Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
Masalah tak kunjung usai


__ADS_3

Rita yang sedang membereskan kamar Arka menerima pesan berkali-kali dari nomor yang tak di kenal.


Ia pun segera membuka pesan itu, rupanya beberapa foto Mawar berpelukan dan berpegangan tangan dengan 2 pria yang berbeda.


Rita syok dengan foto-foto itu. "Siapa yang mengirim foto ini?" ucap Rita lalu berusaha menghubungi nomor itu namun tak bisa.


Rita melihat foto-foto itu satu per satu. Semuanya nampak jelas dan alami tanpa dibuat-buat. Hati Rita sedikit kecewa dengan Mawar namun ia juga tak bisa langsung menghakimi Mawar begitu saja tanpa tahu alasan yang pasti di balik foto itu.


Ia pun bergegas kembali ke rumah sakit untuk menanyakan kebenaran foto tersebut.


***


Sesampainya di sana Rita masuk ke ruangan Arka namun tak menemukan Mawar di sana.


Arka yang belum tertidur pun bingung melihat Rita yang begitu cemas.


"Kata Mawar Mamah gak bakalan ke sini malam ini tapi kok ke sini terus panik gitu lagi kenapa?" tanya Arka.


"Mawar ke mana Arka?" tanya Rita.


"Mawar pulang katanya perutnya kram Mah, Arka suruh dia pulang aja." Ujar Arka.


"Pulang?"


"Iya, Mamah lagian nyuruh Mawar jagain aku dia kan lagi hamil takutnya kenapa-kenapa." Ucap Arka.


Rita duduk di sofa ruangan VVIP itu. Ia tak bisa berhenti memikirkan kebenaran foto Mawar itu.


"Mah, kenapa sih kok kelihatan cemas gitu?" tanya Arka.

__ADS_1


Rita tak bisa lagi menyembunyikan kegundahannya itu, sudah banyak hal yang membuat ia pusing kali ini Rita ingin mengungkapkannya pada Arka.


"Arka ..," lirih Rita.


"Apa sih Mah, Mamah kenapa cerita sama Arka." Ujar Arka.


"Mamah gak tahu harus ngomong apa tapi kamu harus lihat ini." Rita melihatkan foto-foto yang dikirim Sherly pada Arka.


Arka menghela nafasnya dalam-dalam kini sesak yang ia rasakan.


"Mamah dapet foto itu dari mana?" Arka bertanya.


"Mamah juga gak tahu, Sayang. Tiba-tiba aja ada yang ngirim foto itu." Jawab Rita.


Keduanya menjadi hening setelah melihat foto Mawar itu, sebenarnya Rita tak ingin memberitahu masalah ini pada Arka namun ia sudah tak kuasa menahan beban sendirian lagi.


"Sebaiknya kita cari tahu dulu tentang kebenaran foto itu, kita gak tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik foto itu Arka. Mamah berharap kamu berpikir dengan kepala dingin." Ujar Rita menenangkan.


Rita tak kuasa menahan tangisnya. "Mamah rasa perempuan sebaik Mawar gak mungkin melakukan hal hina seperti itu Arka, percaya sama mamah."


"Ya tapi kenapa harus semesra itu Mah, dan kenapa harus dengan 2 laki-laki. Arka tahu Arka banyak salah sama dia tapi apa harus Mawar melakukan hal seperti itu di belakang Arka?"


"Kita besok tanya langsung sama Mawar ya, biar semuanya jelas."


"Semuanya udah jelas Mah, gak ada yang perlu di tanyakan lagi. Mungkin itu alasan dia pulang, bukan kram perut atau alasan lainnya. Aku bener-bener kecewa sama sikap Mawar yang rendahan seperti ini." Ujar Arka.


"Kamu gak boleh ngomong kaya gitu Arka, kita belum tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam foto itu bisa aja ada orang yang mengambil kesempatan." Tutur Rita.


"Kenapa dia mau dipeluk dan dipegang laki-laki lain, sedangkan Arka pegang perutnya aja harus izin dulu padahal di dalam sana ada anak Arka, Mah!" tegas Arka.

__ADS_1


"Kamu tenang Arka, kamu harus sabar. Mamah tahu kamu kesal tapi jangan berpikir yang aneh-aneh kamu harus belajar dari kesalahan kamu." Tegas Rita.


"Mamah kok jadi belain Mawar sih, jelas-jelas dia salah dia udah khianatin aku."


"Mamah sama sekali gak belain siapa-siapa, mamah cuma gak mau kamu nyesel karena belum tahu kejadian yang sebenarnya tapi kamu udah marah kaya gini." Ucap Rita.


"Udah lah Mah, biarin aja Mawar gugat cerai Arka mungkin dia lebih bahagia sama laki-laki itu."


Rita tak menjawab dan memilih mengakhiri perdebatan itu.


***


Keesokan harinya Mawar pun bekerja dengan giat, ia ingin melupakan sejenak masalahnya dengan Arka.


"Bu, gak usah kerja gapapa. Ibu ke rumah sakit aja kita masih sanggup kok kerjain ini." Ujar Rio.


"Gapapa, saya juga lagi jenuh pengen nyari kesibukan." Ucap Mawar.


"Lagian Ibu kan lagi hamil gak baik kerja berat-berat. Takut kandungannys kenapa-kenapa." Ujar Rio.


Mawar pun berhenti sejenak, memang perutnya akhir-akhir ini sering kram.


"Kamu bener juga ya udah saya ke ruangan saya dulu ya." Ujar Mawar pamit.


**


Sesampainya di ruangan Mawar, ia berniat untuk menghubungi Rita dan bertanya tentang keadaan Arka.


Namun ia ragu karena tak mau terlihat kembali peduli pada Arka yang telah menyakiti hatinya berkali-kali.

__ADS_1


Mawar pun segera membereskan meja kerjanya lalu pergi ke rumah sakit dengan taksi.


Ia tak bisa menahan khawatirnya pada Arka yang masih sangat ia cintai itu.


__ADS_2