit penasaran.


"Airin "ujar Lala,lantang .


"Lala, stop, jangan pernah bahas wanita penghianat itu"ujar Ardi, tiba-tiba emosi, Lala kaget dengan ekspresi Ardi, saat ini.


"Mas, dia tidak bersalah, dia pergi karena dia tidak ingin membuat mu,susah dia sakit keras hingga saat ini dia masih sangat mencintaimu dan kamu juga masih mencintai nya bukan"ujar Lala.


"Diam,La, hentikan "ujar Ardi, tiba-tiba semakin membentak nya.


"Kenapa,mas apa aku salah bicara lagi,kamu bisa buktikan sendiri ucapan ku"ujar Lala.


"Stop, Lala, aku bilang stop jangan lanjutkan lagi,ok apa kamu tidak dengar"ujar Ardi, semakin berapi-api.


"Aku tau jawabannya mas, aku tau"ujar Lala, dia langsung bangkit dari dari ranjang tersebut, Lala, menahan tangisnya, saat ini dia berlalu pergi dari kamar mereka saat itu juga.


"Ariana,stop, disitu aku tidak ingin kamu salah paham begini sayang"panggil Ardi, dia hendak mengejar Lala, tapi Lala, lebih dulu pergi menuju kamar anak mereka, karena disana lah tempat yang menurut Lala, untuk menenangkan pikiran yang saat ini sedang kalut.


Lala,memang tidak sengaja untuk kembali kepada Ardi, walaupun, saat itu dia pura-pura datang untuk melamar pekerjaan, dia hanya ingin mencari tau tentang Airin , lewat dirinya, Airin, saat itu memohon kepada nya, untuk melihat bagaimana keadaan Ardi, saat ini, karena Airin, sedang menjalani pengobatan nya saat ini, sudah hampir sepuluh tahun, Airin, mengalami sakit.


Airin, adalah wanita yang memiliki wajah mirip sekali dengan nya,bak pinang dibelah dua, dan Lala, mulai mengerti, kenapa Ardi, begitu tidak rela berpisah dengan nya, Lala, memiliki paras yang sama dengan Airin.


"Flashback on"


sepuluh tahun yang lalu, saat Ardi, masuk kuliah, dia adalah seorang pria yang dikenal playboy, dan tidak sedikit wanita yang sering menangis memohon, meminta diberikan kesempatan untuk menjadi kekasih nya, wajah Ardi, yang sangat tampan itu.


Ardi, hanya membalas nya, dengan senyum manis yang memabukkan, hingga seorang gadis, datang ke hadapan Ardi, dan dia mengguyur kepala Ardi, yang kini tengah menatap tajam kearah wanita itu.


Ardi, ingin sekali menampar wajah wanita yang menurut nya biasa saja itu, tapi dia kaget saat mendengar suara makian, yang berasal dari wanita tersebut.


wanita itu marah, karena, sahabat karibnya, hampir saja bunuh diri, satu hari yang lalu, hingga dilarikan ke rumah sakit dan belum juga siuman, Airin, yang mengetahui sahabat nya Mila,nekad mengakhiri hidupnya saat itu karena dia tidak sanggup jika harus di campakkan oleh Ardi.

__ADS_1


"Kau pikir dengan, menjual tampang mu ini akan menjamin, bahwa seluruh wanita bisa kau perlukan sesuka hati mu, ingat tuan Ardi, yang terhormat, tidak semua wanita bisa menerima perlakuan mu, lihat dirimu saat ini, apa menurutmu itu hebat,ia begitu,asal kamu tahu semua itu sangat menjijikkan, aku heran apa yang mereka lihat dari mu, hingga Mila, hampir mati karena mencoba mengakhiri hidupnya"ujar Airin, dan ia langsung memberikan tamparan keras pada Ardi.


Ardi yang saat itu, terbengong karena,baru kali ini ada wanita, yang berani memperlakukan nya seperti itu dan benar-benar, membuat nya malu, Ardi, mengepalkan tangannya dia pergi saat itu juga.


sementara, Airin, mendapatkan tatapan tajam dari para gadis, yang selalu menempel pada Ardi, dia hanya pura-pura tidak melihat, dan Ardan, yang melihat itu, dia menggandeng Airin, tiba-tiba,sambil berbisik,"ikut, dengan ku, jika kamu ingin selamat dari mereka"ujar Ardan, saudara Ardi.


sementara itu Ardi, saat ini tengah berdiri mematung di atap gedung kampus, walaupun tidak di pinggir pembatas nya, karena takut dikira karena ingin bunuh diri.


Ardi, termenung, kata-kata wanita itu selalu terngiang di pikiran nya, hingga ada sesuatu yang membuat nya, terganggu saat ini Ardan, selalu bersama Airin, mereka bahkan terlalu akrab, hingga, sering menghabiskan waktu bersama,ada rasa kesal di hati Ardi, saat ini entah karena ia dendam pada Airin, karena Airin, sempat mempermalukan diri nya saat itu.


