Sugar Daddy

Sugar Daddy
#salah paham#


__ADS_3

soraya kini pergi ke luar untuk memasak makan malam untuk suaminya itu sementara Aditya sedari tadi setelah beres membersihkan diri kini langsung bergegas menuju dapur dia diam-diam mengendap-ngendap ke belakang soraya yang kini tengah sibuk memasak.


soraya langsung kaget ketika melihat tangan kekar, yang kini tengah melingkar di pinggang nya, Aditya hanya tertawa kecil saking gemasnya melihat sang istri yang langsung membalikkan badannya, Aditya pun langsung mengecup bibir soraya sekilas.


"ya ampun Daddy bagaimana kalau minyak panas ini tumpah kamana-mana gara-gara aku kaget,ih...memang nya mau kaya gitu"ujar soraya yang sedikit kesal.


"lagian kamu masak nya sambil ngelamun gitu honey"ucap Aditya tidak mau kalah.


"aku sedikit kepikiran kenapa bisa kak, Alex yang di jadikan target oleh Diandra, istri kamu itu"ujar soraya sambil sedikit mengejek.


"jangan macam-macam deh,honey, dia bukan istri ku"ujarnya menatap kesal karena masih di kaitkan dengan Diandra.


"mau istri atau mantan sama saja bukan tidak ada bedanya, sedari dulu memang seperti itu"ujar soraya yang kembali membalikkan tubuhnya yang kini sedang sibuk menggoreng ayam.


"jelas beda honey"ucap Aditya tidak mau kalah.


"Ok... sudah ah kenapa jadi bahas dia"ujar soraya.


"kamu yang mulai kok, gak nyadar gitu"ucap Aditya.


"iya sorry"ucap soraya sambil mematikan kompor.


masakan pun sudah siap, saat ini dia langsung menghidangkan makanan di meja makan sementara Aditya kini hanya tersenyum melihat istrinya yang kelihatan sedang cuek terhadap nya.


"aku mau di suapin oleh gak"ucap Aditya sengaja menggoda istri nya itu.


"Daddy, kamu punya tangan dan masih sehat, kenapa harus di suapin"ucap soraya yang kini melihat kearah Aditya.


"ya, sudah aku tidak jadi makan"ucap nya merajuk.


"heumm... baik'lah aku suapin Daddy"Soraya tidak mungkin membiarkan suaminya yang kini sedang manja pada nya.


mereka pun akhirnya makan berdua.


setelah selesai mereka langsung menuju kamar ketujuh anak nya itu, dan kini mereka tengah bergantian memberikan kecupan selamat malam pada ketujuh putra-putri nya itu setelah itu mereka menuju kamar nya untuk istirahat sebelum tidur mereka kini duduk santai di sofa sambil mengobrol dan Aditya yang tidak bisa diam dia mengelus puncak kepala soraya sambil sesekali mengecup nya.


"sayang, aku sangat bahagia bisa hidup dengan mu, andaikan sedari dulu kamu tetap menjadi istri ku, dan tetap bertahan di keadaan apapun mungkin kita akan lebih bahagia lagi"ucap Aditya lirih.


"kamu mau protes dengan takdir tuhan, yang sudah memberikan kehidupan ini"ujar soraya sambil berbalik menatap wajah suaminya.


"tidak sayang aku hanya berandai-andai saja"ucap Aditya sambil tersenyum.


"jika bisa tawar menawar aku tidak ingin hidup menderita, bahkan aku ingin Bunda dan ayah saat ini masih hidup dan tidak ada gangguan dari wanita lain, tapi mungkin aku juga tidak akan punya kakak,sebaik dan sesayang kak, Alex, bahkan mungkin juga aku tidak akan mendapatkan hadiah terindah seperti Edgar dan dua adiknya, tuhan selalu adil di saat aku kehilangan anak ku, aku langsung mendapat kan tiga anak lainnya, dan di saat ayah pergi aku dapat kak, Alex dan kau tau di saat kamu kehilangan putri mu yang lain kau juga mendapat pengganti putri mu itu dua kali lipat malah, jadi jangan pernah mengeluh dengan takdir tuhan, karena yang terbaik untuk kita belum tentu terbaik menurut tuhan mu, dan yang menurut kita buruk itu yang terbaik menurut tuhan, tinggal kita mau berusaha dan berdoa"ujar soraya panjang kali lebar.


"heumm... kamu benar sayang, aku mungkin kurang bersyukur selama ini dengan nikmat dan karunia yang Tuhan berikan untuk ku"kata,


Aditya.


tidak terasa waktu sudah mulai larut mereka pun kini mengistirahatkan tubuh nya yang terasa lelah karena aktivitas seharian.


pagi hari nya, mereka sedang menikmati sarapan pagi kebetulan ini adalah hari weekend dan soraya tengah berencana untuk membawa ketujuh anak nya, berenang bersama.


tiba-tiba, pintu di ketuk dari luar pelayan pun langsung bergegas membuka, pintu dan mempersilahkan seorang wanita masuk, dia adalah tamu Aditya tepat nya sekertaris baru nya.


"siapa??"tanya soraya.


