
Rita sedang sibuk dengan pekerjaannya di butik, namun tiba-tiba saja Sherly masuk tanpa seizinnya.
"Siang, bu Rita Dewantara." Ucap Sherly. Dengan santainya ia duduk dihadapan Rita.
Rita tampak kaget dengan kehadiran perempuan itu.
"Kamu? ngapain kamu ke sini?" bentak Rita.
Sherly tersenyum licik. "Saya ke sini cuma mau pertanggungjawaban dari Ibu."
"Loh kenapa harus saya yang tanggung jawab?"
"Karena semua kunci itu ada di Ibu, kalo misalnya Bu Rita menyuruh Arka untuk menikahi saya pasti Arka nurut."
Rita terbelalak dengan ucapan perempuan itu.
"Keterlaluan kamu! apa kamu udah gak waras! Arka itu sudah menikah!" bentak Rita.
"Iya saya emang gak waras Bu! gara-gara saya ditinggal nikah sama anak Ibu!"
"Sampai kapan pun Arka gak akan menikah sama perempuan bejat seperti kamu Sherly!"
"Oh oke kalau begitu, saya akan membuat media geger dengan berita bahwa pengusaha terkaya raya di kota ini sudah berbuat tidak senonoh pada wanita lain." Ancam Sherly.
"Maksud kamu apa sih Sherly! saya bisa bayar kamu berapa pun asal kamu berhenti menggangu anak saya!"
"Maaf yang saya butuhkan bukan uang bu, orang tua saya kaya raya ya meskipun tidak sekaya keluarga Dewantara. Saya cuma butuh tanggung jawab Arka."
"Tapi Arka itu sudah menikah dan istrinya sedang hamil! di mana sih otak kamu? apa kamu tidak bisa mengerti sebagai sesama perempuan hah? bagaimana perasaan Mawar?"
"Terus? Ibu juga lupa sama perasaan saya? saya juga sama cuma perempuan biasa yang butuh kasih sayang apa lagi saya sedang hamil."
"Halah udah lah, lagian saya gak yakin kalo itu anak Arka!"
__ADS_1
"Terserah, semua keputusan ada di tangan Bu Rita, jangan sampai apa yang saya ucapkan tadi menjadi kenyataan dan reputasi Perusahaan Dewantara hancur seketika."
"Kamu pikir menghancurkan Perusahaan Dewantara semudah itu hah? kamu salah Sherly." Tegas Rita.
"Oke, terserah. Lihat aja nanti. Permisi." Dengan angkuhnya Sherly meninggalkan Rita yang sedang panik.
Rita menjadi bimbang dengan ucapan Sherly itu, ia tak ingin reputasi keluarganya hancur. Apa lagi Dewantara adalah keluarga yang terhormat pantang bagi keluarga mereka melakukan kesalahan yang fatal seperti itu.
"Semua ini gara-gara Arka! kenapa sih dia bodoh seperti itu! sekarang apa yang harus aku lakukan, Sherly terus mengancam dan meminta tanggung jawab." Gerutu Rita.
Rita mengambil tasnya lalu meninggalkan butik untuk menemui Arka.
**
Dengan penuh emosi Rita masuk ke ruangan Arka tanpa permisi, ia tidak peduli ada orang atau tidak di ruangan itu.
"Mamah?" ucap Arka.
"Apa sih? aku berbuat apa lagi? Mamah dateng ke sini cuma buat marah-marah? maaf kerjaan aku banyak Mah." Tegas Arka.
"Kamu tahu apa yang Sherly minta hah? dia minta kamu nikahi!" bentak Rita.
"Apa? Sherly minta dinikahi? gak mungkin Mah, dulu dia bilang dia gak perlu aku nikahin sekarang bilang kaya gitu."
"Dan dia bilang kalo sampai kamu gak nikahin dia, dia bakalan bilang ke media tentang semua ini!"
"Serius dia bilang gitu Mah?" Arka terkejut dengan ucapan Rita itu.
"Kamu tuh kenapa sih Arka! bisa-bisanya kamu berperilaku bodoh seperti itu, sekarang semuanya jadi kacau. Kamu bisa apa hah sekarang? kamu mau nikahin perempuan licik itu tanpa tahu terlebih dahulu kebenaran apa kah itu anak kamu apa bukan?"
Arka membisu ia juga tak tahu harus berbuat apa saat ini.
"Ya kalo gak ada jalan lain apa boleh buat aku nikahin Sherly." Ujar Arka santai.
__ADS_1
"Udah gila kamu hah! kamu mau menduakan Mawar? di mana letak otak kamu Arka!"
"Mah, Arka gak mau ambil resiko apa-apa daripada Sherly bongkar semua ini ke media lebih baik Arka nikahin dia. Biar semuanya aman."
"Dan apa kamu yakin Mawar mau terima semuanya? Mamah gak tega kalo Mawar harus diduakan!"
"Terus? Mamah punya rencana apa? ada cara lain?"
"Pasti, pasti ada."
"Ya apa, Mah? reputasi keluarga kita itu lebih penting."
"Maksud kamu lebih penting dari perasaan istri kamu sendiri?" bentak Rita.
Arka berdecak kesal. "Arka bisa kok bersikap adil,"
"Seadil apa pun seorang suami, gak akan ada istri yang sudi dimadu!"
"Gimana kalo itu beneran anak aku Mah? cucu Mamah sendiri."
"Sebaliknya, gimana kalo itu bukan anak kamu dan kamu udah terlanjur menikahi dia? heuh gimana Arka? apa kamu tidak akan menyesal dengan perbuatan kamu?"
"Oke, aku bakalan buktiin dulu semuanya."
"Dengan cara apa?" potong Rita.
"Jalan satu-satunya cuma test DNA."
"Tapi kehamilan Sherly itu masih muda, kayanya sulit buat test DNA."
"Iya juga, tapi anehnya Sherly kalo Arka ajak USG gak pernah mau, selalu banyak alasan."
"Tuh kan harusnya kamu itu curiga, jangan main nikahin aja." Ucap Rita.
__ADS_1