Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
Mama Rita


__ADS_3

Dengan tergesa-gesa Arka masuk ke dalam rumah bak istana itu. "Ma! Mama di mana?" teriak laki-laki itu.


Sambil memegangi kepalanya yang pusing Rita menghampiri Arka. "Ngapain kamu balik ke rumah ini Arka?" ketus Rita.


"Ma, salah satu anak Arka hidup Ma tadi Arka abis gendong dia ya ampun dia ganteng mirip Arka," ucap Arka antusias.


Rita duduk di sofa mencoba mencerna ucapan anak tunggalnya itu. "Kamu halu Arka? Kamu lupa kedua anak kamu itu meninggal gara-gara ulah kamu!" bentak Rita.


Arka bersimpuh di hadapan mamanya. "Astaga Ma, Arka serius namanya Matteo selama ini Mawar menyembunyikan dia karena masih trauma dan syok," ucap Arka.


"Memang semua ini ulah kamu! Sekarang Mama sulit buat ketemu sama cucu Mama sendiri. Luka Mawar itu udah terlalu dalam Arka! Gak semudah itu dia memaafkan kamu," ujar Rita.


Wanita paruh baya itu terus memegangi kepalanya yang pusing hingga akhirnya ia kehilangan kesadarannya.


"Ya ampun Mama, Ma! bangun Ma!" teriak Arka.


Arka segera meminta bantuan security di rumahnya untuk membawa Rita ke rumah sakit.


Dengan perasaan penuh kegelisahan Arka melajukan mobil dengan cepat. "Astaga Mama kenapa tiba-tiba kaya gini Ma bangun tolong Ma jangan tinggalin Arka, Arka udah gak punya siapa-siapa lagi selain Mama," ucap Arka.


**


Rita membuka kedua matanya, semenjak Arka selalu berbuat ulah pikirannya tidak pernah tenang ia merasa gagal mendidik anaknya. Merasa gagal sebagai seorang ibu.


"Ma, Mama udah siuman. Syukurlah," ucap Arka bernafas lega.


"Mama pengen ketemu Mawar sama cucu Mama, tolong bantu Mama ketemu mereka. Mama takut umur Mama gak lama lagi ..," lirih Rita pada Arka.


"Mama jangan ngomong sembarangan, Mama bakalan tetep sama Arka sampai kapan pun. Arka janji Ma Arka bakalan berubah Arka bakalan tanggung jawab sama anak Arka. Arka bakalan lebih git memajukan perusahaan kita asal Mama sembuh, Arka janji." Ucap laki-laki itu sampai berurai air mata.


"Mama cuma pengen ketemu Mawar sama cucu Mama, kamu ajak dia ke sini. Mama mohon," pinta Rita dengan penuh harap.


Arka mengusap air matanya. "Ya udah Mama istirahat aja dulu ya besok pagi Arka jemput mereka, oke?"


Rita menganggukan kepalanya. Badannya kini terasa lemas dan kepalanya seperti ingin pecah.


**


Sebelum Rita terbangun Arka sudah berangkat ke Bandung menuju Villa yang di tempati Mawar.


Ia sama sekali tidak yakin Mawar akan mau menuruti keinginannya, bahkan sepertinya Mawar jijik satu mobil dengannya tapi semuan demi mamanya apa pun ia akan lakukan.


Setelah hampir 2 jam karena terjebak macet akhirnya Arka sampai ke Villa. Arka mengetuk pintu dengan pelan tak lama Mawar membukanya sambil menggendong Matteo.

__ADS_1


Mawar begitu terkejut melihat kedatangan Arka, ia tak menyangka Arka akan nekat menemuinya lagi.


"Mas Arka? Kamu ngapain ke sini lagi?" tanya Mawar ketus.


"Mawar aku mohon aku perlu bantuan kamu, Mama sakit Mama merengek terus minta ketemu sama kamu sama Matteo. Aku mohon kamu ikut sama aku sebentar," ucap Arka memohon.


"Mama sakit? Mama sakit apa? Sekarang dia di mana? Apa keadaannya baik-baik aja?" tanya Mawar berkali-kali. Ia tahu ibu mertuanya itu orang baik dan sangat menyayanginya, Mawar tidak tega mendengar mantan ibu mertuanya itu sakit.


"Nanti aku ceritain di jalan yang penting kamu mau ikut ya, sebentar aja. Anggap aja kita sodara jangan anggap kita mantan," ujar Arka.


Tanpa berpikir panjang Mawar mengiyakan permintaan mantan suaminya itu karena ini menyangkut ibu mertuanya.


"Aku siap-siap dulu," ucap Mawar masuk ke dalam.


