Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
Cari kebahagiaan kamu sendiri


__ADS_3

Arka bersimpuh dihadapan Mawar. "Aku berani bersumpah aku gak tahu kalo di situ ada Sherly, tolong kamu percaya sama aku. Aku gak mau rumah tangga kita hancur hanya karena salah paham," tutur Arka berkaca-kaca.


"Bukannya rumah tangga kita udah hancur karena ulah kamu? Hati aku berkali-kali kamu hancurkan, semua itu belum sembuh dan sekarang kamu melakukan kesalahan yang sama lagi. Kurang aku apa Mas? Aku gak cantik? Aku bukan wanita karir? Aku kampungan?" ucap Mawar penuh emosi.


"Aku sama sekali gak peduli soal itu! Aku bener-bener gak tahu kalo di sana ada Sherly kamu tolong percaya sama aku ya, aku tahu aku banyak salah sama kamu tapi kali ini kamu harus percaya," ujar Arka meyakinkan.


"Kamu pulang aja deh Mas ke rumah kamu, kamu cari kebahagiaan kamu sendiri. Kamu cari bahagia menurut versi kamu! Aku cape dimainin kaya gini, aku juga cuma manusia biasa. Lama-lama aku bisa mati kalo terus-terusan hidup sama kamu Mas!" tegas Mawar.


Arka berdiri dan memegang kedua tangan Mawar. "Kebahagiaan aku itu cuma kamu, kamu Mawar. Aku gak akan pernah ninggalin kalian berdua lagi."


"Aku mau istirahat, aku cape. Kamu jangan masuk ke kamar aku dulu." Tutur Mawar lalu hengkang dari hadapan Arka.


Arka tak mau menahan istrinya itu, ia membiarkannya pergi untuk istirahat. Sedangkan Arka membaringkan dirinya di sofa, pertengkaran selalu membuat fisik dan hati menjadi lelah.


**

__ADS_1


Mawar terbangun pukul 22:00 ia keluar dari kamarnya dan melihat Arka yang sedang terlelap di sofa. Hatinya merasa iba melihat suaminya tidur di sofa seperti itu, namun di sisi lain Mawar juga kecewa dengan sikap Arka yang tak kunjung berubah.


Mawar melangkahkan kakinya menuju lemari es lalu mengambil minum, dan suara langkah kaki itu membangunkan Arka.


Arka terbangun dan melihat Mawar yang sedang berdiri di depan kulkas, namun tiba-tiba saja listrik di rumah Mawar mati.


Gelas yang dipegang Mawar jatuh pecah dan berserakan. Mawar berteriak ketakutan karena ia takut dengan kegelapan.


"Mawar!!" teriak Arka panik.


"Iya iya sebentar aku nyalain flas Hp dulu ya, kamu diem di situ."


"Cepetan!" teriak Mawar.


Arka pun segera mengambil Hpnya dan berlari ke arah Mawar dan berusaha menenangkannya.

__ADS_1


"Kamu tenang ya ada aku di sini," ucap Arka merangkul pinggang Mawar.


Sebenarnya Mawar tak ingin berbicara dengan Arka namun situasi membuatnya membutuhkan suaminya itu.


"Aku mau ke kamar Mas, aku takut biasanya gak pernah mati lampu kaya gini." Ucap Mawar.


"Iya,iya ayo ke kamar," tutur lembut Arka.


Sesampainya di kamar Mawar merebahkan dirinya di ranjang begitu juga dengan Arka yang terus menjaga Mawar agar tidak ketakutan.


"Udah ya kamu tidur lagi, jangan takut ada aku di sini jagain kamu dan tentara kita." Ucap Arka.


Mawar menyembunyikan wajahnya di dada bidang Arka, mati lampu itu membuat keduanya kembali berpelukan meskipun tidak tahu apa yang terjadi besok pagi.


Arka mengusap-usap rambut Mawar dengan penuh kasih sayang, ia tak ingin kehilangan istri tercintanya lagi. Sudah cukup baginya penyesalan serta penderitaan selama ia berpisah dengan Mawar.

__ADS_1


__ADS_2