
Kini kehidupan Mawar berubah setelah lepas dari Arka, ia lebih fokus merawat Matteo anaknya.
Mertuanya Rita berkali-kali mencoba menghubungi Mawar meskipun ia sudah tahu Mawar dan Arka resmi bercerai.
"Maafin aku Ma, aku belum siap ketemu atau pun bicara lagi dengan orang yang berhubungan dengan Mas Arka," ucap Mawar.
Mawar kini tinggal di sebuah Villa milik Langit yang terletak di daerah Bandung. Ia sengaja bersembunyi dari Arka, Mawar ingin menenangkan dirinya dari perjalanan hidupnya yang begitu sulit dan rumit.
*
Langit mengetuk pintu dari luar lalu Mawar membukanya.
"Tumben ke sini gak bilang?" tanya Mawar.
"Aku ke sini gak sendirian, tebak sama siapa?" ucap Langit.
"Sama siapa emang? Kamu bawa orang?"
__ADS_1
Tiba-tiba Mirna, suami dan kedua anaknya datang.
"Ya ampun Kak, kalian kok bisa dateng bareng Langit?" Mawar terharu dan langsung memeluknya.
"Kakak tahu kamu kesepian di sini jadi Kakak mau nginep sama anak-anak beberapa hari ke depan," tutur Mirna.
"Serius? Ya ampun aku seneng banget dengernya," ujar Mawar.
***
Saat makan malam, tiba-tiba saja Mirna mengatakan sesuatu yang tidak terduga.
"Soal apa Kak?"
Mirna menatap sekilas suaminya Arya, lalu Arya menanggukan kepalanya seraya membuat kode agar Mirna segera berbicara hal penting itu.
"Jadi gini Langit, Mawar, Kakak rasa hubungan kalian itu seharusnya lebih dari sekedar teman," ujar Mirna.
__ADS_1
Langit menatap Mawar sekilas, canggung. "Kakak kok ngomongnya gitu si?" ucap Mawar tak nyaman.
"Maksud kakak kamu ini gini Mawar, Langit kan sering jengukin kamu ke sini apa gak sebaiknya kalian satu rumah aja biar kamu sama anak kamu juga ada yang jagain, ada yang nafkahin," potong Arya.
"Kak, aku masih bisa nafkahin anak aku sendiri kok, aku masih punya toko kue dan itu masih beroperasi normal malahan tokonya makin rame," pungkas Mawar.
"Iya Kakak ngerti, tapi Kakak khawatir sama kamu kalo cuma tinggal berdua di sini sama Matteo. Kalo misalnya ada Langit dan ada yang jagain kalian, ini bukan hanya soal uang aja Mawar, kamu juga sering ketemu Langit apa gak sebaiknya kalian menikah aja?" tutur Mirna.
"Kak, sebaiknya gak usah mendesak Mawar kayak gitu, dia gak nyaman. Lagian dia juga baru pisah sama suaminya, pasti masih ada rasa trauma dan belum siap menjalin hubungan baru," ucap Langit.
Mendadak Mawar kehilangan selera makannya. "Kak, aku tahu aku tinggal di sini cuma numpang sama Langit tapi bukan berarti aku harus menikah sama Langit juga kan? Masalah aku sering ketemu sama Langit ya udah mulai sekarang Langit gak usah jengukin aku dulu deh, aku tinggal di sini mau healing bukan mau menjalin kisah baru aku belum siap rasa trauma aku masih besar!" tegas Mawar.
"Dek, tapi Kakak itu khawatir sama kamu sama anak kamu kalo cuma tinggal berdua di sini, hal buruk apa pun bisa terjadi dan kalian butuh sosok pelindung. Kamu lihat Langit yang selalu ada buat kamu, apa kamu gak merasakan kasih sayang dari dia? Kakak tahu kok selama ini Langit masih cinta sama kamu," ucap Mirna yang membuat Langit sedikit tercengang.
Mawar melirik Langit sekilas. "Tolong ya Kak, jangan terlalu ikut campur masalah pribadi aku. Permisi aku gak mood makan lagi," ucap Mawar meninggalkan meja makan.
Langit hendak mengejar Mawar namun dicegah oleh Arya.
__ADS_1
"Biarin aja, Mawar butuh waktu sendiri." Ucap Arya.