
Sherly terjatuh ke kolam renang, untung saja ia bisa berenang ke tepian.
Dengan nafas yang terengah-engah naik ke atas kolam. Fras menghampirinya dengan perasaan cemas.
"Kamu gapapa? ada yang sakit?" tanya Fras.
"Gak usah pegang-pegang!" ucap Sherly menolak bantuan Fras.
"Itu hukuman buat kamu yang selalu mengganggu rumah tangga anak saya, sekarang kamu pergi atau saya panggilkan polisi karena kamu sudah menipu keluarga saya!" bentak Rita.
"Mas Arka tolong Mas, aku gak mau pergi aku mau tetep di sini sama kamu." Rengek Sherly.
"Kamu harus sadar Sherly anak yang ada didalam kandungan kamu itu anak aku! bukan anak Pak Arka." Tegas Fras.
"Anak siapa pun ini tapi aku mau Mas Arka yang tanggung jawab!! karena dia yang udah ambil keperawanan aku." Jawab Sherly ngotot.
"Fras sekarang bawa Sherly pergi jauh dari rumah ini, karena kamu yang seharusnya tanggung jawab bukan Arka." Ucap Rita.
"Baik, Bu." Fras pun memaksa Sherly untuk pergi dari rumah itu.
"Oke, baik aku bakalan pergi dari rumah ini Mas Arka, tapi aku minta kompensasi dari kamu." Ujar Sherly.
"Kompensasi apa maksud kamu?" tanya Arka.
"Kompensasi karena kamu yang udah membuat aku gak perawan lagi." Tegas Sherly.
Rita tertawa kecut. "Apa dengan uang selaput dara kamu bisa kembali Sherly? gak akan."
"Cukup Sherly cukup!! jangan permalukan diri kamu terus." Ujar Fras.
"Biarkan dia berbicara Fras, saya akan memberikan apa yang perempuan ular ini mau." Rita mengeluarkan cek yang ada di dalam tasnya lalu memberikannya pada Sherly.
"Berapa yang kamu mau? bukannya kemarin kamu dengan angkuhnya bilang gak butuh uang saya? lalu sekarang apa?" tanya Rita.
__ADS_1
Sherly tersenyum mengambil cek itu. "Satu milyar." Ujarnya.
Arka dan Fras terbelalak dengan ucapan Sherly itu, kecuali Rita ia malah tersenyum puas.
"Satu milyar? banyak juga ya." Ujar Rita.
"Kenapa Bu? apa Ibu tidak mampu? bukannya Ibu ini pemilik perusahaan yang terbesar di kota ini? bukan kah Ibu ini termasuk orang paling kaya? miris sekali hanya uang satu milyar Ibu tidak bisa menyanggupinya." Hina Sherly.
"Apa saya bilang saya tidak mampu? kamu lupa saya yang dari awal menawari kamu uang kan? tapi kamu yang menolaknya, sekarang kamu menghinakan diri kamu dengan meminta kompensasi dari saya. Siapa di sini yang miris? kamu bilang orang tua kamu kaya raya tapi kamu malah minta uang kepada keluarga orang lain." Jawab Rita.
"Mah, udah lah ngapain sih ngasih uang sama Sherly itu gak penting sam sekali." Ucap Arka.
"Mamah gak suka kalau ada orang yang meremehkan kekayaan Mamah Arka. Bahkan harga diri dia pun Mamah mampu beli jika Mamah mau tapi sayangnya Sherly memang tidak punya harga diri." Cela Rita.
"Cukup Bu! apa Ibu gak puas menyakiti hati saya!!" teriak Sherly.
"Apanya yang cukup! kamu lupa dengan apa yang kamu berbuat selama ini hah kamu lupa!!" teriak Rita.
"Mah udah cukup! aku gak setuju kalo Mamah mau ngasih uang ke Sherly, Fras tolong kamu bantu Sherly beresin barang-barangnya kamu yang berhak." Ujar Arka.
Fras mengeluarkan semua baju dan barang-barang Sherly lalu memasukkannya ke dalam koper.
Setelah selesai Sherly dipaksa keluar dari rumah Dewanatara itu. Meskipun ia sangat menolak tapi Fras terus menarik tangannya hingga akhirnya ia berhasil membawanya keluar.
"Ayo Sherly masuk." Paksa Fras.
"Bawa dia sejauh mungkin Fras, saya sangat muak dengan ulahnya." Tegas Rita.
"Aku gak terima kalian perlakukan aku kaya gini, lihat aja nanti semua ini akan aku balas!!" tegas Sherly.
Fras pun membawa Sherly entah kemana. Di sisi lain Rita dan Arka merasa lega karena akhirnya Sherly pergi dari rumah itu.
"Sekarang kamu cari Mawar, Mamah gak mau tahu. Kamu udah membuat kesalahan besar Arka dengan membiarkan dia pergi." Ujar Rita.
__ADS_1
"Baik Mah, Arka bakalan nyuruh orang buat cari Mawar." Balas Arka.
"Oke, Mamah permisi mau istirahat cape." Rita pun pergi ke kamarnya meninggalkan Arka yang masih duduk kebingungan ke mana dia harus mencari Mawar.
***
Di sisi lain Fras membawa Sherly ke apartementnya.
"Kamu bisa tinggal di sini sampai kamu melahirkan." Ucap Fras.
Sherly yang hanya menggunakan blazer menutupi bikininya itu tanpa rasa malu membukanya.
"Makasih." Ujarnya singkat.
Fras yang melihatnya saja merasa malu dan mengalihkan pandangannya.
"Buat apa sih kamu pura-pura gak lihat? bukannya kamu udah tahu isi tubuh aku jadi buat apa kaya gitu? munafik tahu gak." Ujar Sherly.
"Astaga Sherly, coba kamu pakai rasa malu kamu itu sedikit aja." Ujar Fras.
"Ya buat apa aku menutupi tubuh aku dari orang yang udah pernah menikmatinya, konyol banget." Jawab Sherly.
Sherly duduk di tepi ranjang dengan menunggunakan bikininya yang masih basah.
"Kamu ganti baju dulu, nanti masuk angin." Ucap Fras.
"Kenapa sih anak ini harus anak kamu Fras? aku sama sekali gak cinta sama kamu." Tegas Sherly.
"Mungkin ini semua udah takdir, kamu harus terima kalau anak itu anak aku."
Sherly berdecak kesal. "Apa pun caranya aku bakalan terus mendesak Mas Arka yang harus tanggung jawab." Jawab Sherly.
"Terserah kamu, kalo gitu aku pulang. Permisi." Ujar Fras. Fras pun meninggalkan Sherly di apartementnya sendirian.
__ADS_1
'Kalau bukan anak aku, aku gak akan mau membantu Sherly. Perempuan berhati iblis.' Batin Fras.