Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
Sayembara


__ADS_3

Fras sedang menyusun acara tahunan yaitu ulah tahun kantor. Setiap tahun dia lah yang selalu mengatur semuanya.


"Fras apa kamu udah menyiapkan acara untuk ulang tahun kantor?" tanya Arka masuk ke ruangan Fras.


"Hampir selesai Pak." Jawab Fras.


"Bagus lah, kamu emang paling bisa diandalakan." Ujar Arka.


"Oiya kita mau beli kue di mana Pak? langganan kantor katanya lagi tutup."


"Kalo itu saya serahkan semuanya sama kamu Fras lagi pula saya di sini baru kamu yang lebih berpengalaman dan lebih tahu semuanya."


"Biasanya dulu pak Dika selalu menyiapkan kue tar untuk potong kue, cupcake dan makanan lainnya Pak." Tutur Fras.


"Berapa orang yang harus diundang?" tanya Arka.


"Para klien setia kita aja Pak."


"Baik, kamu atur aja nanti kasih ke saya laporannya kalau ada yang kurang nanti saya bicarakan lagi sama kamu."


"Oke, baik Pak."


"Kalau begitu saya permisi."


***


Arka menatap foto pernikahannya dengan Mawar, terlihat di sana Mawar yang berderai air mata dan dirinya yang sama sekali tidak menampakan senyum kebahagiaan.


"Kamu di mana sih Mawar? aku bener-bener nyesel udah buang kamu gitu aja, sekarang aku kangen banget sama kamu pasti perut kamu udah mulai membesar kan?" Arka berbicara sendiri sambil memandangi foto.


'Orang suruhan aku belum menemukan titik terang tentang keberadaan Mawar, bahkan kak Mirna aja gak tahu Mawar di mana. Apa dia bener-bener sekecewa itu sama aku sampai gak mau balik lagi ke rumah.' Batin Arka.


Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu dari luar Arka langsung menekan tombol remotnya dan dengan otomatis pintu itu terbuka.


"Mamah? ngapain Mamah ke sini?" tanya Arka pada Rita yang baru saja datang.


"Mamah ke sini mau tahu kabar tentang Mawar, gimana kamu udah dapet kabar tentang dia?" tanya Rita.

__ADS_1


"Belum Mah, orang suruhan aku juga belum dapet informasi apa-apa." Jawab Arka.


"Aduh Arka, kamu tuh nyari orang yang bener dong sekalian aja kamu sewa detektif biar lebih akurat!" tegas Rita.


"Mah, Mamah harus sabar dong Arka juga lagi berusaha cari Mawar."


"Sabar apanya Arka, kamu tuh kaya gak niat cari Mawar harusnya kamu turun tangan dong jangan cuma duduk nunggu kabar doang. Kenapa sih kamu lembek gini gak tegas kaya kakak kamu."


"Ya aku juga udah berusaha nyari tapi tetep aja gak ketemu, lagian kenapa coba Mawar pergi dari rumah kan bikin repot semua orang." Tegas Arka.


"Ternyata kamu belum sadar juga ya Arka, kamu masih menyalahkan orang lain atas kesalahan kamu sendiri. Kamu lupa sebentar lagi acara tahunan perusahaan ini, gimana kalau para tamu menanyakan keberadaan istri kamu hah mau jawab apa kamu? seharusnya kamu pikirkan itu." Ujar Rita.


"Bukan gitu maksud aku Mah, aku cuma gak suka Mamah memojokkan aku terus. Seakan aku ini selalu salah di mata Mamah."


"Iya! emang kamu yang selama ini salah Arka terus Mamah harus salahin siapa kalau bukan kamu, sekarang kamu pikir istri mana yang akan kuat bertahan dengan suami bajingan seperti kamu, Mamah aja sebagai orang tua kamu gak bakalan sanggup membayangkan menjadi Mawar."


"Iya aku tahu Mah, aku tahu aku ini bajingan. Terus apa lagi yang Mamah harapkan dari anak Mamah yang bajingan ini?"


