Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
Getaran kecil


__ADS_3

Arka memperkuat genggamannya. "Aku tahu aku ini bajingan yang tidak tahu diri, tapi kasih aku kesempatan buat memperbaiki semuanya. Aku juga melihat anak kita tumbuh besar bersama kamu, aku gak mau anak kita tumbuh di saat kita sudah tidak bersama lagi Mawar." Ucap Arka.


Tiba-tiba saja ada getaran kecil di perutnya.


"Aw ..," lirih Mawar terkejut lalu memegangi perutnya yang sudah terlihat sedikit buncit.


"Kamu kenapa Mawar perut kamu sakit?" tanya Arka panik.


"Gapapa kok Mas." Jawab Mawar.


"Kamu serius gapapa, mumpung di rumah sakit kamu cek aja takutnya perut kamu kenapa-kenapa apa lagi ada anak kita di dalamnya."


"Enggak kok Mas, kamu tenang aja. Anak kita kuat seperti aku." Ucap Mawar.


'Getaran kecil itu pasti dari anakku, sayang kenapa kamu seolah mengerti apa yang diucapkan ayah kamu.' Batin Mawar.


Di saat Arka dan Mawar sedang berbicara serius tiba-tiba saja Sherly datang membawa buket bunga.


"Mas Arka kamu gapapa?" tanya Sherly memeluk Arka.


Arka berusaha melepaskannya namun ia masih sangat lemas, melihat itu Mawar melepaskan genggaman tangan Arka.


Mawar memalingkan wajahnya agar tidak melihat adegan itu, hatinya masih sakit dan tak ingin menambah sakit lagi dengan adanya Sherly di antara Mawar dan Arka.


Sherly melepaskan pelukannya lalu mengatakan, "heh ini semua karena kamu kan! kamu yang udah buat mas Arka celaka!" bentak Sherly tiba-tiba.

__ADS_1


"Sherly kamu apa-apaan sih! kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi mendingan sekarang kamu pergi dari sini!" tegas Arka.


"Gak mau Mas, aku ini sayang sama kamu. Aku mau ngurusin kamu di sini." Ucap Sherly tak tahu malu.


"Lagian kamu tahu dari mana sih aku ada di sini!" bentak Arka.


"Udah ada Sherly kan aku permisi pulang." Ucap Mawar, namun tangannya dipegang oleh Arka agar tidak pergi dari ruangan itu.


"Enggak, Sherly yang harus keluar bukan kamu." Tegas Arka.


"Oh gitu ya Mas, sekarang kamu udah bucin sama perempuan kampungan ini!" ujar Sherly.


Mawar masih berusaha sabar dengan ucapan sampah Sherly itu.


"Aku sayang kamu Mas Arka, kenapa sih kamu harus bahas soal anak ini. Mau siapa pun ayahnya tapi kamu yang pertama ambil keperawanan aku, jadi ini juga anak kamu!" tegas Sherly.


"Aku juga gak yakin kalau anak yang ada dalam kandungan Mawar itu anak kamu, soalnya aku pernah lihat dia berduaan sama laki-laki." Ucap Sherly lagi.


Mawar melepaskan genggaman Arka berdiri lalu menampar pipi Sherly dengan penuh emosi.


Mata Sherly membulat diperlakukan seperti itu oleh Mawar.


"Kamu boleh hina aku sepuas kamu, tapi jangan pernah bawa-bawa anak aku. Dia gak tahu apa-apa!!" tegas Mawar.


Sherly hendak membalas tamparan itu namun Mawar berhasil menangkisnya dan memelintirkan tangan Sherly.

__ADS_1


"Ah sakit .., gila kamu ya?" lirih Sherly.


"Jangan pernah samakan aku dengan dulu, aku gak selemah itu lagi!" ucap Mawar lalu melepaskan tangan Sherly.


Arka terkejut dengan sikap tegas Mawar, ia baru tahu kalau Mawar sekarang lebih tegas dan berani dari dulu.


"Mendingan sekarang kamu pergi dan bawa lagi bunga kamu." Ujar Arka.


Sherly pun menangis berlari keluar tanpa membawa bunganya. Melihat itu Mawar bernafas lega.


Mawar kembali duduk di kursi sambil mengelus perutnya.


"Kamu gapapa?" tanya Arka.


Mawar hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku boleh pegang perut kamu gak?" tanya Arka lagi.


"Boleh kok." Jawab Mawar.


Mawar pun menarik kursinya agar lebih dekat dengan tangan Arka.


Arka mengelus perut Mawar dengan lembut, tiba-tiba saja getaran kecil itu muncul lagi tapi hanya bisa di rasakan oleh Mawar saja.


'Getaran itu ada lagi, sayang kamu pasti seneng dielus ayah kamu.' Batin Mawar.

__ADS_1


__ADS_2