Ardi, bertekad, untuk menaklukkan hati Airin, tapi yang terjadi malah sebaliknya, Airin lah yang telah membuat Ardi, jatuh cinta, walaupun Airin, tidak berbuat apa-apa.


Ardi, pun menjalani hubungan, dengan Airin, hingga, mereka benar-benar saling jatuh cinta, saat itu, tiba-tiba saat, itu Ardi memperlakukan Airin, bagaikan ratu , Ardi, bahkan memberikan segala yang Airin, ingin kan termasuk mobil sport pertama milik nya, pemberian dari Elena, saat itu.


Airin, selalu memberikan cinta tulus nya, walaupun kadang berlaku matre hanya untuk memberi Ardi, sedikit pelajaran, tapi Ardi, tidak tau itu, Ardi, semakin mencintai wanita itu, hingga suatu hari, disaat Ardi, ingin melamar nya, tiba-tiba Ardi, melihat Airin, tengah bercumbu dengan pria lain, dan saat itu lah hati Ardi, hancur berkeping-keping, Ardi pun memutuskan untuk pindah kuliah mereka berpisah tanpa kata putus Ardi, yang sangat mencintai nya, hingga hampir bunuh diri, tapi Ardi, enggan untuk memohon , mengemis cinta pada Airin, Ardi menyimpan luka nya sendirian.


baginya, Airin, adalah wanita penghianat, tanpa tau apa alasan Airin, pergi dengan pria lain tanpa menjelaskan apa pun.


"flashback off"


Ariana, saat ini sedang memasak , untuk sarapan mereka di weekend kali ini, Ariana, meminta para pelayan untuk pergi berlibur, bukan tanpa alasan, Ariana, hanya tidak ingin waktu nya bersama dengan keluarga kecil nya itu terganggu, meski mereka tidak akan pernah mengganggu.


🌹💖💖💖🌹


satu Minggu, sudah hingga saat ini, Lala atau Ariana, bersikap dingin pada suaminya, meski Lala, tidak pernah berhenti untuk melayani kebutuhan Ardi, sehari-hari, namun tidak untuk berhubungan intim.


Lala, sering tertidur di kamar putra putri nya, selama ini, karena tidak ingin, melihat wanita lain di mata suaminya, walaupun itu wajah nya sendiri,ya karena saat melihat gambar diri nya di, mata suaminya itu.


sejujurnya, Lala, tidak ingin mendengar penjelasan apapun saat ini, dia benar-benar takut mengetahui rasa cinta Ardi, untuk wanita lain, meski saat ini hanya dirinya milik Ardi satu-satunya tapi dia tidak siap jika Ardi mengatakan bahwa ia pernah mencintai wanita lain seperti yang dikatakan oleh Airin.


"Sayang, ikut aku, aku tidak mau kamu salah paham terus seperti ini, aku akan jelas kan semua nya"ujar Ardi yang langsung membawa Lala menuju keluar pintu rumah nya saat ini, tapi Lala, tetap menolak saat ini dia berkata sedikit keras untuk menolak Ardi.


"Aku sudah tau semuanya, Ardi, semua dan jika saat ini aku menjadi istri mu,itu karena kamu ingin menggantikan dia yang benar-benar mirip seperti aku itu kan "ujar Lala.


Ardi, terus menggelengkan kepalanya saat ini karena, Ardi benar-benar tidak ingin Lala,salah paham.


"Ariana, stop kamu salah paham sayang, aku akui kamu memang mirip dengan nya, dan dulu niatku juga, seperti itu tapi saat aku sadar kamu dan dirinya, benar-benar dua orang yang berada, saat itu, aku semakin mencintai mu, aku berani bersumpah aku tidak pernah berbohong pada mu, sayang aku mohon jangan salah paham jangan lakukan ini pada ku, apa kamu tau rasanya aku ingin mati saja, jika harus terus di perlukan seperti ini"ujar Ardi.


"Tidak,perlu kamu jelaskan,mas jika pun kamu masih mencintainya, aku ikhlas ko"ujar Lala, sambil menatap wajah Ardi, yang kini menatap tajam kearah Lala, dia benar-benar murka karena merasa Lala, saat ini seakan tak pernah memperdulikan dirinya saat ini, bahkan Lala, merelakan diri nya untuk wanita lain.


"Apa maksudnya, Lala, apa kamu tidak pernah mencintai ku, hingga kamu merelakan aku untuk wanita lain"ujar Ardi, hingga mencengkeram erat bahu Lala, yang terasa sangat sakit.


"Ardi, sakit"ujar Lala.


"katakan, apa itu benar"ujar Ardi.


"wanita mana yang bisa merelakan suaminya sendiri untuk wanita lain, dan jika pun ada maka wanita itu, adalah seorang wanita yang tidak memiliki perasaan, sedang aku tidak sekuat itu"ujar Lala.


"Tapi jika suamiku, ingin kan itu aku bisa apa"ujar Lala, lagi.

__ADS_1


"Lala, aku benci kata-kata itu"ujar Ardi.


mereka masih terus berdebat hingga,suara seseorang menghentikan perdebatan itu, dia adalah sumber perdebatan mereka saat ini.


"Airin"ujar keduanya.


