Sugar Daddy

Sugar Daddy
#Pernikahan#


__ADS_3

Soraya, saat ini tengah berada di pantai, yang tidak jauh dari rumah milik Edgardo, dia tengah memandang deburan ombak, setelah kemarin ia selalu bersedih karena duka, yang di alami nya, karena suami yang selama ini dia cintai, cinta pertama nya.


Soraya, masih fokus kedepan menatap ombak yang bergerak silih berganti di saat sinar sunset, menyinari seluruh pantai tepat di hadapan Soraya, hingga Soraya menikmati lamunan nya saat ini, hingga tidak di sadari seseorang kini sudah duduk di samping nya.


pria itu bahkan tidak bicara sedikit pun, saat ini hanya menatap lekat wajah cantik, yang selalu ia rindukan, wajah teduh itu masih sangat terlihat cantik, seperti dulu.


"honey, kamu sedang apa disini, cuaca nya sangat dingin kamu tidak menggunakan sweater, nanti masuk angin, kamu baru sembuh "ujar Edward.


Ya... laki-laki itu adalah Edward, yang sengaja mencari keberadaan Soraya.


"Aku, sedang ingin sendiri"ujar soraya.


"Ada apa??... bicara lah siapa tau aku bisa bantu"ujar Edward.


"Tidak,ada hanya saja, aku sedang latihan agar terbiasa, saat aku pulang nanti, sendiri seperti ini"ujar Soraya, tanpa menoleh tatapan nya tetap fokus kedepan.


"honey, apa maksud mu, kamu punya mereka, tidak seharusnya kamu pergi jauh dari mereka, kamu ibunya, siapa yang rela membiarkan mommy nya, hidup sendiri"ujar Edward.


"Aku tidak ingin menjadi beban untuk, mereka selagi masih diberikan kesehatan di sisa usia ku ini , aku hanya ingin menghabiskan waktu di Bandung"ujar Soraya, yang masih menatap kedepan.


"Tapi,honey"ujar Edward, mencoba untuk berbicara lagi, tapi Soraya, seketika melirik ke arah nya, dia tidak ingin mendengar ucapan Edward, lagi tapi kali ini Soraya, mengatupkan kedua tangannya memohon kepada Edward agar dia tidak melarang kepergian nya besok.


"Aku pergi besok, kuharap semua nya lancar"ujar Soraya.


"Tapi, anak kita tidak akan pernah mengizinkan nya"ujar Edward.


"Aku,tau itu tapi semua sudah aku putuskan, mereka tidak akan melarang keinginan ibunya"ujar Soraya, lagi.


"Apa, semua ini berkaitan dengan kepergian ku ke sana"ujar Edward.


"Tidak,mas pergilah jika kamu memang sudah memutuskan nya, aku tidak ingin menghalangi mu"ujar Soraya.


"Honey, aku bisa batal kan itu jika kamu tidak mau aku pergi"ujar Edward.


"Tidak Daddy, aku sudah memutuskan kepergian ku ke Bandung sejak Daddy nya anak-anak pergi untuk selamanya, aku hanya ingin menghabiskan sisa hidup ku disana"ujar Soraya.


Edward, sedikit frustasi, saat ini dia tidak ingin wanita yang sangat di cintai nya, pergi sendirian, dan memutuskan untuk hidup sendiri meski wanita paruh baya itu sudah tidak lagi memiliki suami , entah kenapa dia merasa tidak rela.


Soraya, bangkit dari duduknya, dia hendak pergi, tapi tiba-tiba, Edward menggenggam tangan nya, Soraya mematung saat itu juga karena kaget, tiba-tiba saja Edward, menggenggam tangan nya.


"Tidak kah ada sisa cinta untuk ku di hati mu saat ini"ujar Edward.


"Daddy, aku tidak tau, tapi aku merasa takut saat kamu bilang akan pergi, mungkin kah hanya karena takut kesepian, atau"ujar Soraya tergantung.


"Aku tau Honey, kamu masih mencintai ku"ujar Edward, memutuskan sendiri.


"Tidak, Daddy... mungkin karena rasa sepi saja, aku tidak mungkin menghianati rasa cinta ku padanya.


