
Sherly keluar dari apartement Fras untuk sekedar berjalan-jalan.
"Astaga, kenapa sih rasanya suntuk banget tinggal sendirian di apartement. Fras juga kenapa coba gak pernah kunjungin aku." Gerutu Sherly.
"Kenapa saat itu aku segala ikutan reuni? udah tahu anak-anak itu suka usil kan gini jadinya, aku yang kena. Udah hamil anak Fras lagi bukan anak mas Arka." Ucap Sherly lagi.
Ia pun berniat untuk membeli sebuah kue, tanpa sengaja ia melihat toko kue milik Mawar.
"Nah kebetulan ada toko kue di sini, aku emang pengen makan yang manis-manis." Ujarnya.
Sherly masuk ke toko kue. Tiba-tiba saja ia bertabrakan dengan Mawar.
"Aduh! gimana sih mba kalo jalan tuh pake mata, saya lagi hamil loh kalo anak saya kenapa-kenapa emang kamu mau tanggung jawab!!" bentak Sherly.
"Maaf mba saya gak sengaja." Ujar Mawar, keduanya pun mendongakkan kepala.
"Mawar?" ucap Sherly.
"Shely?" ucap Mawar.
"Oh kamu sengaja ya tabrak aku biar anak aku ini kenapa-kenapa hah? kamu mau bales dendam sama aku?" ujar Sherly.
"Astaga, aku emang gak sengaja nabrak kamu lagian buat apa aku berperilaku seperti kamu. Kalau gitu apa bedanya aku sama kamu?" balas Mawar.
"Maksud kamu apa ngomong kaya gitu? kamu pikir kamu lebih baik dari aku hah?" bentak Sherly.
"Aku emang belum tentu lebih baik dari kamu, tapi aku masih punya sedikit rasa malu untuk menghancurkan rumah tangga orang lain." Tegas Mawar.
Sherly hendak menampar wajah Mawar namun ada tangan yang mencekalnya.
"Cukup! kalau anda ingin membuat keributan jangan di sini, sebaiknya anda pergi." Ucap Emil.
Sherly melepaskan tangannya dengan kasar. "Siapa kamu hah? jangan ikut campur! ini urusan saya sama perempuan kampungan ini!"
'Aku gak akan membiarkan siapa pun menyakiti hati aku lagi, aku gak mau jadi Mawar yang dulu yang lemah dan hanya bisa menangis lalu mengalah. Aku harus kuat bahkan lebih kuat lagi.' Batin Mawar.
"Mendingan kamu pergi dari sini." Tutur Mawar.
__ADS_1
"Oh aku tahu, ini pacar baru kamu kan? hebat ya kamu pergi dari rumah terus tahu-tahu kamu pacaran di sini. Ini bakalan jadi berita yang bagus sih buat mas Arka, aku pengen tahu gimana reaksi dia tahu kalau istrinya lagi berduaan sama laki-laki lain. Oh atau jangan-jangan anak yang ada dalam kandungan kamu itu anak laki-laki ini makannya kamu pergi dari rumah." Ujar Sherly.
Tangan Mawar mengepal menahan amarahnya lalu dengan tangan kanannya ia menampar Sherly sekuat tenaganya.
"Ah .., " rintih Sherly menyentuh pipinya yang memerah.
"Keterlaluan kamu!! udah cukup selama ini kamu menyakiti batin aku Sherly tapi jangan pernah kamu membawa anak aku juga dalam kebencian kamu!!" tegas Sherly.
Sherly berdecak kesal lalu pergi meninggalkan toko kue itu.
Mawar menarik nafasnya dalam-dalam mencoba menenangkan dirinya yang terbawa emosi.
"Bu Mawar gapapa?" tanya Emil.
"Gapapa." Jawab Mawar. Ia pun meninggalkan Emil dan keluar dari toko kue itu.
Mawar keluar selalu menunggunakan kaca mata hitam agar tidak ada yang mengenalinya. Ia berjalan di sekitaran toko kue hingga tak sengaja ia melihat kertas yang bertera fotonya.
