Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
Sisa rasa


__ADS_3

Setelah memberikan berkas pada Pengadilan Agama, dengan hati yang lega Mawar keluar dari gedung itu namun ternyata Arka masih menunggunya di tangga.


Arka berusaha membantu Mawar menuruni tangga tapi hal itu justru membuat Mawar merasa risih.


"Jangan sentuh aku Mas, tolong ya kita udah gak ada apa-apa lagi," tegas Mawar.


"Aku takut kamu jatuh Mawar, kamu baru habis operasi," ucap Arka.


"Kenapa sih Mas? Kamu selalu datang terlambat, sekarang apa mau kamu?"


"Aku cuma mau lihat kuburan anak kita, tolong anterin aku ke sana ya. Aku mau minta maaf sama mereka karena gak bisa jadi orang tua yang baik," tutur Arka.


"Gak akan pernah aku turuti permintaan kamu itu! Sekarang semuanya udah terlambat buat apa kamu datang ke tempat peristirahatannya kalo saat anak kamu ada di dunia aja kamu gak pernah ada dan peduli!" tegas Mawar.


"Aku mohon Mawar, sekarang aku udah diusir sama Mama aku udah dapet balasan setimpal aku mohon," rengek Arka.


"Apa Mas? Balasan setimpal? Kesalahan kamu sama aku dan anak-anak itu gak akan terbayar dengan apa pun, inget itu Mas!" bentak Mawar.


Tiba-tiba saja Mawar merasakan sakit dibekas jahitannya. Mawar merintih sambil memegang perutnya.


"Mawar kamu gapapa kan? Aku anter pulang ya," tutur Arka.


"Aku gak perlu bantuan kamu Mas, aku bisa pulang sendiri," jawab Mawar.

__ADS_1


Tak lama Langit pun datang dan menghampiri Mawar yang sedang merintih.


"Mawar are you oke? Tadi aku cariin kamu ke rumah ternyata kamu di sini?" ucap Langit khawatir.


"Anterin aku pulang, aku gak mau lihat wajah Mas Arka terus," sindir Mawar.


"Mawar kenapa sih kamu harus pulang sama orang lain? Ada aku di sini daritadi nungguin kamu," ucap Arka.


"Biar saya yang antar Mawar pulang, anda juga bukan siapa-siapa Mawar lagi jadi tolong berhenti mengganggu kehidupan Mawar!" tegas Langit.


"Saya masih suami sahnya! Selama pengadilan belum memberikan keputusan kita masih sah suami istri!" bentak Arka.


"Udah, kamu gak usah ladenin Mas Arka kita pulang aja," ucap Mawar.


"Anda ini kenapa keras kepala ya, Mawar udah bilang gak mau harusnya anda mengerti!!" ujar Langit.


Langit melepaskan cengkraman tangan Arka di lengan Mawar.


"Ayo Mawar, kamu jalannya hati-hati." Ujar Langit.


*


Di sepanjang perjalanan pulang pandangan Mawar hanya tertuju ke luar kaca.

__ADS_1


"Kamu gapapa?" tanya Langit.


Mawar melirik Langit sekilas. "Gapapa kok, kamu gak kerja? Kenapa nyusulin aku ke pengadilan?"


"Aku khawatir aja sama keadaan kamu, lain kali jangan pergi sendiri ya ajak Kak Mirna atau siapa gitu," tutur Langit.


Mawar tersenyum tipis. "Aku udah terlalu banyak ngerepotin kamu, setelah ini gak usah bantuin aku lagi ya," ucapnya.


"Maksud kamu?" Langit bingung.


"Kamu berhak memiliki kehidupan yang lain bukan membantu aku terus, lagian kamu udah mapan emang gak mau punya istri?" tanya Mawar.


Langit tertawa. "Aku belum kepikiran soal itu," jawab Langit.


"Kenapa?"


"Aku masih menunggu seseorang dan gak tahu sampe kapan," ucap Langit.


Mawar terdiam sejenak. "Emang waktu kamu gak sia-sia dipake cuma buat nungguin seseorang gitu?"


"Gak tahu sih, tapi buat aku gak ada sia-sia di dunia ini selama kita mau berusaha," jawab Langit.


..

__ADS_1


__ADS_2