Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
Panggil sayang


__ADS_3

Jam 17:00 Arka pulang ke rumah dengan membawakan Mawar sebuah buket bunga dan buah-buahan.


"Sayang, aku pulang." Teriak Arka dengan mesra.


Sementara itu Mawar yang baru saja selesai mandi mendengar samar-samar panggilan dari Arka.


Mawar segera memakai pakaiannya lalu mengintip di jendela depan, rupanya Arka yang memanggilnya.


"Mas, udah pulang?" ucap Mawar membuka pintu.


"Iya, aku bawain kamu bunga sama buah-buahan." Jawab Mawar.


"Hm, makasih ya Mas. Ayo masuk kamu bersih-bersih dulu." Ucap Mawar.


Mereka berdua masuk ke rumah sederhana itu.


"Ya udah aku bersih-bersih dulu ya." Ucap Arka.


Mawar mengangguk seraya menyetujui ucapan suaminya itu.


Mawar menyandarkan kepalanya di sofa sambil mengusap perutnya yang buncit.


"Bunda penasaran kamu cewe atau cowo ya." Ujar Mawar.


Setelah hampir setengah jam Arka keluar dengan pakaian santainya. "Masak bareng yu." Ajak Arka.


"Hm, tapi aku udah masak Mas. Lain kali aja yaa." Tolak Mawar.


"Oh ya? istri aku udah masak, masak apa hari ini?" ucapan manis Arka itu membuat pipi Mawar merah.


'Mas Arka, apa sikap manis kamu ini akan selamanya atau sementara. Entah lah aku cuma takut di saat kepercayaan aku sudah kembali kamu malah mengecewakan aku lagi.' Batin Mawar.


"Aku masak ayam bakar pedas manis sama sayur Mas." Jawab Mawar.


"Ya udah makan yu aku laper, sengaja gak makan dulu karena aku bakalan selalu kangen masakan kamu." Arka duduk di samping Mawar mengusap kepalanya dengan lembut.


"Mas makan duluan deh, aku lagi mager pengen duduk dulu."

__ADS_1


"Kamu gak laper?" tanya Arka beranjak.


"Hmm sedikit."


Arka meninggalkan Mawar sendirian yang masih bersantai di sofa tak lama Arka kembali dengan membawa satu piring nasi dengan lauknya.


"Mas Arka? kenapa gak makan di meja aja?"


"Aku mau nyuapin kamu, kasihan tentara kita nanti dia kelaparan karena kamu mager-mageran gini." Ujar Arka.


"Ya ampun jangan berlebihan deh Mas, lagian cuma sebentar doang nanti aku nyusul ke meja makan."


Arka kembali duduk di samping Mawar dan mulai menyuapinya. "Ayo buka mulutnya aaa." Ucap Arka.


Mawar pun menghargai apa yang dilakukan suaminya itu, meskipun ia masih sangat canggung dan tak percaya dengan sikap Arka yang berubah 180 derajat dari sebelumnya.


Tiba-tiba saja ponsel Arka berbunyi, terlihat sebuah pesan masuk dari Fras. "Pak, tolong datang ke apartement saya sekarang. Ada kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan dan tidak bisa diwakilkan."


Arka membuka pesan itu, berdecak kesal. "Astaga baru juga pulang, kapan ada waktu sama keluarga kalau gini." Gerutu Arka.


"Ini Fras nyuruh aku ke apartementnya katanya ada kerjaan mendadak gitu." Jawab Arka.


"Ya udah kamu pergi aja."


"Tapi aku baru aja ada waktu buat kamu loh, lagian aku baru pulang." Ucap Arka.


"Ya gimana namanya juga kerjaan, gak bisa seenaknya ditinggalin."


Arka membalas pesan Fras itu. "Iya." Jawabnya, setelah itu Arka bersiap untuk pergi ke rumah Fras.


"Maaf ya aku tinggal, kamu lanjutin makannya jangan sampai gak makan kasihan tentara kecil aku." Titah Arka.


"Iya Mas. Kamu juga hati-hati."


Setelah bersiap-siap Arka pun segera pergi ke apartement milik sekertarisnya itu.


Mawar berpikir sejenak. 'Kenapa aku jadi penasaran sama kegiatan Mas Arka kali ini, apa benar dia ke apartement Fras atau ada hal lain yang dia sembunyikan.' Batin Mawar.

__ADS_1


Mawar segera membereskan makanan tadi lalu bersiap untuk membuntuti suaminya itu dengan taksi.


***


Setelah sampai di sana Mawar berjalan perlahan mengikuti langkah Arka.


Sesampainya di pintu apartement Fras langkah Mawar berhenti. Ia melihat Sherly yang membukakan pintu untuk suaminya itu lalu memeluknya dengan erat.


"Mas Arka." Ucap Sherly memeluk Arka dengan erat.


Arka berusaha melepaskan pelukannya. "Sherly kenapa kamu di sini? mana Fras?" tanya Arka bingung.


Mawar berjalan cepat menghampiri keduanya. "Oh ini ya Mas, ini yang kamu bilang ada kerjaan mendadak. Aku emang salah ya ngasih kamu kesempatan buaya tetep aja buaya!" ucap Mawar.


"Mawar, ini semua gak seperti yang kamu pikirkan. Aku ke sini karena tadi ada pesan dari Fras dan sama sekali gak ada niat buat ketemu sama Sherly. Kamu percaya aku kan?" Arka panik.


"Aku gak ngerti apa tujuan kamu ngelakuin ini sama aku Mas, terserah lanjutin aja. Aku mau pulang!" ucap Mawar.


Mawar berlari pergi dari Arka dan Sherly, Arka meengejar istrinya itu dengan perasaan tak karuan.


Sementara itu Sherly tertawa puas karena rencananya berhasil, Fras meninggalkan ponselnya tanpa sengaja dan Sherly menipu Arka agar datang ke apartement itu.


**


"Mawar, Mawar, kamu dengerin dulu penjelasan aku Sayang." Ucap Arka.


Mawar terus berlari hingga ia menemukan taksi untuk pulang ke rumah. Arka mengikuti Mawar sampai ke rumah.


Sesampainya di rumah Arka mengejar Mawar dan memeluknya dari belakang.


"Ini yang kamu bilang berubah Mas? aku udah berusaha ngasih kamu kesempatan tapi apa? kamu masih nyakitin aku lagi." Ucap Mawar.


Arka membalikkan tubuh Mawar dan memegang kedua pipi manisnya. "Sayang, aku sama sekali gak ada niat buat ketemu saya Sherly. Aku sayang sama kamu, buat apa aku kaya gitu lagi gak ada untungnya aku melakukan hal yang sama kan. Kamu harus percaya." Ucap Arka.


Mawar menepis kedua tangan Arka dan mundur beberapa langkah.


"Bajingan seperti kamu gak akan pernah bisa menghargai kesempatan!" tegas Mawar..

__ADS_1


__ADS_2