"Ini kan foto aku? kenapa ada di sini." Mawar membaca tulisan di bawah foto itu.
SAYA AKAN MEMBERIKAN IMBALAN SEBESAR 500 JUTA JIKA ANDA BERHASIL MENEMUKAN ORANG DI ATAS.
Mawar pun bergegas kembali ke toko kue lalu masuk ke ruangannya dengan membawa kertas itu.
Ia sangat merasa tidak tenang dengan adanya sayembara itu, Mawar belum siap pulang ke rumah Rita apa lagi bertemu dengan Arka.
"Apa ini semua mas Arka yang membuat? tapi aku sama sekali gak yakin." Gerutu Mawar.
***
Di sisi lain Sherly kembali ke apartement Fras.
"Sial! Mawar berani tampar aku di depan orang. Lihat aja nanti aku bakalan bales semuanya, pokoknya aku harus susun rencana agar mas Arka menceraikan Mawar." Gerutu Sherly.
Tiba-tiba saja Fras datang. "Kenapa kamu kelihatannya kesel gitu?" tanyanya.
"Gapapa." Jawab Sherly.
__ADS_1
"Gimana kondisi kandungan kamu apa baik-baik aja?"
"Baik, lagian ngapain sih kamu ke sini. Kemarin-kemarin pas aku lagi mood kamu gak ada terus sekarang aku gak mood dateng." Ujar Sherly.
"Loh ini kan apartement milik aku, mau kapan pun aku dateng kayanya urusan aku dan kamu gak pernah larang aku ke sini." Jawab Fras.
"Oh gitu kamu sekarang itungan sama aku, kamu lupa aku lagi mengandung anak kamu?"
"Enggak, aku gak lupa sama sekali tapi aku harap kamu jaga sikap kamu di sini karena kamu itu penumpang bukan pemilik." Tegas Fras.
"Yaudah lah, ini kan juga demi anak kamu. Lagian aku juga gak minta tinggal di sini. Kamu yang bawa aku ke sini."
"Kalau gitu kamu pergi aja dari sini." Ujar Fras dengan santainya.
Sherly terbelalak dengan ucapan Fras tersebut. "Kamu udah gila ya? aku lagi hamil anak kamu terus kamu ngusir aku gitu aja? bener-bener bapak gak punya hati."
"Aku gak suka aja kamu ngomong seenaknya gitu, seakan aku yang paling membutuhkan kamu di sini." Tegas Fras.
"Kamu tahu kan aku di usir dari rumah?"
"Enggak." Sela Fras.
Sherly berdecak kesal. "Gara-gara kehamilan aku ini aku di usir, terus sekarang kamu mau ngusir aku juga terus aku mau tinggal di mana? apa kamu tega membiarkan aku tidur di kolong jembatan atau di depan toko orang gitu?"
"Cukup! aku cape dengerin ocehan kamu Sher. Mendingan kamu pergi ke kamar kamu terus tidur."
"Gak! kamu gak pernah atur-atur aku kaya gini." Protes Sherly.
"Masuk ke kamar atau pergi dari apartement ini." Tegas Fras.
"Terus aja terus kamu usir aku dari apartement ini."
"Masih mending aku tampung kamu di sini, di apartement termahal di kota plus hasil kerja keras aku sendiri." Tegas Fras lagi.
"Oh ya? hasil kerja keras kamu, kamu juga kalau gak kerja di Dewantara gak akan bisa beli apartement mewah kaya gini kan?"
Fras menyeringai. "Dari pada kamu cuma modal merendahkan harga diri mending aku kerja keras banting tulang." Ujar Fras lalu ia pergi ke kamar yang lain.
__ADS_1
Di apartement itu terdapat 4 kamar tidur tapi Fras hanya sesekali tidur di sana, karena ia memiliki rumah yang tak kalah mewahnya.
Sherly terteriak kesal pada Fras. "Aku sumpahin kamu bangkrut Fras biar gak sombong!!"