
Setelah dipindahkan ke ruang rawat inap akhirnya Arka siuman. Perlahan ia membuka sebelah matanya yang tidak terkena pecahan kaca itu.
Ia melihat Rita yang sedang duduk sambil memainkan ponsel genggamnya.
"Mah ..," lirih Arka.
Rita pun segera mendekati anaknya itu. "Sayang, kamu udah siuman syukur lah."
"Mata Arka kenapa Mah kok sakit banget gini?" tanya Arka.
"Kamu kan habis operasi karena mata kamu kena pecahan kaca mobil." Jawab Rita.
"Mawar gak ke sini Mah, dia gak peduli lagi sama aku?" tanya Arka.
"Tadi Mawar ke sini sebentar terus dia pulang."
"Mah, kenapa malah izinin Mawar pulang? Arka gak yakin dia bakalan balik lagi ke sini." Ucap Arka.
"Dia pasti ke sini lagi kok, mamah yakin Arka."
" Gak mungkin Mah, dia udah gugat Arka ke pengadilan agama."
Rita tak tahu akan hal itu, matanya sampai membulat terkejut.
"Kamu serius? Mawar gugat kamu? kapan Sayang kok mamah gak tahu sama sekali tentang hal ini."
"Arka juga baru tahu setelah Arka ke rumahnya, Arka bener-bener gak mau kehilangan Mawar lagi. Arka sayang sama dia." Ujar Arka.
"Iya Arka mamah tahu, tapi sekarang mendingan kamu istirahat kamu kan baru selesai operasi gak boleh banyak pikiran." Ujar Rita.
"Gak bisa Mah, Arka pengen ketemu Mawar."
"Ya udah nanti mamah telepon Mawar biar dia ke sini lagi ya." Ucap Rita.
__ADS_1
**
Rita keluar dari ruangan Arka dan mencoba menghubungi Mawar namun tak ada jawaban dari Mawar.
"Mawar kayanya bener-bener gak bisa bareng lagi sama Arka." Gerutu Rita.
Sementara itu Mawar baru saja selesai dengan pekerjaannya setelah tertunda karena harus ke rumah sakit meskipun hanya sebentar.
Pikiran Mawar terus tertuju pada suaminya itu, ia bahkan tidak bisa berhenti sedetik pun memikirkan kondisi Arka.
"Mas Arka gimana ya sekarang apa dia udah siuman?" ucap Mawar.
Mawar ingin sekali kembali ke rumah sakit namun ia juga harus ingat bahwa ia telah memilih jalan masing-masing, kalau ia berdekatan kembali dengan Arka pasti akan muncul perasaan iba dan lainnya.
Ia membuka ponselnya dan melihat ada beberapa pesan dari Rita.
(Kamu ke sini ya Mawar, mamah tahu kamu masih kecewa sama Arka tapi mamah mohon kamu temenin dia sebentar aja, dia butuh semangat dari kamu. Mamah gak mau kehilangan anak mamah lagi.)
Sesampainya di sana Mawar bertanya pada resepsionis tentang keberadaan ruang rawat Arka.
Setelah diberi tahu Mawar pun berhasil menemukannya, namun ia ragu untuk masuk ke dalam.
Beberapa saat Mawar berdiri di depan ruangan itu, hatinya berkata masuk namun logikanya tidak.
Tiba-tiba saja Rita keluar dan melihat Mawar sudah ada di depannya.
"Mawar?" tanya Rita.
"Gimana keadaan mas Arka, Mah?" tanya Mawar.
"Dia udah siuman tadi dia nanyain kamu terus, syukur lah kamu dateng." Ujar Rita lega.
"Syukur kalau gitu. Mamah kok keluar mau ke mana?" tanya Mawar.
__ADS_1
"Mamah mau pulang sebentar, kepala mamah sakit. Kamu bisa kan jagain Arka malam ini aja. Besok mamah ke sini lagi." Ujar Rita.
Mawar terdiam sejenak, ia sedang berusaha menjauhi Arka tapi semesta terus mendekatkan mereka.
"Ya udah iya Mah." Jawab Mawar singkat.
Rita pun berpamitan pada Mawar untuk pulang. Setelah melihat Rita pulang Mawar tak langsung masuk ke ruangan Arka itu.
Mawar justru duduk di bangku depan ruangan Arka, ia sedang mengumpulkan energi untuk bertemu dengan Arka.
Setelah itu ia bangkit dan membuka pintu perlahan, terlihat Arka yang sedang tertidur dengan mata yang di perban sebelah.
Hati Mawar sesak melihat kondisi Arka yang seperti itu. Perlahan langkah Mawar mendekati Arka.
"Mawar .., Mawar ..," lirih Arka mengigau.
Mawar pun segera menggenggam tangan Arka dengan erat. "Ini aku Mas." Ucap Mawar getir.
Arka membuka sebelah matanya lalu tersenyum tipis. "Aku gak mimpi kan?" tanya Arka.
"Kamu gak mimpi, Mas. Ini aku."
"Aku beruntung masih bisa melihat kamu meskipun dengan mata sebelah." Ucap Arka.
"Kamu pasti sembuh kok Mas." Ujar Mawar.
"Aku minta maaf ya, aku banyak salah sama kamu."
"Udah lah Mas, kamu pikirin kesehatan kamu aja."
"Aku mohon cabut gugatan cerai kamu Mawar, aku janji bakalan menyayangi kamu selamanya, aku bakalan memperlakukan kamu sebaik mungkin." Arka memohon.
Mawar tersenyum tipis. "Kasih aku waktu ya Mas." Jawab Mawar singkat.
__ADS_1