Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
Pengakuan Fras.


__ADS_3

Fras tidak bisa berhenti memikirkan tentang anak yang dikandungan Sherly, batin Fras sangat yakin bahwa itu anaknya tapi ia belum memiliki bukti apa-apa.


'Kalo aku bicara jujur sama pak Arka apa dia gak bakal marah dan pecat aku? secara kan dia emosional. Jauh berbeda dengan pak Dika.' Batin Fras.


Fras melangkahkan kakinya menuju ruangan Arka, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu pintu itu pun sudah terbuka dengan sendirinya.


"Pagi, Pak." Sapa Fras.


"Pagi." Jawab Arka.


"Ada yang mau saya bicarakan Pak, penting." Tutur Fras.


"Ngomong aja, ada apa Fras? gaji kamu kurang?" tanya Arka.


"Enggak, bukan itu Pak. Ini soal Sherly." Tegas Fras.


"Sherly kenapa sama dia?"


"Eu jadi ... "


"Apa? kamu kalo ngomong yang bener dong a eu a eu terus." Jawab Arka.


"Waktu itu saya pernah dijebak sama Sherly, saya berbuat di luar batas sama dia."


Arka terkejut dengan pengakuan sekertarisnya itu. "Dijebak apa maksud kamu Fras?"


"Saat acara reuni, minuman kita berdua dimasuki obat perangsang terus kita juga dikunciin berdua." Jawab Fras.


"Astaga, jadi kalian berdua melakukan itu?"


"Dan saya pikir anak yang dikandung Sherly itu anak saya, bukan anak Bapak." Tutur Fras.


Arka memegangi kepalanya. "Ini kenapa sih kamu baru ngomong sama saya! kalo dari awal kamu bilang pasti semuanya gak akan sepanjang ini masalahnya!" tegas Arka.


"Saya juga gak punya bukti apa-apa soal itu, saya cuma yakin kalo itu anak saya." Balas Fras.


"Sekarang hasil test DNAnya keluar, kamu ikut saya ke rumah sakit."


"Jadi, jadi Bapak udah test DNA anak itu?"


"Saya terpaksa membuat Sherly tertidur untuk membuktikan anak siapa itu sebenarnya, karena ulah dia Mawar pergi dari rumah dan sampai sekarang saya gak tahu di mana keberadaan dia. Apa kah dia hidup layak atau tidak, apa kah anak yang berada dalam kandungannya itu baik-baik saja?" ucap Arka.


Fras menarik nafasnya dalam-dalam, mendengar masalah rumah tangga bosnya itu semakin rumit ia menjadi ikut pusing.


"Yaudah Pak, kalau begitu saya permisi. Oh iya jangan lupa setengah jam lagi kita ada rapat."


"Oke, terimakasih."

__ADS_1


****


Arka dan Rita sudah sepakat bertemu di rumah sakit.


"Hai, Mah. Gimana udah ada hasilnya?" sapa Arka.


"Udah, tapi Mamah belum ambil nunggu kamu dulu." Jawab Rita.


"Yaudah ayo kita ke ruangan dokternya." Ujar Arka.


"Tunggu, kenapa kamu bawa Fras ke sini? Fras kenapa kamu kok ikut? ini bukan urusan kantor loh." Ucap Rita.


"Udah, Mah nanti Arka ceritain semuanya, sekarang ambil hasilnya dulu." Arka menarik tangan Rita ke ruangan dokter itu.


Sesampai di ruangan dokter Arka tidak sabar dengan hasilnya.


"Dok gimana hasil testnya? apa golongan darahnya A seperti golongan darah saya?" tanya Arka.


Dokter mengerutkan alisnya. "Maaf Pak, tapi di sini tertera jelas golongan darahnya O negarif bukan A." Jawab Dokter.


"Jadi goloran darah bayi itu O? bukan A, Dok?" tanya Rita memastikan.


"Betul sekali Ibu."


"Golongan darah O negarif? itu kan golongan darah saya." Ucap Fras.


"Maafkan saya Bu, saya memang melakukan itu bersama Sherly tapi bukan di sengaja." Jawab Fras.


"Halah, apa pun alasan kamu saya gak terima! karena ketidakjujuran kamu menantu saya sampai sekarang belum juga ditemukan!" tegas Rita.


"Mah, udah. Jangan ribut di sini gak enak sama dokter." Arka mencoba melerai.


