Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
Gagal


__ADS_3

Ketika Arka hendak mencium bibir manis Jenni, tiba-tiba saja ponsel Jenni berdering. Aktivitas mereka sedikit terganggu. "Maaf, Pak. Ada telepon sebentar ya," ujar Jenni lalu menarik ikon hijau ke arah kanan dilayar ponselnya.


"Hallo kamu kemana aja sih, katanya malem ini mau dinner aku udah nungguin setengah jam loh daritadi. Masa sih gara-gara pekerjaan baru kamu itu sampe sesibuk ini?" omel pria dibalik telepon itu.


"Hm, maaf ya sayang aku lupa. Iya kamu tunggu sebentar ya, aku siap-siap dulu kamu jangan marah please baby," jawab Jenni dengan suara pelan.


"Kamu tuh lagu apa sayang kenapa bisik-bisik gitu, lagi sama siapa kamu sebenernya? Aku jemput ya?"


"Gak usah dijemput, aku kesana sendirian aja. Kamu tungguin aku ya jangan marah oke?" ucap Jenni.


"Yaudah iya, kamu cepetan kesini atau aku pulang sama cewe lain loh," ancam pria itu.


"Jangan dong, yaudah aku tutup dulu teleponnya ya bye sayang," tutur Jenni.


Setelah berbincang dengan pacarnya, Jenni kembali menemui Arka.


"Siapa?" tanya Arka.


Jenni terdiam sejenak, ia tak mau berbicara jujur pada bosnya itu atau Arka akan menjauhinya ketika tahu Jenni memiliki seorang kekasih.

__ADS_1


"Temen saya Pak, dia lagi butuh bantuan kayanya saya harus buru-buru bantuin dia saya ganti baju dulu ya Pak, permisi," tutur Jenni buru-buru.


"Jen," panggil Arka namun Jenni sudah masuk ke kamarnya.


Arka berdecak kesal, rencananya untuk menyentuh Jenni sepertinya akan gagal malam ini.


*


Setelah 20 menit Jenni keluar dari kamarnya, ia tak lagi melihat Arka di rumahnya. Jenni mencari Arka disudut ruangan lainnya namun ia tak menemukannya.


"Ah syukurlah Pak Arka pergi," tuturnya.


Ia pun segera berangkat untuk menemui pacar kesayangannya itu.


"Ah sial! Kemana sih dia udah tahu hamil masih aja keluyuran ganjen banget!" ucap Arka kesal.


Keesokan harinya Mawar sudah bisa pulang dan diantarkan Langit dan kakaknya ke rumah.


Sesampainya dirumah Mawar melihat Arka yang tertidur di luar tanpa alas apa pun.

__ADS_1


"Mas Arka?" ucap Mawar ia pun segera turun dari mobil dibantu Mirna.


Mawar menghampiri Arka perlahan. "Kamu ngapain Mas kesini?" tanya Mawar.


Arka terbangun mendengar suara Mawar lalu berdiri. "Oh bagus ya dari semalem suami kamu pulang kamu malah pulang pagi sama laki-laki lain, rendah banget kamu!" bentak Arka.


"Kamu kenapa sih Mas, cuma lihat kesalahan aku doang? Aku abis dirawat di rumah sakit emang kamu ada buat aku engga kan?" tegas Mawar.


"Halah udahlah! Aku muak tahu gak lihat muka kamu yang so polos itu!" bentak Arka.


Mawar yang sudah tidak bisa menahan emosinya lalu menampar Arka dengam sekeras mungkin. "Cukup Mas! Udah cukup kamu hina aku, kamu nyakitin aku! Aku minta cerai!" teriak Mawar.


Arka mendorong Mawar hingga terjatuh. "Oke fine, kamu urus semuanya sendirian! Dan jangan harap mendapat harta aku sepeserpun!" bentak Arka.


Langit dan Mirna terkejut melihat Mawar terjatuh lalu membantunya berdiri namun tiba-tiba darah segar mengalir dari balik dressnya.


"Astaga Mawar kamu pendarahan!" teriak Mirna.


Langit menghampiri Arka lalu menarik kerah bajunya. "Dasar laki-laki iblis, apa anda tidak memiliki hati melihat istri sendiri seperti ini hah!!" teriak Langit.

__ADS_1


"Dia mati sekalipun saya gak akan peduli!!" teriak Arka dihadapan wajah Langit lalu melepaskan genggaman tangan Langit dibajunya lalu pergi meninggalkan mereka.


Langit hendak mengejar Arka namun ditahan oleh Mirna karena kondisi Mawar jauh lebih penting.


__ADS_2