
Perlahan kesadaran Arka mulai hilang hingga akhirnya ia tak sadarkan diri karena kesakitan.
Beberapa orang yang yang menjadi saksi kecelakaan itu pun langsung turun dan berusaha menolong Arka.
"Ayo bawa dia ke rumah sakit!" ucap salah satu saksi mata yang melihat Arka terjatuh ke jurang itu.
**
Tubuh Arka berlumuran darah dan ia harus dilarikan ke UGD, salah satu dari mereka kenal siapa Arka karena pernah melihatnya di koran.
"Dia itu pengusaha paling kaya raya di kota ini, kok bisa ya dia bawa mobil ceroboh kaya gitu?" tanya Suki pada yang lain.
"Hah emang iya dia pengusaha kaya raya? kelihatan sih dari mobil sama penampilannya."
"Yaudah kita tungguin aja sampai dia sadar, siapa tahu kita diasih imbalan."
"Tapi gimana ngasih tahu keluarganya?"
"Gampang itu, kita cari tahu rumahnya di Ktp nya nih gue nemu dompetnya tadi." Ujar Suki.
Mereka pun membuka dompet itu ada uang cash satu juta.
"Wih ada duitnya nih, kita ambil aja lumayan buat makan-makan."
"Katanya orang kaya tapi uangnya cuma segini gimana sih ah." Ujar Suki.
"Gapapa lumayan coy daripada gak ada sama sekali, mendingan sekarang salah satu dari kita datangin rumahnya terus kasih tahu keluarganya. Gue yakin mereka pasti berterimakasih sama kita terus ngasih imbalan." Ujar Dirman.
"Ya udah kalau gitu biar gue aja yang ke rumahnya kalian bertiga tunggu di sini." Ujar Suki.
Dirman, Eko dan Andi pun setuju dan menunggu Arka di ruang tunggu. Sementara itu Suki pergi ke rumah Arka.
***
Setelah beberapa waktu akhirnya Suki menemukan alamat yang ia tuju.
Suki turun dari motornya lalu meminta izin pada security rumah Dewantara untuk masuk.
"Punten Pak, saya mau masuk ada kabar penting." Ujar Suki.
"Kabar penting apa? dan anda siapa?" tanya security.
__ADS_1
"Pak Arka kecelakaan sekarang dia ada di rumah sakit saya cuma mau ngaisih tahu keluarganya aja." Jawab Suki.
"Apa? pak Arka kecelakaan kalau gitu silakan masuk biar saya antar."
Security pun membukakan gerbang untuk Suki lalu mengantarnya ke depan pintu rumah.
Suki mengetuk pintu rumah berkali-kali hingga akhirnya Rita keluar.
"Aduh anda siapa ya pagi-pagi udah rusuh ketuk pintu rumah saya?" tanya Rita.
Suki memperhatikan penampilan Rita dari atas sampai bawah. 'Wah bener-bener orang kaya nih, bisa deh gue pintain uang sebagai imbalan kan gue sama yang lain cape udah bawa orang itu ke rumah sakit.' Batin Suki.
"Nganu Bu, den Arka kecelakaan." Ujar Security.
Mata Rita membulat jantungnya seolah berhenti seketika mendengar anaknya kecelakaan, ia masih sangat trauma dengan meninggalkan Dika.
"Apa? kecelakaan? di mana? kamu yang bener?" tanya Rita panik.
"Bener Bu, saya yang bawa pak Arka ke rumah sakit." Ujar Suki.
Tubuh Rita melemas namun ia berusaha menguatkan dirinya agar tidak pingsan karena ia harus melihat keadaan Arka.
"Ya udah saya gak mau basa-basi lagi, sekarang antarkan saya ke rumah sakit itu!" ucap Rita.
**
Sesampainya di rumah sakit Rita langsung berkali mengikuti langkah kaki Suki.
"Pak Arka masih di sini Bu." Ujar Suki.
Ke tiga temannya pun menghampiri Suki dan Rita.
"Bu kenalin kita yang udah nyelamatin pak Arka." Ujar Eko.
"Ini gimana sih ceritanya sampai anak saya bisa kecelakaan?" tanya Rita.
"Yang kami lihat pak Arka hampir saja menabrak mobil lain sehingga ia membanting setirnya ke arah jurang dan mobilnya terjatuh." Jawab Eko.
Rita sangat syok dengan apa yang terjadi dengan Arka. Ia tak kuasa menahan air matanya.
Dirman menyikut lengan Suki agar ia mau meminta imbalan pada Rita.
__ADS_1
"Stt, ayo dong bilang kita mau pulang terus lo minta uangnya." Bisik Eko.
"Iya sabar napa." Jawab Suki sambil berbisik.
Rita sangat panik dan ketakutan dengan keadaan Arka.
"Eu maaf Bu sebelumnya kita mau pulang tapi ..," ucap Suki.
Rita yang mulai mengerti pun mengeluarkan uang cash di tasnya.
"Kalian mau uang kan? ini kalian ambil semua." Ucap Rita.
Uang yang hampir 10 juta itu pun Rita berikan pada Suki.
Suki terbelalak melihat uang sebanyak itu dan langsung mengambilnya dari tangan Rita.
"Ini serius Bu sebanyak ini?" tanya Eko.
"Iya, sekarang kalian boleh pergi makasih udah bawa anak saya ke rumah sakit." Ucap Rita.
"Sama-sama Bu."
Ke empat orang itu pun pergi meninggalkan Rita yang sangat terpukul itu.
Mereka sangat senang mendapatkan uang sebanyak itu secara tiba-tiba.
"Kalau gitu sering-sering aja ada yang kecelakaan di situ biar kita bisa dapet uang kaya gini terus." Ujar Suki.
Mereka pun tertawa.
***
"Sulit sekali menemukan orang yang tulus jaman sekarang." Ucap Rita.
Akhirnya dokter pun keluar.
"Apa anda keluarga korban?" tanya dokter pada Rita.
"Saya ibunya, Dok. Gimana keadaan anak saya apa dia baik-baik aja?" tanya Rita.
"Kita ngomongnya di ruangan saya aja Bu." Ujar Dokter.
__ADS_1
Sesampainya di ruangan dokter. Dokter mengatakan. "Jadi gini Bu, sebelah mata pasien terkena pecahan kaca cukup banyak sehingga harus di adakan operasi untuk mengangatnya."
Rita menangis mendengar pernyataan dokter, hatinya terluka karena harus merasakan hal ini lagi. Merasa cemas dan takut kehilangan setelah kepergian Dika.