
Tak butuh waktu lama untuk Arka menemukan pengganti Fras, tentu saja semua orang ingin bekerja di perusahaan terbaik itu.
Sayangnya sekertaris barunya perempuan, Arka belum mengatakan apa-apa pada Mawar karena ia takut Mawar akan cemburu sekertaris barunya perempuan.
Namanya Jennifer, biasanya dipanggil Jenni. Arka memilih Jenni karena melihat kecerdasan dan kinerjanya yang waw sekali.
**
Jenni menatap lekat wajah Arka di saat dia sedang mendengarkan materi pekerjaan dari Arka.
'Astaga ini pangeran dari mana sih, ganteng banget.' Batin perempuan 24 tahun itu.
"Jenni kamu denger saya?" tanya Arka ketika melihat Jenni pandangannya lain terhadapnya.
"O, saya denger kok Pak," jawab Jenni panik.
"Ya sudah kalau begitu kamu bisa bekerja mulai hari ini,"
"Baik Pak," ucap Jenni keluar dari ruangan Arka.
Sementara itu Arka melanjutkan pekerjaannya, ia belum cerita soal Jenni yang sudah beberapa hari trainning di kantor.
Arka takut Mawar akan salah paham karena ia memilih Jenni, terlebih Jenni perempuan muda single dan juga seksi. Pastinya Mawar akan berpikir ia memilih Jenni karena seksi dan menggoda.
*
Sudah waktunya pulang, Arka membereskan semua dokumennya lalu keluar dari ruangannya itu.
"Kangen banget sama Mawar mau cepet-cepet pulang," ucap Arka. Terlalu semangat berjalan cepat hingga ia tak melihat ada Jenni di depannya, Arka pun tak sengaja menabrak Jenni hingga ponsel Jenni terjatuh dan mati.
__ADS_1
"Astaga," ucap Jenni repleks.
Beberapa detik mereka bertatapan sampai akhirnya Arka mengambil ponsel milik Jenni yang terjatuh.
"Ya ampun maaf saya gak sengaja tadi saya buru-buru mau pulang," ucap Arka merasa bersalah.
Jenni mengambil ponselnya di tangan Arka lalu mengeceknya.
"Yah mati deh, gapapa Pak nanti saya beli lagi kalo gajian," ucap Jenni.
"Sekali lagi saya minta maaf ya, gimana kalo ponselnya saya ganti sekarang aja, kamu baru kerja di sini udah kerusakan ponsel dan itu karena saya lagi," tutur Arka.
"Gapapa Pak, emang handphonenya udah jelek juga."
"Pokoknya saya ganti yang terbaru, kamu bawa kendaraan gak tadi?" tanya Arka.
"Kebetulan saya naik taksi Pak,"
Jenni hanya menganggukan kepalanya. Sebenarnya ia merasa senang karena harus satu mobil dengan bosnya itu.
Di perjalanan Jenni sesekali curi pandang pada Arka. 'Ya ampun mimpi apa malem bisa boncengan sama ceo ganteng gini, biasanya ceo itu kan kebanyakan bapak-bapak lah ini masih muda ganteng udah jadi ceo lagi.' Ucap Jenni membatin.
Sesampainya di Store Handphone, Arka mengajak Jenni turun. Rupanya pemilik store itu kenal dengan Arka karena Arka berlangganan dengannya.
"Apa kabar Pak Ceo ada perlu apa nih bosen sama ponsel lamanya ya?" tanya Toni pemilik store itu.
"I'm fine, saya cari ponsel terbaru dan termahal buat dia," ucap Arka menunjuk Jenni.
"Waduh istri muda ni bos?" ucap Toni usil.
__ADS_1
"Sembarangan, ini sekertaris baru saya." Jawab Arka.
Toni tertawa kecil. "Kirain istri simpanan gitu kaya di film-film," ujar Toni.
'Jadi Pak Arka udah punya istri? Hmm, sayang banget kirain masih bujangan.' Batin Jenni.
"Istri cukup satu aja bro jangan banyak-banyak," ujar Arka tertawa.
Di sela-sela obrolan itu tiba-tiba saja ponsel Arka berdering, ia pun segera mengambilnya di saku jasnya.
Terlihat ada panggilan telepon dari Mawar, Arka sampai lupa akan pulang cepat hari ini karena harus mengganti ponsel Jenni.
'Ya ampun aku sampe lupa mau pulang cepet pasti Mawar nungguin di rumah.' Batin Arka.
"Ya udah nih silakan pilih mau yang mana mbanya semuanya model terbaru," ucap Toni pada Jenni.
"Terserah Pak Arka aja saya kan cuma mau dibeliin," tutur Jenni.
Arka sibuk memandangi ponselnya, ia tak mau Mawar tahu bahwa ia sedang bersama perempuan lain saat ini.
"Gimana nih Pak Ceo?" tanya Toni.
"Hah gimana-gimana?" ujar Arka tersadar ia sibuk dengan ponselnya.
"Iya jadi gimana mau pilih yang mana?" tanya Toni.
"Ini aja ini, kamu suka kan Jenni?" Arka sengaja asal memilih karena ia harus cepat pulang.
"Suka Pak," tutur Jenni.
__ADS_1
'Pak Arka tahu aja apa yang aku mau." Ucap batin Jenni.