Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
Saling melukai


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Mawar segera masuk ke ruangan Arka.


Arka yang baru saja selesai makan dengan bantuan suster. Melihat Mawar yang baru saja masuk suster pun akhirnya keluar.


"Mas kok kamu sendiri mamah ke mana?" sapa Mawar.


"Pergi ke butik." Jawab Arka singkat.


"Hm, kamu gimana udah enakan?" tanya Mawar.


"Udah."


Melihat Arka yang cuek dan enggan menatap matanya Mawar menjadi malas dan duduk di sofa ruangan itu lebih memilih memainkan ponselnya.


Tak ada yang memulai percakapan lagi setelah itu, Mawar terlalu malas untuk membujuk Arka ia tak ingin terlihat merendahkan diri lagi di hadapan Arka.


Mawar tak tahu alasan kenapa Arka berubah menjadi ketos seperti itu, namun ia tidak ingin terlalu memikirkannya.


Tak lama suster kembali dengan membawa obat untuk Arka.


"Diminum ya Pak." Titahnya lalu tak lama pun kembali keluar.


Mawar mengambil obat itu dan memberikannya pada Arka namun Arka menolak.


"Udah lah aku juga bisa." Ucap Arka ketos.


"Kamu kenapa sih Mas tiba-tiba kaya gini sama aku?" tanya Mawar.


"Kamu pikir aja sendiri."


Mawar pun meletakan kembali obat itu.


"Terserah kamu Mas, aku udah gak punya energi buat mohon-mohon lagi sama kamu. Terserah!" tegas Mawar.


Mawar pun melangkahkan kakinya untuk keluar namun Arka menarik tangannya.


"Kamu kenapa sih egois, kamu ninggalin aku tapi kamu malah mesra-mesraan sama laki-laki lain. Mungkin itu alasan kamu mau pisah sama aku." Ucap Arka.


Mawar bingung dengan ucapan Arka itu. "Maksud kamu apa ya Mas, nuduh aku kaya gitu?"

__ADS_1


"Semalem ada yang ngirim foto-foto kamu lagi bermesraan sama 2 laki-laki. Kamu kenapa sih jadi serendah itu?"


"Jaga ya ucapan kamu Mas! aku gak pernah mesra-mesraan sama laki-laki mana pun, aku gak seperti kamu yang gak bisa menghargai perasaan aku!" tegas Mawar.


Di tengah keributan itu tiba-tiba saja Fras datang.


"Maaf, Pak. Saya baru sempat ke sini." Ujar Fras.


"Aku mau pulang." Mawar pun keluar dari ruangan Arka.


Fras pun terlihat senang karena Mawar sudah kembali lagi.


"Syukur ya Pak, akhirnya bu Mawar kembali lagi." Ucapnya.


"Fras kamu ini gimana sih, saya suruh kamu bawa Sherly sejauh mungkin tapi kenapa dia masih berkeliaran dan bisa menemukan saya di sini. Kalai gitu percuma saya gaji kamu mahal-mahal." Omel Arka.


"Saya mohon maaf Pak, karena saya jarang pulang ke apartement itu mungkin jadinya gerak-gerik Sherly kurang terpantau." Ujar Fras.


"Saya gak mau tahu alasan kamu yang jelas kamu itu lalai, Sherly malam tadi tiba-tiba aja masuk di saat saya dan Mawar lagi berduaan. Astaga kamu ini gimana sih bisa-bisanya bebasin Sherly gitu aja, kamu tahu kan dia itu jahat dan licik gimana kalau dia jahatin Mawar. Mawar kan lagi hamil anak saya." Tegas Arka.


"Saya pikir dia cuma pergi sebentar Pak, malam tadi juga saya pulang ke apartement dan dia gak ada di sana."


"Bener-bener kamu ya, harusnya kamu itu kontrol gerakan dia jangan sampai bebas kesana-kesini lagi pula dia kan hamil anak kamu. Apa kamu gak khawatir sama keadaan dia." Omel Arka lagi.


