Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
Apa masih ada hak?


__ADS_3

"Mas itu urusan aku mau pulang sama siapa aja, emang kamu punya hak apa larang aku?" tegas Mawar.


Arka semakin mempererat pelukannya. "Aku papanya Matteo jelas aku punya hak," tutur Arka.


"Tapi bukan suami aku lagi! Lepasin aku!" ucap Mawar.


"Jika suatu hari kamu menikah dan Matteo memiliki papa sambung aku harus tahu sifat orang itu seperti apa dia akan mencintai anak aku atau tidak," ujar Arka.


Di sisi lain Matteo terbangun lalu turun dari sofa berjalan bertatih-tatih ke arah mereka tanpa mereka sadari. "Papapapa bunda," ujarnya.


Arka dan Mawar menatap anaknya itu. "Sini sayang," ujar Arka lalu ia menggendong Matteo tanpa melepaskan pelukannya pada Mawar.


"Lepasin aku Mas!" tegas Mawar.


"Apa aku harus seperti ini lagi biar kamu tahu sesayang apa aku sama kamu sekarang, apa aku harus seagresif ini lagi Mawar?" tutur Arka lalu melepaskan pelukannya.


Mawar membereskan pakaiannya yang sedikit kusut. "Aku permisi ganti baju," ujar Mawar melenggang ke kamarnya.

__ADS_1


Ia tidak menyangka Arka akan bersikap agresif seperti itu lagi padanya. Tanpa ia sadari jantungnya berdetak begitu kencang.


"Enggak Mawar, kamu gak boleh terbawa suasana. Inget dia orang yang buat hidup kamu hancur dulu," ucapnya lagi.


Di sisi lain Arka tersenyum tipis karena bisa memeluk Mawar kembali meskipun dengan cara seperti itu. "Apa pun untuk membuatmu kembali Mawar, meski harus dengan cara agresif pun," tutur Arka.


Mawar keluar dari kamarnya dengan menggunakan pakaian santai. "Kamu bisa pulang Mas, aku ada di rumah buat jagain Matteo," ujar Mawar.


"Kalo gitu percuma aku cuti kalo cuma setengah hari jagain anak aku ini," jawab Arka.


"Ya kita gak bisa serumah kaya gini, kita kan bukan siapa-siapa lagi," tutur Mawar.


Mawar berjalan mundur tanpa ia sadari ia dia sudah menabrak tembok.


"Mas kamu mau apa?" ujar Mawar panik.


Mawar berusaha menghindar namun Arka sudah menguncinya dalam kungkungannya.

__ADS_1


"Aku bakalan pastikan hati kamu akan kembali luluh," ujar Arka. Wajah mereka begitu dekat.


"Aku pikir kamu berubah ternyata sikap kamu masih brengsek Mas, semakin kamu memperlakukan aku kaya gini semakin aku gak akan pernah percaya! Jangan harap aku akan kembali," tutur Mawar.


"Memang, sikap alami aku seperti ini dari sejak kita bertemu apa kamu lupa?" ujar Arka.


"Aku emang bodoh, bisa-bisanya aku menitipkan anak aku sama orang brengsek kaya kamu dan bisa-bisanya aku percaya kamu berubah!" ujar Mawar, matanya sudah berair namun ia berusaha menahannya agar tidak jatuh.


"Aku sudah berusaha, tapi kamu tidak menghargai itu sedikit pun. Kamu malah enak-enakan diantar pulang sama orang lain. Kamu pikir aku gak sakit?" ujar Arka.


"Lalu apa kamu paham sesakit apa aku dulu!!" teriak Mawar di depan wajah Arka.


Seketika Matteo yang sedang asik minum susunya menangis mendengar suara keras itu. Arka melepaskan kungkungannya lalu berlari ke arah Matteo dan menggendongnya.


Ia berusaha menenangkan Matteo, di sisi lain Mawar terduduk di sofa ia begitu syok dengan perlakuan Arka namun ia harus berusaha tegar ia tidak mau terlihat lemah seperti dulu lagi.


"Bundaa," ujar Matteo sambil menangis.

__ADS_1


"Iya sayang ini bunda," Mawar segera mengambil Matteo dari pelukan Arka.


__ADS_2