"Ar... apa kabar??"ujar Airin.


"silahkan kalian ngobrol, aku permisi dulu"ujar Lala, tapi tangan nya langsung diraih Ardi, dan ditarik nya Lala, hingga terduduk di sofa itu, tepat di hadapan Airin.


"Tetap di sini, aku tidak ingin kamu salah paham, lagi kamu harus tau semua nya"ujar Ardi.


"mas, aku tidak berhak untuk ikut campur, semua itu urusan kalian berdua"ujar Lala.


"tidak aku bilang duduk di sini"ujar Ardi, tapi kemudian kedua anak nya memanggil ibunya karena baru bangun tidur siang.


"Lala, aku mohon jangan pergi"ujar Ardi.


"Anak kita lebih penting"ujar Lala, yang kini langsung pergi menuju kamar kedua anak nya.


Ardi, akhirnya, menyalahkan ponsel nya, saat ia tengah mengobrol dengan Airin, saat ini bahkan Ardi, selalu menghindar dari tatapan penuh harap dari Airin yang ternyata meminta Ardi, untuk kembali pada nya, karena dia sudah sangat sehat saat ini, dan bahkan dia rela, untuk menjadi yang kedua.


sementara itu, Lala, saat ini sedang menahan dadanya yang terasa sesak Ardi, tidak tau bahwa Lala, saat ini tengah berdiri di samping ruangan tersebut dan menempel di tembok, bahkan sudah hampir satu jam lamanya, Ardi, dan Airin, membahas masalalu mereka tapi Ardi, mencoba menghindar dari obrolan yang semakin lama semakin menjurus tentang perasaan mereka berdua dulu tapi Ardi, tidak sadar ponsel nya kehabisan baterai hingga ia tidak bisa merekam semua obrolan nya.


Lala, langsung bergegas menuju kamar, saat tau Ardi, berkata, bahwa Lala, adalah wanita pengganti Airin,hati Lala,benar terasa sakit bahagia yang baru ia rasakan kini hilang dalam sekejap semuanya sudah berakhir bagi Lala,tiba saatnya dia menelpon Reza untuk menjemput nya pulang ke rumah yang seharusnya dia tinggali saat ini.


Lala,mengemas pakaian nya kedalam koper hingga bunyi derap langkah para pengawal yang datang di brondong pertanyaan dari Ardi dan Airin.


tapi tidak satupun yang menjawab, tiba-tiba Lala turun membawa kedua anak nya dan koper besar yang di seret di tangan kiri nya karena tangan kanan nya menggendong putri nya.


salah satu pengawal langsung mengambil alih koper dan kedua anak nya itu.


"Apa-apaan ini sayang kamu kenapa, apa ini siapa mereka"ujar Ardi yang kini menghadang langkah Lala,"sayang aku mohon bicara jangan seperti ini, siapa mereka kamu mau apa??"ujar Ardi lagi.


"kakak,ku harus pergi dari tempat yang tidak seharusnya, ia singgahi, karena di jadikan pengganti oleh mu"ujar Reza, yang datang dari arah pintu, pria tampan dan gagah itu adalah Reza,ya Reza, yang dulu lumpuh.


"Reza, apa maksud mu??"ujar Ardi yang kini mendekap erat Lala, yang berusaha untuk melepaskan diri dari dekapan nya.


"Sayang, apa ini aku tidak mengerti, apa maksud nya, jangan lakukan ini aku mohon, aku mohon jelaskan"ujar Ardi yang kini meninggikan suara nya.


tapi Lala, bungkam seribu bahasa, Ardi, langsung memanggil anak buah nya untuk menghadang mereka, dan saat itu juga para pengawal sudah menyebar, Ardi, membawa paksa Lala, kedalam kamar mereka.


"La, jelaskan ini"ujar Ardi.


"tidak ada penjelasan untuk semua pertanyaan mu, karena semua ada di sini"ujar Lala.


sementara itu Reza,kini duduk berhadapan dengan Airin, yang menjadi sumber masalah bagi semua nya.


sudah hampir satu jam Ardi, bahkan tidak juga membuka pintu kamar itu, Lala, bahkan saat ini sudah tidak sadarkan diri,itu karena pengaruh obat bius yang Ardi berikan pada Lala.

__ADS_1


Ardi, keluar dari kamar nya, dia meminta Reza, untuk pergi karena dia bilang Lala, sedang tertidur karena rasa lelahnya setelah bercinta dengan nya, tapi Reza, tidak percaya hingga dia masuk dengan paksa ke dalam kamar kakaknya itu, tapi saat ia membuka pintu, terlihat jelas, Lala, sedang tidur hanya menggunakan selimut, Reza, pun akhirnya pergi dari rumah tersebut bersama dengan anak buah nya.


"sayang, kamu sudah sadar bukan aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi, terserah kamu mau melakukan apa, tapi yang pasti aku tidak akan pernah melepaskan mu untuk selamanya, karena hanya kamu satu-satunya wanita yang sangat aku cintai yang bisa membuat ku bahagia"ujar Ardi, sambil berbisik di telinga Lala.


__ADS_2