"Sekali lagi saya mohon maaf Pak, saya janji akan lebih mengawasi Sherly lagi." Ucap Fras.


"Mawar juga, bisa-bisanya dia pacaran di belakang saya. Ngakunya mau pulang tapi malah ketemuan sama laki-laki lain di parkiran rumah sakit." Gerutu Arka.


"Apa? bu Mawar ketemuan sama laki-laki di parkiran rumah sakit." Tanya Fras.


"Iya, dia ketemuan dengan 2 laki-laki berbeda. Saya heran kenapa dia bisa setega itu sama saya. Padahal saya masih sah sebagai suaminya."


"Tunggu-tunggu, kayanya itu gak mungkin Pak. Secara bu Mawar itu perempuan baik-baik. Dia juga berakhlak baik, gak mungkin melakukan hal seperti itu." Tutur Fras.


"Saya ada buktinya, ada seseorang yang mengirim foto-foto Mawar sedang bermesraan di parkiran. Kalau saya gak lihat fotonya saya juga gak akan percaya gitu aja."


"Jadi ada seseorang yang mengirim foto Mawar bersama laki-laki itu?" tanya Fras.


"Iya, dia mengirim foto-foto itu ke nomor mamah saya."

__ADS_1


"Sepertinya ada seseorang yang sengaja menjebak bu Mawar agar terlihat tidak baik di mata Bapak dan bu Rita." Ucap Fras.


"Menjebak apa maksud kamu, apa ada orang yang akan seniat itu membuat nama baik Mawar rusak?" tanya Arka.


"Sherly, satu-satunya orang yang benci sama bu Mawar ya cuma Sherly. Lagian malam tadi Sherly habis dari sini mungkin aja dia ambil kesempatan untuk menjahati bu Mawar." Ujar Fras.


Arka berpikir sejenak.


"Kalau gitu kamu cek cctv di parkiran rumah sakit ini Fras. Saya pengen tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Baik, Pak." Ucap Fras.


***


Fras pun berbicara pada pegawai rumah sakit untuk izin melihat rekaman cctv di parkiran rumah sakit.


Akhirnya dia pun mengizinkan Fras melihat rekaman cctv itu. Pegawai itu memutar rekaman cctv parkiran malam tadi.


Terlihat ada seorang perempuan yang sedang memotret di balik pohon dekat parkiran, dan juga terlihat Mawar yang sangat ketakutan setelah dipeluk laki-laki asing itu.


Setelah melihat rekaman itu Fras meminta rekaman itu di kirimkan ke ponselnya lalu Fras kembali ke ruangan Arka dengan membawa bukti tersebut.


**


Fras masuk ke ruangan Arka. "Pak ternyata apa yang Bapak lihat di foto itu tidak seperti apa yang Bapak pikirkan."


"Maksud kamu?" tanya Arka penasaran.


Fras pun menunjukan rekaman cctv itu pada Arka.


"Ya ampun jadi ini ulahnya Sherly lagi?" ujar Arka tak menyangka.


"Kelihatannya di sini bu Mawar sangat syok karena tiba-tiba saja dipeluk orang asing dan dia sepertinya menghubungi seseorang." Ujar Fras.


Arka terus mengamati rekaman cctv itu. Terlihat di sana Langit yang baru saja datang terlihat cemas dengan keadaan Mawar.


"Lagian kenapa Mawar gak masuk lagi aja sih, malah telepon orang lain. Terus kenapa coba dia mau dipegang kaya gitu." Gerutu Arka.


"Bapak coba lihat deh, di sini bu Mawar melepaskan genggaman pria itu. Mungkin aja laki-laki itu juga repleks karena terlalu khawatir sama bu Mawar." Ucap Fras.

__ADS_1


"Terus laki-laki itu siapa, kenapa dia terlihat sayang sama Mawar kaya gitu?"


"Kalau masalah itu saya juga gak tahu Pak, yang penting masalahnya sudah clear." Tutur Fras.


__ADS_2