"Honey"tatapan Edward, begitu sendu.


"Aku butuh waktu, untuk sendiri Daddy"ujar Soraya.


Edward, menghela nafas panjang lalu perlahan melepaskan genggaman tangan nya.


Edward, ingin mendapat kan cinta itu kembali, tapi Edward, tau itu terlalu cepat, mungkin Soraya, masih berduka atas kepergian Aditya.


dan akhirnya Edward, pun pergi ke Amerika, tepat jam sepuluh malam, di saat Soraya, tengah bersiap-siap untuk keberangkatan nya besok, Edward hanya tidak ingin memaksa kan kehendak nya, atas rasa cinta nya itu.


Soraya, menatap kepergian Edward dari balkon kamar nya saat itu,ada tetesan air mata yang jatuh di pipinya, sambil mengucapkan selamat tinggal, pada pria yang dulu singgah di hidup nya, ayah dari ketiga anaknya.


"Kamu, tetap pergi,mas selamat tinggal, semoga di sana kamu menemukan kebahagiaan"ujar Soraya lirih.


ke esokan pagi nya, Soraya, berangkat di antar oleh Edgardo, menuju Bandung,ada rasa tidak rela di hati seluruh anak nya, tapi demi kebahagiaan ibunya, mereka mengizinkan Soraya, pulang ke Bandung, tepat nya di villa milik Oma, nya dulu yang diwariskan kepada Soraya.

__ADS_1


sesampainya di sana, Edgardo, tidak langsung pulang dia ingin benar-benar memastikan ibunya aman dan nyaman tinggal di sana, saat ini di temani oleh seorang pelayan dan seorang supir, sekaligus pengawal untuk mommy nya itu.


"mommy, Edgardo sebenarnya tidak rela mommy, tinggal sendirian di sini, kenapa mommy, harus melakukan ini apa Edgardo, tidak baik pada mommy, apa ada yang membuat mommy sedih di sana"ujar Edgardo, sambil memeluk mommy nya dari samping, karena mereka tengah duduk di sofa lantai bawah.


"Tidak, sayang kamu dan semua anak mommy, adalah anak yang sangat baik mommy sangat bahagia memiliki anak seperti kalian, hanya saja mommy, ingin menghabiskan masa tua mommy di sini, tempat yang sangat tenang,satu lagi kalian bisa mengunjungi mommy, saat kalian rindu mommy, nanti sayang"ujar Soraya.


"Tentu momm... kuharap mommy, akan baik-baik saja dan ingat mommy, harus jaga kesehatan, dan satu lagi mommy, harus terus memberi kami kabar"ujar Edgardo.


"Tentu saja Sayang, mommy akan sangat merindukan mu"ujar Soraya.


Edgardo pun, pergi setelah menitipkan mommy nya itu pada pelayan dan sopir pribadi nya yang saat ini menjadi sopir mommy nya.


Satu bulan berlalu dari saat itu, Soraya, menikmati kesendirian nya, setiap pagi ia akan jalan-jalan pagi sambil menikmati udara segar di pagi hari, setelah itu dia langsung pergi ke pasar tradisional hanya untuk membeli kue basah dan beberapa sayur mayur, bukan tanpa alasan,itu sengaja ia lakukan karena ia ingin menjalani hidup sederhana, seperti wanita lain yang ada di kalangan bawah, yang saat ini berada di lingkungan sekitar nya.


kebetulan villa, milik Soraya,itu berada di tengah perkebunan teh, dan di atas bukit yang sangat indah,di samping perumahan warga hampir setiap hari Soraya,membagi kue basah tersebut yang ia beli kepada anak-anak kecil yang sering bermain di halaman villa milik nya, karena di sana dulu Aditya, membuat taman bermain untuk ketujuh anak nya itu, yang saat ini di manfaatkan oleh anak-anak warga sekitar.


bahkan Soraya,sering bermain bersama dengan mereka, jika ke tujuh cucunya itu,sibuk dengan gadget nya, selepas sekolah, berbeda dengan mereka, mereka yang putus sekolah, dengan suka rela, Soraya, mengajar mereka secara gratis, dan menyiapkan perpustakaan untuk mereka sudah satu bulan ini.


