
Selesai meeting Arka duduk santai di kursi putarnya, ia menengadahkan kepadanya ke langit-langit.
Baru saja ia menerima pesan dari nomor yang tak ia kenali. Arka tak langsung membuka pesan itu karena lelah.
Setelah beberapa menit mengistirahatkan pikirannya Arka pun membuka pesan itu.
Betapa terkejutnya dia melihat foto Mawar yang sedang duduk manis bersama laki-laki lain yang sama sekali tak ia kenali.
"Mawar? dia di mana? dan siapa laki-laki itu?" ujar Arka.
Arka mencoba menghubungi nomor itu namun hasilnya nihil karena Sherly sudah lebih dulu memblokirnya.
"Ah sial! siapa sih yang udah kirimin foto ini! kenapa Mawar malah sama laki-laki lain sedangkan aku sama mamah di sini pusing nyariin dia!" ujar Arka lagi.
Arka yang sudah terbawa emosi pun akhirnya meninggalkan kantor dan mencari tahu soal foto tersebut. Arka mengerahkan orang-orang suruhannya untuk mencari spot foto yang sama dengan foto itu.
Tak tanggung-tanggung Arka memerintahkan 20 suruhannya untuk mencari tempat yang sama dengan foto itu. Kali ini ia tak mau gegabah mengambil keputusan.
Arka belajar dari sebelumnya jika berpikir secara instan tidak selamanya baik, apa lagi mengambil keputusan saat emosi memuncak.
__ADS_1
Sambil menunggu kabar Arka pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah dengan tergesa-gesa ia segera memberitahu Rita soal Mawar.
"Mah, Mamah di mana??" teriak Arka.
Rita pun langsung menghampirinya. "Ada apa sih Arka kamu tuh teriak-teriak sakit kuping Mamah."
Arka langsung memberikan foto itu kepada Rita. "Mawar? Mawar dia di mana Arka terus ini siapa?" tanya Rita.
"Mana Arka tahu Mah, Arka juga lagi nyuruh orang buat cari tahu di mana tempat itu."
"Terus itu laki-laki yang sama Mawar itu siapa? apa jangan-jangan Mawar udah ada pengganti kamu?" ujar Rita.
"Kita kan belum resmi bercerai gak mungkin Mawar udah ada yang lain Mah." Tutur Arka.
"Resmi bercerai? apa maksud ucapan kamu itu Arka? jadi kamu mau menceraikan Mawar ha?"
"Enggak bukan itu maksud aku Mah, aku gak mau menyimpulkan sesuatu yang aku belum tahu kebenarannya."
"Tumben banget otak kamu jernih, biasanya apa-apa kamu selalu gegabah dan ceroboh." Sindir Rita.
__ADS_1
Arka berdecak kesal dengan ucapan Rita itu.
"Kalau misalnya itu beneran pengganti kamu apa yang bakalan kamu lakukan Arka? apa kamu bakalan balik lagi ke perempuan iblis itu?"
"Sherly maksud Mamah?"
"Ya, siapa lagi dia kan perempuan yang sudah membuat kamu tergila-gila."
"Sekarang aku cuma fokus cari Mawar aja Mah, aku rasa dia gak mungkin mengkhianati pernikahan kita." Jawab Arka.
"Kenapa? bukannya selama ini yang ada dipikiran kamu tentang Mawar itu buruk semua." Ujar Rita.
"Enggak lah Mah, selama ini Arka udah cukup tersiksa sama masalah-masalah yang terus bermunculan Arka gak mau menambah beban pikiran lagi."
"Masalahnya ada di kamu Arka, Mawar selama ini sudah menjadi istri yang baik dan patuh sama kamu tapi kamu yang selalu menyakiti dia. Mamah merasa gagal mendidik kamu." Ujar Rita.
"Mah cukup, Arka tahu Arka emang bodoh tapi kasih Arka kesempatan buat memperbaiki semuanya."
"Yaudah terserah kamu Arka, Mamah udah no komen soal kehidupan kamu selanjutnya. Ya walau pun akhirnya Mawar memilih laki-laki lain Mamah gapapa tapi bagaimanapun juga anak yang ada dalam kandungan Mawar itu cucu Mamah." Ujar Rita.
__ADS_1
Rita pun meninggalkan Arka sendirian.