"Oh gitu yaudah kalo gitu lebih baik Mamah cari Mawar sendiri daripada mengandalkan kamu Arka!" tegas Rita.


Rita pun keluar dari ruangan Arka dengan perasaan penuh emosi. Arka yang melihat mamahnya pergi pun langsung mengejarnya.


Rita menghentikan langkahnya. "Sampai kapan Arka? sampai kapan? Mamah pikir kamu itu bisa diandalkan ternyata enggak sama sekali."


"Kasih aku waktu Mah, kasih aku waktu buat cari Mawar. Jangan malah mematahkan semangat aku kaya gini Mah." Ujar Arka.


"Terserah kamu Arka, lebih baik Mamah cari Mawar dengan cara Mamah sendiri." Rita pun pergi meninggalkan Arka.


"Mah! cara apa maksud Mamah!!" teriak Arka.


Dengan kesal Arka kembali ke ruangannya.


***


Rita mondar-mandir sedang memikirkan cara agar Mawar berhasil ditemukan.


"Gimana kalau aku bikin sayembara aja, aku bakalan kasih uang 500 juta untuk orang yang berhasil bertemu dengan Mawar." Ujar Rita.

__ADS_1


Rita pun segera menelpon 3 orang suruhannya untuk menyetak foto Mawar sebanyak mungkin.


"Aku yakin dengan cara ini Mawar pasti cepat ditemukan, aku gak mau dia kenapa-kenapa." Ujar Rita.


..


Di sisi lain Arka berusaha mencari jalan keluar dari permasalahan ini, ia sangat takut jika Mawar benar-benar pergi dan hilang dari hidupnya.


'Gimana kalau Mawar gak ditemukan, dia sembunyi di suatu tempat dengan sengaja karena gak mau ketemu sama aku? astaga bisa habis aku sama mamah.' Batin Arka.


Fras hendak memberikan laporan tentang acara tahunan tapi ia tidak sengaja bertabrakan dengan OB baru di kantor hingga berkasnya jatuh berantakan.


"Maaf Pak, maaf saya gak sengaja." Ujar Nia membereskan kembali berkasnya dan memberikannya pada Fras.


"It's oke, kamu baru ya di sini?" tanya Fras.


"I-iya Pak, saya baru di sini. Sekali lagi saya minta maaf ya Pak. Bapak gapapa kan?"


"Gapapa kok, kalau begitu sama permisi kamu lanjutin aja kerjanya." Fras pun meninggalkan Nia sendiri yang masih menatap punggungnya.


Tanpa mengetuk pintunya pintu itu sudah terbuka dengan sendirinya khusus sekertaris itu.


"Gimana Fras laporannya sudah selesai?" tanya Arka.


"Sudah, Pak. Kalau ada yang mau Bapak rubah silakan. Mungkin Bapak mau konsepnya sesuai selera Bapak." Ujar Fras.


"Yaudah makasih Fras. Ngomong-ngomong kamu bawa Sherly ke mana?" tanya Arka.


Fras tampak bingung kenapa Arka masih saja peduli dengan Sherly padahal istrinya saja belum ditemukan.


"Eu ada lah Pak, ke suatu tempat. Bapak kenapa ya tiba-tiba nanya itu? apa Bapak masih peduli?" tanya Fras.


Mata Arka membola mendengar ucapan Fras itu. "Enggak lah saya cuma penasaran aja. Kamu jaga dia baik-baik ya itu kan anak kamu, bukan anak saya semuanya sudah terbukti." Ujar Arka.


"Bapak tenang aja, saya pasti jagain Sherly sama bayinya kok."


"Kamu mau nikahin dia Fras?" tanya Arka.

__ADS_1


Fras tertawa kecil. "Kalau soal itu saya belum bisa mengambil keputusan Pak, kita tahu sendiri kan Sherly itu orangnya kaya gimana, dia licik, jahat, gak tahu malu juga. Apa saya gak bakal nyesel nikah sama perempuan kaya gitu?"


"Tapi soal anak itu gimana Fras? itu kan anak kamu, kamu yang udah bikin dia hamil." Ujar Arka.


__ADS_2