
Jam 5 subuh Arka sudah mengetuk pintu rumah Mawar, dengan malas Mawar membukanya.
"Hari ini aku libur kamu gak perlu ke sini Mas," ujar Mawar dengan wajah malas.
"Iya tapi aku mau ketemu anak aku bukan kamu," tutur Arka menerobos masuk.
Mawar menutup pintunya takut seseorang melihatnya. "Matteo masih tidur," ujar Mawar.
"Gimana kalo hari ini kita jalan bertiga?" ujar Arka.
"Aku gak minat Mas jalan sama kamu mending aku berdua sama Matteo," tutur Mawar ketus.
"Terserah tapi aku bakalan ajak anak aku," ucap Arka lalu masuk ke kamar Matteo diikuti Mawar.
"Jangan bangunin dia nanti dia nangis, tunggu bangun aja," bisik Mawar kesal.
"Kamu ikut masuk ke sini? Berani juga ya?" ujar Arka.
Mungkin Mawar lupa bahwa Arka adalah mantan pecandu para wanita liar.
"Buat apa aku takut?" ujar Mawar menantang.
Arka berjalan melewati Mawar lalu menutup pintu dan menguncinya.
"Oh ya? Kalo gitu mari kita selesaikan," tutur Arka berjalan mendekati Mawar.
__ADS_1
"Mas kamu jangan macem-macem atau aku teriak," ujar Mawar.
Arka menangkap Mawar dan memeluknya begitu erat.
"Mas lepasin!" Arka tidak peduli Mawar berontak tapi tenaganya jauh lebih kuat.
"Biarkan seperti ini," ujar Arka.
Seketika Mawar terdiam tanpa membalas pelukan Arka. "Brengsek kamu Mas," ujar Mawar kesal.
"Sampai mati pun aku gak akan mau membuka hati buat kamu lagi, apalagi dengan perlakuan kamu yang seperti ini," sambung Mawar.
"Aku yang akan membuka hati itu lagi bukan kamu," tutur Arka. Menenggelamkan wajahnya di pundak Mawar itu membuat Mawar merinding.
"Lepasin aku Mas!" ujar Mawar berusaha berontak.
Mawar membuka pintu kamar Matteo lalu masuk ke kamarnya.
Berbeda dengan Mawar yang panik Arka justru gemas dengan mantan istrinya itu.
"Aku janji bakalan buat kamu gak bisa menatap laki-laki lain selain aku," ujar Arka.
****
Setelah selesai mengurusi Matteo, Mawar memasak untuk dirinya dan tentunya untuk Arka meskipun ia malas setidaknya Arka sudah membantu.
__ADS_1
Mawar mencuri-curi pandang pada mantan suaminya itu karena jarak dapur dan ruang tengah dekat maklum rumah sederhana.
Ia melihat Arka begitu telaten menjaga Matteo. "Makan dulu Mas," ujar Mawar.
Arka meliriknya sekilas, "Iya nanti aku masih mau ngajak Matteo main," tutur Arka.
"Biar Matteo aku yang jagain kamu makan dulu aja nanti gantian,"
"Oh kalo gitu kamu aja duluan," jawab Arka.
Mawar duduk di meja makan lalu makan dengan malas, mendapati sikap Arka yang kembali seperti dulu ia takut hal buruk terjadi padanya.
"Matteo ngantuk ya sayang, bobo yu di kamar," ajak Arka lalu menggendong anaknya ke kamar.
Kini hanya tinggal Mawar sendirian di meja makan, setelah makan Mawar heran kenapa Arka tak kunjung keluar dari kamar anaknya ia pun segera memeriksanya.
Mawar tersenyum tipis mendapati Matteo yang terlelap dipelukan Arka, ia tak tega mengganggu ayah dan anak itu.
Lalu ia menutup pintu dengan sangat pelan.
"Aku gak tidur," ujar Arka.
"Ya udah kamu makan dulu Mas setelah itu pulang ya," tutur Mawar.
Arka mendekati Mawar lalu menguncinya di tembok lagi-lagi. "Mas kamu kenapa sih?" ujar Mawar.
__ADS_1
"Aku butuh jawaban jujur dari kamu,"
"Soal apa?"