Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
Tidak penting


__ADS_3

Mawar pasrah saja berada didalam kungkungan Arka lagi. Laki-laki itu sudah mulai berani lebih agresif karena terlalu banyak penolakan dari Mawar.


"Jawaban soal apa?" tanya Mawar.


"Soal perasaan kamu mau sampai kapan kita seperti ini?" ujar Arka.


Suasana menjadi hening seketika ketika Arka menanyakan hal itu, bukan hal yang mudah bagi Mawar untuk kembali membuka hatinya.


"Mas aku ..," degup dada Mawar semakin tak karuan mantan suaminya itu benar-benar gila sekarang.


"Apa kamu mencintai Langit?" ujar Arka lagi.


Perasaannya tak bisa lagi dibendung lagi melihat banyak lelaki yang mendekati Mawar, pesonanya masih seperti gadis belasan tahun hingga membuat siapa pun tergoda.


"Mas kamu kenapa sih? Aku gak nyaman kalo kamu kaya gini!" tegas Mawar.


Mendengar itu Arka melepaskan Mawar. "Lalu apa yang membuat kamu nyaman Mawar apa!?" ujar Arka dengan nada yang sedikit menekan, ingin sekali ia berteriak di depan wajahnya namun Arka takut menyakiti Mawar lagi.


"Sebaiknya kamu pulang Mas, kita gak perlu bicara dulu," ucap Mawar hendak pergi namun Arka menahan tangannya.

__ADS_1


"Aku butuh jawaban kamu sekarang," ujar Arka keras kepala.


"Semua ini udah gak penting! Semua rasa aku udah hilang, aku cuma menghargai kamu sebagai papanya Matteo udah itu aja, gak perlu ada yang ditanyakan lagi semuanya udah jelas kan!" tegas Mawar.


Setelah mendengar itu ada sedikit lega di hati Arka namun sisanya terluka.


"Aku emang gak pernah pantas buat kamu," pungkas Arka lalu setelah itu meninggalkan rumah Mawar.


Arka membanting pintu sangat keras, kini hatinya benar-benar hancur namun semua itu ia sadari murni karena kesalahannya di masa lalu.


***


Sudah 1 bulan sejak kejadian itu Arka tak pernah menemui Mawar dan Matteo lagi selain itu Arka juga tidak pernah menghubungi mereka meskipun hanya lewat telepon.


Hari ini Matteo tantrum tidak berhenti ia hanya mengatakan papa dan papa, tak ada cara lain selain menghubungi Arka duluan mau bagaimana pun mereka harus tetap berkomunikasi karena sudah memiliki anak.


"Mas?" ujar Mawar ketika teleponnya tersambung.


"Iya, kenapa?" jawab Arka diseberang sana.

__ADS_1


"Matteo tantrum kayanya kangen kamu, kalo gak lagi sibuk ke sini ya?" pinta Mawar.


Arka terdiam sejenak dengan permintaan mantan istrinya itu.


"Mungkin nanti malam, sekarang aku mau meeting," tutur Arka dingin tak seperti biasanya.


"Tapi Matteo butuh kamu Mas, dia bener-bener gak bisa berhenti nangis kamu gak denger suaranya?" ujar Mawar mulai kesal.


"Aku sampe libur kerja udah beberapa hari karena Matteo nangis terus suster kewalahan," pungkas Mawar lagi.


"Iya, aku tunda meetingnya sebentar lagi aku kesana." Arka menutup teleponnya.


Mawar sedikit lega mendengar itu.


"Sayang, papa sebentar lagi dateng sabar ya jangan nangis terus cape ," ujar lembut Mawar.


Setelah 1 bulan Arka meninggalkannya tanpa kabar Mawar sadar dia terlalu memikirkan masa lalu yang suram hingga melupakan kebaikan-kebaikan yang Arka lakukan agar mengobati lukanya.


.

__ADS_1


Arka membuka pintu ia lihat Mawar sedang berusaha menenangkan Matteo yang terus saja menangis, tanpa basa-basi Arka langsung menggantikan Mawar.


"Ini papa, kangen papa ya? Maaf ya papa gak nengokin Matteo," tutur Arka dengan lembut.


__ADS_2