Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
5 bulan tentara kecil


__ADS_3

Mawar berdiri di depan kaca sambil memegangi perutnya yang sudah buncit.


"Gak kerasa ya sayang kamu udah 5 bulan aja di perut bunda, jadi gak sabar ketemu kamu," gerutu Mawar.


Mawar tidak sadar ada Arka yang baru saja masuk kamar, Arka memandangi Mawar yang sedang sibuk berpose dengan perutnya.


"Gemes banget sih istri aku udah buncit," goda Arka.


Mata Mawar membulat, ia merasa malu karena Arka pasti tahu apa yang sedang ia lakukan di depan kaca.


"Mas? Kapan kamu masuk?" tanya Mawar.


"Barusan," tutur Arka.


Sudah 1 bulan sejak Mawar dan Arka memilih melanjutkan pernikahan namun Arka tidak pernah menyentuh Mawar lebih dari ciuman.


"Udah pulang kerja jam segini?" tanya Mawar duduk di samping Arka.


"Iya aku sengaja pulang lebih awal karena aku udah ada janji sama dokter kandungan mau usg," jawab Arka.


"Loh kamu kok gak bilang sama aku?"


"Iya maaf, ya udah ayo siap-siap. Aku penasaran sama jenis kelamin anak kita." Ucap Arka.


"Iya."


***

__ADS_1


Dokter sibuk memegangi alat Usg di perut Mawar.


"Selamat ya Pak Bu, anak kalian kembar," ucap dokter.


Mendengar itu Mawar dan Arka terkejut. "Apa Dok? Kembar?" ucap Arka.


"Iya, anak Bapak dan Ibu kembar, selamat ya."


"Ya ampun, jadi aku bakalan punya anak kembar?" tutur Mawar tak percaya.


"Jenis kelaminnya apa Dok?" tanya Arka antusias.


"Kalo soal itu belum diketahui Pak, soalnya keduanya membelakangi kita terus," jawab dokter.


"Sayang sini dong lihat bunda sama ayah," ucap Arka sambil terus melihat layar 4D itu.


**


Setelah pulang dari Usg Arka mengajak Mawar untuk makan berdua di restoran favoritnya.


"Sayang, makan yu. Aku laper," ajak Arka.


"Aku mau pulang Mas, mau istirahat."


"Kita kan belum makan di luar lagi, mau ya? Sayang ajakin bundanya dong biar mau makan bareng ayah ya," tutur Arka mengusap perut buncit Mawar.


Mawar memanyunkan bibirnya. "Ya udah iya ayo, aku tuh males sebenarnya Mas keluar-keluar gini soalnya aku jadi gampang cape terus suka kram gitu," ucap Mawar.

__ADS_1


"Iya aku ngerti, kamu kan pasti berat bawa 2 anak kita. Kalo bisa aku bantuin bawanya," goda Arka.


Sesampainya di resto, Arka dan Mawar makan berdua. Arka memesan makanan untuk ibu hamil karena tak ingin Mawar makan sembarangan.


Arka sangat menyayangi Mawar dan kedua anaknya. Ia tak menyangka akan memiliki 2 anak sekaligus.


Saat Mawar sedang makan Arka terus memandangi wajahnya yang cantik. 'Aku gak nyangka bakalan sesayang ini sama kamu Mawar, awalnya aku sangat benci dengan pernikahan ini sampai akhirnya aku sangat bersyukur karena telah memiliki bidadari seperti kamu.' Batin Arka.


Sadar sedang dipandangi Mawar pun bertanya. "Mas kenapa sih lihatin aku kaya gitu? Aku gendutan ya?" tanya Mawar.


"Iya gendut kan lagi hamil," jawab Arka.


"Ih gitu kan ngomongnya bikin sakit hati," ucap Mawar memanyunkan bibirnya.


"Loh iya kan, kamu gendut karena lagi hamil awalnya kan kamu langsing." Tutur Arka.


"Tahu ah aku mau pulang," ucap Mawar.


"Iya habisin dulu makannya, kasihan loh anak kita nanti kelaperan kalo kamu gak habisin makanannya." Ucap Arka.


Mawar tak menghiraukan ucapan Arka itu lalu meninggalkan Arka yang masih duduk santai di restoran.


"Bodo, aku mau pulang sendiri naik taksi!" ucap Mawar.


Setelah membayar makanannya Arka mengejar Mawar tiba-tiba saja Mawar tersandung ditangga.


Nyaris terjatuh tapi seseorang berhasil menahan tubuhnya. Arka terdiam sejenak melihat istrinya di tolong orang lain.

__ADS_1


__ADS_2