Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
Kesempatan yang habis


__ADS_3

Keesokan harinya Arka terbangun dan melihat Mawar tertidur di kursi di sampingnya.


Arka tersenyum tipis melihat wajah teduh Mawar yang sedang terlelap, Arka sadar ia tak menggunakan baju sehelai pun.


"Mawar, kamu ternyata masih peduli sama keadaan aku." Gerutu Arka.


Tak lama Mawar pun terbangun dan langsung berdiri menjauhi Arka.


"Mas Arka? kamu udah bangun?" ucap Mawar.


"Makasih ya udah bawa aku ke sini, kamu ternyata masih peduli." Jawab Arka.


"Kamu gak usah terlalu percaya diri, mendingan sekarang kamu pakai baju kamu dan pulang Mas. Aku juga mau ke toko."


"Jadi sekarang kamu kerja di toko kue itu?"


"Aku pemilik toko kue itu. Mas Dika yang memberikannya." Ucap Mawar.


"Ternyata mas Dika banyak memberikan kamu sesuatu ya, berbeda dengan aku yang hanya bisa menyakiti kamu." Ujar Arka.

__ADS_1


"Syukur kalau kamu sadar, mendingan sekarang kamu pergi dari rumah ini aku gak bisa lihat kamu lama-lama." Ujar Mawar.


Mawar keluar meninggalkan Arka di kamarnya, Mawar memilih untuk mandi di kamar tamu.


**


Setelah setengah jam Mawar keluar dari kamar tamu itu dan melihat Arka yang sedang duduk di sofa.


"Kamu kenapa belum pulang Mas?" tanya Mawar.


"Mawar, aku cuma masih kangen sama kamu." Ucap Arka.


Ucapan singkat itu ternyata sangat melukai hati Arka. "Maafin aku ya kalau semalam aku ngerepotin kamu."


"Lagian kamu ngapain sih kaya gitu, aku gak suka dengan cara kamu. Biar kamu dikasihani kan?" tanya Mawar.


"Iya aku minta maaf, aku salah."


"Aku mohon kamu pergi Mas! pergi!" teriak Mawar.

__ADS_1


"Mawar tolong kasih aku kesempatan lagi aku tahu kamu masih peduli sama aku." Arka mendekati Mawar memegang tangannya yang hangat.


Namun Mawar langsung melepaskannya dengan kasar. "Aku memang perempuan yang mudah memaafkan tapi aku gak bisa memberi kesempatan sama orang yang gak pernah mau belajar dari kesalahannya. Aku berkali-kali memaafkan dan memberi kamu kesempatan Mas Arka! tapi kamu selalu mengabaikan itu semua! kamu mungkin selalu berpikir aku akan bertahan dalam keadaan apapun, kamu pikir aku hidup bergantung sama kamu tapi kamu salah. Aku bisa hidup tanpa bantuan dari kamu!!" tegas Mawar.


Arka terdiam mendengar semua ucapan Mawar itu, ia sadar semua ucapan Mawar itu benar.


"Mendingan sekarang kamu pergi Mas aku mohon. Aku cape marah sama kamu, aku cape nangis aku cape!! " ujar Mawar lagi.


Arka pun menganggukan kepalanya dan pergi dari rumah Mawar itu dengan penuh perasaan sesal dan salah.


**


Arka melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


'Kalau saja sejak awal aku peduli sama kamu, aku gak menyia-nyiakan kamu mungkin semuanya gak mungkin seperti ini. Aku tidak akan kehilangan kamu dan anak yang ada dalam kandungan kamu Mawar. Kenapa aku harus sebodoh itu, kenapa aku harus sejahat itu selama ini sama kamu.' Batin Arka.


Arka terus melajukan mobil itu dengan penuh emosi hingga ia tak sadar di depannya ada mobil, Arka membelokkan setirnya hingga akhirnya mobil Arka terjatuh ke jurang.


Jurangnya memang tidak terlalu dalam tapi membuat mobil Arka rusak parah, Arka terkena pecahan kaca dan tubuhnya terbanting keluar mobil.

__ADS_1


__ADS_2