🌹💖💖💖🌹


Ya... sudah satu bulan berlalu kini Soraya, selalu tersenyum karena tingkah laku para Bocil, yang selalu bermain dan belajar di villa milik nya, bahkan para orang tua nya pun sangat berterima kasih kepada Soraya, Soraya bahkan di panggil mereka dengan sebutan Bunda, Raya.


Soraya, bahkan sering membagi sembako gratis pada para warga yang ada di sana,bagi Soraya, mereka sudah seperti saudara bagi nya, karena setiap kali mereka memiliki hasil panen entah itu padi atau pun pisang, mereka selalu memberikan itu pada Soraya, walaupun Soraya , sering menolak karena tidak tega, tapi mereka begitu tulus hingga Soraya, tidak tega juga untuk menolak nya, bahkan jika itu terlalu banyak Soraya, mengirimkan itu semua ke kediaman Edgardo, untuk para pelayan.


"Bunda, Raya pamit pulang dulu ya kalian besok libur belajar karena besok anak bunda bakalan kemari, dan mungkin Bunda, akan sangat sibuk, kalian bisa belajar di rumah Ok"ujar Soraya.


Sore itu, Soraya, kembali masuk kedalam villa nya, dan seperti biasa, dia mandi dan menjalankan ibadah salat ashar, setelah itu dia menyapa Aditya, yang saat ini tersenyum pada nya.


mungkin ini aneh, atau tidak masuk akal atau di luar nalar, tapi inilah kenyataan nya, mungkin karena rasa cinta mereka yang begitu besar, Soraya, masih bisa melihat kehadiran Aditya, suami nya yang telah tiada.


setiap habis,solat ashar, saat itu Aditya hadir di hadapan Soraya, bahkan di saat ia bangun tidur pun Aditya seakan nyata, dia mengecup Soraya.


"Mas, aku baik-baik saja, bahkan tidak pernah merasa lelah, meski kadang aku kesepian selama ini, tapi aku tidak lagi merasakan itu karena kamu selalu ada di sini"ujar Soraya, sambil menunjuk dada sebelah kiri nya.


percakapan mereka, tidak ada seorang pun tau bahkan, jika sedang di keramaian, Soraya, hanya bisa berinteraksi lewat tatapan matanya.


karena bagi orang lain, Aditya, tidak nyata, dan hanya khayalan Soraya.


Soraya, setiap hari terlihat di penuhi senyum dan kebahagiaan, entah apa rahasianya, yang pasti semua anak nya sangat bersyukur melihat mommy nya saat ini segar bugar tidak kekurangan suatu apapun.


"Mom...kami sangat merindukan mu apa kabar"ujar Elena, yang kini langsung memeluk dan mencium seluruh wajah Soraya, begitu juga dengan Soraya.


selepas peluk cium dengan ke empat anak nya saat ini, Soraya, mengajak mereka untuk makan siang bersama karena Soraya, sudah masak banyak, sengaja untuk menyambut mereka.


"mommy, terlihat sangat sehat dan semakin cantik"ujar Ardan, sambil mengecup pipi mommy nya dari samping saat ingin duduk di samping mommy nya.


"Kamu bisa saja Sayang,mommy seperti sekarang ini, karena di sini mommy, selalu memiliki hiburan ada mereka yang selalu membuat mommy tersenyum"ujar Soraya.


Soraya, menunjuk ke arah foto, yang terpajang di ruang tamu foto berukuran besar dan Soraya duduk di tengah-tengah mereka, setelah acara tangkap ikan di Empang , untuk merayakan hari ulang tahun soraya, yang jatuh pada dua hari yang lalu, saat ini sengaja seluruh anak nya datang untuk mengucapkan selamat karena, semenjak kepergian Daddy, nya mommy nya itu menolak perayaan.


sementara itu, Alisa tidak sempat ikut berkumpul saat ini karena sedang berada di Hongkong, bersama adik kembar nya, mengurus pekerjaan mereka saat ini, tepat nya Anisa meminta bantuan kepada Alisa, karena sedang mengerjakan tender yang sangat besar, saat ini bahkan Alisa, membawa putrinya itu, dia tidak mungkin meninggalkan putri nya sendiri di rumah nya meski ada banyak pelayan dan bodyguard, yang menjaga rumah besar tersebut.