"Maaf Pak, Bu, sebaiknya jangan membuat keributan di sini karena tidak enak didengar pasien lain."


"Iya, Dok. Maafkan kami." Ucap Arka, ia pun membawa Rita keluar rumah sakit.


"Mamah pengen cepet pulang dan melemparkan hasil test ini ke wajah Sherly!" ucap Rita penuh emosi.


"Mah, jangan kasar sama dia kan dia lagi hamil." Ujar Arka.


"Masih bisa ya kamu belain dia! masih bisa!" teriak Rita.


"Aku sama sekali gak belain dia, aku cuma gak mau Mamah sakitin dia." Balas Arka.


"Halah kamu itu masih sangat mencintai perempuan itu kan hah! kamu seneng dia tinggal di rumah? kamu seneng meskipun dia udah bohongin kita habis-habisan?" tanya Rita.


"Bu Rita sebaiknya kita selesaikan ini di rumah jangan di sini gak enak dilihatin orang." Ujar Fras.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya pulang ke rumah Dewantara. Rita sudah tidak sabar untuk melabrak Sherly, dengan berteriak-teriak Rita memanggil namanya.


Sherly sebenarnya mendengar teriakan Rita hanya saja ia tidak mempedulikannya dan tetap bersantai di pinggir kolam renang.


"Oh jadi kamu di sini?" ucap Rita ketika menemukan Sherly yang dengan santainya hanya menggunakan bikini.


"Ada apa ya Bu Rita Dewantara nyariin saya?" tanya Sherly beranjak dari duduknya.


Tak kuat menahan emosinya Rita dengan sekuat tenaga menampar pipi Sherly.


"Ah, sakit." Sherly meringis kesakitan.


"Bener-bener ya kamu perempuan ular! tidak tahu diri! berani-beraninya kamu membohongi saya dan anak saya tentang kehamilan kamu ini!!" teriak Rita.


"Ma-maksud Ibu apa ya?"


"Kamu jangan pura-pura bodoh lagi Sherly, saya punya bukti kalau anak yang kamu kandung itu bukan anak Arka tapi anak Fras!!" bentak Rita.


Sherly tersenyum layaknya psikopat. "Bukti? bukti apa sih Bu? jangan fitnah saya ya."


Rita pun memberikan hasil test itu pada Sherly. Sherly membaca hasil test itu dengan teliti.


"Kamu tahu? golongan darah Arka itu A bukan O negatif! apa sih mau kamu! kamu mau uang saya?" tanya Rita. Rita pun mengambil cek di tasnya lalu memberikannya pada Sherly.


"Tulis sekarang berapa yang kamu mau!! tulis!" bentak Rita.


Arka dan Fras hanya bisa diam melihat Rita yang sedang emosi.


"Ini pasti hasil test palsu kan? Ibu sengaja membuat ini agar saya bisa keluar dari rumah? astaga licik sekali ya Bu Rita ini."


"Di mana sih rasa malu kamu Sherly? apa orang tua kamu tidak bisa mendidik kamu dengan baik sehingga kamu menjadi wanita yang tidak tahu malu seperti ini? lihat lah diri kamu sekarang, memakai bikini di rumah orang, di hadapan laki-laki. Apa kamu tidak memiliki rasa malu sedikit pun? kamu pikir rumah saya ini pantai hah?" ujar Rita.


"Bu Rita, sebaiknya jangan coba-coba mengusir saya dari sini karena saya tidak akan pergi."


Rita berteriak lalu menampar lagi pipi Sherly hingga keluar darah dari hidungnya.


"Kamu keluar dari rumah saya masih memiliki nyawa atau kamu keluar hanya dengan nama!!" teriak Rita.


"Mas Arka lihat hidung aku berdarah gara-gara mamah kamu, kok kamu diem aja sih!!" ujar Sherly.


"Cukup Sherly!! kamu udah bohongin aku dengan membawa test palsu itu sampai aku kehilangan Mawar, sekarang kamu mau aku bantuin kamu? gak akan pernah!!" teriak Arka.


"Lalu ini apa Mas? ini juga sama kan test DNA palsu?" tanya Sherly.


"Bener-bener perempuan berhati iblis kamu!!" Rita mendorong Sherly hingga terjatuh ke kolam.


Arka dan Fras sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Rita itu.

__ADS_1


__ADS_2