
Keesokan harinya Mawar terbangun karena merasakan wajahnya dihujani ciuman berkali-kali.
"Ih Mas Arka apaan sih pagi-pagi," ucap ketus Mawar.
"Morning kiss," tutur genit Arka.
"Udah ah aku mau mandi, males lihat Mas Arka!" ucap Mawar.
"Loh marahnya masih berlanjut?" tanya Arka.
"Ya iya lah, kok kamu gitu sih ngeremehin perasaan aku!" bentak Mawar.
Mawar pun beranjak dari ranjang namun tangannya ditarik oleh Arka hingga kepelukannya.
"Jangan marah lagi ya bundanya tentaraku, aku sayang kalian berdua." Ucap Arka.
"Mas udah, gak usah kamu baik-baikin aku lagi. Aku tahu kamu seperti apa orangnya." Tutur Mawar.
Arka terdiam menghela nafas sejenak. "Iya, aku mandi dulu ya mau ke kantor." Ucap Arka tak mau memperpanjang perdebatan.
Setiap kali Mawar tidak percaya dengan kata-katanya Arka sebenarnya merasa sedikit terluka namun semua itu karena ulahnya sendiri. Ia pernah menyia-nyiakan Mawar dalam hidupnya.
__ADS_1
**
Setelah selesai mandi Arka tak melihat Mawar lagi di kamar namun ia melihat baju dan jas yang sudah dipersiapkan Mawar. Melihat itu Arka tersenyum tipis ia senang meskipun Mawar sedang marah ia tak lupa dengan kewajibannya.
Sementara itu Mawar sedang memasak nasi goreng cumi untuk Arka.
"Rasanya susah sekali percaya lagi sama Mas Arka yang udah berkali-kali nyakitin aku," ucap Mawar sendiri.
Tak lama setelah itu Arka datang menghampiri Mawar. "Masak apa sayang?" tanya Arka.
"Nasi goreng cumi," ucap Mawar singkat.
"Oh iya pulang kerja mau dibeliin apa?" tanya Arka duduk di meja makan.
"Iya sayang, ya udah sore nanti gak usah masak ya kita makan di luar aja." Ajak Arka.
Mawar duduk di samping Arka. "Males, perut aku sering kram kalo cape-cape."
Arka menggenggam tangan hangat Mawar. "Ya udah kamu maunya apa? Biar aku turutin, jangan uring-uringan kaya gini ya. Kasihan loh tentara kita ikutan manyun nanti," ucap Arka lembut.
"Aku tuh cuma mau kamu setia udah itu aja, lagian aku kasih kamu waktu 5 bulan bukannya dipake dengan baik malah ketemuan lagi sama perempuan itu. Mau kamu apa sih Mas? Cape deh aku!" tutur Mawar.
__ADS_1
"Iya, kamu juga harus percaya semua itu gak seperti yang kamu pikirkan sayang." Tutur Arka.
"Gimana gak seperti yang aku pikirkan kalo yang aku pikirkan jelas di depan mata, kamu ketemu sama pacar kamu itu."
Arka menghela nafasnya, ia berusaha bersabar dengan semua ocehan dari Mawar. Ia tahu ia banyak berbuat salah sehingga istrinya itu sulit sekali percaya padanya.
*
Setelah Arka berangkat kerja Mawar merebahkan dirinya di sofa sambil mengelus-elus perutnya. "Gimana ya kalo Mas Arka sama sekali gak berubah? Apa keputusan aku ini salah memberi dia satu kali lagi kesempatan? Apa semuanya akan baik-baik saja setelah banyak hal yang aku lalui?" tanya Mawar pada dirinya sendiri.
"Sebenarnya aku sanggup hidup berdua dengan anak aku tanpa Mas Arka, tapi di sisi lain aku gak mau anak aku hidup tanpa seorang ayah. Aku seperti menaruhkan kebahagiaanku pada Mas Arka," ucap Mawar lagi.
Tiba-tiba saja suara dering ponsel membuyarkan lamunan Mawar. Ia mengambil ponselnya dan ternyata Arka yang video call.
"Halo Mas ada apa?" ucap Mawar menjawab telepon suaminya itu.
"Gapapa, aku cuma khawatir aja kalo kamu di rumah sendirian. Jangan lupa makan lagi ya sayang." Tutur Arka.
"Iyaa," jawab Mawar malas.
"Aku kerja dulu ya nanti aku video call lagi bye sayang,"
__ADS_1
"Bye Mas." Jawab Mawar.
Mawar menaruh kembali ponselnya dengan perasaan malas, ia sama sekali tidak terbawa perasaan dengan sikap Arka yang manis seperti itu. Perasaannya masih diselimuti rasa sakit dan curiga.