Alisa, dan Anisa tengah meeting, bersama para pengusaha hebat yang ikut menangani proyek besar tersebut, setelah selesai, Alisa dan Anisa, kembali ke ruangan mereka saat ini sambil mengistirahatkan tubuh mereka yang terasa lelah.


di saat mereka tengah mengobrol santai, tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu, sontak Anisa,kaget dan langsung membetulkan posisi duduk nya, Alisa yang melihat tingkah adiknya itu ia merasa heran, dia pun bangkit dari rebahan nya, dan melirik ke arah pintu masuk ruangan itu.


"De... siapa??"ujar Alisa lirih.


"Dia, yang aku ceritakan saat itu"ujar Anisa lirih.


"Owh,ya sudah aku nyusul putri ku dulu"ujar Alisa, yang langsung pergi menuju ruang istirahat di ruangan itu.


"Anisa, bisa kita bicara "ujar Adam.

__ADS_1


"Silahkan duduk"ujar Anisa, mempersilahkan Adam untuk duduk.


"kedatangan ku, saat ini aku hanya ingin mengantarkan ini "ujar Adam yang memberikan undangan pernikahan .


"Owh, selamat ya,mas Adam, padahal tidak usah repot-repot, datang ke mari, kamu bisa kirim ini lewat pos"ujar Anisa, sambil tersenyum di paksakan.


"Aku hanya ingin langsung mengundang mu, kita teman bukan jadi sudah sewajarnya aku datang langsung pada mu"ujar Adam.


"I iya mas kamu benar,tapi mungkin tepat tanggal ini, aku tidak bisa hadir, karena jadwal ku begitu padat, tapi tidak usah khawatir, kadonya akan dikirim langsung hari itu juga"ujar Anisa, sambil memalingkan wajahnya kearah lain, pura-pura mengambil sesuatu.


"Anisa, aku tau kamu sangat sibuk, tapi apa tidak bisakah kamu hadir walaupun sebentar saja"ujar Adam,penuh harap.


"Indonesian dan Hongkong itu jauh mas, dan tidak mungkin bisa pulang pergi saat itu juga sementara aku terlalu sibuk, aku harap kamu mau mengerti"ujar Anisa.


"bukan Indonesia, tapi di negara ini, dan itu bukan undangan pernikahan,itu undangan ulang tahun perusahaan ku, tolong di baca dulu,itu istri ku, dia yang membuat undangan macam itu entah apa maunya"ujar Adam.


"Bukan itu masalah nya, aku sibuk"ujar Anisa, yang kini tetap menolak Anisa, menghindari Adam , karena dia kecewa dengan pria itu, yang membunuh perasaan nya itu, sampai dia tidak lagi percaya pada pria maupun.


kisah panjang Adam, dan Anisa, membuat Anisa, terluka, dan enggan untuk bertemu dengan nya lagi, tapi Adam sampai saat ini sengaja ingin membuat Anisa, cemburu agar Anisa, mau di jadikan istri siri nya, tapi Anisa, bukan wanita bodoh bagi nya lebih baik tidak menikah untuk selamanya dari pada harus jadi istri kedua lelaki itu.


saat mereka sedang ngobrol, tiba-tiba sugar Daddy, Anisa, datang dia langsung duduk di samping Anisa, dan mengecup pipi Anisa, saat itu juga.


Andra Ramadhan, adalah pria tampan yang kaya raya, pria itu adalah pria yang selalu melindungi Anisa, selama dia berada di Hongkong, dia adalah seorang ketua mafia, yang di pimpin nya di negara itu, nama asli nya adalah Kenzo , pria yang selama ini selalu dekat dengan Anisa,itu mengklaim bahwa Anisa, adalah wanita nya, meski Anisa, tidak pernah mengiyakan hal itu.


"Andra,ada apa "ujar Anisa, sambil menatap wajah Andra yang kini tersenyum pada nya.


"Aku hanya kangen kamu babby"ujar nya sambil mengelus pipi Anisa, dia tidak memperdulikan pria yang kini menatap tak suka pada nya.


