
"Kasih aku kesempatan terakhir kalinya, aku bakalan buktiin sama kamu aku bisa lebih baik lagi. Aku tahu kesalahan aku terlalu fatal buat dimaafin tapi aku mohon kali ini aja." Ujar Arka.
'Ya ampun aku baru kali ini lihat mas Arka memohon sampai kaya gini.' Batin Mawar tak tega.
Mawar menyentuh bahu Arka agar berdiri. "Kamu gak perlu kaya gini Mas, berdiri." Ucap Mawar.
Arka pun berdiri. "Kasih aku waktu sampai anak kita lahir, kalau aku gak bisa berubah kamu bisa pergi selamanya dan bawa anak kita jauh dari aku."
"Sampai anak kita lahir?" ucap Mawar mengulang.
"Iya, sampai anak kita lahir. Aku bakalan perbaiki semuanya." Ujar Arka.
"Usia kehamilan aku udah 4 bulan Mas, dan kamu minta waktu sampai anak kita lahir apa itu gak kelamaan?" tanya Mawar.
"Cuma 5 bulan Mawar, setakut itu kah kamu hidup bersama aku selama 5 bulan." Tutur Arka.
Mawar terdiam. "Aku bakalan cabut gugatan cerai kita Mas, tapi kamu cuma punya waktu 5 bulan buat perbaiki semua yang rusak dan hancur. Aku juga gak mau pulang ke rumah itu lagi, kalau kamu serius kamu yang pulang ke sini." Tutur Mawar.
Arka sama sekali tidak keberatan dengan apa pun syarat yang diberikan oleh Mawar. "Oke, kalau itu mau kamu aku sama sekali gak keberatan mungkin emang seharusnya kita pisah rumah dari mamah biar kamu lebih leluasa." Ucap Arka.
"Aku juga minta bagaimanapun sikap aku sama kamu, kamu jangan kecewa karena mungkin aku gak seperti Mawar yang dulu. Sekarang aku Mawar yang pernah kamu hancurkan bukan yang utuh." Ujar Mawar.
"Iya, aku paham. Aku gak bakalan nuntut kamu, aku bakalan selaku siap dengan sikap kamu apa pun itu nantinya." Ucap Arka.
"Makasih Mas." Jawab Mawar.
Arka pun memeluk Mawar dengan erat, setelah itu mereka ke pengadilan agama bersama dan mencabut gugatan cerai dari Mawar.
***
Sepulang dari pengadilan agama Arka berpamitan pada Mawar untuk pulang sebentar ke rumah dan membawa semua barangnya ke rumah milik Mawar.
__ADS_1
"Aku pulang dulu ya, nanti aku balik lagi kalau semuanya udah selesai. Gapapa kan ditinggal sendiri?" tanya Arka.
"Gapapa, sebelumnya aku emang sendiri kok." Jawab Mawar ketos.
Arka tersenyum tipis lalu pergi dengan mobilnya. Ia sangat senang karena setelah musibahnya seminggu yang lalu kini ada sebuah hikmah yang ia dapatkan.
'Pokoknya aku harus lebih baik lagi sama Mawar aku gak mau kehilangan dia lagi, bisa gila aku kalau sampai Mawar hilang lagi.' Batin Arka.
Sesampainya di rumah Arka memanggil Rita dengan suara yang kegirangan.
"Mah, mamah." Panggil Arka.
Rita pun menghampiri Arka. "Ada apa sih Arka, kamu kok teriak-teriak?" tanya Rita.
"Mawar, Mah. Mawar." Ucap Arka.
"Mawar, kenapa sama Mawar? ada dia sakit atau kenapa?" tanya Rita panik.
"Kamu serius? terus sekarang Mawar ke mana kok dia gak ikut." Tanya Rita.
"Dia bilang dia belum mau ke sini Mah, jadi Arka yang harus pindah ke sana. Mamah gapapa kan?" ucap Arka tak tega.
Wajah Rita sedikit murung. "Jadi, Mawar gak mau pulang ke sini lagi?"
"Enggak Mah, Mawar minta Arka yang pindah ke rumahnya. Lagian Arka kan udah berumah tangga kayanya emang sebaiknya kita pisah rumah takutnya selama ini Mawar gak nyaman karena serumah sama Mamah." Tutur Arka.
"Kamu bener juga, dulu jug Mamah enggak nyaman tinggal sama nenek kamu. Gak leluasa mau apa-apa juga." Ucap Rita.
"Bukan maksud Arka bikin Mamah sedih kok, Arka bakalan jengukin Mamah sering-sering ya." Ucap Arka.
"Ya udah, yang penting rumah tangga kamu sama Mawar kembali harmonis ya Sayang. Mamah minta kamu jangan menyakiti Mawar lagi. Kamu harus buktikan veris terbaik kamu kali ini, kesempatan 2 kali itu jarang ada loh manfaatkan sebaik mungkin ya." Tutur Rita.
__ADS_1
"Iya Mah pasti." Jawab Arka.
"Kalau gitu Mamah bantuin beresin barang kamu ya, takutnya Mawar nunggu kamu di rumah." Ucap Rita.
"Iya Mah, ayo."
***
Setelah hampir 2 jam membereskan barang Arka semuanya selesai dan sudah masuk mobil.
Arka pun berpamitan kepada Inah dan Rita lalu pergi menuju rumah Mawar.
Sesampainya di rumah Mawar, Arka langsung mengeluarkan semua barang-barangnya dari mobil untuk dibawa masuk.
Mawar yang sudah menunggunya di depan pintu pun hendak membantu membawa barang Arka tapi Arka tak mengizinkannya.
"Gak usah, kasihan bayi kita nanti kecapean." Ucap manis Arka.
Mawar pun tak jadi membantu Arka ia hanya duduk di dalam rumah sampai semuanya selesai oleh Arka.
"Ah akhirnya selesai juga." Ucap Arka duduk di samping Mawar.
Entah kenapa Mawar malah sedikit menjauh dari Arka.
"Mas, aku gerah jangan terlalu deket ya." Ucap Mawar.
"Oh, maaf-maaf." Ujar Arka.
"Aku tadi udah masakin buat kamu, dimakan ya." Ucap Mawar.
"Ya ampun baik banget sih istri aku ini." Goda Arka.
__ADS_1
Namun Mawar hanya tersenyum tipis, ia sangat canggung dengan sikap Arka yang berbeda dari biasanya.