Selang beberapa menit Mawar sudah siap. Mawar keluar sambil mengunci pintunya. Arka sedikit terkesima melihat Mawar yang semakin cantik meskipun dengan make up tipis.


"Ayo, aku gak punya waktu lama," ujar Mawar.


*****


Sesampainya di rumah sakit Arka mengajak Mawar berjalan cepat hingga tanpa Mawar sadari Arka menggenggam erat tangannya sambil berlari kecil.


Setelah sampai di depan ruangan Mawar tersadar lalu melepaskan tangan Arka. "Sadar Mas kita udah bukan siapa-siapa," ujar Mawar tegas.


"Maaf," singkat Arka.


"Biar sama saya aja sus, suster boleh keluar," ucap Mawar.


"Mawar sayang Mama kangen banget sama kamu," ucap Rita lalu memeluk Mawar dengan erat.


Matteo yang sedang digendong Arka tidak mengerti apa-apa hanya ocehan yang keluar dari mulutnya.


"Mama cepet sehat ya, maafin Mawar banyak salah sama Mama," ujar Mawar.


Butiran air mata Rita tak hentinya berjatuhan. "Kamu gak pernah salah Sayang, kamu perempuan baik-baik," ujar Rita melepaskan pelukannya lalu menatap Matteo.


"Ini cucu grandma ya ampun ganteng banget Mama boleh gendong?"


"Mama kan masih lemas udah senderan aja yaa, nanti kalo udah baikan baru Mama main sama Matteo." Ucap Arka.


"Jadi namanya Matteo, ya ampun bagus sekali, saking senengnya Mama kaya udah sembuh." Ujar Rita.


"Ma, jangan terlalu banyak gerak ya istirahat yang cukup aja dulu Arka khawatir sakit kepala Mama kambuh lagi," pungkas Arka.

__ADS_1


"Mama seneng bisa ketemu kamu lagi Mawar, setelah berbulan-bulan kamu pergi dari rumah bahkan setelah bercerai Mama gak pernah ketemu kamu lagi," lirih Rita.


Mawar tersenyum tipis. "Maafin Mawar ya Ma, Mawar cuma ..,"


"Udah lah sayang gak usah dibahas semua ini salah Arka, bukan salah kamu." Potong Rita.


"Iya Ma, udah gak usah dibahas ya. Mama makan lagi lanjutin Aku suapin ya," ujar Mawar.


***


Sekitar jam 12 siang Arka dipanggil ke ruangan dokter. Arka merasa mamanya sakit biasa namun ternyata ucapan dokter itu begitu menyayat hatinya.


Arka keluar dari ruangan dokter dengan lunglai matanya sayu, ingin rasanya ia berteriak sekencang-kencangnya.


Di sisi lain Mawar sedang menjaga Matteo yang tertidur di kasur sementara itu Rita tertidur dengan pulas di ranjangnya.


Arka masuk ke ruangan VVIP itu, berusaha tegar dengan keadaan saat ini.


"Kamu kenapa Mas?" tanya Mawar.


Seketika Arka memeluk erat Mawar sambil menangis tanpa suara.


"Mas .., " lirih Mawar.


"Tolong izinin aku peluk kamu, sebentar aja dunia aku sedang hancur," ucap Arka terus menangis.


Mawar terdiam tanpa membalas pelukan Arka, yang dulu selalu mengharapkan pelukan erat ini tapi kali ini semuanya sudah mati rasa.


Tiba-tiba saja Rita terbangun sambil meraung kesakitan. Seketika Arka melepaskan pelukannya dari Mawar.


"Ma, Mama kenapa?" ucap Mawar menghampirinya dengan panik.


Arka berteriak memanggil dokter. Rita semakin lemas namun belum kehilangan kesadaran.


"Arka .., Mawar ..," lirihnya.


"Iya Ma iya kenapa?" ujar Mawar dan Arka.


Rita merahin tangan Mawar dan Arka lalu menyatukan tangan mereka. "Mama udah gak kuat, Mama mohon kalian menikahlah lagi demi anak kalian." Ucapnya dengan pelan lalu dengan perlahan matanya tertutup.


"Ma, Mama bangun," ujar Arka panik.


Dokter masuk dan memeriksa keadaan Rita namun denyut nadinya sudah hilang. "Maaf Pak, Bu pasien sudah tidak ada," ujar dokter.

__ADS_1


Arka menangis meraung sambil memeluk mamanya, penyesalan hanya tinggal penyesalan. Perasaan bersalah itu semakin menjadi-jadi.


Mawar menangis sambil berusaha menenangkan Arka.


__ADS_2