"heumm ...lebay,deh setiap hari kamu temui aku di sini,mana mungkin kangen"ujar Anisa.


"kamu, tidak tau babby bahkan sedetik saja aku tidak melihat mu, aku sangat merindukan mu, kapan kita menikah, aku tak ingin kamu capek kerja, cukup duduk manis dan shopping, saja setiap hari nya,itu yang aku inginkan"ujar Andra.


"Ken... kamu belum mengerti juga, menikah itu tidak sesimpel itu kita butuh saling mengenal dan aku tidak bisa melepaskan tanggung jawab ku begitu saja, kamu tau sendiri Daddy,ku sudah tiada aku tidak ingin membuat Daddy, kecewa"ujar Anisa.


"kakak,mu banyak Honey, kamu berikan saja pada mereka, lagian uang ku tak akan habis tujuh turunan"ujar pria tampan yang kadang bersikap pecicilan itu, tidak ada yang mengira bahwa dirinya adalah kepala mafia di sana.


"Terserah kamu saja, Ken, aku tidak bisa menolak mu , tapi aku harus mengurus semuanya sampai selesai, kamu bisa nunggu aku Ok, kita lanjut tapi jika tidak silahkan cari wanita lain, terlalu banyak antrian di belakang"ujar Anisa, yang tau terlalu banyak wanita yang mengantri untuk menjadi wanita nya.


"Yes... aku tunggu sampai kapan pun, bahkan sampai dunia ini tak ada lagi, aku siap"ujar Andra.


"heumm.. Anisa, aku pamit pulang dulu"ujar Adam, sambil mengepalkan tangannya di dalam saku celana nya.


"Iya,mas terimakasih undangan nya, insya Allah aku datang kalau tidak sibuk"ujar Anisa.


"Tidak akan pernah"ujar Kenzo, kesal.


"Ken"ujar Anisa, menghentikan Kenzo, sebelum terjadi perdebatan di antara mereka.


"Aku benar kan sayang, kamu itu terlalu sibuk, aku aja harus datang ke sini hanya untuk bisa melihat wanita yang kucintai ini"ujar Kenzo.


"Masa sih"ujar Anisa, sambil tersenyum manis


Kenzo, langsung mengecup bibir Anisa, saat itu juga, tapi Anisa, langsung melotot ke arah nya.


"Kenapa, aku salah mencium wanita ku sendiri"ujar Kenzo.


"Andra Ramadhan... kamu keterlaluan"ujar Anisa.


tapi pria itu hanya cengengesan, dan lagi-lagi mengecup bibir Anisa,Anisa kemudian hanya diam tak ingin berdebat lagi, karena percuma Kenzo, selalu tak pernah mau kalah, Anis mengenal Kenzo, bukan satu atau dua tahun, tapi semenjak memutuskan untuk kuliah di negara tersebut.


Anisa, bahkan tau siapa Kenzo, dia adalah pewaris tahta di keluarga besar nya, tapi tingkah nya yang selalu nakal membuat dia bergaul dengan orang dunia bawah hingga akhirnya Kenzo, jadi pemimpin mereka, sampai saat ini, dia memang menjalankan bisnis keluarga nya, tapi dia juga memiliki perusahaan sendiri yang bahkan lebih besar bisnis nya menghasilkan milyaran rupiah setiap hari nya, hingga dia memiliki banyak cabang perusahaan di setiap negara yang sering ia singgahi,tapi tentang percintaan dia tidak pernah bisa serius dalam hal itu.


dan hanya Anisa, wanita pertama yang mampu menggetarkan hati nya, meski dia masih sering menghabiskan malam bersama dengan wanita-wanita nakal di luar sana, hanya untuk memuaskan hasrat nya, sebagai pria, normal.

__ADS_1


Tapi di hati nya tetap Anisa no satu , Anisa sendiri mengetahui hal itu, itulah kenapa dia merasa ragu, menerima lamaran,Andra Ramadhan, yang baru saja masuk Islam hanya karena ingin menikah dengan Anisa dan hidup bahagia bersama dengan wanita itu untuk selamanya.


__ADS_2