"ada tamu tuan nyonya"jawab pelayan tersebut.


"owh suruh tunggu lalu setelah itu panggil tuan di kamar soalnya baru saja dia pergi"ujar soraya.


"baiklah nyonya"ucap nya lagi.


tidak lama Aditya pun kini turun dan berjalan menuju ruang tamu, dia tidak melihat kearah istrinya yang kini tengah memandang kepergian nya.


"Oya bi tamunya cewek apa cowok?"tanya soraya.

__ADS_1


"cewek cantik non"ucap pelayan itu lagi.


"heumm baik'lah"ucap Soraya sambil berjalan menuju ruang tamu.


sesampainya di sana dia pun langsung bergegas menuju ruang tamu ketika sampai di sana dia begitu terkejut Aditya kini sedang memangku wanita tersebut.


"apa-apaan ini??"teriak soraya yang sedang terduduk pun langsung bergegas bangkit dari pangkuan Aditya.


"sayang kamu salah paham"ucap Aditya yang langsung menghampiri Soraya.


"salah paham, kamu bilang salah paham memang benar kata orang, pria Casanova seperti mu tidak akan pernah berubah menyesal aku telah kembali percaya pada mu"ucap Soraya sambil berlari pergi dan menangis histeris dia menuju kamar nya dan langsung membuka lemari dia melempar semua baju dan barang-barang milik Aditya ke lantai saat ini.


Aditya yang kini menyusul dia langsung memeluk istrinya yang kini tengah mengamuk di liputi amarah dan cemburu buta.


"sayang, kamu itu salah paham beneran deh aku tidak ngapa-ngapain dia tadi tidak sengaja terjatuh tepat pas kamu datang"ujar Aditya mengeluh karena takut di tinggal kan.


"bohong, aku lihat sendiri kau begitu nyaman memangku nya dan saling tatap, jika sikap mu masih tetap bajingan sebaiknya tidak usah kembali pada ku selamanya"kata Soraya setelah berteriak.


"sayang kamu bisa cek cctv rumah ini"ujar Aditya meyakinkan.


"aku tidak ingin melihat mu lagi pergi sekarang juga"ucap soraya,tegas.


"sayang kamu itu sudah salah paham, aku mohon jangan sampai kamu menyesalinya"kata Aditya sambil merangkul.


Alex, yang mendengar itu diam-diam memeriksa cctv karena ia harus membuktikan apa benar yang di ucapkan oleh adik ipar nya itu.


tidak butuh waktu lama, Alex pun mengetahui bahwa dengan sengaja sekertaris nya itu, menjatuhkan tubuhnya di atas permukaan Aditya.


"kalian harus nya cari tahu dulu jangan semua masalah di kaitkan dengan perpisahan, karena permainan ucap Alex yang langsung memperlihatkan sekertaris nya itu lah yang memiliki kau aditya


🌹💖💖💖🌹


soraya pun pergi menuju kamar anak nya dia tidak mau memandang wajah Aditya, yang sudah pernah terjebak dengan sekertaris nya, saat itu mereka bahkan mereka bertahun tahun terpisah.


soraya masih menangis sesenggukan saat ini karena, dia tidak bisa melupakan masalalu nya.


sementara Aditya kini tengah merenung di di dalam kamar mereka melihat barang-barang nya berserakan, saat ini dia baru melihat begitu histeris nya, saat melihat kondisi yang tidak mengenakkan, mungkin karena dulu mereka terauma akibat penghianatan nya Aditya yang langsung tersadar bahwa istrinya pergi dia langsung mencari istri nya itu.


Aditya bertanya kepada para pelayan dan setelah tau istrinya ada di kamar anak mereka Aditya pun langsung bergegas masuk ke dalam nya.


sementara itu di dalam, kamar soraya langsung membalikkan tubuhnya dia enggan melihat Aditya,namun Aditya langsung memeluk dan meminta maaf atas kesalahannya, tadi Soraya hanya bisa diam.


setelah beberapa menit kemudian dia langsung bergegas meninggalkan Aditya namun Aditya langsung pergi namun lagi-lagi tangan nya di tahan Aditya.


"sayang please jangan seperti ini kamu bisa membunuhku jika aku menghianati mu lagi aku minta maaf,atas kesalahan-kesalahan ku yang dulu"ucap Aditya.


"aku tidak ingin melihat dia lagi setelah ini dan tidak ada lagi sekertaris wanita mengerti"ucap soraya yang langsung pergi keluar.


"sayang baik'lah kalau begitu kamu harus ikut aku kekantor setiap hari nya"ucap Aditya.


"memang, nya aku ini pengangguran apa?"kata soraya.


"ya sudah, aku tidak akan memecatnya"ucap Aditya bercanda.


"tidak masalah berarti kamu sudah siap pergi dan jangan harap mendapatkan hak asuh anak"ucap soraya.


"heumm... istri ku cemburu rupanya "kata Aditya.


"tidak ada kata cemburu, aku sudah tidak perduli lagi terserah kamu mau ngapain juga yang pasti tidak boleh muncul lagi di hadapan ku saat ini dan selamanya"ucap soraya tegas.


sementara itu Aditya begitu sedih mendengar perkataan istrinya itu, saat ini dia tidak menyangka soraya, mengatakan bahwa ia sudah tidak perduli lagi pada nya.


