Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
Diam seribu bahasa


__ADS_3

Arka terpaksa mengantarkan Jenni pulang terlebihdahulu ia tak mungkin membiarkan sekertarisnya itu pulang tengah malam sendirian.


Pukul 21:00 Arka baru sampai di rumah, perlahan Arka membuka pintu depan karena ia punya kunci serepnya. Terlihat kekasih hatinya sedang terlelap di sofa, sepertinya kelelahan menunggunya pulang.


Arka sangat merasa bersalah karena seharusnya jam 18:00 ia sudah berada di rumah bersama Mawar.


"Sayang?" ucap Arka membangunkan Mawar dengan lembut.


Mawar mengerjapkan kedua matanya. "Mas kamu baru pulang? Ayo makan dulu," ucap Mawar bahagia.


Sekilas ia melihat jam di dinding ternyata sudah malam, perasaannya langsung berubah menjadi dingin.


"Kamu pulang tengah malem gini Mas? Abis dari mana?" tanya Mawar.


"Sayang tadi aku kena macet, maaf ya kamu jangan marah," tutur Arka.


"Aku pikir masih sore sampe aku ketiduran di sofa gini karena nungguin kamu Mas, kayanya gak mungkin macet jalan ke sini selalu lancar," tutur Mawar curiga.


Arka terdiam sejenak mencari celah untuk membohongi istrinya lagi. "Iya tadi ada kerjaan mendadak gitu sayang, aku minta maaf ya kamu jangan marah," ucap Arka.


"Terserah kamu Mas, aku lagi males berdebat. Aku tidur dulu ya," ucap Mawar meninggalkan Arka ke kamar.

__ADS_1


Arka duduk di sofa, lagi-lagi ia membuat istrinya kecewa dengan sikapnya.


**


Setelah selesai membersihkan diri Arka berjalan menuju dapur untuk mengambil air, ia melihat banyak makanan di meja makan yang terlihat dingin.


Hatinya sesak melihat makanan sebanyak itu sia-sia semua ini karena dirinya yang pulang malam.


Arka duduk di meja makan lalu mengambil nasi dan juga lauknya, ia tak ingin makanan yang sudah disiapkan istrinya terbuang begitu saja.


'Maafin aku sayang, kamu pasti sedih banget karena aku pulang malem kaya gini.' Batin Arka.


Arka melihat sebuah kotak di meja makan lalu mengambil dan membukanya.


Tulisan di kertas itu menggertakkan hati Arka, bisa-bisanya ia tak mengingat hari penting itu.


Arka mengambil 2 gelang couple yang bertuliskan namanya dan nama Mawar.


GELANG INI AKAN MEMBUAT PEREMPUAN LAIN TAHU KALO KAMU MILIK AKU.


tulisan itu membuat Arka tersenyum tipis. Ia tak menyangka istrinya akan membuat hal manis seperti ini.

__ADS_1


**


Keesokan harinya Arka terbangun dan melihat Mawar sudah tak ada di sampingnya. Ia pun segera turun dan mencari istrinya itu, rupanya Mawar sedang memasak di dapur.


Arka berjalan perlahan di belakang Mawar lalu memeluknya dengan erat. "Maafin aku ya sayang, aku banyak salah sama kamu." Tutur Arka.


Mawar terdiam menikmati pelukan itu, ada rasa sesak yang menjalar hatinya. Malam yang seharusnya indah ternyata menjadi sebaliknya.


"Mas lepasin aku lagi masak nanti gosong," tutur Mawar.


Arka mematikan kompornya lalu membalikan tubuh Mawar. "Sayang, makasih gelang couplenya aku pake ya kamu juga," tutur Arka.


"Iya nanti aku pake, kamu siap-siap aja ke kantor aku lagi masak buat kamu," ucap Mawar.


"Kamu maafin aku kan sayang?"


"Iya," ucap Mawar singkat.


Arka memeluk Mawar dengan erat lalu menciumi wajahnya berkali-kali. "Aku sayang banget sama kamu," ujar Arka.


'Buat apa aku marah, semuanya hanya akan menambah sesak di dada.' Batin Mawar.

__ADS_1


"Aku siap-siap dulu, nanti pulang kerja kamu gak perlu masak kita rayain 6 bulan pernikahan kita malem kan gak jadi aku udah bikin kamu sedih," tutur Arka.


Mawar hanya tersenyum menutupi lukanya.


__ADS_2