
Pagi ini Arka bersiap untuk pergi ke kantor, sementara itu Mawar di dapur sedang memasak untuk Arka.
Mawar duduk di kursi yang ada di dapur, semenjak hamil kakinya mudah sekali pegal jika berdiri terlalu lama.
Sambil mengelus-elus perutnya Mawar mengatur nafasnya pelan-pelan. Arka yang baru saja selesai bersiap untuk bekerja pun menghampiri istrinya itu.
"Kamu kenapa Mawar?" tanya Arka mendekat.
"Gapapa kok, cuma pegel aja." Ujar Mawar.
"Ya ampun ya udah kamu gak usah masak ya, kita beli aja." Titah Arka.
"Makanan di luar itu gak semuanya sehat buat anak aku, jadi mendingan aku masak aja tiap hari." Ucap Mawar judes.
"Iya, tapi kan kamu kecapean aku gak tega lihatnya."
"Gapapa kok, semua masakan udah jadi aku belum pindahin ke piring aja." Balas Mawar.
"Ya udah aku bantuin ya, kamu duduk aja." Ucap Arka.
Arka pun mengambil piring lalu memindahkan lauk-lauknya ke piring dan menyimpannya ke meja makan.
__ADS_1
setelah semuanya selesai Arka mengajak Mawar untuk makan bersama.
"Ayo makan, semuanya udah selesai aku siapin." Ajak Arka.
"Kamu duluan aja Mas, aku belum mau makan." Jawab Mawar.
"Masih pegel ya? sini aku pijitin." Ucap Arka.
Arka pun berjongkok dan mulai memijat kaki istrinya itu, Mawar tak menyangka dengan perubahan sikap Arka. Namun meskipun ia masih mencintainya ada perasaan hambar dalam hatinya kepada Arka.
"Udah Mas, jangan gini aku gak enak kamu makan aja." Ujar Mawar.
"Gapapa, kamu kan lagi hamil anak aku jadi semua ini aku lakukan buat kalian berdua." Ucap Arka.
Arka pun berdiri dan mengelus pipi Mawar. "Kamu jangan sungkan ya kalau butuh aku, aku bakalan terus ada buat kamu selama aku bisa." Tutur Arka.
Mawar hanya tersenyum tipis ke arah Arka.
"Ya udah kamu makan aja Mas."
Akhirnya Arka pun makan dengan lahap. Sesekali Mawar mencuri-curi pandang wajah Arka.
__ADS_1
'Mas Arka, aku gak yakin sikap baik kamu ini bakalan terus bertahan sampai nanti bahkan selamanya. Maaf, kalau aku selalu berpikir negatif mungkin karena sudah terlalu banyak kamu lukai Mas.' Ucap batin Mawar.
"Kamu gak makan, aku suapin ya?" tanya Arka.
Mawar menggelengkan kepalanya. "Aku belum laper Mas, nanti aku makan sendiri." Ujar Mawar.
"Ya udah kamu makannya jangan siang-siang ya, kasihan tentara kita nanti kelaperan."
Mawar mengerutkan alisnya. "Tentara? siapa tentara maksud kamu Mas?" tanya Mawar bingung.
"Tentara kecil, anak kita yang ada dalam perut kamu." Jawab Arka.
Mawar pun menahan tawanya. "Mas Arka apaan sih masa tentara, kalau anak kita perempuan gimana?" ucap Mawar.
"Aku yakin sih anak kita laki-laki, dia bakalan kuat seperti aku." Tutur Arka.
Mawar menjadi merenung sebentar medengar kata "seperti aku." Namun Mawar tak ingin anaknya menyakiti hati perempuan seperti Arka.
"Aku gak mau anak kita kaya kamu Mas, menyakiti hati perempuan." Tutur Mawar.
Ucapan Mawar itu membuat Arka terdiam sejenak.
__ADS_1
"Aku pastikan anak kita akan menjadi anak yang memiliki hati yang baik dan setia pada pasangannya nanti. Aku gak mau dia seperti aku yang pernah berbuat bodoh dan menyakiti hati ibunya." Tutur Arka.
**