"sayang, kamu benar-benar sudah tidak perduli lagi pada ku"ucap Aditya lirih.


soraya melihat kearah suaminya yang memasang muka sedih

__ADS_1


"mas, aku sudah sangat perduli pada mu selama ini aku bahkan lebih mencintai mu itulah kenapa aku mempertahankan hubungan diantara kita, tapi nyata nya kamu, tidak pernah mengerti berkali-kali menghianati ku"ucap soraya.


"aku khilaf sayang aku janji tidak akan pernah mengulang kesalahan ku lagi"ucap Aditya.


"aku hanya bisa pasrah saat ini biar bagaimanapun juga semua akan kembali pada diri mu sendiri"ucap soraya santai.


tidak lama kemudian anak mereka pun datang sementara Soraya langsung menyuruh mereka, langsung mandi.


sementara pelayan membereskan barang-barang Aditya di dalam kamar nya saat ini.


Aditya mengajak ke empat anak nya jalan-jalan karena si kembar tiga sedang berada di rumah Ayah nya.


Soraya hanya bisa melihat kepergian ke empat anak nya itu dengan sang Daddy entah mau di ajak kemana saat ini, tanpa sepengetahuan soraya Aditya pulang ke Mension lama nya karena ia ingin mereka tau rumah lama nya.


malam pun tiba mereka belum juga kembali soraya langsung menelpon dia sangat terkejut saat tau Aditya membawa pulang anak nya itu.


"jika, kamu ingin aku kembali dengan anak-anak ,maka susul kami kemari saat ini karena aku hanya akan pulang jika kamu kemari"ucap Aditya.


soraya pun menghela nafas, saat ini dia langsung mengambil ponsel dan ransel kecil milik sambil berjalan keluar dia menelpon Edward, menitipkan anaknya.


tidak makan waktu lama kini soraya sudah turun dari mobil nya dan langsung masuk ke dalam Mension miliknya dulu.


"selamat datang sayang ku, aku bahagia akhirnya kita kembali ke istana kita lagi"ucap Aditya.


"aku kemari hanya untuk menjemput anak-anak ku saat ini terserah kamu mau tinggal di mana pun"ucap soraya cuek.


"silahkan jika kamu bisa keluar saat ini juga"tantang Aditya.


"ya ampun mau sampai kapan kamu kekanakan seperti ini?"ucap soraya yang langsung bergegas ke dalam kamar nya.


sementara itu Aditya hanya tersenyum penuh kemenangan saat ini dia langsung memeluk istrinya itu dari belakang dan mengecup leher soraya.


"mas, kamu itu ya!"ucap soraya jengah.


"apa hemm.. gak boleh ya, baiklah-baik, aku cari ibu baru saja buat anak-anak ku nanti"canda Aditya.


"silahkan jika kamu ingin kehilangan,si Joni mu itu"ancam soraya.


"owh,ya ampun sadis nya mommy anak-anak"ucap Aditya yang langsung terbengong sambil memegang si Joni .


soraya hanya cuek saja dia berbaring di ranjang yang sudah lama dia tinggalkan semua tidak ada yang berubah, masih sama seperti dulu, dan sangat terawat.


Aditya pun menyusul ke sana dan berbaring di samping soraya dengan posisi memeluk nya.


"Daddy, apa kamu bahagia hidup seperti ini"ucap Soraya sambil memeluk Aditya.


"aku sangat bahagia saat aku bersama mu, sedari dulu pun rasa ini tidak pernah berubah.


Soraya pun membenamkan wajahnya di dada bidang Aditya, saat ini.


sementara Aditya langsung memeluk dan mencium bibir istrinya saat ini terjadilah percintaan yang menguras tenaga mereka berdua di buai kenikmatan surga, dunia.


hingga berjam-jam lamanya dan akhirnya ambruk saking lelahnya, mereka pun tertidur pulas pada pagi dini hari setelah mentari pagi bersinar pun mereka masih terlelap dalam tidur nya.


sampai suara kegaduhan membangunkan mereka berdua ya ke empat anak nya mencari keduanya,di pagi ini Sementara para babby sister, kewalahan menjaga nya dikarenakan mereka menangis ingin ketemu keduanya.


akhirnya mereka berlari mbersihkan diri bersama-sama dengan terburu-buru dan segera keluar saat ini mereka langsung membuka pintu kamar nya dan dilihat nya kedua anak nya berdiri sambil menangis di depan pintu.


"sayang, kalian kenapa heumm?"mereka langsung memeluk ke empat anak nya.


"Daddy, mommy aku mau Daddy dan mommy"ucap ke empat nya saat ini.


"sudah ya sayang kan mommy sama Daddy sudah ada jadi jangan nangis lagi"ujar soraya dan Aditya.


mereka pun pergi menuju ruang keluarga saat ini Aditya langsung menggendong Alisa dan Anisa, sementara soraya menuntun Ardi dan Ardan, semua nya makan di ruang keluarga nya sambil di lesehan.

__ADS_1


__ADS_2