
Setelah satu minggu berlalu akhirnya Arka membuka perban di matanya itu.
Ia sangat senang karena tak ada masalah dengan matanya meskipun sehabis kecelakaan, Arka begitu bersyukur ia masih bisa melihat dengan normal.
Setelah pulang dari rumah sakit ia ingin pergi ke toko Mawar karena semenjak ia bertengkar dengannya Mawar tak ada lagi datang ke rumah sakit untuk menjenguknya.
"Mah, Arka izin ke rumah Mawar ya." Ucap Arka pada Rita.
Rita pun mengizinkan Arka untuk pergi menemui Mawar.
***
Sesampainya di toko Arka menanyakan keberadaan Mawar, namun katanya Mawar tidak datang ke toko hari ini.
Arka pun segera ke rumah Mawar untuk memastikan apakah istrinya baik-baik saja atau tidak.
Sesampainya di sana Arka melihat Mawar yang baru saja diantarkan pulang oleh seorang laki-laki.
__ADS_1
Arka menghampiri mereka. "Mawar?" sapa Arka.
Mawar tampak salah tingkah dengan Arka yang tiba-tiba saja muncul.
"Mas kamu ngapain di sini?" tanya Mawar.
"Harusnya aku yang tanya kamu ngapain berduaan sama laki-laki lain, kan kamu masih sah istri aku." Ujar Arka.
"Maaf saya di sini cuma mengantarkan Mawar pulang gak lebih kok." Ucap Langit.
"Saya gak butuh penjelasan dari kamu yang saya butuhkan itu penjelasan dari istri saya." Tegas Arka.
"Dia itu dokter kandungan aku Mas, kamu kenapa sih marahin dia kaya gitu, gak sopan banget." Ucap Mawar.
"Gak sopan? menurut kamu lebih gak sopan mana suaminya baru aja keluar dari rumah sakit tapi istrinya malah berduaan sama laki-laki lain." Tutur Arka kesal.
"Mau kamu apa sih Mas? dari kemarin-kemarin kamu nuduh aku terus. Aku cape tahu gak sih, lagian kita juga udah mau pisah." Ucap Mawar.
__ADS_1
"Sampai kapan pun aku gak akan mau pisah dari kamu, ayo sekarang kita ke pengadilan agama. Kamu cabut gugatan cerai itu." Ujar Arka.
"Gak mau Mas! kamu kenapa sih egois gini, maksa-maksa aku!" bentak Mawar.
"Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu Mawar. Aku mau kita perbaiki semuanya. Kenapa sih kamu gak ngerti, tolong kasih aku kesempatan sekali lagi." Arka memohon.
"Kamu yang gak ngerti Mas! aku udah gak cinta lagi sama kamu!" tegas Mawar berbohong.
Hati Arka sakit medengar ucapan Mawar itu. "Aku gak peduli cinta atau gak cinta, ini semua demi anak kita Mawar. Aku mohon." Ujar Arka tak bergeming dengan ucapan Mawar itu.
"Aku gak bisa Mas, aku udah gak bisa percaya lagi sama semua ucapan kamu itu. Aku pengen bebas dari kamu." Ucap Mawar.
"Tolong, tolong jangan siksa aku kaya gini." Arka bersimpuh di hadapan Mawar dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku gak mau anak kita tumbuh di saat kita berpisah, aku tahu rasanya hidup tanpa orang tua yang lengkap dan itu rasanya sakit. Aku gak mau itu terjadi sama anak kita Mawar. Aku juga gak mau kehilangan kamu lagi, aku bakalan turutin semua keinginan kamu. Aku gak bakal nyakitin kamu lagi, aku janji." Ujar Arka memohon.
'Hidup tanpa orang tua lengkap? bahkan sejak kecil aku hanya hidup berdua dengan kak Mirna. Aku emang gak mau anak aku hidup tanpa ayahnya tapi aku masih gak bisa percaya sama mas Arka.' Batin Mawar.
__ADS_1
Arka seperti tak punya wibawa ceo lagi di hadapan Mawar, ia rela melakukan apa pun agar Mawar mencabut gugatan cerai mereka. Bagi Arka hanya Mawar tujuan hidupnya saat ini.